Liputan6.com, Jakarta - Selain puasa fardhu di bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah. Di antara puasa sunnah tersebut, secara khusus Rasulullah SAW memuji keutamaan puasa di bulan Muharram. Oleh karena itu, penting bagi muslim untuk memahami doa puasa Tasua dan Asyura.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam (HR Muslim).
Advertisement
Dalam Syarah Muslim, Imam an-Nawawi menjelaskan, hadits shahih ini merupakan dalil sharîh atau sangat jelas yang menunjukkan kesimpulan hukum bahwa bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadhan adalah Muharram. Di antara puasa tersebut ada puasa Tasua yang dilaksanakan pada 9 Muharram dan Asyura pada 10 Muharram.
Dalam konteks peribadatan, dalam Jurnal Media Ilmu berjudul 'Kaji Ulang: Puasa Wajib dan Puasa Sunnah' karya Vini Wela Septiana, dkk, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, dijelaskan bagi orang yang beriman ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa, pelipatgandaan pahala kebaikan,dan pengangkatan derajat.
Berikut ini adalah ulasan mengenai doa puasa Tasua dan puasa Asyura, mencakup bacaan niat dan tata caranya yang benar sesuai dengan syariat.
Doa Puasa Tasua dan Asyura
Dalam Islam, niat merupakan salah satu rukun penting dalam berpuasa. Artinya, tanpa niat puasa seseorang dianggap tidak sah.
Dalam Buku Fiqih Islam (Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu) Prof DR Wahbah az-Zuhaili, menjelaskan niat untuk puasa sunnah dapat dilakukan sebelumnya atau pada malam harinya. Az-Zuhaili menekankan bahwa niat harus berada dalam hati dan tidak wajib diucapkan secara lisan, karena yang menjadi syarat sah adalah keikhlasan dan kesadaran dalam hati untuk berpuasa karena Allah.
Namun begitu, seorang muslim harus mengetahui niatnya. Sebab, niat yang dilafalkan akan lebih utama.
Niat Puasa Tasu'a Malam Hari
Niat Puasa Tasu'a Berikut ini adalah niat puasa Tasu’a yang dilaksanakan pada 9 Muharram, lengkap dengan teks arab, latin dan terjemahnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma Tâsû’â-a lilâhi ta’âlâ.
Artinya: Saya niat puasa Tasu’a karena Allah ta’âlâ.
Advertisement
Niat Puasa Asyura
Niat Puasa Asyura Sementara niat puasa Asyura yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram bisa sebagaimana berikut ini:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lilâhi ta’âlâ.
Artinya: Saya niat puasa Asyura karena Allah ta’âlâ
Niat Puasa di Bulan Muharram (Umum)
Selain niat secara khusus puasa Tasu’a dan Asyura, ada juga niat puasa mutlak Muharram yang lebih umum, yakni:
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’âlâ.
Artinya: Saya niat puasa Muharram karena Allah ta’âlâ.
Advertisement
Niat puasa Tasua dan Asyura di Siang Hari
Dalam kondisi tertentu, seseorang lupa berniat puasa di malam hari, maka pada pagi atau siang harinya dia bisa melafalkan niat puasa Tasu'a dan Asyura, dengan catatan belum makan dan minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa.
Berikut niat puasa Tasua dan Asyura di siang hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء أو عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnatit Tasû'â awil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Tasu'a atau Asyura hari ini karena Allah SWT."
Hukum dan Dalil Puasa Tasu'a dan Asyura
1. Hukum Puasa Tasu'a dan Asyura
Mayoritas ulama, termasuk Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad, sepakat bahwa puasa Asyura adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).
Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab bahwa puasa Asyura dapat dilakukan dengan puasa sehari penuh atau puasa dengan sehari sebelumnya (yaitu Tasu’a) untuk membedakan dari puasa Yahudi. Sesuai dengan sabda Nabi SAW; “Aku berpuasa Tasu’a agar berbeda dari Yahudi, maka jika mampu, hendaklah berpuasa Tasu’a bersama Asyura” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan al-Hakim).
2. Dalil Puasa Muharram, Tasu'a dan Asyura
Cukup banyak dalil yang menunjukkan kesunnahan puasa Tasu'a dan Asyura. Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, puasa Muharram merupakan puasa sunnah mulia setelah puasa Ramadhan.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam. (HR Muslim).
Sementara dalil untuk melaksanakan puasa Asyura adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim
عَنْ أَبي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيامِ يَوْمِ عَاشُوراءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ. (رواه مسلم)
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah saw bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: ‘Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat’. (HR Muslim).
Advertisement
Tata Cara Puasa Tasu'a dan Asyura
Dalam Buku Fatwa-Fatwa Kontemporer (Fatawa Mu'ashirah), Yusuf al-Qardhawi menjelaskan, bahwa puasa adalah meninggalkan dan menahan. Dengan kata lain, menahan dan meninggalkan sesuatu yang mubah(halal), seperti nafsu perut dan nafsu sex dengan nilai mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berikut ini adalah tata cara puasa Tasu'a dan Asyura:
1. Niat Puasa
Niat dilakukan dalam hati pada malam hari sebelum fajar atau sebelum terbit fajar. Karena puasa sunnah, maka niat bisa dilakukan pada pagi atau siang hari di hari tersebut asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
2. Waktu Puasa
Dimulai dari terbit fajar (subuh) sampai terbenam matahari (maghrib), sama seperti puasa wajib Ramadhan.
3. Amalan Sunnah Saat Puasa
- Makan sahur: walaupun tidak wajib, disunnahkan mengikuti sunnah Nabi.
- Berdoa dan membaca Al-Qur’an: memperbanyak dzikir dan doa.
- Puasa Tasu’a dan Asyura berturut-turut: dianjurkan untuk membedakan dari praktik Yahudi.
4. Berbuka Puasa
Dianjurkan berbuka segera ketika waktu maghrib tiba, dengan doa berbuka puasa. Sunnah berbuka dengan kurma atau air, seperti yang dicontohkan Nabi.
Keutamaan Puasa Tasu'a dan Asyura
Berikut ini adalah keutamaan-keutamaan puasa Tasu'a dan Asyura, berdasar hadis dan ijma' ulama, di antaranya pandangan Wahbah az-Zuhaili dan Sayyid Sabiq dalam Buku Fiqih Sunnnah:
1. Penghapusan Dosa Setahun
Puasa Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu dihapusnya dosa setahun yang lalu. Hal ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW:
“Puasa hari Asyura, aku berharap Allah menghapus dosa setahun yang telah lalu” (HR. Muslim).
2. Sunnah yang Dianjurkan (Sunnah Muakkadah)
Puasa Tasu’a dan Asyura termasuk sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
3. Pembeda dari Puasa Kaum Yahudi
Rasulullah SAW menganjurkan puasa Tasu’a untuk membedakan umat Islam dari Yahudi yang biasa hanya berpuasa pada Asyura. Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud menyatakan: “Aku berpuasa Tasu’a agar berbeda dari Yahudi.”
Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulum al-Din menekankan bahwa puasa ini mengandung nilai identitas umat Islam, sekaligus menegaskan sunnah yang mengutamakan keikhlasan dan kesadaran spiritual dalam beribadah.
4. Keutamaan Puasa Berturut-turut
Puasa Tasu’a dan Asyura secara berturut-turut (9 dan 10 Muharram) lebih utama. Hal ini diperkuat oleh rujukan fiqh kontemporer dari Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq yang menjelaskan bahwa puasa berturut-turut memperkuat pahala dan menegaskan kesungguhan dalam mengikuti sunnah Nabi.
5. Menambah Ketaqwaan
Puasa Tasu’a dan Asyura meningkatkan ketaqwaan seseorang kepada Allah, sebagaimana puasa sunnah lainnya. Puasa sunnah seperti ini bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri, disiplin, dan mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah hati dan lahir.
6. Kesempatan Memperoleh Ampunan dan Rahmat Allah
Puasa Asyura, dan terutama jika digabung dengan puasa Tasu’a, menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, sehingga membuka pintu ampunan dan rahmat. Puasa ini termasuk ibadah yang membawa berkah spiritual, pembersihan hati, dan penghapusan dosa kecil, sebagaimana disebut dalam hadits.
Advertisement
Doa di Hari Asyura
Ibn Hajar Asqalani, imam pakar hadis menyebutkan dalam syarh Sahih al-Bukhari beberapa kalimat atau doa yang bagi siapa saja membaca doa ini di hari Asyura, maka hatinya tidak akan mati. Berikut ini doanya, melansir nu.or.id:
سُبْحَانَ الله ملْء الْمِيزَان ومنتهى الْعلم ومبلغ الرِّضَا وزنة الْعَرْش وَالْحَمْد لله ملْء الْمِيزَان ومنتهى الْعلم ومبلغ الرِّضَا وزنة الْعَرْش وَالله أكبر ملْء الْمِيزَان ومنتهى الْعلم ومبلغ الرِّضَا وزنة الْعَرْش لَا ملْجأ وَلَا منجا من الله إِلَّا إِلَيْهِ سُبْحَانَ الله عدد الشفع وَالْوتر وَعدد كَلِمَات الله التامات كلهَا وَالْحَمْد لله عدد الشفع وَالْوتر وَعدد كَلِمَات الله التامات كلهَا وَالله أكبر عدد الشفع وَالْوتر وَعدد كَلِمَات الله التامات كلهَا أَسأَلك السَّلامَة بِرَحْمَتك يَا أرْحم الرَّاحِمِينَ وَلَا حول وَلَا قُوَّة إِلَّا بِاللَّه الْعلي الْعَظِيم وَصلى الله على سيدنَا مُحَمَّد وعَلى آله وَصَحبه أَجْمَعِينَ وَالْحَمْد لله رب الْعَالمين
Latin: Subhanallah mil’al mizan wa muntahal ilmi wa mablagho rridlo wa zinatal arsyi walhamdu lillah mil’al mizan wa muntahal ilmi wa mablaghor ridlo wa zinatal arsyi wallahu akbar mil’al mizan wa muntahal ilmi wa mablaghor ridlo wa zinatal arsyi la malja’a wa la manja’a minallah illa ilaihi, subhanallahi ‘adadassyaf’i wal watri wa ‘adada kalimatillahi at-taammati kulliha walhamdu lillaj ‘adadasyyaf’i wal watri wa ‘adada kalimatillahi at-taammati kulliha wallahu akbar ‘adadassyaf’i wal watri wa ‘adada kalimatillah attaammati kulliha, as’alukas salamata birahmatika ya arhamarrahimin, wala haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim wa shallallahu ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa shohbihi ajma’in walhamdu lillah rabbil alamin.
Artinya: Maha suci Allah dengan (suci) memenuhi timbangan dan (sampai) dengan puncak ilmu dan (sampai) dengan batas akhir ridlo dan dengan beratnya Arsy. Dan segala puji bagi Allah dengan (pujian) memenuhi timbangan dan (sampai) dengan puncak ilmu dan (sampai) dengan batas akhir ridlo dan dengan beratnya Arsy. Dan Maha besar Allah dengan (kebesaran) memenuhi timbangan dan (sampai) dengan puncak ilmu dan (sampai) dengan batas akhir ridlo dan dengan beratnya Arsy. Tidak ada perlindungan dan tidak ada keselamatan dari Allah kecuali berlindung kepadaNya. Maha suci Allah dengan (sebanyak) bilangan genap dan ganjil dan dengan (sebanyak) bilangan kalimat-kalimat Allah yang semuanya sempurna. Dan Segala puji bagi Allah dengan (sebanyak) bilangan genap dan ganjil dan dengan (sebanyak) bilangan kalimat-kalimat Allah yang semuanya sempurna. Aku memohon keselamatan kepadaMu dengan rahmatMu, wahai Dzat yang Maha Pengasih diantara para pengasih!, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali Allah yang maha tinggi dan agung. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga, sahabat, segala puji hanya milik Allah penguasa alam semesta.
People also Ask:
1. Apa niat puasa 9 dan 10 Muharram?
Berikut adalah niat puasa 9 dan 10 Muharram:Niat Puasa Tasua (9 Muharram): "Nawaitu shauma Tâsû'â-a lilâhi ta'âlâ." yang artinya "Saya niat puasa Tasu'a karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Asyura (10 Muharram): "Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lilâhi ta'âlâ." yang artinya "Saya niat puasa Asyura karena Allah Ta'ala."
2. Bolehkah tidak puasa Tasua tapi puasa Asyura?
Ulama sepakat bahwa puasa Asyura tetap sah dan berpahala meski dilakukan tanpa Tasua, meskipun lebih utama jika dilakukan bersamaan (9 dan 10 Muharam).
3. Apa keistimewaan puasa Tasua?
Keutamaan puasa Tasu'a (9 Muharram) adalah melebur dosa setahun sebelumnya, sebagai puasa terbaik kedua setelah Ramadhan, dan menjadi identitas Muslim yang membedakan dari tradisi Yahudi hanya berpuasa di hari 'Asyura. Puasa ini juga dapat meningkatkan ketakwaan, memperkuat hubungan spiritual, dan merupakan kesempatan untuk melakukan amal baik.
4. Apa bacaan puasa Asyura?
Doa puasa Asyura yang utama adalah membaca niat puasa sebelum fajar, seperti "Nawaitu shauma ghadin min yaumi 'Asyura sunnatan lillahi ta'ala" (Saya niat puasa sunah hari Asyura esok hari karena Allah Ta'ala). Setelah puasa selesai, Anda bisa membaca doa buka puasa seperti "Dzahabazh zhoma'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah" (Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah).
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3221537/original/040770500_1598588567-muslim-woman-pray-hijab_73740-669.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3430346/original/057356100_1618535827-coffee-cup-with-different-dried-fruits-nuts.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3434048/original/074390400_1618894081-pexels-pixabay-161276.jpg)