4 Doa Menjelang Buka Puasa Teks Arab, Latin dan Artinya: Lengkap Keutamaannya

Puasa adalah ibadah yang balasannya langsung dari Allah SWT, dan doa orang berpuasa tidak akan tertolak

Diterbitkan 08 September 2025, 05:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di antara kewajiban umat Islam adalah berpuasa. Selain Puasa Ramadhan yang hukumnya fardhu, ada pula beragam puasa sunnah. Penting bagi umat Islam untuk mengetahui niat, tata cara, hingga doa menjelang buka puasa.

Keutamaan orang berpuasa sangat besar. Puasa adalah ibadah yang balasannya langsung dari Allah SWT, dan doa orang berpuasa tidak akan tertolak, sabda Nabi SAW riwayat Abu Hurairah yang artinya: Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga do’a yang tidak tertolak: (1) do’a pemimpin yang adil, (2) do’a orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) do’a orang yang terzholimi.” (HR. Tirmidzi no. 3595, Ibnu Majah no. 1752).

Dalam hadis lainnya, disebut doa orang berbuka puasa sangat mustajab. "Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya do’a orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak.” (HR. Ibnu Majah no. 1753).

Maka itu, para ulama bersepakat bahwa orang yang berpuasa dan orang yang berbuka puasa doanya mustajab dan tidak akan tertolak. Berikut ini adalah doa menjelang puasa yang dianjurkan.

1. Doa Menjelang Buka Puasa untuk Mendapatkan Perlindungan

Mengutip buku 354 Sunnah Nabi Sehari-hari oleh Dr. Raghib As-Sirjani, adapun bacaan doa dan dzikir menjelang buka puasa adalah sebagai berikut:

bacaan dzikir yang pertama ini berisi doa yang memohon agar mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.

بسم الله الذى لايضر مع اسمه شئ فى الرض ولا فى السماء وهو السمبع العلبماشهد ان لا اله الا اللّه استغفر الله اسالك الجنّه واعوذبك من شخطك والنارسبحان الملك القدّوس سبّوح قدّوس ربّنا وربّ الملائكة والروحاللّهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ العَفْوَ فاعف عنّا

Latin: Bismillaahil-ladhii laa yadhurru ma'a ismihi shay'un fil-ardhi wa laa fis-samaa'i wa huwas-samii'ul-aliim. Ashhadu an laa ilaaha illallah astaghfirullah, as'alukal-jannata wa a'udhu bika min sakhatika wan-naarSubhaanal-malikil-qudduus, Subbuuhun qudduusun rabbunaa wa rabbul-malaaikati war-ruuh. Allahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul-'afwa fa'fu 'annaa.

Artinya: "Dengan nama Allah Dzat yang tidak memberi bahaya beserta nama-Nya sesuatu di bumi dan tidak (memberi bahaya) di langit dan Dia (Allah) Maha Mendengar, Maha Mengetahui.Aku bersaksi tiada yang disembah selain Allah. Aku minta ampun pada Allah. Aku minta pada-Mu Surga & aku berlindung dari murka-Mu & siksa neraka.Maha Suci, Raja yang Suci, Yang Sangat Suci, Tuhan kami dan Tuhan Malaikat & Ruh. Ya Allah, sungguh Engkau sangat pemaaf, Sangat Mulya, Engkau sukai pemaafan, maka maafkan kami."

 

2. Doa Memohon Ampunan

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ أَسْتَغْفِرُ اللّٰه نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَ نَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِاللّٰهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّايَا كَرِيْمُ

Latin: Asyhadu Alla ilaha illallah, Astaghfirullah. Nasalukal Jannah wa Na 'Uudzubika Minan Naar. Allahumma Innaka 'Afuwwun Kariim Tuhibbul 'Afwa Fa'fu Anni. Yaa Kariim

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, Kami memohon ampun kepada Allah, Kami memohon Surga kepada-Mu dan kami berlindung kepadaMu dari api neraka.Yaa Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Maha Mulia, Engkau suka memaafkan, maka maafkanlah kami, Wahai Yang Maha Mulia."

3. Doa Dzikir Sewaktu Petang

Berikut ini adalah bacaan dzikir sewaktu petang yang bisa dilafalkan saat hendak berbuka puasa:

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Latin: Amsaynaa wa amsal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzihil lailah wa khoiro maa ba'dahaa, wa a'udzu bika min syarri maa fii hadzihil lailah wa syarri maa ba’dahaa. Robbi a'udzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a'udzu bika min 'adzabin fin naari wa 'adzabin fil qobri

Artinya: "Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya.

4. Doa Permohonan Rahmat dan Ampunan

Terkait Buka Puasa Imam al-Nawawi dalam karyanya al-Adzkar menampilkan 5 ragam doa. Di antaranya adalah doa menjelang buka puasa, karena redaksinya yang bisa dibacakan sebelum atau saat berbuka puasa.

Doa berdasarkan riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Sunni, dari Ibnu Umar yang berdoa:

اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

(Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii)

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.”(Lihat selengkapnya: al-Nawawi, al-Adzkar, hlm. 190)

Demikian ragam doa berbuka puasa. Tidak perlu khawatir dan risau mana riwayat paling sahih. Kelima doa di atas dapat kita baca ketika berbuka puasa.

Setelah memasuki waktu berbuka puasa, maka umat Islam dianjurkan berdoa. Berikut ini adalah ragam bacaannya.

Doa Berbuka Puasa

Sebagaimana disebut di atas, Imam Nawawi menyebut ada lima doa berbuka puasa. Ada yang secara redaksi doa yang bisa dilafalkan menjelang berbuka puasa, tapi ada juga yang saat berbuka puasa. Berikut ini adalah doa buka puasa yang tercantum dalam Al-Adzkar: 

1. Doa Berbuka Puasa Riwayat Abu Daud

Pertama, doa yang berasal dari riwayat Abu Daud dari Sahabat Ibnu Umar ra., bahwa Rasulullah ketika berbuka puasa berdoa dengan membaca:

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Latin: Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah

Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2010)

2. Doa Ifthar

Kedua, masih riwayat Abu Daud dari Mu’adz bin Zahrah, ia bercerita bahwa Rasulullah pernah berdoa saat berbuka puasa, sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Artinya: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2011)

Doa Gabungan

Di masyarakat kita, doa ini ada tambahannya, dan ini tidak masalah. Sebab sekali lagi, doa tidak terbatas pada riwayat. Kita dibebaskan mengekspresikan doa selama itu baik. Tambahan tersebut yakni:

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

latin: Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin

Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”

 

3. Doa Berbuka Puasa: Tahmid

Ketiga, riwayat dari Ibnu Sunni dari Mu’adz bin Zahrah:

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ

Latin: Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu

Artinya:” Segala puji bagi Allah yang menolongku maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.” (HR. Ibnu Sunni)

Keempat, masih riwayat dari Ibnu Sunni, tapi dari Sahabat Ibnu Abbas:

4. Doa Buka Puasa Riwayat Ibnu Sunni

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنا، وَعلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ

Latin: Allahumma shumnaa, wa ‘alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal Minna innaka antas samii’ul ‘aliim

Artinya: “Ya Allah, karena Kamu kami berpuasa, dan dengan rizki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR: Ibnu Sunni)

Keutamaan Doa Berbuka Puasa

Dirangkum dari Buku 354 Sunnah Nabi Sehari-hari karya Dr. Raghib As-Sirjani, Buku Fadhilah Amal karya Maulana Zakariyya al-Kandahlawi, Kitab Latha’if al-Ma’arif karya Ibnu Rajab al-Hanbali, dan sumber lainnya, berikut ini adalah keutamaan doa berbuka puasa:

  1. Doa Mustajab – Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang berpuasa memiliki doa yang mustajab ketika berbuka." (HR. Tirmidzi, no. 2525).
  2. Bentuk Syukur – Dengan membaca doa berbuka puasa dan artinya, seorang Muslim mengungkapkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah.
  3. Mengikuti Sunnah Rasulullah – Membaca doa berbuka puasa dan artinya adalah bagian dari sunnah yang bisa mendatangkan pahala.
  4. Mendapatkan Keberkahan – Berbuka dengan membaca doa akan memberikan keberkahan dalam makanan yang dikonsumsi.
  5. Mendekatkan Diri kepada Allah – Dengan membaca doa berbuka, seseorang menunjukkan ketergantungannya kepada Allah dalam segala hal.
  6. Waktu berbuka adalah saat terkabulnya doa, karena orang yang berpuasa telah menyempurnakan ibadahnya dalam keadaan tunduk, butuh, dan dekat kepada Allah.
  7. Doa orang berpuasa ketika berbuka termasuk doa yang “jarang tertolak” karena pada waktu itu hati sangat lembut, penuh rasa syukur, dan dekat kepada Allah.

People also Ask:

1. Baca apa sebelum berbuka puasa?

Asyhadu an laa ilaaha illallah.

2. Apakah doa menjelang berbuka puasa mustajab?

“DOA MUSTAJAB ORANG YANG BERPUASA HINGGA BERBUKA” ✨ Rasulullah ﷺ bersabda: “Tiga doa yang tidak akan tertolak: doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi No. 2526)

3. Apa yang dilakukan saat menunggu buka puasa?

Kegiatan Positif yang Bisa Dilakukan Saat Menunggu Waktu Berbuka

  • Membaca Al-Quran.
  • Berzikir dan Berdoa
  • Mengikuti Kajian Islam
  • Membantu Menyiapkan Hidangan Berbuka
  • Berolahraga Ringan
  • Membaca Buku atau Artikel Islami
  • Menulis Jurnal Refleksi Ramadan
  • Membantu Orang Lain, dan lain-lain

4. Sebelum buka puasa apa namanya?

Ngabuburit menjadi salah satu tradisi khas di bulan Ramadan yang dilakukan oleh umat Muslim di Indonesia. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan berbagai aktivitas yang dilakukan menjelang waktu berbuka puasa.

 

Sumber Referensi:

  • HR. Tirmidzi no. 3595
  • HR. Ibnu Majah no. 1753
  • Buku 354 Sunnah Nabi Sehari-hari, Dr. Raghib As-Sirjani
  • Kitab al-Adzkar, Imam al-Nawawi
  • Buku Fadhilah Amal, Maulana Zakariyya al-Kandahlawi
  • Kitab Latha’if al-Ma’arif, Ibnu Rajab al-Hanbal