Liputan6.com, Jakarta - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Berbagai perayaan Maulid Nabi SAW identik dengan kegiatan keagamaan yang bertujuan mempererat kecintaan kepada sang Rasul.
Setelah serangkaian acara, penting untuk mengakhiri kegiatan dengan doa penutupan acara Maulilid Nabi Muhammad SAW.
Doa penutup acara ini diamalkan agar setiap kebaikan yang telah dilakukan diberkahi Allah SWT. Muslim yang mengamalkan doa penutup acara niscaya akan diberi kebaikan, kesehatan, dan keselamatan.
Advertisement
Firman Allah SWT dalam surat Ghafir ayat 60, "Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.'"
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (4/8/2025).
Bacaan Doa Penutupan Acara Maulid Nabi Muhammad SAW (Arab, Latin, dan Artinya)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1093391/original/031074700_1450935295-20151224-usuf-Kalla-Hadir-Dalam-Peringatan-Maulid-Nabi-Di-Mesjid-Istiqlal-Fanani-5.jpg)
Doa penutup acara dapat diamalkan oleh umat Muslim setelah selesai kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Terdapat beberapa pilihan doa yang bisa dipanjatkan, mulai dari yang singkat hingga yang lebih panjang dan komprehensif.
1. Doa Penutup Acara Singkat (Kementerian Agama RI)
Doa ini dinukil dari buku Kumpulan Doa Sehari-Hari yang diterbitkan oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبِّي وَبِحَمْدِكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Arab Latin: Subḥānakallahumma rabbī wa biḥamdika lā ilaha illa anta astagfiruka wa atūbu ilaik.
Artinya: "Maha Suci Engkau, Ya Allah wahai Rabbku, dan dengan memuji-Mu, tiada Ilah selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu."
2. Doa Penutup Acara (Hisnul Muslim)
Doa ini disebutkan dalam buku Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa'id bin Wahf Al-Qahthani. Rasulullah SAW dikatakan membaca doa ini sebanyak 100 kali sebelum berdiri meninggalkan suatu majelis.
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُوْرُ.
Arab Latin: Rabbigfirlī wa tub 'alayya innaka antat-tawwābul-gafūr.
Artinya: "Wahai Tuhanku! Ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Pengampun."
3. Doa Kamilah dan Doa Sapu Jagat (Imam Al-Ghazali)
Doa berikut bisa dipanjatkan sebagai doa penutup acara Maulid Nabi, yang berisi permintaan yang mencakup semua kesempurnaan dunia dan akhirat sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW. Doa ini dinukil dari kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali.
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ, عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ, مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ, وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ, عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ, مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ, اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ اَلْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ, وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ مِنْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ, وَأَسْأَلُكَ مِنَ الخَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَسْتَعِيْذُكَ مِمَّا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَسْأَلُكَ مَا قَضَيْتَ لِيْ مِنْ أَمْرٍ أَنْ تَجْعَلَ عَاقِبَتَهُ رَشَدًا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Arab Latin: Allaahumma innii as'aluka minal khayri kullihii 'aajilihii wa aajilihii ma laimtu minhu wa maa lam a'lam, wa a'uudzu bika minas syarri kullihii 'aajilihii wa aajilihii ma laimtu minhu wa maa lam a'lam, wa as'alukal jannata wa maa qarraba ilayhaa min qawlin wa 'amalin, wa 'uudzu bika minan naari wa maa qarraba ilayhaa min qawlin wa 'amalin, as'aluka minal khayri mā sa'alaka 'abduka wa rasūluka Muhammadun shallallaahu alayhi wa sallama, wa asta'iidzuka mimma-sta'aadzaka minhu 'abduka wa rasuuluka Muhammadun shallallaahu alayhi wa sallama, wa as'aluka maa qadhayta lii min amrin an taj'ala aaqibatahuu rasyadaa bi rahmatika yaa arhamar raahimiina.
Artinya: "Ya Allah, kepada-Mu kumohon kebaikan dengan segala jenisnya baik dalam waktu dekat maupun waktu jauh di depan, baik yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui. Kepada-Mu juga aku berlindung dari segala keburukan dengan segala jenisnya baik yang dalam waktu dekat maupun waktu jauh di depan, baik yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui. Ya Allah, kepada-Mu kumohon surga serta ucapan dan tindakan yang mendekatkanku padanya. Kepada-Mu aku berlindung dari neraka surga serta ucapan dan tindakan yang mendekatkanku padanya. Aku memohon kebaikan apa saja yang pernah diminta oleh hamba dan rasul-Mu Muhammad saw. Aku juga berlindung kepada-Mu dari keburukan apa saja yang pernah dimintakan perlindungan oleh hamba dan rasul-Mu Muhammad saw. Aku juga memohon kepada-Mu agar kesudahan dari apa yang Kautentukan dapat menjadi petunjuk bagiku dengan rahmat-Mu, wahai Zat yang maha pengasih."
Kemudian dilanjutkan dengan doa sapu jagat:
اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النار.
Arab Latin: Allahumma rabbanaa 'atinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-akhirati hasanatan wa qina 'adzaban naar.
Artinya: "Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan selamatkanlah kami dari siksa neraka."
Advertisement
Pentingnya Doa Penutupan Acara Maulid Nabi
Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.
Kata "Maulid" atau "Milad" dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Peringatan ini merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam sebagai bentuk kegembiraan dan penghormatan atas kelahiran Rasulullah yang dianggap sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Menurut buku Apa Kabar Islam Kita? oleh Biro MJS Press, Maulid secara harfiah berarti tempat lahir Nabi Muhammad SAW.
Doa penutupan acara Maulid Nabi memiliki peran yang sangat penting. Setelah serangkaian kegiatan keagamaan seperti pembacaan Al-Qur'an, sholawat, ceramah, dan dzikir, doa penutup menjadi puncak permohonan kepada Allah SWT agar segala amal ibadah yang telah dilakukan diterima dan diberkahi.
Doa ini juga menjadi sarana untuk memohon keselamatan, keberkahan, dan kebaikan bagi seluruh peserta acara, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan doa penutup, diharapkan suasana majelis semakin khidmat dan peserta dapat merasakan keberkahan.
Adab Membaca Doa Penutupan Acara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4588921/original/076033400_1695712009-muhammad-7571024_1280.jpg)
Membaca doa, termasuk doa penutupan acara Maulid Nabi, memiliki adab-adab tertentu yang dianjurkan dalam Islam agar doa lebih mustajab dan diterima oleh Allah SWT. Adab-adab ini mencerminkan kesungguhan dan penghormatan seorang hamba kepada Tuhannya. Menukil dari buku Doa Para Nabi dan Rosul oleh Nurul Huda, berikut beberapa adab yang perlu diperhatikan muslim ketika membaca doa penutup acara.
- Dalam Keadaan Suci dan Menghadap Kiblat: Disunahkan bagi seorang Muslim untuk berada dalam keadaan suci (berwudhu) dan menghadap kiblat saat berdoa. Hal ini menunjukkan kesiapan diri dan fokus dalam bermunajat kepada Allah SWT.
- Dibaca dengan Khusyuk: Doa harus dipanjatkan dengan hati yang khusyuk, penuh konsentrasi, dan merendahkan diri di hadapan Allah. Hindari gangguan dari luar dan fokuskan hati serta pikiran pada Allah.
- Memuji Allah SWT dan Bersholawat kepada Rasulullah SAW: Awali doa dengan memuji Allah SWT dan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ini adalah bentuk pengagungan kepada Allah dan penghormatan kepada Rasulullah, yang merupakan kunci diterimanya doa.
- Mengulang Doa Dua sampai Tiga Kali: Mengulang doa menunjukkan kesungguhan dan ketekunan dalam memohon kepada Allah. Dalam Islam, disunahkan untuk mengulang doa sebanyak 3 kali.
- Mengangkat Kedua Tangan: Mengangkat kedua tangan saat berdoa adalah salah satu adab yang dianjurkan, menunjukkan penyerahan diri dan harapan kepada Allah SWT.
- Awali dengan Basmalah dan Tutup dengan Hamdalah: Memulai doa dengan Basmalah (Bismillahirrahmanirrahim) dan mengakhirinya dengan Hamdalah (Alhamdulillah) adalah bentuk keberkahan dan rasa syukur.
Advertisement
Hikmah Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memetik hikmah dan pelajaran berharga bagi umat Islam. Menurut daaruttauhiid.sch.id (2024), ada beberapa hikmah utama dari peringatan Maulid Nabi.
- Menguatkan Kecintaan kepada Nabi: Peringatan Maulid Nabi adalah kesempatan emas untuk meneguhkan rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan mengenang hari kelahiran beliau, umat Islam diingatkan kembali tentang sosok yang menjadi teladan dalam seluruh aspek kehidupan. Kecintaan ini tidak hanya dalam bentuk kata-kata, tetapi juga dalam tindakan nyata untuk mengikuti ajaran dan sunnah beliau.
- Meneladani Akhlak dan Perbuatan Nabi: Maulid Nabi mengajak umat Islam untuk meneladani akhlak dan sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW, seperti kesabaran, kejujuran, kasih sayang, dan keadilan. Peringatan ini merupakan ajang untuk belajar dan menerapkan akhlak tersebut dalam kehidupan sehari-hari, sehingga bisa menciptakan masyarakat yang lebih baik dan harmonis.
- Memperdalam Pemahaman terhadap Ajaran Islam: Melalui peringatan Maulid, umat Islam diingatkan untuk menggali lebih dalam tentang ajaran Islam dan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Dua warisan berharga yang Rasulullah tinggalkan untuk umatnya ialah Al-Qur'an dan As-Sunnah. Maka, sudah sepatutnya dalam peringatan Maulilid Nabi ini dapat membangkitkan semangat untuk mempelajari, memahami dan mengamalkan ajaran dari dua hal tersebut.
Susunan Acara Maulid Nabi Muhammad SAW
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5328543/original/063414200_1756259631-ChatGPT_Image_27_Agu_2025__08.43.08.jpg)
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW biasanya diselenggarakan dengan susunan acara yang terstruktur untuk memastikan kelancaran dan kekhidmatan acara. Susunan acara ini dapat bervariasi tergantung pada penyelenggara dan lokasi, namun umumnya mencakup beberapa tahapan penting. Berikut adalah contoh susunan acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang lengkap:
- Pembukaan: MC membuka acara dengan salam, dilanjutkan penyampaian susunan acara Maulid Nabi.
- Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an: Tilawah Al-Qur’an oleh qari/qariah, kemudian dilanjutkan dengan sari tilawah.
- Pembacaan Sholawat Nabi: Bersama-sama membaca sholawat Nabi, bisa diiringi dengan rebana.
- Sambutan-sambutan: Sambutan dari panitia pelaksana, diikuti sambutan dari tokoh masyarakat atau pimpinan lembaga.
- Ceramah: Tausiah oleh ustaz yang isi ceramahnya biasanya tentang sejarah kelahiran Nabi, keteladanan akhlak, dan pesan untuk umat.
- Pembacaan Doa Maulid: Membaca doa bersama yang berisi syukur dan harapan agar mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW.
- Penutup: Doa Penutup acara oleh ustaz, kemudian MC menutup acara dengan mengucapkan terima kasih dan salam. Acara bisa dilanjutkan dengan makan bersama.
Advertisement
Daftar Sumber
- Buku Apa Kabar Islam Kita? | Biro MJS Press
- Doa Para Nabi dan Rosul | Nurul Huda
- Hisnul Muslim | Syaikh Sa'id bin Wahf Al-Qahthani
- Ihya Ulumiddin | Imam Al-Ghazali | Beirut, Darul Fikr | 2018 M/1439-1440 H | Juz I, halaman 395
- Kumpulan Doa Sehari-Hari | Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI
- daaruttauhiid.sch.id
- https://www.liputan6.com/quran
FAQ
1. Apa itu doa penutupan acara Maulid Nabi Muhammad SAW?
Doa penutup adalah permohonan kepada Allah SWT setelah rangkaian acara Maulid selesai, agar semua amal diterima dan diberkahi.
2. Mengapa doa penutupan penting dalam acara Maulid?
Doa menjadi puncak permohonan, sebagai penutup penuh keberkahan serta harapan keselamatan dan kebaikan bagi seluruh peserta.
3. Apakah ada doa khusus yang dianjurkan untuk penutup acara Maulid?
Ya, terdapat beberapa doa, seperti doa singkat Kemenag RI, doa dalam Hisnul Muslim, serta doa kamilah dan sapu jagat dari Imam Al-Ghazali.
4. Kapan doa penutupan biasanya dibacakan?
Doa dibacakan setelah seluruh rangkaian acara selesai, biasanya usai ceramah, sholawat, dan dzikir.
5. Apa dalil dianjurkannya berdoa di akhir acara?
Allah SWT berfirman dalam QS. Ghafir ayat 60 bahwa doa adalah ibadah, dan Allah berjanji mengabulkan doa hamba-Nya.
6. Bagaimana adab membaca doa penutupan acara?
Dianjurkan dalam keadaan suci, menghadap kiblat, dengan khusyuk, memuji Allah, bersholawat, mengangkat tangan, serta menutup dengan hamdalah.
7. Apa hikmah membaca doa penutup acara Maulid?
Hikmahnya ialah mempererat kecintaan kepada Nabi, memohon keberkahan dunia-akhirat, dan menjadikan majelis lebih khidmat serta penuh rahmat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5328549/original/057981700_1756259633-ChatGPT_Image_27_Agu_2025__08.50.25.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260724/original/073509600_1781647690-PRANCIS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482261/original/017449400_1769169646-Timnas_Yordania-Kelme.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290659/original/010335100_1782151822-063_2282792467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260719/original/004737300_1781644637-000_B7BY7EB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4258833/original/075986400_1670866002-000_3339699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261701/original/046985700_1781754821-000_B7GK8PT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290686/original/071046700_1782151905-000_B7WZ2B3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)