Niat Buka Puasa Rajab Arab, Latin, dan Terjemah, Ketahui Waktu Pelaksanaannya

Mengetahui niat buka puasa Rajab beserta keutamaannya dalam Islam. Simak waktu pelaksanaan puasa sunnah satu ini.

Diterbitkan 18 Agustus 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Niat buka puasa Rajab merupakan doa yang dianjurkan dibaca oleh umat Islam ketika hendak membatalkan puasa sunnah di bulan Rajab. Bulan Rajab sendiri adalah salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam, sehingga ibadah puasa di bulan ini memiliki keutamaan tersendiri.

Mengutip dari buku Doa dan Zikir Mustajab (Dibaca Sehari-hari Sepanjang Masa) oleh Wira Kautsari Wijayanti, Lc., MA, doa buka puasa Rajab pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan doa buka puasa sunnah lainnya. 

Membaca niat buka puasa Rajab dengan penuh keikhlasan menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan beribadah yang diberikan. Selain itu, doa yang dipanjatkan saat berbuka puasa adalah salah satu waktu mustajab yang tidak akan ditolak oleh Allah. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (18/8/2025).

Bacaan Niat Buka Puasa Rajab Arab, Latin, dan Terjemah

Niat buka puasa Rajab dapat dibaca dengan bacaan doa khusus yang telah diajarkan dalam Islam. Doa ini menjadi penghubung antara hamba dengan Sang Pencipta ketika mengakhiri ibadah puasa sunnah di bulan yang penuh berkah ini. Mengutip dari buku Doa dan Zikir Mustajab (Dibaca Sehari-hari Sepanjang Masa), berikut bacaan niat buka puasa Rajab yang dianjurkan:

Bacaan Arab: دَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَهُ

Bacaan Latin: Dzahabazh zhama-u wabtallatil 'uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah

Artinya: "Telah hilang dahaga, tenggorokan telah basah, dan pahala akan tetap, insya Allah."

Selain doa di atas, umat Islam juga dapat membaca niat buka puasa Rajab dengan bacaan alternatif seperti dikutip dari laman Baznas:

Bacaan Arab: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Bacaan Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'alaa rizqika afthartu

Artinya: "Ya Allah, aku berpuasa untuk-Mu, aku beriman kepada-Mu, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."

Waktu Pelaksanaan dan Adab Membaca Niat Buka Puasa Rajab

Mengenai waktu yang tepat untuk membaca niat buka puasa Rajab, terdapat beberapa pendapat ulama. Pemahaman yang benar tentang waktu pelaksanaan ini akan membantu umat Islam dalam mengamalkan ibadah dengan lebih baik.

Ada pendapat yang menyatakan bahwa niat buka puasa Rajab sebaiknya dibaca sebelum berbuka puasa, tepatnya saat mendengar azan Maghrib. Pendapat lain menyebutkan bahwa doa ini dibaca saat pertama kali membatalkan puasa, seperti ketika minum air atau makan kurma.

Namun, terdapat juga pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada waktu khusus untuk membaca niat buka puasa Rajab, selama dibaca dengan penuh keikhlasan dan penghayatan. Melansir dari berbagai sumber literatur Islam, yang terpenting adalah ketulusan hati dalam memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Perlu dipahami jika doa orang yang sedang berpuasa adalah salah satu doa mustajab dan tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Jadi, kapan pun waktunya, membaca niat buka puasa Rajab dengan sungguh-sungguh akan membawa kebaikan dan keberkahan.

Keutamaan Puasa Rajab dalam Islam

Puasa Rajab memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam karena dilaksanakan pada salah satu bulan haram yang dimuliakan. Keutamaan ini menjadikan niat buka puasa Rajab sebagai bagian penting dari ibadah yang penuh berkah.

1. Bulan yang Dimuliakan Allah SWT

Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram (Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab) yang disebutkan dalam Al-Quran. Berpuasa di bulan ini dan membaca niat buka puasa Rajab akan mendapatkan pahala berlipat ganda.

2. Penghapusan Dosa Kecil

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa puasa di bulan Rajab dapat menghapus dosa-dosa kecil yang telah lalu. Membaca niat buka puasa Rajab dengan tulus menjadi langkah awal dalam memperoleh keberkahan tersebut.

3. Persiapan Menyambut Ramadhan

Puasa Rajab menjadi latihan spiritual untuk menyambut bulan Ramadhan. Dengan mengamalkan niat buka puasa Rajab, umat Islam dapat mempersiapkan diri secara spiritual dan fisik.

4. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Ibadah puasa di bulan Rajab merupakan bentuk ketaatan dan kedekatan kepada Allah. Membaca niat buka puasa Rajab dengan penuh keikhlasan menunjukkan ketulusan hati dalam beribadah.

5. Pahala Besar di Sisi Allah

Orang yang berpuasa di bulan Rajab dengan niat ikhlas dan membaca niat buka puasa Rajab akan mendapatkan pahala besar. Amalan ini juga menjadi bukti cinta kepada ajaran Rasulullah SAW.

Macam-macam Puasa Sunnah di Bulan Rajab

Umat Islam dianjurkan untuk menjalankan berbagai jenis puasa sunnah di bulan Rajab sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setiap jenis puasa ini dapat diakhiri dengan membaca niat buka puasa Rajab yang sesuai.

Disadur dari buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya oleh Khalifa Zain Nasrullah, berikut macam-macam puasa sunnah yang dapat diamalkan:

1. Puasa Sunnah Muthlaq: Puasa yang dapat dikerjakan kapan saja selama bukan di hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa. Niat buka puasa Rajab untuk jenis ini dapat dibaca dengan doa umum berbuka puasa sunnah.

2. Puasa Sunnah Senin dan Kamis: Puasa ini diamalkan setiap hari Senin dan Kamis dalam satu pekan. Membaca niat buka puasa Rajab pada hari-hari ini akan menambah keberkahan amalan.

3. Puasa Ayyamul Bidh (Hari Putih): Puasa ini dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah, termasuk di bulan Rajab. Niat buka puasa Rajab pada hari-hari putih ini memiliki keutamaan tersendiri.

4. Puasa Daud: Puasa yang dilakukan secara selang-seling, yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak. Konsistensi dalam membaca niat buka puasa Rajab akan memperkuat komitmen spiritual.

5. Puasa Tarwiyah: Puasa yang dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah, namun jika dilakukan di bulan Rajab juga mendapat keutamaan. Niat buka puasa Rajab pada jenis ini dapat dikombinasikan dengan doa khusus.

Hikmah dan Pelajaran dari Puasa Rajab

Puasa Rajab mengandung berbagai hikmah dan pelajaran penting bagi kehidupan umat Islam. Memahami hikmah ini akan membuat pembacaan niat buka puasa Rajab menjadi lebih bermakna dan penuh penghayatan.

  • Latihan Pengendalian Diri

Puasa Rajab melatih umat Islam untuk mengendalikan hawa nafsu duniawi. Niat buka puasa Rajab yang dibaca dengan kesadaran penuh akan memperkuat komitmen dalam mengendalikan diri.

  • Pembelajaran Empati terhadap Sesama

Melalui puasa Rajab, umat Islam belajar merasakan lapar dan haus sebagaimana yang dialami oleh mereka yang kekurangan. Niat buka puasa Rajab menjadi pengingat untuk selalu peduli kepada sesama yang membutuhkan.

  • Peningkatan Kualitas Ibadah

Puasa Rajab membantu meningkatkan kualitas ibadah dan kedekatan kepada Allah SWT. Membaca niat buka puasa Rajab dengan khusyuk akan menambah kedalaman spiritual dalam beribadah.

  • Persiapan Menghadapi Tantangan Hidup

Disiplin dalam menjalankan puasa Rajab dan membaca niat buka puasa Rajab melatih mental dan spiritual untuk menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan dengan lebih tegar dan sabar.

Mengutip dari Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih jiwa untuk mencapai tingkat spiritualitas yang lebih tinggi melalui ketaatan kepada Allah SWT.

Daftar Sumber

  • Wijayanti, Wira Kautsari, Lc., MA. Doa dan Zikir Mustajab (Dibaca Sehari-hari Sepanjang Masa). Jakarta: Elex Media Komputindo. ISBN: 9786230061080.
  • Nasrullah, Khalifa Zain. Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya. Penerbit: Sketsa. ISBN: 9789797020224.
  • BAZNAS. "Niat Buka Puasa Rajab: Langkah-langkah Sederhana untuk Mengakhiri Puasa". 1 April 2024. https://baznas.go.id/artikel-show/Niat-Buka-Puasa-Rajab:-Langkah-langkah-Sederhana-untuk-Mengakhiri-Puasa/372
  • Al-Ghazali, Imam. Ihya Ulumuddin

FAQ

1. Apakah niat buka puasa Rajab wajib dibaca? Membaca niat buka puasa Rajab adalah sunnah yang dianjurkan untuk menambah keberkahan ibadah.

2. Kapan waktu terbaik membaca niat buka puasa Rajab? Niat buka puasa Rajab dapat dibaca sebelum atau saat pertama kali membatalkan puasa dengan penuh keikhlasan.

3. Bolehkah menggunakan bahasa Indonesia untuk niat buka puasa Rajab? Boleh, namun lebih utama menggunakan bahasa Arab sesuai dengan tuntunan yang diajarkan.

4. Apakah ada perbedaan niat buka puasa Rajab dengan bulan lain? Pada dasarnya sama, yang membedakan adalah niat dan kesadaran bahwa sedang berpuasa di bulan yang dimuliakan.

5. Berapa lama sebaiknya berpuasa di bulan Rajab? Tidak ada ketentuan khusus, dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing individu.

6. Apakah puasa Rajab dapat menggantikan puasa yang terlewat di Ramadhan? Tidak, puasa Rajab adalah puasa sunnah yang tidak dapat menggantikan kewajiban puasa Ramadhan.

7. Apa manfaat utama membaca niat buka puasa Rajab dengan konsisten? Manfaat utamanya adalah mendekatkan diri kepada Allah, mendapat pahala berlipat, dan meningkatkan kualitas spiritual.