Liputan6.com, Jakarta Setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan, umat Islam merayakan hari kemenangan dengan sukacita di Hari Raya Idul Fitri. Namun kebahagiaan itu tidak berhenti sampai di situ. Dalam Islam, bulan Syawal juga menghadirkan kesempatan emas untuk kembali mendulang pahala melalui ibadah puasa sunnah. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah puasa Syawal, yang sangat istimewa nilainya.
Pertanyaan yang sering muncul adalah, puasa Syawal berapa hari dan mulai tanggal berapa bisa dikerjakan? Jawaban atas pertanyaan ini penting agar umat Islam bisa memaksimalkan ibadahnya dan tidak melewatkan momentum pahala yang besar. Di balik anjuran ini, terdapat hadist shahih dan panduan ulama klasik yang memperjelas tata caranya.
Melalui artikel ini, Liputan6.com akan mengulas tuntas mengenai jumlah hari puasa Syawal, waktu pelaksanaannya, tata cara berpuasa, hingga berbagai pertanyaan umum seputar ibadah sunnah ini, Rabu (9/7/2025).
Advertisement
Jumlah Hari Puasa Syawal dan Waktu Pelaksanaannya
Dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR Muslim No. 1164)
Hadits ini menjadi landasan utama disyariatkannya puasa Syawal selama enam hari. Penjelasan ini juga ditegaskan dalam buku 10 Masalah Fiqih Puasa Syawal karya Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi, yang menyatakan bahwa hadits ini termasuk shahih li dzatihi, diriwayatkan pula oleh Ahmad (5/417) dan Tirmidzi (No. 759). Oleh karena itu, tidak diragukan lagi bahwa puasa Syawal yang disunnahkan adalah sebanyak 6 hari.
Adapun waktu pelaksanaannya adalah selama bulan Syawal. Berdasarkan keputusan Kementerian Agama (Kemenag), 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025. Maka, puasa Syawal bisa dimulai sehari setelah Idul Fitri, yaitu pada Selasa, 1 April 2025 (2 Syawal).
Ulama berbeda pendapat tentang apakah puasa Syawal lebih utama dilakukan secara berturut-turut atau boleh terpisah. Menurut pendapat Mazhab Syafi’i, sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim:
"Yang paling utama adalah puasa enam hari dilakukan secara berturut-turut setelah Idul Fitri. Namun, jika dilakukan secara terpisah atau di akhir bulan Syawal, maka tetap mendapatkan pahala sebagaimana yang dijanjikan dalam hadits." (Syarh Shahih Muslim, Jilid 8, Hal. 56)
Penjelasan ini juga didukung oleh kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab karya An-Nawawi (Juz 6, hlm. 379), yang menyatakan bahwa meskipun lebih utama dilakukan berturut-turut, pelaksanaan secara terpisah tetap sah dan bernilai ibadah.
Advertisement
Tata Cara dan Niat Puasa Syawal
Pelaksanaan puasa Syawal tidak berbeda dengan puasa sunnah lainnya. Namun, penting untuk memahami niat, waktu puasa, serta sunah-sunah lainnya yang dianjurkan.
1. Niat Puasa Syawal
Dalam Raudhah ath-Thalibin karya Imam Nawawi (Jilid 2, Hal. 350), dijelaskan:
"Tidak sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah di hati, dan tidak disyaratkan untuk melafalkannya, tanpa ada perbedaan pendapat dalam hal ini."
Artinya, niat cukup dalam hati, tidak wajib diucapkan dengan lisan. Namun, dalam praktiknya, banyak ulama yang menganjurkan untuk melafalkan niat sebagai bentuk kehati-hatian dan memperkuat kesungguhan.
Buku Catatan Fikih Puasa Sunnah karya Hari Ahadi juga menyebutkan bahwa niat puasa Syawal dapat dilakukan dengan beberapa versi, tergantung situasi pelaksananya:
Jika berpuasa sejak malam dan hendak berurutan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sittatin min Syawwâl lillâhi ta‘âlâ.
"Aku berniat puasa enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta’ala."
Jika dilakukan tidak berurutan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
"Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT."
Jika berniat saat siang (belum makan dan minum sejak fajar):
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لللهِ تعالى
"Aku berniat puasa Syawal hari ini karena Allah SWT."
2. Makan Sahur
Sahur adalah bagian penting dari puasa, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
"Bersahurlah kalian karena dalam sahur terdapat keberkahan." (HR Bukhari No. 1923)
Meski puasa sunnah tetap sah tanpa sahur, sahur disunnahkan karena membawa berkah dan kekuatan untuk berpuasa.
3. Menahan Diri Sejak Fajar
Dalilnya adalah QS. Al-Baqarah ayat 187:
“Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam…”
Ini menegaskan bahwa waktu puasa dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
4. Segera Berbuka
Nabi SAW bersabda:
"Kaum muslimin akan senantiasa di atas kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR Bukhari No. 1957 dan Muslim No. 1098)
Keutamaan Puasa Syawal
Mengapa puasa Syawal disebut setara dengan puasa sepanjang tahun? Imam An-Nawawi menjelaskan dalam Al-Majmu’ bahwa satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Maka, puasa Ramadhan (30 hari) = 300 hari pahala, ditambah 6 hari Syawal = 60 hari pahala, total 360 hari = setahun penuh.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ al-Fatawa juga menekankan bahwa puasa Syawal adalah bentuk kesempurnaan dari Ramadhan. Ini menegaskan bahwa amalan sunnah yang mengikuti ibadah wajib memiliki kedudukan tinggi, sebagaimana shalat rawatib menyempurnakan shalat fardhu.
FAQ Seputar Puasa Syawal
1. Apakah puasa Syawal harus dilakukan secara berturut-turut?
Tidak wajib, tapi lebih utama dilakukan berturut-turut seperti pendapat Imam Syafi’i dan Ibnu Mubarak. Hal ini dinukil dalam Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriah karya Siti Zumratus Sa’adah.
2. Bolehkah menggabungkan puasa Syawal dengan puasa qadha Ramadhan?
lama berbeda pendapat. Pendapat terkuat (Syafi’iyyah) menyarankan menyelesaikan qadha terlebih dahulu agar bisa mendapat keutamaan “puasa setahun penuh”.
3. Apakah boleh puasa Syawal tanpa sahur?
Boleh. Sahur adalah sunnah, bukan syarat sah puasa.
4. Bagaimana jika baru berniat di siang hari?
Jika sejak fajar belum makan dan minum, puasa sunnah boleh diniatkan di siang hari, sesuai dengan kebolehan dalam puasa sunnah sebagaimana dijelaskan dalam hadits dan ijma’.
5. Apakah perempuan yang haid selama Syawal bisa tetap mendapatkan keutamaan puasa ini?
Jika tidak sempat karena haid atau halangan syar’i lain, maka tidak berdosa, dan tetap mendapatkan pahala niat dan usaha. Ulama menganjurkan mengganti di tahun berikutnya jika memungkinkan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495483/original/029586100_1770372285-sherly_tjoanda_klaim_giveaway.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567468/original/050020200_1777282004-cek_fakta_alsintan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4536545/original/069114500_1691974925-cek_fakta_satir_ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299087/original/053914000_1784192454-cek_fakta_-_Sherly_Tjoanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3516536/original/071123800_1626851248-pexels-mikhail-nilov-7582420.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3428249/original/078718400_1618374148-053339400_1559536727-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297046/original/098584500_1784067058-Spain_s_Mikel_Oyarzabal__left__celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298306/original/004606900_1784166640-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298637/original/010650700_1784178420-INGGRIS_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519344/original/095709500_1772548220-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287272/original/017051900_1783206951-pra1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299397/original/073517100_1784250863-000_B6Z433V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290280/original/032335300_1783446810-063_2285091355.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299067/original/052484900_1784191879-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887995/original/062540200_1720596126-AP24190447290414.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6204862/original/088637800_1779083702-94b8bfbd-ccdc-4a6b-97b7-a164a1ba9236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4480657/original/067372600_1687701903-person-ready-eat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3456632/original/062722500_1621093975-rachid-oucharia-2d1-OSHkHXM-unsplash.jpg)