Al Mutaffifin Artinya Orang-orang yang Curang, Pahami Makna dan Kandungannya

Surat Al Mutaffifin adalah surat ke-83 dalam Al-Qur'an yang berisi kecaman terhadap orang-orang yang curang dalam bertransaksi.

Diterbitkan 01 Juli 2025, 21:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Surah Al-Mutaffifin adalah salah satu surat dalam Al-Qur’an yang menyoroti perilaku curang dalam timbangan dan takaran, baik dalam perdagangan maupun dalam kehidupan sosial. Kata al mutaffifin secara harfiah berarti “orang-orang yang mengurangi” atau "mereka yang curang." S

urat ini turun di Makkah dan terdiri dari 36 ayat, mengandung peringatan keras bagi siapa saja yang berlaku tidak jujur terhadap sesama manusia, terutama dalam urusan muamalah (interaksi sosial). Dalam konteks modern, kandungan surat ini masih sangat relevan, karena praktik kecurangan kerap terjadi dalam berbagai bidang kehidupan.

Makna dari kata al mutaffifin tidak terbatas hanya pada pedagang yang mengurangi timbangan, tetapi juga mencakup siapa pun yang mengambil hak orang lain secara tidak adil. Dalam buku Tafsir Al-Muyassar terbitan Kementerian Agama Arab Saudi disebutkan bahwa Al-Mutaffifin adalah mereka yang ketika menerima takaran atau timbangan dari orang lain, mereka sempurnakan; namun ketika memberi, mereka kurangi.

Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam perlakuan terhadap orang lain yang sangat dicela oleh Allah SWT. Surat ini mengajarkan pentingnya kejujuran, integritas, dan keadilan dalam segala aspek hidup.

Lebih lanjut, dalam buku Tafsir Al-Mishbah karya Prof. Dr. M. Quraish Shihab, dijelaskan bahwa surat Al-Mutaffifin menekankan bahwa pelaku kecurangan tidak hanya akan merugi di dunia, tetapi juga akan mendapatkan kehinaan dan siksa di akhirat. Kandungan ini menekankan bahwa tindakan curang adalah bentuk pelanggaran serius terhadap prinsip moral dan spiritual dalam Islam. 

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Selasa (1/7/2025).

Bacaan Surat Al-Mutaffifin dalam Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

Berikut ini bacaan surat Al-Mutaffifin dalam Bahasa Arab, Latin, dan artinya:

1. وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ

Arab-latin: wailul lil-muṭaffifīn

Artinya: "Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang."

2. ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكْتَالُوا۟ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسْتَوْفُونَ

Arab-latin: allażīna iżaktālụ 'alan-nāsi yastaufụn

Artinya: "(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi."

3. وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ

Arab-latin: wa iżā kālụhum aw wazanụhum yukhsirụn

Artinya: "dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi."

4. أَلَا يَظُنُّ أُو۟لَٰٓئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ

Arab-latin: alā yaẓunnu ulā`ika annahum mab'ụṡụn

Artinya: "Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan."

5. لِيَوْمٍ عَظِيمٍ

Arab-latin: liyaumin 'aẓīm

Artinya: "Pada suatu hari yang besar."

6. يَوْمَ يَقُومُ ٱلنَّاسُ لِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Arab-latin: yauma yaqụmun-nāsu lirabbil-'ālamīn

Artinya: "(yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?"

7. كَلَّآ إِنَّ كِتَٰبَ ٱلْفُجَّارِ لَفِى سِجِّينٍ

Arab-latin: kallā inna kitābal-fujjāri lafī sijjīn

Artinya: "Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin."

8. وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا سِجِّينٌ

Arab-latin: wa mā adrāka mā sijjīn

Artinya: "Tahukah kamu apakah sijjin itu?"

9. كِتَٰبٌ مَّرْقُومٌ

Arab-latin: kitābum marqụm

Artinya: "(Ialah) kitab yang bertulis."

10. وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَArab-latin: wailuy yauma`iżil lil-mukażżibīn

Artinya: "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."

11. ٱلَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ

Arab-latin: allażīna yukażżibụna biyaumid-dīn

Artinya: "(yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan."

12. وَمَا يُكَذِّبُ بِهِۦٓ إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ

Arab-latin: wa mā yukażżibu bihī illā kullu mu'tadin aṡīm

Artinya: "Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa."

13. إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَٰتُنَا قَالَ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

Arab-latin: iżā tutlā 'alaihi āyātunā qāla asāṭīrul-awwalīn

Artinya: "Yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu."

14. كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Arab-latin: kallā bal rāna 'alā qulụbihim mā kānụ yaksibụn.

Artinya: "Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka."

15. كَلَّآ إِنَّهُمْ عَن رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّمَحْجُوبُونَ

Arab-latin: kallā innahum 'ar rabbihim yauma`iżil lamaḥjụbụn

Artinya: "Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka."

16. ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُوا۟ ٱلْجَحِيمِ

Arab-latin: ṡumma innahum laṣālul-jaḥīm

Artinya: "Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka."

17. ثُمَّ يُقَالُ هَٰذَا ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ

Arab-latin: ṡumma yuqālu hāżallażī kuntum bihī tukażżibụn

Artinya: "Kemudian, dikatakan (kepada mereka): "Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan".

18. كَلَّآ إِنَّ كِتَٰبَ ٱلْأَبْرَارِ لَفِى عِلِّيِّينَ

Arab-latin: kallā inna kitābal-abrāri lafī 'illiyyīn

Artinya: "Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam 'Illiyyin."

19. وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا عِلِّيُّونَ

Arab-latin: wa mā adrāka mā 'illiyyụn

Artinya: "Tahukah kamu apakah 'Illiyyin itu?"

20. كِتَٰبٌ مَّرْقُومٌ

Arab-latin: kitābum marqụm

Artinya: "(Yaitu) kitab yang bertulis,"

21. يَشْهَدُهُ ٱلْمُقَرَّبُونَ

Arab-latin: yasy-haduhul-muqarrabụn

Artinya: "yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah)."

22. إِنَّ ٱلْأَبْرَارَ لَفِى نَعِيمٍ

Arab-latin: innal-abrāra lafī na'īm

Artinya: "Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga)."

23. عَلَى ٱلْأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ

Arab-latin: 'Alal araaa'iki yanzuruun

Artinya: “mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan"

24. تَعۡرِفُ فِىۡ وُجُوۡهِهِمۡ نَضۡرَةَ النَّعِيۡمِۚ

Arab Latin: Ta'rifu fii wujuuhihim nadratan na'iim

Artinya: “Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan.”

25. يُسۡقَوۡنَ مِنۡ رَّحِيۡقٍ مَّخۡتُوۡمٍ

Arab Latin: Yusqawna mir rahiiqim makhtuum

Artinya: “Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih dilak (disegel),”

26. خِتٰمُهٗ مِسۡكٌ ؕ وَفِىۡ ذٰلِكَ فَلۡيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُوۡنَ

Arab Latin: Khitaamuhuu misk; wa fii zaalika falyatanaafasil Mutanaafisuun

Artinya: “laknya dari kasturi. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.”

27. وَ مِزَاجُهٗ مِنۡ تَسۡنِيۡمٍ

Arab Latin: Wa mizaajuhuu min Tasniim

Artinya: “Dan campurannya dari tasnm,”

28. عَيۡنًا يَّشۡرَبُ بِهَا الۡمُقَرَّبُوۡنَؕ

Arab Latin: 'Ainaiy yashrabu bihal muqarrabuun

Artinya: “(yaitu) mata air yang diminum oleh mereka yang dekat (kepada Allah).”

29. اِنَّ الَّذِيۡنَ اَجۡرَمُوۡا كَانُوۡا مِنَ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا يَضۡحَكُوۡنَ

Arab Latin: Innal laziina ajramuu kaanuu minal laziina aamanuu yadhakuun

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman.”

30. وَاِذَا مَرُّوۡا بِهِمۡ يَتَغَامَزُوۡنَ

Arab Latin: Wa izaa marruu bihim yataghaamazuun

Artinya: “Dan apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya,”

31. وَاِذَا انۡقَلَبُوۡۤا اِلٰٓى اَهۡلِهِمُ انْقَلَبُوۡا فَكِهِيۡنَ

Arab Latin: Wa izan qalabuuu ilaaa ahlihimun qalabuu fakihiin

Artinya: “dan apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria.”

32. وَاِذَا رَاَوۡهُمۡ قَالُوۡۤا اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ لَـضَآلُّوۡنَ

Arab Latin: Wa izaa ra awhum qooluuu inna haaa'ulaaa'i ladaaal luun

Artinya: “Dan apabila mereka melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat,’”

33. وَمَآ أُرْسِلُوا۟ عَلَيْهِمْ حَٰفِظِينَ

Arab-latin: wa mā ursilụ 'alaihim ḥāfiẓīn

Artinya: "padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin."

34. فَٱلْيَوْمَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنَ ٱلْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ

Arab-latin: fal-yaumallażīna āmanụ minal-kuffāri yaḍ-ḥakụn

Artinya: "Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir."

35. عَلَى ٱلْأَرَآئِكِ يَنظُرُونَArab-latin: 'alal-arā`iki yanẓurụn

Artinya: "mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang."

36. هَلْ ثُوِّبَ ٱلْكُفَّارُ مَا كَانُوا۟ يَفْعَلُونَ

Arab-latin: hal ṡuwwibal-kuffāru mā kānụ yaf'alụn

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan."

Makna dan Kandungan Surat Al-Mutaffifin

Surah Al-Mutaffifin adalah surat ke-83 dalam Al-Qur’an yang berisi kecaman tegas terhadap perilaku curang dalam timbangan dan takaran. Kata al mutaffifin secara bahasa berarti “orang-orang yang mengurangi,” yaitu mereka yang mengambil hak orang lain secara tidak adil dalam jual beli atau muamalah lainnya.

Surat ini menjadi peringatan keras agar manusia menjaga kejujuran dalam setiap aspek kehidupan, terutama saat berinteraksi dengan sesama. Ketidakjujuran yang dilakukan di dunia bukan hanya mencelakai orang lain, tetapi juga mencoreng kehormatan pelakunya di hadapan Allah.

Makna al mutaffifin tidak hanya terbatas pada praktik dagang, melainkan meluas pada semua bentuk ketidakadilan dan ketimpangan perlakuan dalam urusan dunia. Dalam buku Tafsir Al-Mishbah karya Prof. Dr. M. Quraish Shihab, dijelaskan bahwa surat Al-Mutaffifin adalah kecaman terhadap perilaku munafik dalam bermuamalah, dan sekaligus seruan moral agar umat Islam membangun sistem sosial yang jujur dan beretika. Hal ini menunjukkan bahwa ayat-ayat dalam surat ini menekankan pentingnya integritas sosial sebagai bagian dari iman yang utuh.

Di samping itu, Surah Al-Mutaffifin juga menjelaskan adanya dua kelompok manusia yang akan dibedakan secara tegas di akhirat, yaitu mereka yang dicatat amal buruknya dalam Sijjin, dan mereka yang amal baiknya tercatat dalam Illiyyin.

Dalam Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, disebutkan bahwa orang yang curang dalam timbangan tidak hanya menipu manusia, tapi telah merusak nilai keadilan yang Allah perintahkan di bumi. Hal ini memperlihatkan bahwa praktik kecurangan adalah bentuk pelanggaran langsung terhadap prinsip ketuhanan dan kemanusiaan.

Oleh karena itu, memahami makna dan kandungan surat Al-Mutaffifin menjadi penting sebagai pengingat bagi setiap Muslim untuk selalu jujur, adil, dan bertanggung jawab dalam setiap tindakan. Surat ini tidak hanya berisi ancaman bagi pelaku kecurangan, tetapi juga mengandung pelajaran moral dan spiritual yang sangat mendalam, agar manusia hidup dengan kesadaran bahwa setiap perbuatannya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

QnA Seputar Surat Al-Mutaffifin

1. Apa arti dari Al-Mutaffifin?

Jawab: Al-Mutaffifin berarti "orang-orang yang curang", terutama dalam hal takaran dan timbangan. Kata ini diambil dari ayat pertama surat ke-83 dalam Al-Qur’an dan menggambarkan perilaku tidak jujur yang mencederai keadilan dalam muamalah.

2. Apa ancaman yang disebutkan bagi para mutaffifin?

Jawab: Allah SWT menyatakan bahwa para pelaku kecurangan tersebut akan mendapat kecelakaan, karena mereka tidak percaya bahwa perbuatan mereka akan dibalas. Mereka juga disebutkan akan dicatat amalnya dalam Sijjin, yaitu tempat paling rendah dan hina di akhirat.

3. Apa itu Sijjin dan Illiyyin dalam surat ini?

Jawab: Sijjin adalah tempat pencatatan amal orang durhaka dan menjadi simbol kehinaan. Sementara Illiyyin adalah tempat pencatatan amal orang beriman yang mulia dan tinggi derajatnya. Kedua istilah ini menunjukkan adanya keadilan dalam pembalasan amal di akhirat.

4. Apa pelajaran moral dari Surat Al-Mutaffifin?

Jawab: Surat ini mengajarkan bahwa:

  • Kejujuran adalah prinsip utama dalam Islam
  • Kecurangan sekecil apa pun tercatat di sisi Allah
  • Hari pembalasan itu nyata dan semua amal akan dihisab
  • Orang beriman harus adil dalam segala urusan, baik besar maupun kecil