Bacaan Tahiyat Awal dan Akhir Latin Beserta Artinya, Pahami Posisi Duduknya

Tahiyat awal dan akhir adalah rukun sholat yang wajib kamu laksanakan.

Diperbarui 10 Juni 2025, 10:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tahiyat awal dan akhir adalah rukun sholat yang wajib kamu laksanakan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tahiat adalah bacaan dalam salat untuk menghormati Allah SWT, doa untuk Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, dan doa untuk hamba Allah yang saleh.

Kamu perlu mengenali perbedaan tahiyat akhir dengan tahiyat awal ini. Tahiyat akhir memiliki bacaan yang berbeda dengan tahiyat awal. Namun, pada tahiyat akhir juga harus membaca tahiyat awal. Selain itu, perbedaan keduanya juga tampak dari sikap duduknya yang berbeda.

Pada sholat 4 rakaat, tahiyat awal dilakukan di rakaat kedua sholat, sementara tahiyat akhir dilakukan pada rakaat keempat. Tahiyat awal dan akhir merupakan dua rukun sholat yang sangat penting dipahami oleh setiap muslim.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (10/6/2025) tentang tahiyat awal dan akhir.

Bacaan Tahiyat Awal dan Posisi Duduknya

Dilansir dari Jurnal Tasyahud Perpektif Hadis Nabi; Suatu Kajian Hadis UIN Alauddin Makassar, Tasyahud awal atau tahiyat awal adalah salah satu bagian penting dalam shalat yang dilakukan setelah rakaat kedua dalam shalat yang terdiri dari tiga atau empat rakaat, seperti shalat Maghrib, Zuhur, Ashar, dan Isya. Namun, bagaimana sebenarnya hukum tahiyat awal ini? Apakah wajib atau sunnah?

Dalam hal ini, para ulama telah memberikan penjelasan berdasarkan dalil syar'i dan pemahaman mereka terhadap sunnah Rasulullah.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, seorang ulama besar Arab Saudi dan mantan Mufti Umum Kerajaan, menjelaskan bahwa tasyahud awal hukumnya sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat ditekankan. Meninggalkannya tidak membatalkan shalat, tetapi bila ditinggalkan karena lupa, maka disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi.

Beliau berkata, "Tasyahud pertama dalam shalat yang terdiri atas tiga atau empat rakaat hukumnya sunnah muakkadah, dan apabila ditinggalkan karena lupa, maka disyariatkan sujud sahwi sebelum salam." (Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, Syaikh Bin Baz, jilid 11, hlm. 127)

Apabila seseorang lupa melaksanakan tasyahud awal, maka Rasulullah mengajarkan untuk menggantinya dengan sujud sahwi, sebagaimana dalam hadits:

أن النبي صلى الله عليه وسلم قام في الركعتين من الظهر، فلما جلس الناس ينتظرونه كبر وهو جالس، فسجد سجدتين وهو جالس قبل أن يسلم.

Artinya: "Sesungguhnya Rasulullah bangkit pada rakaat kedua dari shalat Zuhur. Ketika orang-orang menunggunya duduk (untuk tasyahud), beliau bertakbir dalam posisi duduk, lalu melakukan dua sujud sahwi dalam keadaan duduk sebelum salam."

(HR. Bukhari no. 1224 dan Muslim no. 570)

Hadits ini menunjukkan bahwa ketika Rasulullah lupa tasyahud awal dan langsung berdiri ke rakaat ketiga, beliau tidak kembali duduk untuk tasyahud, tetapi menggantinya dengan dua sujud sahwi sebelum salam.

Bacaan tahiyat awal dan akhir sebenarnya tidak jauh berbeda. Bedanya, tahiyat akhir memiliki bacaan yang lebih panjang daripada tahiyat awal. Bacaan tahiyat akhir dimulai dengan bacaan tahiyat awal terlebih dahulu. Jadi, bacaan tahiyat awal dan akhir tidak dapat dipisahkan saat tasyahud akhir.

Bacaan Tahiyat Awal

Tasyahud awal dilakukan setelah rakaat kedua dalam salat yang lebih dari dua rakaat, seperti salat Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Pada tasyahud awal, duduknya adalah duduk iftirasy, yaitu dengan menegakkan kaki kanan dan duduk di atas kaki kiri.

Ada beberapa versi bacaan tasyahud yang diajarkan Nabi SAW kepada para sahabat. Dua riwayat yang populer adalah dari Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud.

Bacaan Tasyahud Awal (Riwayat Ibnu Abbas):

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ (HR. Muslim no. 403)

At-tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.

Artinya:

Segala ucapan selamat, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah bagi Allah. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. (HR. Muslim no. 403)

Bacaan Tasyahud Awal (Riwayat Ibnu Mas’ud):

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ (HR. Bukhari no. 6265)

At-tahiyyaatu lillaahi wash-sholawaatu wath-thoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.

Artinya:

Segala ucapan selamat, shalawat, dan kebaikan adalah bagi Allah. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. (HR. Bukhari no. 6265)

Bacaan Tahiyat Akhir dan Posisi Duduknya

Tasyahud akhir dibaca pada rakaat terakhir salat, setelah sujud kedua. Cara duduknya adalah duduk tawarruk, yaitu dengan menegakkan kaki kanan dan menyelipkan kaki kiri ke bawah kaki kanan sambil duduk di lantai.

Bacaan tasyahud akhir sama seperti tasyahud awal. Dianjurkan membaca bacaan yang lebih lengkap seperti riwayat Ibnu Abbas atau Ibnu Mas’ud, kemudian dilanjutkan dengan bacaan shalawat Nabi yang sempurna.

Tasyahud akhir adalah bagian dari rakaat terakhir dalam shalat, dan merupakan rukun shalat yang tidak boleh ditinggalkan. Dalam tasyahud akhir, selain membaca tasyahud seperti di atas, juga ditambahkan shalawat atas Nabi Muhammad ﷺ.

Bacaan Shalawat dalam Tasyahud Akhir

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita ‘alā Ibrāhīm wa ‘alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Allāhumma bārik ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad, kamā bārakta ‘alā Ibrāhīm wa ‘alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd.

Terjemahan:

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

Sumber hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari (no. 3370) dan Muslim (no. 406) dari Ka'ab bin ‘Ujrah.

 

 

Bacaan Salam

Tahiyat awal dan akhir tentunya diikuti oleh gerakan lainnya dalam sholat. Setelah membaca doa tahiyat akhir, kamu bisa mengakhiri sholat dengan salam. Saat salam kamu membaca "Assalaamu alaikum wa rahmatullah" sembari mengenok ke kanan dan kembali membaca "Assalaamu alaikum wa rahmatullah"  sambil mengenok ke arah kiri.

Rukun Sholat

Tahiyat awal dan akhir adalah dua rukun sholat yang harus dilaksanakan. Setelah memahami bacaan tahiyat awal dan akhir beserta cara duduknya, kamu tentu perlu memahami rukun sholat secara keseluruhan.

Rukun sholat adalah setiap perkataan atau perbuatan yang akan membentuk hakikat sholat. Jika salah satu rukun ini tidak ada, maka sholat pun tidak teranggap secara syar’i dan juga tidak bisa diganti dengan sujud sahwi. Berikut rukun sholat yang perlu setiap umat Islam pahami:

1. Berdiri bagi yang mampu.

2. Niat dalam hati

3. Takbiratul ihram.

4. Membaca surat Al Fatihah pada tiap rakaat.

5. Rukuk dengan tumakninah.

6. Iktidal setelah rukuk dengann tumakninah.

7. Sujud dua kali dengan tumakninah.

8. Duduk di antara dua sujud dengan tumakninah.

9. Duduk tasyahud akhir

10. Membaca tahiyat akhir.

11. Membaca salawat nabi pada tahiyat akhir.

12. Membaca salam yang pertama.

13. Tertib melakukan rukun secara berurutan.

FAQ Seputar Tahiyat Awal dan Akhir dalam Sholat

1. Apa perbedaan antara tahiyat awal dan tahiyat akhir dalam shalat?

Tahiyat awal dibaca pada rakaat kedua dalam shalat yang memiliki tiga atau empat rakaat (seperti Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya). Sedangkan tahiyat akhir dibaca pada rakaat terakhir dari semua shalat (baik dua, tiga, maupun empat rakaat). Tahiyat akhir lebih lengkap karena ditambah dengan shalawat atas Nabi Muhammad SAW, sementara tahiyat awal hanya membaca bacaan tasyahud tanpa shalawat.

2. Apa hukum dari tahiyat awal dalam shalat?

Menurut mayoritas ulama, termasuk Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, tahiyat awal hukumnya wajib. Jika lupa dan tidak melakukannya, maka dianjurkan melakukan sujud sahwi sebelum salam untuk menutupi kekurangannya.

3. Bagaimana posisi duduk saat membaca tahiyat awal dan akhir?

Tahiyat awal: Duduk iftirasy (duduk di atas kaki kiri, dan kaki kanan ditegakkan).

Tahiyat akhir: Duduk tawarruk (kaki kiri diselipkan ke bawah kaki kanan dan pantat duduk di lantai), terutama dalam shalat empat rakaat. Namun, jika shalatnya hanya dua rakaat (seperti Subuh), duduk iftirasy tetap digunakan untuk tahiyat akhir.

4. Apa yang harus dilakukan jika lupa membaca tahiyat awal?

Jika seseorang lupa membaca tahiyat awal dan sudah berdiri ke rakaat berikutnya, maka tidak perlu kembali duduk, tetapi cukup menyempurnakan shalatnya dan melakukan sujud sahwi sebelum salam, berdasarkan petunjuk dari hadits Nabi SAW.

5. Apa akibat jika lupa membaca tahiyat akhir lalu langsung salam?

Tahiyat akhir adalah rukun dalam shalat, artinya jika seseorang meninggalkannya, baik sengaja atau lupa, maka shalatnya tidak sah dan harus diulang. Berbeda dengan tahiyat awal yang bisa diganti dengan sujud sahwi, tahiyat akhir tidak bisa ditinggalkan begitu saja.