Sukses

Suporter Wanita Rame-Rame Tutup Aurat hingga Mualaf di Piala Dunia 2022: Simak Beda Hijab, Jilbab dan Himar

Liputan6.com, Banyumas - Untuk kali pertama, piala dunia digelar di negara Islam, Qatar. Untuk pertama kali juga sejak helatan pertama sejak piala dunia digelar nyaris seabad lalu, lantunan ayat suci Al-Qur'an diperdengarkan pada pembukaan ajang terbesar sepak bola empat tahunan ini.

Piala dunia 2022 di Qatar membawa berkah tak terduga. Di antaranya, banyak suporter wanita yang berusaha menutup aurat saat mendukung tim kesayangannya. Mereka menghormati komunitas Muslim di Qatar.

Bahkan, banyak pula yang mualaf. Memang, Piala Dunia 2022 ini dimanfaatkan sebagai ajang promosi Islam oleh pemerintah Qatar.

About Islam melaporkan, dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, beberapa penggemar Piala Dunia di Doha terlihat mencoba hijab untuk pertama kalinya dalam hidup mereka.

Islam melihat jilbab sebagai identitas dan sebagian menganggapkan merupakan pakaian wajib, bukan simbol agama yang menampilkan afiliasi seseorang.

Dalam sebuah video yang belum dapat diverifikasi About Islam keasliannya, diperlihatkan tentang keluarga asal Brazil yang memeluk Islam.

Dalam peristiwa itu terjadi di desa budaya Katara di Doha. Keluarga Brazil diperlihatkan mengucapkan kalimat syahadat dengan dipandu oleh seorang ulama Yaman Hayyan Al-Yafei, dalam suasana bahagia. Tidak ada detail lebih lanjut yang tersedia di web tentang keadaan seputar video tersebut.

Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar berlangsung dari 20 November hingga 18 Desember 2022. Edisi tahun ini akan menjadi turnamen pertama yang diselenggarakan di Timur Tengah, yang pertama di negara mayoritas Muslim. Serta yang pertama diadakan pada akhir tahun kalender, pada November dan Desember

 

Tentang hijab, berikut ini akan dibeberkan perbedaan antara hijab, jilbab dan Himar, dikutip dari laman NU.

 

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Hijab dan Jilbab

1. Hijab

Menurut Jarir At-Tabari, hijab adalah adalah tirai atau tabir. Ayat itu turun saat resepsi pernikahan Nabi dan Zanab binti Jahsy. Para sahabat keluar masuk rumah Nabi, melihat, dan berinteraksi dengan istri Nabi. Nabi merasa terganggu dan kemudian membuat tabir.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 53 yang artinya:

"...Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah."

Dari sejumlah riwayat yang diterangkan dalam kitab tafsir, saya—pertama, mengikuti pendapat bahwa hijâb itu bukan pakaian yang melekat. Dia adalah tabir atau tirai. Karena itu, ada penolakan istilah hijâb untuk menyebut kain penutup kepala wanita. Dan wanitanya, dalam istilah populer, disebut dengan hijaber. Dari dulu sampai sekarang, saya tidak pernah ikut latah menyebut kain penutup kepala wanita dengan hijâb.

2. Jilbab

Menurut Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud, jilbab adalah selendang. Ada juga yang bilang tudung. Al-Qurthubi memilih pendapat, jilbab adalah pakaian yang menutup seluruh badan. Kalau sekarang, mungkin semacam baju kurung atau abaya.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 59 yang artinya:

"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

Kebanyakan orang jilbab diartikan sebagai penutup kepala. Akan tetapi berdasarkan penjelasan ayat dia tas jilbab diartikan sebagai pakaian yang menutupi seluruh tubuh dalam artian abaya atau baju kurung.

 

3 dari 3 halaman

3. Himar

Khimâr jamaknya khumur. Khimâr/khumur muncul di dalam Surat An-Nur ayat 31.

لِبُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اٰبَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اٰبَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوۡ نِسَآٮِٕهِنَّ اَوۡ مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيۡنَ غَيۡرِ اُولِى الۡاِرۡبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفۡلِ الَّذِيۡنَ لَمۡ يَظۡهَرُوۡا عَلٰى عَوۡرٰتِ النِّسَآءِ‌ۖ

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan."

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mendefinisikan khimar sebagai tudung kepala yang menjulur hingga menutup dada wanita. Dari asal katanya, apa yang dikenal sekarang sebagai jilbab itu lebih pas disebut sebagai khimâr.

Khimâr adalah kerudung wanita, yang menjulur hingga menutup lobang leher pakaiannya sehingga menutup bagian dadanya ketika membungkuk. Menurut Qurthubi, ayat ini mengoreksi tradisi wanita Arab. Ketika mengenakan kerudung, mereka menyampirkan ujungnya ke balik punggung sehingga tidak menutup dadanya.

Tim Rembulan

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS