Sukses

Profesi Para Nabi: Ada Penggembala, Desainer hingga Saudagar

Liputan6.com, Purwokerto - Tiap muslim dianjurkan untuk bekerja dan menjadi pribadi yang mandiri. Artinya, seorang muslim yang paling baik adalah makan dari jerih payahnya sendiri, bekerja ataupun berwirausaha.

Rasulullah SAW menjelaskan, profesi yang paling baik adalah yang dikerjakan dengan jerih payah sendiri. Beliau bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامُ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

Artinya: “Tidak ada seseorang yang memakan satu makanan pun yang lebih baik dari makanan hasil usaha tangannya (bekerja) sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Allah Daud as memakan makanan dari hasil usahanya sendiri.” (HR al-Bukhari).

Apapun pekerjaannya, asal halal, maka adalah pekerjaan yang baik. Nabi Muhammad SAW sendiri dikenal sebagai sosok pekerja keras sejak kecil. Pada usia delapan tahun, Nabi sudah menggembala kambing milik orang lain.

Selanjutnya, saat remaja Nabi sering mendampingi pamannya untuk berdagang hingga akhirnya menjadi saudagar. Ummul Mukminin, Khadijah pun adalah salah satu saudagar yang kerap menitipkan barang dagangannya untuk dijualkan oleh Rasulullah SAW.

Berikut akan dibeberkan profesi nabi, mulai dari Nabi Nuh, Nabi Yusuf, Nabi Dawud, dan Nabi Musa.

Penyebutan pekerjaan para Nabi ini diharapkan menjadi inspirasi, bahwa seorang muslim pantang berpangku tangan. Muslim harus bekerja dengan dan berjerih payah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Profesi Nabi Nuh dan Nabi Dawud

Mengutip NU Online, berikut adalah beberapa ayat Al-Qur’an yang secara gamblang menyebutkan profesi tiap-tiap nabi.

Nabi Nuh Seorang Arsitek

Profesi Nabi Nuh as ini disebutkan dalam firman Allah berikut,

وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِاَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا وَلَا تُخَاطِبْنِيْ فِى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ۚاِنَّهُمْ مُّغْرَقُوْنَ

Artinya, “Dan buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah engkau bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.” (QS Hud : 37).

Allah memerintahkan Nabi Nuh as untuk membuat bahtera (perahu berukuran besar) karena akan terjadi banjir bah yang menenggelamkan negeri. Bukan tanpa alasan Allah menugaskan Nuh as untuk mengerjakan hal demikian, sebab ia adalah serong arsitektur ulung.

Nabi Dawud Pandai Besi (Desainer baju besi)

وَعَلَّمْنٰهُ صَنْعَةَ لَبُوْسٍ لَّكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِّنْۢ بَأْسِكُمْۚ فَهَلْ اَنْتُمْ شٰكِرُوْنَ

Artinya: “Dan Kami ajarkan (pula) kepada Dawud cara membuat baju besi untukmu, guna melindungi kamu dalam peperangan. Apakah kamu bersyukur (kepada Allah)?” (QS Al-Anbiya: 80).

Salah satu mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Dawud as adalah mampu melunakkan besi tanpa perlu dipanaskan. Berkat kemampuannya inilah Dawud as bisa membuat baju perang dengan desain yang lebih nyaman saat dipakai. Sebelumnya, baju perang hanya terbuat dari lempengan yang cukup mengganggu ketika dikenakan.

Model desain baju perang karya Dawud ini kemudian diwariskan kepada umat-umat setelahnya sehingga ia berjasa besar dalam hal ini, mengingat saat itu baju perang sangat dibutuhkan. (Abdul Hamid Kisyk, Fi Rihabit Tafsir, juz XV, halaman 2398).

 

3 dari 3 halaman

Profesi Nabi Yusuf dan Nabi Musa

Nabi Yusuf Seorang Bendahara Negara atau Menteri Keuangan

Profesi Nabi Yusuf as disebutkan dalam firman Allah berikut, قَالَ اجْعَلْنِيْ عَلٰى خَزَاۤىِٕنِ الْاَرْضِۚ اِنِّيْ حَفِيْظٌ عَلِيْمٌ

Artinya, “Dia (Yusuf) berkata, “Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir); karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, dan berpengetahuan.” (QS Yusuf: 55).

Salah satu mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Yusuf as adalah mampu menafsirkan mimpi. Hal itu pernah dipraktikannya kepada raja Mesir tentang mimpi melihat tujuh ekor sapi.

Yusuf as memberi takwil bahwa suatu saat nanti akan terjadi masa paceklik dahsyat selama tujuh tahun setelah sebelumnya tujuh tahun masa subur.

Sebagai solusi, ia kemudian menyarankan raja agar masyarakat menanam di tujuh tahun masa subur untuk bekal di tujuh tahun masa paceklik setelahnya.

Berkat kemampuannya dalam menakwil mimpi dan menyiasati perekonomian bangsa, sang raja kemudian memberinya jabatan sebagai bendahara negara. (Imam Al-Qurthubi, Tafsir Al-Qurthubi, juz IX, halaman 186).

Nabi Musa Seorang Penggembala

Profesi Nabi Musa ini disebutkan dalam firman Allah berikut:

قَالَتْ اِحْدٰىهُمَا يٰٓاَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖاِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْاَمِيْنُ

Artinya, “Dan salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, “Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.” (QS Al-Qashash: 26).

Dikisahkan, ada satu keluarga yang terdiri dari seorang ayah yang sudah tua dan kedua putrinya. Karena tidak memiliki seorang putra dan pembantu, yang mengurus semua pekerjaan termasuk menggembala kambing adalah si kedua putri tadi.

Mengetahui ada seorang pemuda kuat dan jujur bernama Musa, salah satu putri meminta kepada ayah agar menjadikannya sebagai pembantu untuk menggembalakan kambing dan mengurus pekerjaan lainnya dengan upah yang layak. Ternyata sang ayah kagum melihat ketekunan dan kejujuran Musa. Akhirnya, ia pun mengangkatnya sebagai menantu. (Ar-Razi, Tafsir Al-Kabir, [1981], juz XIV halaman 238-239).

Masih banyak ayat Al-Qur’an dan hadis yang menjelaskan profesi para Nabi. Pesan di baliknya adalah agar muslim menjadi sosok pekerja keras.

Tim Rembulan

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS