Sukses

7 Menu Buka Puasa yang Cocok untuk Diet, Tetap Sehat Saat Ramadan

Liputan6.com, Jakarta Menu buka puasa yang cocok untuk diet adalah pilihan yang tepat bagi ornag yang sedang dalam misi pennurunan berat badan. Memiliki berat badan ideal adalah dambaan banyak orang. Banyak cara dilakukan untuk dapat menurunkan berat badan ke angka ideal.

Saat berpuasa, pola makan akan berubah. Karena harus menahan lapar lebih dari 12 jam, dibutuhkan asupan kalori yang cukup agar tubuh tidak lemas. Konsumsi kalori dianggap mampu menaikkan berat badan dan mengacaukan program diet. Meski begitu, kamu tetap dapat berdiet saat puasa. Caranya dengan mengatur menu buka puasa yang cocok untuk diet.

Dengan mengetahui apa saja menu buka puasa yang cocok untuk diet, kamu tak perlu khawatir lagi akan penambahan berat badan saat puasa. Menu buka puasa yang cocok untuk diet juga dapat divariasikan setiap harinya agar tak bosan. Menu buka puasa yang cocok untuk diet ini merupakan menu makanan sehat yang sudah terbukti perannya dalam menurunkan berat badan.

Nah, jika kamu ingin tetap berdiet saat bulan Ramadan, menu buka puasa yang cocok untuk diet wajib kamu ketahui. Berikut pilihan menu buka puasa yang cocok untuk diet yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (16/5/2019).

2 dari 8 halaman

Kentang rebus

Kentang rebus cocok menjadi menu buka puasa yang cocok untuk diet. Kentang rebus memiliki beberapa sifat yang menjadikannya makanan sempurna baik untuk menurunkan berat badan atau kesehatan yang optimal.

Kentang mengandung beragam nutrisi yang kamu butuhkan. Kentang sangat tinggi kalium, nutrisi yang memainkan peran penting dalam kontrol tekanan darah.

Dilansir dari Healthline, pada skala yang disebut Satiety Index, yang mengukur bagaimana tingkat penghasil rasa kenyang, kentang rebus mendapat nilai tertinggi dari semua makanan yang diuji. Artinya, dengan mengonsumsi kentang rebus, kamu secara alami akan merasa kenyang dan makan lebih sedikit.

Jika Anda membiarkan kentang mendingin sebentar setelah mendidih, mereka akan membentuk pati resisten dalam jumlah tinggi, zat seperti serat yang telah terbukti memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk penurunan berat badan.

3 dari 8 halaman

Sup

Makanan dengan kepadatan energi rendah cenderung membuat orang makan lebih sedikit kalori. Sebagian besar makanan dengan kepadatan energi rendah adalah makanan yang mengandung banyak air, seperti sayuran dan buah-buahan. Tapi kamu juga bisa menambahkan air ke makanan dengan membuat sup.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa makan makanan padat yang diubah menjadi sup, membuat orang merasa lebih kenyang dan makan lebih sedikit kalori secara signifikan. Untuk berbuka, kamu dapat membuat sup jagung, sup tomat, sup kentang, atau sup ayam.

Pastikan untuk tidak menambahkan terlalu banyak lemak ke sup, seperti krim atau santan, karena ini dapat secara signifikan meningkatkan kandungan kalorinya.

4 dari 8 halaman

Alpukat

Alpukat adalah buah yang unik. Sementara sebagian besar buah-buahan mengandung karbohidrat tinggi, alpukat sarat dengan lemak sehat. Alpukat sangat tinggi dalam asam oleat tak jenuh tunggal, jenis lemak yang sama ditemukan dalam minyak zaitun.

Meskipun sebagian besar terdiri dari lemak, alpukat juga mengandung banyak air dan serat, membuatnya kurang padat energi. Terlebih lagi, alpukat merupakan tambahan yang sempurna untuk salad sayuran, karena penelitian menunjukkan bahwa kandungan lemaknya dapat meningkatkan penyerapan antioksidan karotenoid dari sayuran 2,6 hingga 15 kali lipat. Alpukat juga mengandung banyak nutrisi penting, termasuk serat dan kalium.

Kamu bisa berbuka dengan alpukat segar. Pilihan lain, campurkan pada salad buah atau makan bersama roti gandum.

5 dari 8 halaman

Telur Utuh

Meskipun asupan telur yang tinggi meningkatkan kadar kolesterol jahat LDL pada beberapa orang, telur adalah salah satu makanan terbaik untuk dikonsumsi jika kamu perlu menurunkan berat badan. Mereka tinggi protein dan lemak, dan sangat mengenyangkan. Agar lebih sehat, kamu bisa menyatap telur yang direbus.

Satu studi pada 30 wanita yang kelebihan berat badan menunjukkan bahwa makan telur untuk sarapan,meningkatkan perasaan kenyang dan membuat partisipan makan lebih sedikit selama 36 jam berikutnya.

Telur juga padat nutrisi dan dapat membantu Anda mendapatkan semua nutrisi yang Anda butuhkan dalam diet terbatas kalori. Menariknya, hampir semua nutrisi ditemukan dalam kuning telur.

6 dari 8 halaman

Sayuran hijau

Sayuran hijau termasuk kangkung, bayam, sawi dan beberapa lainnya. Mereka memiliki beberapa sifat yang membuatnya sempurna untuk diet penurunan berat badan, seperti rendah kalori dan karbohidrat dan sarat dengan serat. Kamu bisa mengolah sayuran hijau menjadi salad untuk berbuka atau ditumis untuk menu makan besar.

Mengonsumsi sayuran hijau adalah cara yang bagus untuk meningkatkan volume makanan, tanpa menambah kalori. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa makanan dan diet dengan kepadatan energi rendah membuat orang makan lebih sedikit kalori secara keseluruhan.

Sayuran hijau juga sangat bergizi dan sangat tinggi vitamin, antioksidan dan mineral, termasuk kalsium, yang telah terbukti membantu pembakaran lemak dalam beberapa penelitian.

7 dari 8 halaman

Salmon dan tuna

Ikan berlemak seperti salmon sangat sehat dan sangat memuaskan, membuat Anda kenyang selama berjam-jam dengan kalori yang relatif sedikit. Salmon sarat dengan protein berkualitas tinggi, lemak sehat dan berbagai nutrisi penting.

Salmon juga sarat dengan asam lemak omega-3, yang telah terbukti membantu mengurangi peradangan, yang diketahui memainkan peran utama dalam obesitas dan penyakit metabolisme.

Tuna adalah makanan rendah kalori dan lemak, namun tinggi protein. Tuna populer di kalangan binaragawan dan model kebugaran yang sedang giat, karena ini cara yang bagus untuk meningkatkan asupan protein sambil menjaga total kalori dan lemak tetap rendah.

8 dari 8 halaman

Full-Fat Yogurt

Jenis yogurt tertentu mengandung bakteri probiotik yang dapat meningkatkan fungsi usus. Memiliki usus yang sehat dapat membantu melindungi terhadap peradangan dan resistensi leptin, yang merupakan salah satu pendorong hormon utama obesitas.

Pastikan kamu memilih yogurt dengan kultur aktif, karena jenis yogurt lainnya tidak mengandung probiotik. Juga, pertimbangkan untuk memilih yogurt penuh lemak atau full-fat.

Studi menunjukkan bahwa susu penuh lemak dikaitkan dengan penurunan risiko obesitas dan diabetes tipe 2 dari waktu ke waktu. Yoghurt rendah lemak biasanya sarat dengan gula, jadi yang terbaik adalah menghindarinya.