Jokowi-JK Janji Menjamin Biaya Kesehatan Seluruh Rakyat

Selain itu, Jokowi-JK akan mengalokasikan anggaran untuk 50.000 rumah sehat secara bertahap.

Diterbitkan 07 Juni 2014, 15:59 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) berjanji akan meningkatkan anggaran kesehatan menjadi 5 persen dari anggaran belanja pemerintah apabila mereka terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019. Hal itu disampaikan anggota tim ekonomi Jokowi-JK, Dolfi OFP.

"Untuk menyokong peningkatan penerima bantuan iuran BPJS, peningkatan kapasitas dan kualitas 6.000 puskesmas sebagai ujung tombak BPJS, serta 50.000 rumah sehat," ujar Dolfi dalam Sarasehan Nasional Isu Jaminan Sosial Pada Pilpres 2014 di Jakarta, Sabtu (7/6/2014).

Dia menjelaskan, saat ini hanya ada 86,4 juta rakyat yang menjadi penerima bantuan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Padahal jumlah penduduk dengan daya beli kurang dari Rp 500.000, menurut Badan Pusat Statistik, lebih besar dari angka tersebut. Oleh karena itu, Jokowi-JK akan berusaha menjamin biaya kesehatan seluruh rakyat Indonesia.

"Dan kalau memakai definisi fakir miskin atau orang yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak, tentu angkanya akan lebih besar," ujar Dolfi. "Komitmen kami adalah melakukan cover terhadap seluruh rakyat Indonesia dengan iuran tetap Rp 19.250, sehingga APBN menanggung Rp 57 triliun," ujar dia.

Dolfi memaparkan, pasangan Jokowi-JK akan memperbanyak jumlah dan meningkatkan kualitas puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional. "Tahap pertama Rp 1 miliar untuk satu puskesmas, jadi tahun pertama Rp 6 triliun untuk meningkatkan 6.000 puskesmas," kata dia.

Selain itu, Jokowi-JK akan mengalokasikan anggaran untuk 50.000 rumah sehat secara bertahap dengan tahap awal 10.000 rumah sehat setiap tahun dengan anggaran Rp 5 triliun. Duet capres-cawapres koalisi Indonesia Hebat itu yakin dengan pertumbuhan ekonomi nasional 6 persen lebih bisa tersedia dana Rp 400 triliun hingga Rp 600 triliun untuk belanja pemerintah.

"Ruang belanja itu akan meningkat setiap tahun sekitar Rp200 triliun, dan dapat digunakan 5 persen untuk kesehatan," kata Dolfi.

Dia menambahkan, saat ini pemerintah baru mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar 3 persen dari total anggaran belanja pemerintah, dan akan membutuhkan penambahan anggaran sebanyak Rp 40 triliun untuk meningkatkannya menjadi 5 persen.

Pasangan Jokowi-JK mengikuti pemilihan umum dengan dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Jokowi-JK bersaing meraih dukungan para pemilih dengan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, yang mendapat dukungan dari Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Golkar. (Ant)