Pesawat Logistik Pemilu Papua `Nyungsep` karena Lintasan Licin

Burung besi yang dipiloti oleh Andrew Derric, warga negara Australia itu tergelincir hingga mengakibatkan kerusakan pada depan pesawat.

Diterbitkan 12 April 2014, 02:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jayapura - Pesawat jenis Cessna Caravan 208 yang membawa logistik pemilu ke Distrik Suma dan Kwelamdua di Kabupaten Yahukimo, Papua tergelincir di Lapangan Terbang Kwelamdua. Diduga, pesawat milik maskapai Dimonim Air dengan nomor register PK-HVC itu tergelincir akibat lintasan lapangan terbang yang berembun dan licin.

"Pesawat terperosok ke tanah dan masuk parit. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," ujar Kepala Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono di Jayapura, Papua, Jumat (11/4/2014).

Dia mengatakan, burung besi yang dipiloti oleh Andrew Derric, warga negara Australia itu tergelincir hingga mengakibatkan kerusakan pada depan pesawat. Pesawat yang membawa sekitar 4077 surat suara untuk Distrik Kwelamdua, juga membawa dua orang anggota polisi untuk pengamanan, satu petugas Pemilihan distrik (PPD) dan satu kepala distrik.

"Kami belum mengetahui, apakah pesawat ini bisa terbang kembali atau tidak, untuk mendroping logistik kebeberapa distrik yang belum tersalurkan, sebab pesawat masih tertahan di Apron Lapangan Terbang Kwelamdua," jelasnya.

Sementara Ketua Bawaslu Propinsi Papua Robert Horik juga belum mengetahui apakah ada penundaan pencoblosan di Yahukimo, pasca tergelincirnya pesawat pengangkut logistik pemilu siang tadi.

"Saya besok akan ke Yahukimo, untuk melakukan pemantau langsung di lapangan. Apakah dapat dilaksanakan atau tidak, saya belum mendapatkan kepastian informasinya," pungkas Robert.