`Diserang` Pakai Puisi, Jokowi: Nggak Apa-apa, Hiburan Rakyat

Jokowi menilai masyarakat sudah cukup cerdas dan dapat menilai siapa yang paling layak dipilih pada Pilpres mendatang.

Diterbitkan 08 April 2014, 15:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Calon presiden dari PDIP Joko Widodo menilai munculnya puisi-puisi yang dibuat kubu capres Prabowo Subianto di bawah payung Partai Gerindra tak akan mempengaruhi perolehan suara partainya. Menurutnya, masyarakat sudah cukup cerdas dan dapat menilai siapa yang paling layak dipilih sebagai presiden pada Pilpres mendatang.

"Ya, ndak apa-apa, masyarakat sudah cerdas, biarin saja. Saya itu sudah biasa seperti ini," ucap Jokowi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (8/4/2014).

Ia justru menganggap serangan sajak dan puisi yang ditujukan kepadanya bukan sebagai serangan menurunkan elektabilitasnya sebagai capres. Itu hanya sekadar hiburan bagi masyarakat. ‎

"Ya, ndak apa-apalah. Itu untuk hiburan-hiburan rakyat, ya nggak apa-apalah," kata Jokowi.

‎Munculnya puisi atau sajak pertama kali dibacakan Prabowo yang dilanjutkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dengan puisinya berjudul Boneka.  Disusul puisi-puisi lain.

Kubu PDIP pun akhirnya ikut terpancing dan membalas puisi Fadli. Misalnya, tokoh muda PDIP Fachmi Habcyi membuat puisi yang berjudul 'Pemimpin Tanpa Kuda'.

Fachmi menyatakan puisi itu terinspirasi setelah mendampingi Joko Widodo dan TB Hasanuddin bersilaturahmi dengan Umi Sepuh Pesantren Gelar di Cianjur pada Sabtu 29 Maret 2014.  (Yus Ariyanto)