8 Cara Bersihkan Lantai Keramik agar Kinclong dan Tidak Kusam

Cara bersihkan lantai keramik secara tepat dapat membantu menjaga permukaan tetap bersih dan nyaman dipandang.

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Debu, pasir, noda makanan, hingga bekas aktivitas sehari-hari dapat membuat permukaan lantai terlihat kusam. Kondisi tersebut tentu mengurangi kesan bersih pada ruangan, terutama area yang sering dilewati. Kebiasaan merawat lantai secara rutin dapat membantu mempertahankan tampilannya. Oleh sebab itu, cara bersihkan lantai keramik perlu diketahui, agar perawatan rumah terasa lebih praktis.

Noda membandel sering membutuhkan perhatian lebih dibanding debu biasa. Bekas minyak, kerak air, lumpur, maupun sisa sabun bisa melekat pada permukaan jika tidak segera ditangani. Pembersihan secara teratur dapat mengurangi penumpukan kotoran, sekaligus menjaga lantai tetap nyaman digunakan. Memahami cara bersihkan lantai keramik juga membantu menghindari kesalahan saat memilih bahan pembersih.

Perawatan lantai tidak harus selalu menggunakan produk mahal. Peralatan sederhana seperti sapu, kain pel, spons dan sikat dapat membantu membersihkan berbagai jenis kotoran. Pemilihan bahan pembersih tetap perlu memperhatikan karakter permukaan keramik agar tidak mudah rusak. Melalui cara bersihkan lantai keramik secara tepat, tampilan lantai tetap bersih dan terawat.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (7/10/2026).

1. Singkirkan Debu dan Kotoran Terlebih Dahulu

Sebelum mulai mengepel, bersihkan seluruh permukaan lantai dari debu, pasir, rambut, remah makanan, maupun kotoran lainnya. Gunakan sapu berbulu lembut atau vacuum cleaner agar partikel kecil tidak menyebar ke area lain saat lantai mulai terkena air.

Tahap ini sebaiknya tidak dilewatkan, terutama pada area rumah memiliki lalu lintas tinggi. Pasir dan partikel keras dapat bergesekan pada permukaan keramik ketika terkena kain pel sehingga berpotensi membuat tampilannya terlihat kusam. Setelah seluruh kotoran terangkat, proses mengepel akan menjadi lebih mudah dan hasilnya lebih maksimal.

2. Gunakan Air dan Cairan Pembersih

Setelah lantai bebas dari debu, siapkan ember berisi air bersih. Tambahkan cairan pembersih lantai sesuai takaran pada kemasan. Penggunaan produk secara berlebihan tidak membuat lantai otomatis menjadi lebih bersih. Sisa cairan justru dapat menempel pada permukaan dan membuat lantai terasa licin atau meninggalkan lapisan kusam.

Celupkan kain pel atau mop ke dalam larutan tersebut, kemudian peras hingga kondisinya lembap dan tidak terlalu basah. Pel lantai secara merata mulai dari sudut atau bagian paling jauh menuju pintu keluar. Cara ini membantu mencegah area sudah dibersihkan kembali terinjak selama proses berlangsung.

Jika air pel mulai terlihat keruh, sebaiknya segera ganti agar kotoran tidak kembali tersebar ke permukaan lantai. Gunakan kain pel bersih untuk mendapatkan hasil pembersihan lebih optimal.

3. Fokus pada Bagian Lantai yang Bernoda

Tidak semua kotoran dapat dihilangkan hanya melalui proses mengepel biasa. Noda minyak, bekas makanan, tumpahan minuman, lumpur, atau kerak akibat air terkadang membutuhkan penanganan khusus.

Kenali jenis noda terlebih dahulu sebelum memilih bahan pembersih. Aplikasikan produk pada bagian bermasalah sesuai petunjuk penggunaan. Jika diperlukan, diamkan selama beberapa saat agar kotoran lebih mudah terangkat. Setelah itu, gosok secara perlahan menggunakan spons atau sikat berbulu lembut.

Hindari menggosok permukaan secara terlalu keras, terutama jika keramik memiliki lapisan atau finishing khusus. Tekanan berlebihan dapat membuat permukaan mengalami goresan atau perubahan tampilan.

4. Bersihkan Sela Nat Keramik

Sela nat sering menjadi bagian lantai mudah terlihat kotor. Debu, lumpur, minyak, sisa makanan, hingga sabun dapat masuk ke celah tersebut dan menumpuk seiring waktu. Jika tidak dibersihkan secara rutin, warna nat dapat berubah menjadi hitam, cokelat, atau terlihat kusam.

Gunakan sikat kecil agar bagian sela lebih mudah dijangkau. Oleskan sedikit cairan pembersih aman untuk nat, kemudian sikat secara perlahan sampai kotoran terangkat. Jangan memberikan tekanan berlebihan agar permukaan nat tidak cepat terkikis.

Setelah selesai, bilas bagian tersebut menggunakan air bersih. Lap atau keringkan permukaan supaya tidak ada sisa air maupun cairan pembersih tertinggal di sela keramik.

5. Gunakan Baking Soda untuk Noda Tertentu

Baking soda dapat menjadi alternatif untuk membantu membersihkan noda tertentu pada permukaan keramik. Bahan ini dapat dicampurkan sedikit air hingga menghasilkan pasta bertekstur cukup kental.

Oleskan pasta baking soda pada area memiliki noda, lalu diamkan sebentar. Setelah itu, gosok secara perlahan menggunakan spons atau sikat berbulu lembut. Bersihkan sisa pasta menggunakan kain lembap atau bilas menggunakan air bersih.

Penggunaan baking soda sebaiknya tetap disesuaikan jenis permukaan lantai. Jika keramik memiliki lapisan khusus atau finishing tertentu, lakukan pengujian pada area kecil terlebih dahulu. Langkah tersebut membantu memastikan bahan tidak menimbulkan perubahan warna atau kerusakan pada permukaan.

6. Manfaatkan Cuka untuk Kerak Ringan

Cuka yang telah diencerkan dapat dimanfaatkan untuk membantu menangani kerak mineral ringan pada jenis keramik tertentu. Campurkan cuka dan air sesuai kebutuhan, kemudian aplikasikan larutan pada bagian permukaan terdapat kerak.

Diamkan selama beberapa saat agar kerak lebih mudah terangkat. Selanjutnya, gosok menggunakan spons atau sikat lembut. Setelah noda berkurang, bilas permukaan secara menyeluruh menggunakan air bersih.

Penggunaan cuka perlu dilakukan secara hati-hati. Hindari bahan asam pada material seperti marmer, batu kapur, atau batu alam lainnya sebab kandungan asam dapat merusak permukaan. Jangan pula mencampurkan cuka bersama pemutih atau bahan pembersih berbasis klorin karena dapat menghasilkan gas berbahaya.

7. Bilas Lantai Setelah Dibersihkan

Setelah proses pembersihan selesai, perhatikan petunjuk penggunaan cairan pembersih. Jika produk mengharuskan permukaan dibilas, gunakan air bersih untuk mengangkat sisa bahan dari lantai.

Pembilasan penting terutama setelah penggunaan produk khusus untuk noda membandel. Sisa cairan pembersih dapat membuat lantai terasa lengket, licin, atau meninggalkan lapisan tertentu pada permukaan.

Pastikan seluruh area terbilas secara merata. Untuk lantai berukuran luas, lakukan pembilasan secara bertahap agar tidak ada bagian terlewat.

8. Keringkan Lantai Setelah Dipel

Tahap terakhir dalam membersihkan lantai keramik ialah memastikan permukaan benar-benar kering. Lantai sebaiknya tidak dibiarkan basah terlalu lama sebab kondisi lembap dapat membuat permukaan terasa kurang nyaman dan meninggalkan bekas air.

Buka pintu atau jendela agar sirkulasi udara di dalam ruangan menjadi lebih baik. Jika diperlukan, gunakan kain pel kering untuk menyerap sisa air pada permukaan. Cara ini juga dapat membantu mengurangi kemungkinan munculnya bekas tapak kaki setelah lantai selesai dibersihkan.

Pastikan lantai sudah kering sebelum ruangan kembali digunakan. Perawatan secara rutin, pemilihan bahan pembersih secara tepat, dan penggunaan alat sesuai karakter keramik dapat membantu menjaga permukaan tetap bersih serta terawat.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Membersihkan Keramik

Membersihkan lantai keramik secara rutin memang penting untuk menjaga kebersihan rumah. Akan tetapi, cara perawatan kurang tepat justru dapat membuat permukaan cepat kusam, tergores, atau meninggalkan residu. Agar hasil pembersihan lebih optimal, ada beberapa kesalahan sebaiknya dihindari.

Menggunakan Cairan Pembersih Secara Berlebihan

Menuangkan cairan pembersih dalam jumlah banyak bukan berarti lantai akan semakin bersih. Produk berlebihan dapat meninggalkan residu pada permukaan sehingga lantai terasa lengket atau licin setelah kering.

Gunakan produk sesuai takaran pada kemasan. Jika lantai memiliki noda tertentu, lebih baik fokus membersihkan bagian tersebut daripada menambah konsentrasi cairan ke seluruh permukaan.

Langsung Mengepel Tanpa Mengangkat Debu

Debu, pasir, rambut, dan kotoran kasar sebaiknya disingkirkan terlebih dahulu sebelum mengepel. Jika langsung terkena air, kotoran dapat menyebar dan membuat proses pembersihan kurang maksimal.

Partikel keras seperti pasir juga dapat bergesekan pada permukaan keramik saat lantai dipel. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut berpotensi membuat tampilan lantai terlihat kurang mengilap.

Menggunakan Sikat Terlalu Kasar

Sikat berbulu sangat keras atau alat penggosok abrasif tidak selalu cocok untuk semua jenis keramik. Penggunaan alat tersebut dapat meninggalkan goresan, terutama pada permukaan memiliki lapisan atau finishing khusus.

Pilih spons atau sikat sesuai karakter lantai. Untuk noda ringan, gunakan alat lembut terlebih dahulu. Jika noda sulit hilang, tingkatkan metode pembersihan secara bertahap.

Mencampurkan Berbagai Bahan Pembersih

Hindari mencampurkan beberapa produk pembersih secara sembarangan. Kombinasi bahan tertentu, terutama pemutih berbahan klorin dan pembersih asam seperti cuka atau asam klorida, dapat menghasilkan gas berbahaya.

Gunakan satu produk sesuai petunjuk pemakaian. Jika ingin mengganti bahan pembersih, pastikan permukaan sudah dibilas hingga bersih dan tidak ada sisa produk sebelumnya.

Membiarkan Noda Terlalu Lama

Tumpahan minyak, makanan, minuman, atau cairan berwarna sebaiknya segera dibersihkan. Semakin lama noda dibiarkan, semakin besar kemungkinan kotoran menempel dan sulit dihilangkan.

Segera lap tumpahan menggunakan kain atau tisu, lalu bersihkan area tersebut menggunakan produk sesuai jenis noda. Kebiasaan sederhana ini dapat mengurangi kebutuhan menggosok lantai secara berlebihan.

 

Pertanyaan Seputar Cara Bersihkan Lantai Keramik

Bagaimana cara bersihkan lantai keramik sehari-hari?

Mulailah dengan menyapu atau menggunakan vacuum cleaner untuk mengangkat debu dan pasir. Setelah itu, pel lantai memakai air serta cairan pembersih sesuai takaran pada kemasan. Keringkan permukaan agar tidak meninggalkan bekas air.

Apa cara paling mudah membersihkan lantai keramik?

Cara sederhana ialah menyapu lantai, mengepel memakai larutan pembersih, lalu mengeringkannya. Pembersihan rutin membuat kotoran tidak sempat menumpuk dan lebih mudah dihilangkan.

Bagaimana cara membersihkan lantai keramik agar tidak kusam?

Gunakan cairan pembersih sesuai jenis keramik dan hindari takaran berlebihan. Bersihkan debu terlebih dahulu sebelum mengepel, kemudian bilas bila diperlukan. Sisa produk pembersih dapat membuat permukaan terlihat kusam.

Apakah lantai keramik bisa dibersihkan hanya menggunakan air?

Bisa untuk menghilangkan debu atau kotoran ringan. Untuk noda minyak, kerak, atau bekas sabun, air saja biasanya kurang efektif sehingga diperlukan pembersih sesuai jenis kotoran.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6