Liputan6.com, Jakarta - Air yang terus menggenang di lantai kamar mandi bukan hanya membuat ruangan terasa becek, tetapi juga bisa memicu bau tidak sedap dan membuat lantai lebih mudah berlumut. Kondisi ini biasanya terjadi karena saluran pembuangan kurang lancar, permukaan lantai tidak mengarah dengan baik ke lubang drainase, atau kotoran menumpuk di sekitar saluran.
Jika dibiarkan, genangan air juga dapat membuat kamar mandi terasa lembap lebih lama. Namun, tidak selalu harus langsung memanggil tukang. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Rabu (7/10/2026).Â
Mengapa Air Sering Menggenang di Lantai Kamar Mandi?
Sebelum mengatasinya, penting mengetahui penyebab genangan. Air yang sulit mengalir biasanya berkaitan dengan saluran pembuangan yang tersumbat rambut, sisa sabun, atau kotoran.
Selain itu, kemiringan lantai kamar mandi yang kurang tepat juga dapat membuat air tidak mengarah sepenuhnya ke lubang pembuangan. Akibatnya, beberapa bagian lantai tetap basah meski sebagian besar air sudah masuk ke saluran.
Advertisement
1. Bersihkan Saringan dan Lubang Drainase
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5412843/original/007417500_1763106623-Lubang_Saluran_Pembuangan_Air.jpg)
Langkah pertama yang paling mudah adalah memeriksa lubang pembuangan. Angkat penutup atau saringan drainase, kemudian bersihkan rambut, tisu, sisa sabun, dan kotoran yang menempel.
Gunakan sarung tangan agar lebih higienis. Setelah kotoran diangkat, bilas area tersebut menggunakan air bersih dan pastikan air dapat mengalir tanpa hambatan.
Kotoran yang menumpuk di bagian ini sering kali menjadi penyebab sederhana mengapa air kamar mandi mengalir lebih lambat.
2. Siram Saluran dengan Air Hangat
Jika saluran masih terasa lambat setelah dibersihkan, air hangat dapat digunakan untuk membantu meluruhkan sisa sabun dan lemak yang menempel di bagian dalam saluran.
Tuangkan air hangat secara perlahan ke lubang drainase. Hindari menggunakan air yang sangat panas atau mendidih jika Anda tidak mengetahui material pipa, karena suhu ekstrem berpotensi merusak beberapa jenis instalasi.
Cara ini lebih cocok untuk mengatasi sumbatan ringan, bukan sumbatan yang sudah terlalu parah.
3. Gunakan Plunger untuk Sumbatan yang Membandel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493642/original/059585700_1770261522-Saluran_Pembuangan_Air_di_Kamar_Mandi__Gemini_AI_.jpg)
Plunger atau alat penyedot saluran dapat menjadi pilihan ketika air masih menggenang karena adanya sumbatan.
Letakkan bagian karet plunger tepat di atas lubang pembuangan. Pastikan terdapat cukup air untuk membantu menciptakan tekanan, kemudian tekan dan tarik gagang beberapa kali secara berulang.
Tekanan tersebut dapat membantu mendorong atau menarik material penyumbat agar saluran kembali terbuka.
4. Jangan Biarkan Rambut Menumpuk di Drainase
Rambut yang terbawa air saat mandi merupakan salah satu penyebab umum saluran kamar mandi tersumbat.
Karena itu, jangan menunggu air mulai menggenang untuk membersihkan drainase. Biasakan mengangkat rambut yang tertinggal di saringan setelah mandi.
Memasang saringan tambahan pada lubang drainase juga dapat membantu menahan rambut dan kotoran sebelum masuk lebih jauh ke dalam pipa.
Advertisement
5. Gunakan Pengki Karet untuk Mempercepat Lantai Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494233/original/055536400_1770282008-membersihkan_drain_floor.jpg)
Jika saluran sebenarnya masih berfungsi tetapi air tersisa di permukaan lantai, gunakan pengki karet atau floor wiper.
Dorong air secara perlahan menuju lubang drainase. Cara sederhana ini membantu mengurangi waktu lantai dalam kondisi basah, terutama pada kamar mandi yang memiliki area dengan kemiringan lantai kurang optimal.
Selain membuat lantai lebih cepat kering, kebiasaan ini juga dapat membantu mengurangi kelembapan yang menjadi pemicu bau tidak sedap.
6. Buka Pintu atau Ventilasi Kamar Mandi
Kamar mandi yang tertutup rapat cenderung lebih lembap sehingga air di lantai membutuhkan waktu lebih lama untuk menguap.
Setelah selesai digunakan, buka pintu atau jendela jika memungkinkan agar terjadi pertukaran udara. Jika kamar mandi memiliki ventilasi atau exhaust fan, gunakan untuk membantu mengeluarkan udara lembap.
Sirkulasi udara yang lebih baik membuat permukaan kamar mandi lebih cepat kering.
7. Bersihkan Lantai agar Tidak Menjadi Sumber Bau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5230065/original/053490800_1747981800-Depositphotos_28209769_L.jpg)
Genangan air bukan satu-satunya penyebab kamar mandi berbau. Kotoran, sisa sabun, dan lapisan licin yang menempel pada lantai juga dapat menjadi sumber aroma tidak sedap.
Bersihkan lantai secara rutin menggunakan pembersih kamar mandi sesuai petunjuk pemakaian. Beri perhatian lebih pada sudut lantai, sekitar kloset, bawah ember, dan area di dekat drainase.
Setelah dibersihkan, bilas hingga tidak ada sisa produk pembersih yang tertinggal.
8. Hindari Mencampur Sembarang Cairan Pembersih
Saat mencoba mengatasi kamar mandi yang bau atau salurannya tersumbat, jangan mencampur berbagai bahan kimia pembersih.
Beberapa produk pembersih dapat menghasilkan uap berbahaya jika dicampurkan. Karena itu, gunakan satu produk sesuai label dan petunjuk penggunaannya.
Untuk sumbatan yang tidak kunjung teratasi, lebih baik menghentikan percobaan menggunakan bahan kimia dan mencari bantuan tenaga profesional.
Advertisement
9. Periksa Kemiringan Lantai Jika Genangan Selalu Terjadi di Tempat yang Sama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360535/original/045939100_1790652404-5a3d75f7-bab9-49db-abba-61440561e1a8.jpg)
Jika drainase sudah bersih tetapi air selalu tertinggal di titik tertentu, masalahnya mungkin bukan pada saluran.
Permukaan lantai kamar mandi seharusnya membantu mengarahkan air menuju drainase. Jika kemiringannya kurang tepat, air dapat tertahan di bagian tertentu.
Masalah seperti ini biasanya membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dan mungkin memerlukan perbaikan pada permukaan lantai.
10. Segera Periksa Jika Air Malah Semakin Lama Surut
Genangan yang semakin lama surut meski drainase sudah dibersihkan dapat menjadi tanda adanya sumbatan yang lebih dalam pada saluran.
Terlebih jika muncul gejala lain seperti air kembali naik, bau dari lubang pembuangan semakin kuat, atau saluran kamar mandi mengeluarkan suara aneh.
Dalam kondisi tersebut, jangan terus-menerus memasukkan bahan atau benda ke dalam pipa. Pemeriksaan oleh tenaga profesional dapat membantu menemukan sumber masalah tanpa memperparah kerusakan.
Cara Mencegah Air Kamar Mandi Menggenang Lagi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348984/original/004194300_1789465515-kontrakan_3.jpeg)
Mencegah genangan sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana. Bersihkan saringan drainase secara rutin dan jangan membiarkan rambut atau sampah masuk ke lubang pembuangan.
Setelah mandi, gunakan floor wiper untuk mengarahkan sisa air menuju drainase. Pastikan pula kamar mandi memiliki sirkulasi udara yang cukup agar lantai dan dinding tidak terlalu lembap.
Jika genangan terus muncul di lokasi yang sama, periksa kondisi kemiringan lantai dan saluran pembuangan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Air Menggenang di Kamar Mandi
Apakah air menggenang di kamar mandi bisa menyebabkan bau?
Bisa. Air yang tertahan terlalu lama dapat membuat kamar mandi tetap lembap. Jika bercampur dengan kotoran, sisa sabun, atau material organik di saluran, kondisi tersebut dapat memicu bau tidak sedap.
Apa penyebab paling umum air kamar mandi sulit surut?
Salah satu penyebab yang sering terjadi adalah penumpukan rambut, sisa sabun, dan kotoran di saluran pembuangan. Namun, kemiringan lantai yang kurang tepat atau masalah pada saluran yang lebih dalam juga dapat menyebabkan genangan.
Bagaimana cara membuat lantai kamar mandi cepat kering?
Gunakan floor wiper untuk mengarahkan air ke drainase, kemudian buka pintu atau ventilasi agar sirkulasi udara lebih baik. Exhaust fan juga dapat digunakan jika tersedia.
Apakah air panas bisa mengatasi saluran kamar mandi yang mampet?
Air hangat dapat membantu meluruhkan sebagian sisa sabun dan kotoran pada sumbatan ringan. Namun, cara ini tidak selalu efektif untuk sumbatan berat dan penggunaan air yang sangat panas perlu dihindari jika material pipa tidak diketahui.
Kapan harus memanggil tukang?
Jika air tetap menggenang setelah drainase dibersihkan, alirannya semakin lambat, atau air kembali naik dari saluran, masalah kemungkinan berada lebih dalam. Kondisi tersebut sebaiknya diperiksa oleh tenaga profesional.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367891/original/050720300_1791366349-Your_paragraph_text__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3102139/original/023566000_1586872671-buayo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360581/original/027882600_1758710334-prabowo_anies.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367654/original/007339100_1791359633-HOAX__32_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547123/original/002198600_1775446751-Gemini_Generated_Image_svxqvjsvxqvjsvxq.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367951/original/065303300_1791367985-a722c302-f4fc-428a-bdcc-0ac59a9d3caf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4979789/original/099217400_1729842528-pexels-christa-grover-977018-1910472.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367247/original/022097800_1791340960-HL_Jamur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366755/original/052255400_1791276334-Gemini_Generated_Image_4lh54z4lh54z4lh5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366754/original/037372800_1791276334-Gemini_Generated_Image_4qsi8i4qsi8i4qsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4582751/original/069897100_1695215973-element5-digital-ceWgSMd8rvQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365575/original/074118400_1791185607-Gemini_Generated_Image_n6kxlan6kxlan6kx.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2711086/original/077044500_1548234261-camille-kmile-1120204-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494234/original/083142100_1770282008-mengepel_kamar_mandi.jpg)