10 Cara Membersihkan Nat Lantai yang Menghitam Tanpa Disikat Lama

Cara membersihkan nat lantai yang menghitam tanpa disikat lama dengan bahan sederhana, steam cleaner, atau pembersih khusus agar kembali bersih.

Diterbitkan 04 Oktober 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nat lantai menghitam kerap muncul di kamar mandi dan dapur akibat lembap, jamur, sisa sabun, minyak, serta kotoran. Kenali cara membersihkan nat lantai yang menghitam tanpa disikat lama agar lantai kembali bersih dan nyaman.

Tak perlu selalu menggosok keras untuk mengatasi nat yang kusam. Baking soda, cuka, lemon, air panas, hingga steam cleaner dapat membantu melonggarkan kotoran sebelum dibilas atau disikat ringan, sesuai kondisi dan jenis permukaan lantai.

Selain memilih metode pembersihan yang tepat, perawatan rutin juga penting. Jaga nat tetap kering, bersihkan secara berkala, dan pastikan sirkulasi udara baik agar kelembapan tidak memicu jamur dan membuat nat kembali menghitam dalam waktu singkat. Berikut ini cara membersihkan nat lantai yang menghitam tanpa disikat, Liputan6.com, Kamis (1/10/2026).

1. Gunakan Pasta Baking Soda

Baking soda dapat menjadi pilihan sederhana untuk membantu membersihkan nat lantai yang menghitam. Campurkan sekitar dua sendok makan baking soda dengan sedikit air hingga membentuk pasta kental. Oleskan pasta secara merata pada bagian nat yang kotor, kemudian diamkan sekitar dua jam agar kotoran lebih mudah terangkat.

Setelah itu, bilas menggunakan air bersih. Jika masih terdapat noda, gunakan sikat berbulu lembut atau sikat gigi bekas selama beberapa saat. Cara ini cocok untuk noda ringan hingga sedang dan tidak membutuhkan proses penyikatan yang lama.

2. Manfaatkan Baking Soda dan Cuka

Kombinasi baking soda dan cuka dapat membantu melonggarkan kotoran yang menempel pada nat. Buat pasta dari baking soda dan sedikit air, lalu oleskan pada bagian nat yang menghitam. Setelah itu, tuangkan atau semprotkan sedikit cuka putih di atasnya.

Biarkan campuran bereaksi selama 10–15 menit sebelum dibilas menggunakan air bersih. Jika noda masih tersisa, sikat sebentar dengan sikat lembut. Hindari penggunaan cuka terlalu sering, terutama pada permukaan yang sensitif terhadap asam, karena dapat memengaruhi lapisan pelindung tertentu.

3. Oleskan Pasta Gigi

Pasta gigi juga dapat digunakan untuk membantu membersihkan noda ringan pada nat lantai. Kandungan bahan abrasif ringan di dalamnya dapat membantu mengangkat kotoran yang menempel di sela-sela ubin. Oleskan pasta gigi secukupnya langsung pada bagian nat yang menghitam, kemudian diamkan sekitar 15 menit.

Setelah itu, bilas menggunakan air hangat dan lap hingga kering. Jika noda masih terlihat, gosok perlahan menggunakan sikat gigi bekas. Metode ini lebih sesuai untuk noda ringan dan pembersihan pada area kecil daripada nat dengan jamur atau kotoran yang sudah sangat membandel.

4. Gunakan Perasan Lemon

Lemon mengandung asam alami yang dapat membantu melonggarkan kotoran pada nat sekaligus meninggalkan aroma segar. Untuk menggunakannya, peras lemon secara langsung pada bagian nat yang menghitam atau oleskan menggunakan kain bersih. Diamkan sekitar 15 menit agar cairan bekerja pada noda.

Setelah itu, bilas dengan air bersih dan keringkan permukaannya. Jika masih ada kotoran, gunakan sikat gigi bekas untuk menggosoknya sebentar. Karena sifatnya asam, sebaiknya jangan menggunakan lemon secara berlebihan pada permukaan yang sensitif terhadap asam atau memiliki lapisan pelindung tertentu.

5. Semprotkan Larutan Cuka dan Air

Larutan cuka dan air dapat digunakan untuk membantu mengatasi kotoran, kerak ringan, serta noda pada nat. Campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1, kemudian masukkan ke dalam botol semprot. Aplikasikan larutan pada nat yang kotor dan diamkan sekitar 10–15 menit agar kotoran lebih mudah terlepas.

Setelah itu, lap menggunakan kain atau spons lembut dan bilas dengan air bersih. Hindari penggunaan cuka pada batu alam atau material yang sensitif terhadap asam. Pastikan permukaan dikeringkan setelah dibersihkan agar kelembapan tidak kembali menumpuk.

6. Siram dengan Air Panas

Untuk nat yang baru mulai menghitam dan belum dipenuhi noda membandel, air panas dapat menjadi cara sederhana untuk membantu melonggarkan kotoran. Tuangkan air panas secara perlahan pada bagian nat yang kotor, lalu diamkan selama beberapa saat.

Setelah kotoran mulai melunak, bilas dengan air bersih. Jika masih terdapat noda, gunakan sikat berbulu lembut selama beberapa kali usapan. Sebaiknya gunakan air panas, bukan air yang benar-benar mendidih, untuk mengurangi risiko kerusakan pada permukaan tertentu. Cara ini paling cocok untuk membersihkan sisa sabun dan kotoran ringan.

7. Gunakan Campuran Hidrogen Peroksida dan Baking Soda

Untuk noda yang lebih membandel, campuran hidrogen peroksida dan baking soda dapat digunakan sebagai pasta pembersih. Campurkan keduanya hingga menghasilkan tekstur yang mudah dioleskan, kemudian aplikasikan pada bagian nat yang menghitam. Diamkan sekitar 10–15 menit agar kotoran lebih mudah terangkat. Setelah itu, gosok perlahan menggunakan sikat lembut dan bilas hingga bersih.

Gunakan sarung tangan saat mengaplikasikan campuran ini dan pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik. Jangan mencampurkannya dengan bahan pembersih lain karena dapat menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan.

8. Manfaatkan Steam Cleaner

Steam cleaner dapat menjadi pilihan praktis untuk membersihkan nat tanpa banyak menggunakan bahan kimia. Alat ini menghasilkan uap panas yang membantu melonggarkan kotoran dan endapan pada sela-sela ubin. Arahkan uap secara perlahan pada nat yang menghitam hingga kotoran mulai terangkat.

Setelah itu, lap permukaan menggunakan kain bersih atau gunakan sikat lembut jika masih terdapat sisa noda. Metode ini dapat menjadi pilihan untuk area kamar mandi yang memiliki banyak nat. Sebelum digunakan, pastikan material lantai dan nat sesuai dengan petunjuk penggunaan steam cleaner.

9. Gunakan Pemutih untuk Noda Membandel

Pemutih berbahan klorin dapat digunakan untuk membantu mengatasi nat yang sangat menghitam akibat jamur atau lumut. Gunakan sesuai petunjuk pada label produk dan jangan mencampurkannya dengan cuka, asam, amonia, atau pembersih lainnya. Aplikasikan pada area yang membutuhkan, diamkan sesuai waktu yang dianjurkan, kemudian bilas hingga bersih.

Gunakan sarung tangan dan pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik selama proses pembersihan. Pemutih sebaiknya tidak digunakan terlalu sering karena dapat memengaruhi warna permukaan dan kondisi nat jika digunakan secara berlebihan.

10. Pilih Pembersih Nat Khusus

Pembersih nat khusus dapat menjadi alternatif bagi pemilik rumah yang ingin mengatasi noda membandel dengan cara lebih praktis. Produk tersebut umumnya dirancang untuk membantu melonggarkan kotoran, kerak, atau noda pada sela-sela ubin.

Sebelum digunakan, pastikan produk sesuai dengan jenis keramik dan material nat di rumah. Aplikasikan mengikuti petunjuk pada kemasan, termasuk jumlah penggunaan dan waktu diam yang dianjurkan. Setelah selesai, bilas permukaan hingga bersih. Hindari mencampurkan produk pembersih nat dengan bahan kimia lain untuk mencegah reaksi yang berbahaya.

Pertanyaan Seputar Cara Membersihkan Nat Lantai yang Menghitam

Apa penyebab nat lantai menghitam?

Nat lantai menghitam disebabkan oleh penumpukan kotoran, jamur, sisa sabun, minyak, dan kelembapan tinggi, terutama di area seperti kamar mandi dan dapur.

Bagaimana cara membersihkan nat lantai dengan baking soda?

Campurkan dua sendok makan baking soda dengan sedikit air hingga membentuk pasta kental. Oleskan pasta ini ke nat yang menghitam dan diamkan selama sekitar dua jam, lalu bilas dengan air bersih.

Apakah cuka aman untuk membersihkan nat lantai?

Cuka putih efektif sebagai pelarut kotoran dan agen antibakteri, terutama jika dikombinasikan dengan baking soda atau air hangat. Namun, penggunaan cuka terlalu sering dapat merusak lapisan pelindung keramik dan membuatnya kusam, sehingga perlu hati-hati.

Apa saja tips perawatan nat lantai agar tidak cepat menghitam?

Lakukan pembersihan nat secara rutin minimal seminggu sekali, pastikan sirkulasi udara di ruangan berfungsi baik untuk mengurangi kelembapan, dan hindari penggunaan pembersih berbahan kimia keras yang dapat mengikis permukaan nat.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6