Cara Mencuci Gorden di Mesin Cuci Tanpa Merusak, Perhatikan Mode dan Suhu Air

Cara mencuci gorden di mesin cuci tanpa merusak, mulai dari memilih mode delicate, suhu air dingin, hingga tips mengeringkan yang benar agar kain tetap awet.

Diterbitkan 26 Juli 2026, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara mencuci gorden di mesin cuci tanpa merusak sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan banyak orang. Selama tahu langkah dan pengaturan yang pas, gorden bisa bersih maksimal tanpa harus robek, kusut parah, atau warnanya pudar. Kuncinya ada di persiapan sebelum cuci, pemilihan mode yang lembut, dan cara mengeringkan yang benar.

Tak sedikit orang ragu mencuci gorden sendiri karena takut kainnya melar, ring atau kaitnya patah, bahkan mesin cucinya ikut rusak. Padahal, dengan sedikit trik sederhana, gorden justru bisa awet lebih lama dan rumah pun bebas dari debu yang menumpuk. Tidak perlu selalu bergantung pada jasa laundry setiap kali gorden terlihat kusam.

Berikut Liputan6.com mengulas tentang cara mencuci gorden di mesin cuci tanpa merusak, Minggu (26/7/2026).

 

Kenali Dulu Jenis Bahan Gorden Sebelum Dicuci

Langkah paling penting sebelum mencuci gorden adalah mengenali jenis kainnya. Setiap bahan punya ketahanan yang berbeda terhadap air, suhu, dan gesekan mesin cuci, jadi cara merawatnya pun tidak bisa disamakan semua.

Gorden berbahan katun, linen, dan polyester biasanya paling aman dicuci pakai mesin. Bahan-bahan ini cukup kuat menahan putaran mesin asalkan dicuci dengan mode yang lembut dan air dingin.

Sebaliknya, gorden berbahan beludru, sutra, atau yang punya lapisan blackout sebaiknya tidak dimasukkan ke mesin cuci sama sekali. Bahan seperti ini gampang melar, kehilangan bentuk, atau bahkan rusak permanen kalau kena gesekan dan panas dari mesin.

Kalau ragu, cek label perawatan yang biasanya terjahit di bagian bawah gorden. Label itu berisi simbol yang menunjukkan apakah kain boleh dicuci mesin, hanya boleh dicuci tangan, atau harus dry clean di laundry profesional.

Langkah Persiapan Sebelum Gorden Masuk Mesin Cuci

Sebelum gorden dimasukkan ke mesin cuci, ada beberapa persiapan yang tidak boleh dilewatkan. Persiapan ini justru jadi kunci utama supaya gorden tidak rusak selama proses pencucian.

  1. Lepaskan gorden dari rel atau penyangganya secara perlahan. Jangan ditarik paksa karena bisa merobek bagian atas kain yang biasanya lebih tipis dan rapuh.
  2. Lepas semua ring, kait, atau hook yang menempel di gorden. Aksesori logam atau plastik keras ini kalau dibiarkan menempel bisa membentur dinding tabung mesin cuci berulang kali selama proses pencucian. Akibatnya, tabung mesin bisa baret dan gorden sendiri berisiko sobek di bagian yang tersangkut ring. Kalau ring sulit dilepas satu per satu, ikat saja beberapa ring jadi satu dengan tali kain, atau lebih praktis lagi masukkan seluruh gorden ke dalam laundry bag atau kantong cuci berjaring sebelum dimasukkan ke mesin.
  3. Kibas-kibaskan gorden dulu di luar ruangan atau sedot debunya pakai vacuum cleaner. Debu tebal yang menempel bertahun-tahun kalau langsung kena air justru bisa berubah jadi lumpur yang menyumbat serat kain dan membuat proses pencucian jadi kurang maksimal.
  4. Periksa juga apakah ada noda membandel seperti minyak atau jamur. Noda semacam ini sebaiknya diolesi dulu dengan sedikit deterjen cair dan didiamkan beberapa menit sebelum dicuci, supaya tidak perlu mencuci berulang kali yang justru bisa mempercepat kerusakan serat kain.

Pilih Mode Cuci dan Suhu Air yang Tepat

Bagian ini paling menentukan apakah gorden akan tetap awet atau malah cepat rusak. Pengaturan mesin cuci yang keliru adalah penyebab paling umum gorden jadi kusut parah, melar, atau pudar warnanya.

Gunakan mode pencucian paling lembut yang tersedia di mesin cuci, biasanya disebut mode delicate atau gentle. Mode ini memutar tabung lebih pelan dan lebih singkat sehingga gesekan pada kain jauh lebih ringan dibanding mode cuci biasa atau mode untuk pakaian tebal.

Pilih juga air dingin, bukan air panas atau air hangat. Air panas memang terasa lebih ampuh mengangkat kotoran, tapi risikonya warna gorden bisa cepat pudar dan seratnya menyusut, apalagi untuk gorden berbahan katun atau linen. Air dingin lebih aman menjaga warna tetap cerah dan bentuk kain tetap terjaga.

Gunakan deterjen yang formulanya lembut, hindari deterjen dengan kandungan pemutih atau bahan kimia keras. Jumlah deterjen juga tidak perlu berlebihan, cukup sesuai takaran yang tertera di kemasan, karena sisa deterjen yang tidak larut sempurna justru bisa membuat kain jadi kaku.

Jangan memasukkan gorden terlalu banyak sekaligus dalam satu putaran cuci. Saat basah, gorden jadi jauh lebih berat dari kondisi keringnya, dan kalau tabung terlalu penuh, mesin akan bekerja lebih berat sehingga berisiko merusak mesin sekaligus membuat kain tidak tercuci merata. Untuk gorden yang tebal, sebaiknya cuci satu per satu atau maksimal dua lembar dalam sekali putaran.

Terakhir, atur kecepatan putaran pengering atau spin pada level rendah. Putaran tinggi memang mempercepat gorden jadi setengah kering, tapi efeknya kain jadi kusut berat dan seratnya bisa meregang tidak beraturan.

Trik Supaya Ring dan Kait Gorden Tidak Merusak Tabung

Selain melepas ring sebelum dicuci, ada cara tambahan supaya proses pencucian gorden lebih aman untuk mesin. Melipat gorden dengan rapi sebelum dimasukkan ke tabung juga membantu menjaga bentuk kain selama proses pencucian.

Lipat gorden secara memanjang seperti kipas, lalu gulung longgar sebelum dimasukkan ke tabung. Cara ini membantu air dan deterjen bersirkulasi lebih merata ke seluruh bagian kain, sekaligus mengurangi risiko kain melilit terlalu kencang di tengah tabung.

Kalau mesin cuci mengeluarkan suara dengungan aneh atau putarannya melambat drastis saat mencuci gorden, sebaiknya hentikan dulu proses pencucian. Itu tandanya beban di dalam tabung tidak seimbang, dan kalau dipaksakan terus bisa membuat mesin cuci cepat rusak.

Cara Mengeringkan Gorden Setelah Dicuci

Tahap mengeringkan sama pentingnya dengan tahap mencuci. Kesalahan di tahap ini paling sering jadi penyebab gorden jadi kusut permanen atau menyusut ukurannya.

Hindari penggunaan mesin pengering panas untuk gorden. Panas tinggi dari mesin pengering bisa membuat serat kain menyusut, terutama untuk bahan katun dan linen yang memang sensitif terhadap suhu tinggi.

Cara paling aman adalah menjemur gorden secara alami. Setelah dicuci, angkat gorden dalam keadaan masih agak lembap, lalu langsung gantung di rel atau di tempat jemuran yang punya sirkulasi udara baik.

Menggantung gorden saat masih lembap justru membantu kain meluruskan dirinya sendiri karena beratnya sendiri, sehingga kerutan berkurang tanpa perlu disetrika terlalu keras nantinya.

Jemur di tempat teduh atau di area yang tidak terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama. Sinar matahari langsung yang berlebihan bisa membuat warna gorden cepat pudar dan kain jadi kaku, terutama untuk gorden berwarna gelap atau motif cerah.

Pastikan gorden benar-benar kering sebelum dipasang kembali ke rel. Gorden yang masih menyimpan sedikit kelembapan bisa memicu bau apek dan menjadi tempat tumbuhnya jamur, apalagi kalau langsung digantung di ruangan yang minim sirkulasi udara.

Menyetrika dan Memasang Kembali Gorden

Kalau masih ada kerutan setelah gorden kering, setrika dengan suhu rendah sesuai jenis kainnya. Suhu yang terlalu panas bisa membuat serat kain jadi mengkilap atau bahkan meleleh untuk bahan sintetis seperti polyester.

Pasang kembali ring atau kait yang sudah dilepas sebelumnya dengan hati-hati, satu per satu di posisi semula. Setelah semua ring terpasang, gantung gorden kembali ke rel dan rapikan lipatannya agar terlihat rapi seperti semula.

Kesalahan yang Sering Bikin Gorden Cepat Rusak

Ada beberapa kebiasaan yang tanpa disadari justru mempercepat kerusakan gorden. Mengetahui kesalahan ini membantu menghindarinya di pencucian berikutnya.

Kesalahan pertama adalah mencuci gorden bersamaan dengan cucian lain yang punya bahan dan warna berbeda, sehingga risiko luntur dan gesekan kain jadi lebih tinggi. Kesalahan kedua adalah menggunakan air panas dan mode cuci berat untuk semua jenis gorden tanpa memperhatikan label perawatan kainnya.

Kesalahan ketiga adalah lupa melepas ring atau kait sebelum mencuci, yang berisiko merusak tabung mesin sekaligus merobek bagian atas kain. Kesalahan keempat adalah langsung menjemur gorden basah di bawah terik matahari dalam waktu lama, padahal cara ini justru mempercepat warna pudar dan kain jadi kaku.

Berapa Kali Idealnya Gorden Dicuci

Frekuensi pencucian gorden sebaiknya disesuaikan dengan kondisi rumah. Gorden yang berada dekat jalan raya, dapur, atau area yang sering terpapar asap dan debu sebaiknya dicuci lebih sering dibanding gorden di ruangan lain.

Idealnya, gorden dicuci setiap dua hingga empat bulan sekali. Kalau rutin dibersihkan dengan cara yang benar, gorden tidak hanya lebih awet, tapi juga membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah tetap segar dan mengurangi risiko alergi bagi penghuninya.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mencuci Gorden di Mesin Cuci

1. Apakah semua jenis gorden aman dicuci di mesin cuci?

Tidak semua aman. Gorden berbahan katun, linen, dan polyester umumnya aman dicuci mesin, sementara gorden beludru, sutra, atau berlapis blackout lebih baik dicuci tangan atau diserahkan ke jasa profesional.

2. Bagaimana cara mencuci gorden ring agar tidak merusak tabung mesin cuci?

Lepaskan ring lalu ikat menjadi satu dengan tali kain, atau masukkan seluruh gorden ke dalam laundry bag sebelum dicuci dengan mode delicate agar ring tidak membentur dinding tabung.

3. Bolehkah gorden dikeringkan menggunakan mesin pengering?

Sebaiknya dihindari. Panas dan putaran mesin pengering bisa membuat gorden kusut berlebihan dan menyusut, terutama pada bahan katun dan linen.

4. Berapa kali idealnya gorden dicuci dalam setahun?

Idealnya setiap dua hingga empat bulan sekali, tergantung lokasi rumah. Gorden yang dekat jalan raya atau dapur sebaiknya dicuci lebih sering karena lebih cepat menyerap debu dan bau.

5. Apa penyebab utama gorden cepat rusak setelah dicuci di mesin cuci?

Penyebab paling umum adalah suhu air yang terlalu panas, mode cuci yang terlalu keras, ring yang tidak dilepas sebelum dicuci, serta pengeringan menggunakan mesin pengering atau panas matahari langsung yang berlebihan.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6