10 Cara Mengetahui Telur Masih Segar Tanpa Dipecahkan, Mudah dan Akurat

Simak panduan cara mengetahui telur masih segar tanpa dipecahkan agar kualitas masakan tetap terjaga.

Diterbitkan 10 Juli 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kualitas bahan pangan hewani memegang peranan vital dalam menjaga kesehatan keluarga dan kenikmatan cita rasa masakan sehari-hari. Banyak orang masih bingung bagaimana cara mengetahui telur masih segar tanpa dipecahkan agar terhindar dari risiko keracunan makanan atau hasil masakan yang gagal mengembang.

Pengetahuan sederhana ini sangat krusial bagi masyarakat Indonesia yang sering membeli telur dalam jumlah besar di pasar tradisional maupun supermarket untuk stok mingguan.

Secara ilmiah, penurunan kualitas telur terjadi seiring waktu akibat penguapan air dan gas karbon dioksida melalui pori-pori kerabang. Fenomena ini menyebabkan kantung udara (air cell) di dalam telur membesar dan putih telur menjadi lebih encer karena perubahan pH. 

Sebagaimana dijelaskan dalam riset yang dipublikasikan oleh Djaelani, Novika, & Azizah (2019) dalam Buletin Anatomi dan Fisiologi, proses penyimpanan yang lama tanpa perlakuan khusus akan menurunkan berat dan kualitas interior telur secara signifikan.

1. Metode Uji Apung (Float Test)

Metode ini memanfaatkan prinsip hukum Archimedes tentang massa jenis benda dalam zat cair. Telur yang masih baru memiliki kantung udara sangat kecil sehingga massa jenisnya lebih berat dari air. Anda cukup menyiapkan gelas berisi air dingin untuk melakukan pengujian sederhana ini di rumah. 

Celupkan telur secara perlahan ke dalam wadah air dan perhatikan posisi jatuhnya dengan saksama. Telur segar akan langsung tenggelam dan berbaring horizontal di dasar wadah. Posisi ini menandakan bahwa struktur internal telur masih padat dan belum banyak terjadi penguapan cairan.  

Sebaliknya, telur yang sudah tidak layak konsumsi akan menunjukkan perilaku berbeda saat dimasukkan ke air. Telur yang mengapung di permukaan air adalah tanda pasti bahwa telur tersebut sudah busuk. Gas hasil pembusukan di dalam cangkang membuat telur menjadi lebih ringan sehingga mampu mengapung. 

2. Metode Peneropongan (Candling)

Teknik peneropongan atau candling sering digunakan peternak profesional untuk melihat kualitas internal telur. Metode ini membutuhkan ruangan yang gelap dan sumber cahaya kuat seperti senter LED ponsel. Cahaya yang fokus akan menembus cangkang dan memperlihatkan bayangan isi di dalamnya.

Tempelkan senter pada bagian ujung tumpul telur yang memiliki rongga udara lebih besar. Amati kejernihan putih telur dan posisi kuning telur yang terlihat samar di dalamnya. Telur segar akan tampak jernih tanpa ada bintik-bintik gelap yang mencurigakan. 

Perhatikan juga ukuran kantung udara yang terlihat sebagai ruang kosong di ujung telur. Telur yang baru dipanen memiliki kantung udara yang sangat tipis kurang dari 3 milimeter. Jika rongga udara terlihat luas dan lebar, itu indikasi telur sudah disimpan terlalu lama.

3. Metode Uji Guncang (Shake Test)

Uji guncang mengandalkan kepekaan indera pendengaran untuk mendeteksi perubahan kekentalan cairan. Struktur telur segar sangat padat dengan putih telur yang kental memegang kuning telur. Kondisi ini membuat isi telur tidak mudah bergerak saat diguncangkan secara manual. 

Dekatkan telur ke telinga Anda dalam suasana ruangan yang tenang dan senyap. Guncangkan telur perlahan ke atas dan bawah untuk mendengarkan suara dari dalam. Fokuslah mencari suara kocak atau pergerakan cairan yang mungkin terjadi.  

Telur yang masih segar tidak akan mengeluarkan suara apa pun saat diguncang. Jika terdengar suara slosh atau seperti air kocak, itu tanda putih telur sudah encer. Suara tersebut menandakan kualitas telur sudah menurun drastis dan mendekati busuk.

4. Metode Uji Aroma Cangkang (Sniff Test)

Metode ini mungkin terdengar primitif namun sangat efektif mendeteksi telur yang sudah sangat busuk. Telur memiliki ribuan pori-pori mikroskopis yang memungkinkan pertukaran gas dari dalam keluar. Bakteri pembusuk akan menghasilkan gas sulfur yang berbau sangat menyengat dan khas.

Dekatkan hidung Anda ke cangkang telur dan hirup aromanya secara perlahan. Lakukan ini sebelum telur dicuci atau dimasak untuk hasil yang paling akurat. Pastikan hidung Anda tidak terhalang oleh bau sabun atau aroma lain. 

Telur segar memiliki bau yang netral atau sedikit bau kapur yang samar. Jika tercium bau belerang atau bau bangkai yang menusuk, segera buang telur tersebut. Bau busuk yang menembus cangkang menandakan tingkat kontaminasi bakteri yang sudah sangat parah.

5. Inspeksi Visual Tekstur Cangkang

Kondisi fisik permukaan cangkang sering kali mencerminkan usia dan kualitas penanganan telur. Telur yang baru keluar dari induknya dilapisi selaput pelindung alami bernama kutikula atau bloom. Lapisan ini memberikan tekstur khas yang bisa dirasakan dengan rabaan jari.

Raba seluruh permukaan cangkang telur dengan ujung jari Anda secara teliti. Telur segar biasanya memiliki tekstur yang sedikit kasar, berpasir, dan tampak kusam doff. Hindari memilih telur yang cangkangnya terlihat terlalu mengkilap, licin, dan mulus. 

Cangkang yang mengkilap menandakan lapisan kutikula sudah hilang akibat penyimpanan lama atau pencucian. Hilangnya lapisan ini membuka pori-pori cangkang lebar-lebar bagi masuknya bakteri patogen. Selain itu, perhatikan juga adanya retakan rambut yang bisa menjadi celah kontaminasi mikroba.

6. Cek Kode Julian Date

Pengecekan kode produksi kemasan karton adalah cara paling sistematis untuk melacak usia telur dari peternakan. Supermarket modern biasanya mencantumkan tiga digit angka khusus ini di dekat informasi tanggal kedaluwarsa produk. Angka berkisar dari 001 untuk tanggal satu Januari hingga 365 untuk akhir bulan Desember.

Konsumen disarankan memilih kemasan telur dengan angka tiga digit yang mendekati tanggal hari ini. Masa konsumsi terbaik telur ayam adalah sekitar empat sampai lima minggu setelah tanggal pengemasan tersebut. Keakuratan sistem penanggalan ini sangat membantu Anda memperkirakan durasi penyimpanan di dalam lemari es.

Sebagai simulasi mudah, bayangkan jika hari ini menunjukkan tanggal dua Februari yang merupakan hari ke-33. Apabila kode Julian yang tertera tertulis angka 020, berarti komoditas tersebut sudah dikemas sejak tiga belas hari lalu. Informasi logistik ini menjamin Anda mendapatkan produk yang transparansi kesegarannya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

7. Metode Tes Ketuk (Click Test)

Metode ketukan fisik sangat berguna untuk mendeteksi integritas struktur cangkang dari kerusakan yang kasat mata. Keretakan mikro setipis rambut sering kali menjadi gerbang utama bagi kontaminasi zat asing dari luar. Masuknya bakteri pembusuk ke dalam cangkang yang retak akan mempercepat kerusakan interior telur secara masif.

Prosedur pengujian ini dilakukan dengan memegang satu butir telur pada masing-masing tangan Anda secara seimbang. Dekatkan kedua tangan lalu ketukkan permukaan cangkang telur tersebut satu sama lain secara sangat lembut. Dengarkan baik-baik karakter bunyi pantulan yang dihasilkan dari benturan ringan antar cangkang tersebut.

Suara dentingan nyaring yang terdengar seperti bunyi "ting" menandakan bahwa cangkang telur masih utuh dan solid. Sebaliknya, bunyi tumpul dan redam mirip suara "puk" mengindikasikan adanya celah udara akibat keretakan halus. Telur dengan bunyi redam ini sebaiknya tidak disimpan terlalu lama karena risiko kontaminasi udaranya tinggi.

8. Metode Tes Sinar UV (Black Light)

Penggunaan teknologi cahaya ultraviolet merupakan metode paling ilmiah untuk memeriksa usia telur tanpa menyentuhnya. Komponen organik cangkang telur mengandung senyawa fluoresen alami bernama porfirin yang sangat sensitif terhadap waktu. Seiring bertambahnya usia telur, intensitas senyawa organik pada cangkang ini akan mengalami degradasi alami.

Arahkan lampu senter UV atau alat pendeteksi uang palsu ke permukaan telur di ruangan gelap. Amati dengan jeli perubahan warna pendaran cahaya yang terpantul dari kulit luar telur tersebut. Metode optik ini memberikan hasil instan mengenai status kesegaran produk tanpa merusak bagian dalamnya.

Telur yang baru dipanen akan memancarkan kilau warna merah atau merah muda oranye yang menyala terang. Fenomena pendaran redup berwarna biru pucat atau putih menandakan bahwa senyawa porfirin sudah lama terurai. Tanda biru ini juga bisa mengindikasikan telur sudah pernah dicuci sehingga lapisan pelindungnya hilang.

9. Metode Tes Berat Timbangan

Pengukuran bobot secara digital mengevaluasi tingkat penyusutan volume cairan internal telur akibat proses penguapan. Pori-pori kerabang telur secara konstan melepas uap air ke lingkungan luar selama masa penyimpanan berjalan. Hal ini memicu perluasan ukuran kantung udara internal dan otomatis mengurangi berat total telur tersebut.

Letakkan telur satu per satu di atas timbangan kue digital yang memiliki akurasi gram tinggi. Catat angka berat yang muncul dan bandingkan dengan standar bobot telur pada umumnya. Pastikan timbangan berada di permukaan rata agar hasil pengukuran massa objek menjadi sangat presisi.

Telur ayam ras berukuran sedang yang masih baru umumnya memiliki berat standar berkisar 55-60 gram. Jika timbangan menunjukkan angka di bawah 50 gram padahal ukuran fisiknya besar, telur tersebut sudah menyusut. Efek terasa kopong atau sangat ringan saat dipegang menandakan isi telur sudah banyak berkurang.

10. Metode Tes Putar (Spin Test)

Metode memutar objek di atas meja datar dapat memberikan indikasi mengenai tingkat kekentalan isi telur. Gaya inersia cairan di dalam cangkang akan mempengaruhi stabilitas dan kecepatan rotasi saat telur digerakkan. Perbedaan viskositas antara telur baru dan telur lama menciptakan pola perputaran yang sangat kontras.

Letakkan telur secara horizontal di atas permukaan meja dapur yang halus lalu putar menggunakan jari. Amati karakteristik gerakan berputar telur tersebut dari awal hingga objek berhenti secara alami. Pastikan tidak ada hambatan fisik di sekitar meja agar observasi gerakan berjalan objektif.

Telur mentah yang isinya masih kental dan segar akan berputar secara lambat serta cenderung cepat terhenti. Kondisi ini berbanding terbalik jika tali penopang kuning telur sudah putus dan cairan di dalamnya encer. Isi telur yang encer akan membuat putaran objek menjadi sangat liar, goyah, dan tidak stabil.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kesegaran Telur

Apakah telur yang disimpan di kulkas lebih awet dibandingkan di suhu ruang?

Telur yang disimpan di dalam kulkas dengan suhu stabil di bawah 4°C jauh lebih awet dibandingkan di suhu ruang. Suhu dingin secara efektif memperlambat pertumbuhan bakteri dan proses pengenceran putih telur serta pembesaran kantung udara. Riset menunjukkan telur di kulkas bisa bertahan 4-5 minggu, sedangkan di suhu ruang kualitasnya menurun drastis setelah 1-2 minggu.

Bolehkah mencuci telur sebelum disimpan agar lebih bersih?

Mencuci telur sebelum disimpan sangat tidak disarankan karena dapat menghilangkan lapisan kutikula alami yang melindungi pori-pori cangkang. Hilangnya lapisan ini memungkinkan bakteri dari air cucian atau lingkungan masuk ke dalam telur dengan lebih mudah. Sebaiknya bersihkan kotoran yang menempel hanya dengan mengelapnya menggunakan tisu kering atau kain bersih tanpa air.

Bagaimana membedakan telur busuk dan telur yang hanya sekadar tua?

Perbedaan utamanya terletak pada aroma sulfur yang menyengat saat telur dipecahkan atau bahkan saat masih utuh jika sudah sangat parah. Telur tua mungkin memiliki putih telur yang lebih cair dan kuning telur yang mudah pecah, tetapi baunya tetap netral dan normal. Jika ada bau busuk sedikit saja, telur tersebut tidak boleh dikonsumsi sama sekali karena risiko bakteri patogen.

Apakah warna cangkang telur menentukan tingkat kesegarannya?

Warna cangkang telur, baik itu cokelat tua, cokelat muda, atau putih, tidak memiliki hubungan sama sekali dengan tingkat kesegaran atau nilai gizinya. Warna cangkang semata-mata ditentukan oleh faktor genetik atau jenis ras ayam petelur yang menghasilkannya. Kesegaran telur hanya ditentukan oleh waktu penyimpanan dan metode penyimpanan yang dilakukan setelah telur dipanen.

Mengapa kuning telur segar berbentuk bulat sempurna dan menonjol?

Kuning telur segar berbentuk bulat dan menonjol karena membran vitelin yang membungkusnya masih sangat kuat dan elastis. Selain itu, putih telur yang mengelilinginya masih kental dan mampu menopang struktur kuning telur dengan baik. Seiring bertambahnya umur telur, membran ini melemah dan menyerap air dari putih telur, membuat kuning telur menjadi datar dan mudah pecah.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6