Liputan6.com, Jakarta - Menambahkan kolam atau bak cor di area belakang rumah menjadi salah satu cara sederhana untuk menciptakan suasana yang lebih sejuk dan nyaman. Selain menghadirkan elemen air yang menenangkan, kolam juga dapat dimanfaatkan untuk memelihara berbagai jenis ikan. Karena itu, banyak orang mulai mencari informasi tentang jenis ikan yang cocok dipelihara di bak cor belakang rumah agar hasil budidaya maupun tampilan kolam bisa optimal.
Bak cor memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan kolam tanah. Struktur yang kuat, mudah dibersihkan, serta lebih mudah dikontrol kualitas airnya membuat media ini cocok untuk berbagai jenis ikan. Namun, tidak semua ikan mampu beradaptasi dengan kondisi kolam semen, terutama jika bak masih baru dan belum melalui proses penetralan.
Baik untuk tujuan konsumsi maupun hiasan, pemilihan ikan yang tepat akan menentukan keberhasilan pemeliharaan. Berikut beberapa jenis ikan yang dikenal tangguh, mudah beradaptasi, dan cocok dipelihara di bak cor belakang rumah. Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (10/6/2026).
Advertisement
1. Ikan Lele
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6933104/original/015899800_1779702737-Air_Lele_untuk_Pupuk_Tanaman_____Nutrisi_Gratis_dari_Kolam_Ikan.jpeg)
Ikan lele menjadi pilihan utama bagi banyak pemilik rumah yang ingin memanfaatkan bak cor untuk budidaya ikan konsumsi. Lele terkenal sebagai ikan yang sangat tangguh dan mampu hidup pada kondisi air dengan kadar oksigen relatif rendah.
Pertumbuhan lele juga tergolong cepat sehingga cocok bagi pemula yang ingin merasakan hasil panen dalam waktu singkat. Dalam perawatan sehari-hari, lele tidak memerlukan perlakuan khusus selama kualitas air tetap terjaga dan pakan diberikan secara teratur.
Keunggulan lain dari lele adalah kepadatan tebar yang cukup tinggi sehingga bak cor berukuran terbatas tetap dapat dimanfaatkan secara maksimal.
2. Ikan Nila
Ketika membahas jenis ikan yang cocok dipelihara di bak cor belakang rumah, ikan nila hampir selalu masuk dalam daftar rekomendasi. Ikan air tawar ini dikenal memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik terhadap perubahan suhu maupun kualitas air.
Nila termasuk ikan omnivora yang mudah diberi pakan. Pertumbuhannya relatif cepat dan memiliki nilai ekonomi yang baik. Selain untuk konsumsi, beberapa orang juga memelihara nila sebagai penghuni kolam karena gerakannya yang aktif.
Dengan manajemen pakan yang tepat, ikan nila dapat tumbuh besar dalam waktu yang relatif singkat sehingga cocok untuk budidaya skala rumahan.
3. Ikan Gurame
Bagi yang mengincar nilai jual lebih tinggi, gurame bisa menjadi pilihan menarik. Meskipun pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan lele dan nila, harga jual gurame umumnya lebih tinggi di pasaran.
Ikan ini membutuhkan kualitas air yang cukup baik dan ruang gerak yang memadai. Oleh karena itu, gurame lebih cocok dipelihara pada bak cor berukuran sedang hingga besar.
Selain bernilai ekonomis, gurame juga memiliki tingkat permintaan yang stabil sehingga sering dijadikan komoditas budidaya oleh masyarakat.
Advertisement
4. Ikan Koi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5454694/original/007570800_1766568865-Gemini_Generated_Image_aw20otaw20otaw20.png)
Jika tujuan utama adalah mempercantik halaman belakang rumah, ikan koi merupakan pilihan yang sangat populer. Koi memiliki kombinasi warna yang indah seperti merah, putih, hitam, kuning, dan oranye yang mampu menciptakan tampilan kolam yang elegan.
Ikan asal Jepang ini terkenal memiliki daya tahan tubuh yang baik dan mampu hidup di kolam semen maupun kolam outdoor. Dengan perawatan yang tepat, koi dapat hidup selama bertahun-tahun dan tumbuh hingga ukuran yang cukup besar.
Pergerakannya yang tenang dan anggun membuat suara gemericik air serta suasana taman menjadi lebih menenangkan.
5. Ikan Mas
Ikan mas merupakan kerabat dekat koi yang juga sangat cocok dipelihara di bak cor. Daya tahan tubuhnya tergolong kuat sehingga dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan.
Warna tubuh yang cerah seperti emas, putih, dan oranye membuat kolam terlihat lebih hidup. Selain itu, ikan mas juga tidak memerlukan perawatan yang rumit sehingga cocok bagi pemilik rumah yang baru mulai memelihara ikan.
Dengan kedalaman kolam yang memadai, ikan mas dapat tumbuh besar dan menjadi daya tarik utama di area taman belakang.
6. Ikan Komet
Ikan komet menjadi pilihan favorit bagi pecinta ikan hias yang menginginkan kolam penuh warna. Bentuk tubuhnya ramping dengan ekor panjang yang menjuntai sehingga terlihat menarik saat berenang.
Warna oranye terang yang mendominasi tubuh ikan komet membuatnya mudah terlihat dari permukaan kolam. Selain cantik, ikan ini juga dikenal cukup tangguh dan mudah beradaptasi dengan lingkungan kolam semen.
Perawatannya relatif sederhana sehingga cocok dipelihara bersama ikan hias lainnya.
7. Ikan Guppy
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5412939/original/004639600_1763109348-unnamed_-_2025-11-14T153529.850.jpg)
Untuk bak cor berukuran kecil atau kolam mini yang dipadukan dengan tanaman air, ikan guppy menjadi pilihan yang sangat menarik. Ukurannya kecil, tetapi memiliki warna dan corak yang beragam.
Guppy terkenal mudah berkembang biak dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi air. Karena sifatnya yang aktif, keberadaan guppy dapat membuat kolam terlihat lebih hidup.
Tidak heran jika banyak penghobi ikan pemula memilih guppy sebagai penghuni pertama kolam mereka.
8. Ikan Molly
Selain guppy, ikan molly juga termasuk jenis ikan yang cocok dipelihara di bak cor belakang rumah. Ikan ini memiliki karakter yang ramah, mudah dipelihara, dan dapat hidup berdampingan dengan berbagai spesies lain.
Molly hadir dalam berbagai warna menarik mulai dari hitam, putih, hingga kombinasi warna cerah. Kemampuan berkembang biaknya yang baik membuat populasi ikan ini dapat bertambah dengan cepat jika kondisi kolam mendukung.
Karena ukurannya kecil, molly cocok untuk kolam dekoratif maupun bak cor minimalis.
9. Ikan Pleco atau Sapu-Sapu
Ikan pleco sering dianggap sebagai penghuni tambahan yang sangat bermanfaat dalam kolam. Ikan ini dikenal gemar memakan lumut dan alga yang menempel pada dinding kolam.
Dengan keberadaan pleco, pertumbuhan lumut dapat lebih terkendali sehingga kolam terlihat lebih bersih. Selain itu, pleco termasuk ikan yang damai dan mampu hidup bersama banyak jenis ikan lainnya.
Meski demikian, tetap diperlukan pembersihan kolam secara berkala agar kualitas air tetap terjaga.
Advertisement
Mengapa Memilih Bak Cor untuk Memelihara Ikan?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6467202/original/077254300_1779329274-gambar_ikan.jpg)
Bak cor atau kolam semen banyak digunakan karena memiliki daya tahan tinggi dan dapat dibuat sesuai kebutuhan lahan. Selain itu, pemilik rumah lebih mudah mengontrol kebersihan, pakan, serta kesehatan ikan dibandingkan kolam tanah.
Bak cor juga dapat digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari budidaya ikan konsumsi hingga kolam hias di taman belakang rumah. Namun, sebelum digunakan, bak cor baru harus melalui proses penetralan karena kandungan kapur dan zat alkali dari semen dapat berbahaya bagi ikan.
Tips Menyiapkan Bak Cor Baru Sebelum Memasukkan Ikan
Bak cor yang baru selesai dibuat tidak boleh langsung digunakan untuk memelihara ikan. Kandungan kapur dan zat alkali dari semen dapat membuat air menjadi terlalu basa dan berbahaya bagi ikan.
Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
1. Melakukan Netralisasi Semen
Isi bak dengan air lalu masukkan pelepah pisang atau potongan daun pepaya. Biarkan selama beberapa hari hingga zat-zat dari semen terserap dan berkurang.
2. Menguras dan Membersihkan Bak
Setelah proses perendaman selesai, buang seluruh air lalu sikat dinding bak hingga bersih. Bilas beberapa kali agar tidak ada sisa endapan.
3. Mengendapkan Air Baru
Isi kembali bak dengan air bersih dan biarkan mengendap selama 2–3 hari sebelum ikan dimasukkan.
4. Menambahkan Aerator atau Filter
Meski beberapa ikan cukup tahan terhadap kadar oksigen rendah, penggunaan aerator atau filter tetap dianjurkan untuk menjaga kualitas air dan kesehatan ikan dalam jangka panjang.
Tanya Jawab Tentang Bak Cor
1. Apakah bak cor baru bisa langsung digunakan untuk memelihara ikan?
Tidak. Bak cor baru harus melalui proses netralisasi terlebih dahulu karena kandungan kapur dan zat alkali dari semen dapat beracun bagi ikan.
2. Berapa lama proses penetralan bak cor dilakukan?
Umumnya antara 7 hingga 14 hari, tergantung kondisi bak dan metode penetralan yang digunakan.
3. Apakah semua ikan membutuhkan aerator di bak cor?
Tidak semua, tetapi penggunaan aerator sangat dianjurkan untuk menjaga kadar oksigen tetap stabil dan meningkatkan kesehatan ikan.
4. Ikan apa yang paling mudah dipelihara di bak cor?
Lele, nila, guppy, dan molly termasuk jenis ikan yang terkenal tahan banting serta mudah dirawat oleh pemula.
5. Bagaimana cara mengurangi lumut di bak cor?
Gunakan filter, hindari paparan sinar matahari berlebihan, lakukan penggantian air secara berkala, dan tambahkan ikan pemakan alga seperti pleco atau ikan sapu-sapu.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421569/original/046140800_1763950258-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-24T082534.482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342869/original/054403100_1757402619-IMG-20250909-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8222258/original/026880600_1781082250-kolam_bak_cor.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8460074/original/088908600_1782359300-15021055947514109969.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8396914/original/067259300_1782278056-obe.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262161/original/019844500_1781773154-11244512687103417298.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8270081/original/065529300_1782120556-13086905657809859094.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269617/original/097207700_1782120022-v.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8268288/original/079498100_1782117805-koridor.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516724/original/086331000_1772341976-turkish-chig-kofte-with-meat-herbs.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265643/original/085179000_1782113461-11425184806389624689.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265451/original/068960400_1782112485-hl2.jpg)