Liputan6.com, Jakarta - Ide ternak mini di drum plastik bekas 100 liter bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin memulai usaha peternakan skala kecil tanpa membutuhkan lahan yang luas. Dengan memanfaatkan wadah yang mudah ditemukan, kegiatan beternak dapat dilakukan secara lebih hemat dan praktis di lingkungan rumah.
Beragam ide ternak mini di drum plastik bekas 100 liter dapat diterapkan untuk membudidayakan berbagai jenis hewan maupun organisme bernilai ekonomi. Selain mengoptimalkan barang bekas, metode ini juga membantu menciptakan sistem budidaya yang lebih efisien dan mudah dalam perawatan sehari-hari.
Saat ini, ide ternak mini di drum plastik bekas 100 liter semakin populer karena cocok diterapkan oleh pemula yang memiliki keterbatasan modal dan ruang. Dengan pengelolaan yang tepat, wadah sederhana tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tambahan pendapatan sekaligus mendukung kegiatan produktif di rumah.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang ide ternak mini di drum plastik bekas 100 liter, Minggu (7/6/2026).
1. Ternak Ikan Lele
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7975078/original/000446500_1780811869-Ternak_Ikan_Lele.jpeg)
Ikan lele menjadi salah satu pilihan ternak yang paling banyak diminati karena mudah dipelihara dan memiliki tingkat ketahanan yang tinggi. Drum plastik bekas 100 liter dapat dimanfaatkan sebagai kolam mini untuk budidaya lele dalam skala rumahan.
Dengan pemberian pakan secara teratur dan menjaga kualitas air, lele dapat tumbuh dengan baik meski berada di wadah yang terbatas. Selain itu, masa panennya relatif singkat, yaitu sekitar 2,5 hingga 4 bulan, sehingga cocok bagi pemula yang ingin mendapatkan hasil lebih cepat.
2. Ternak Ikan Nila
Ikan nila dikenal memiliki pertumbuhan yang cukup cepat dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Dalam drum plastik bekas 100 liter, nila dapat dibudidayakan dengan kepadatan yang disesuaikan agar pertumbuhannya tetap optimal.
Agar hasil budidaya maksimal, tambahkan aerasi sederhana dan lakukan penggantian sebagian air secara berkala. Permintaan pasar yang stabil membuat ikan nila menjadi salah satu komoditas budidaya yang menjanjikan untuk skala rumah tangga.
Advertisement
3. Budidaya Belut Tanpa Lumpur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7975079/original/032942600_1780811869-Budidaya_Belut_Tanpa_Lumpur.jpeg)
Belut merupakan salah satu hewan budidaya yang dapat dipelihara dalam drum plastik menggunakan metode tanpa lumpur. Sistem ini lebih praktis karena tidak memerlukan media lumpur tebal yang biasanya digunakan pada budidaya konvensional.
Drum cukup diisi air dan dilengkapi tempat persembunyian seperti ijuk, pipa, atau jaring. Dengan perawatan yang tepat, belut dapat tumbuh dengan baik dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran.
4. Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF)
Maggot BSF sangat cocok dibudidayakan dalam drum plastik bekas karena wadah ini mampu menjaga kondisi media tetap stabil.
Larva lalat tentara hitam ini berfungsi sebagai pengurai sampah organik sekaligus menghasilkan pakan berprotein tinggi untuk ikan dan unggas.
Selain menghasilkan maggot yang bernilai ekonomi, budidaya ini juga dapat membantu mengurangi limbah dapur rumah tangga serta menghasilkan pupuk organik yang bermanfaat untuk tanaman.
5. Ternak Cacing Tanah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7975080/original/066701100_1780811869-Ternak_Cacing_Tanah.jpeg)
Cacing tanah dapat dibudidayakan dengan mudah menggunakan drum plastik yang telah diberi lubang drainase. Media yang digunakan bisa berupa campuran tanah, kompos, kotoran ternak yang sudah matang, atau limbah organik lainnya.
Selain dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan unggas, cacing tanah juga banyak dibutuhkan sebagai bahan pembuatan pupuk organik. Modal yang diperlukan relatif kecil sehingga cocok dijadikan usaha sampingan dari rumah.
6. Ternak Bekicot
Bekicot dapat diternakkan dalam drum plastik yang dilengkapi penutup dan ventilasi udara yang cukup. Media berupa tanah lembap dan kompos dapat membantu menciptakan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhannya.
Bekicot memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak maupun bahan konsumsi di beberapa daerah. Perawatannya juga cukup sederhana karena pakan utamanya berupa sayuran dan daun-daunan yang mudah ditemukan.
Advertisement
7. Budidaya Keong Mas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7975081/original/002305400_1780811870-Budidaya_Keong_Mas.jpeg)
Keong mas sering dianggap hama tanaman, tetapi sebenarnya memiliki nilai ekonomi jika dibudidayakan dengan baik. Drum plastik bekas 100 liter dapat digunakan sebagai wadah pemeliharaan dengan tambahan tanaman air sebagai habitatnya.
Keong mas kaya akan protein dan kalsium sehingga banyak dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk bebek, ayam, maupun ikan. Budidaya ini cocok bagi pemula karena biaya perawatannya relatif rendah.
8. Ternak Udang Air Tawar
Udang air tawar seperti udang galah dapat dibudidayakan dalam drum plastik dengan sistem sederhana. Drum perlu dilengkapi aerasi dan tempat persembunyian agar udang tidak mudah stres.
Kualitas air harus dijaga dengan baik karena udang cukup sensitif terhadap perubahan lingkungan. Meskipun memerlukan perhatian lebih dibanding ikan, budidaya udang air tawar memiliki prospek yang menjanjikan karena harga jualnya relatif tinggi.
9. Budidaya Lobster Air Tawar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7975082/original/042156500_1780811870-Budidaya_Lobster_Air_Tawar.jpeg)
Lobster air tawar menjadi salah satu komoditas yang bernilai ekonomi tinggi dan dapat dibudidayakan dalam media terbatas. Drum plastik dapat dimodifikasi dengan menambahkan pipa atau tempat persembunyian untuk mengurangi risiko kanibalisme.
Pertumbuhannya memang lebih lambat dibanding ikan konsumsi, tetapi harga jual lobster yang cukup tinggi membuat usaha ini menarik untuk dicoba sebagai sumber pendapatan tambahan.
10. Ternak Jangkrik
Jangkrik merupakan hewan yang banyak dicari sebagai pakan burung, ikan hias, hingga reptil. Drum plastik dapat diubah menjadi kandang sederhana dengan menambahkan ventilasi udara dan media berupa rak telur bekas.
Budidaya jangkrik tidak membutuhkan lahan luas dan memiliki siklus panen yang cepat. Selain itu, biaya pakan dan perawatannya relatif rendah sehingga cocok untuk usaha rumahan berskala kecil.
Advertisement
11. Ternak Ayam Mini atau Ayam Hias
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7975083/original/073541400_1780811870-Ternak_Ayam_Mini_atau_Ayam_Hias.jpeg)
Drum plastik bekas 100 liter dapat dimanfaatkan menjadi kandang ayam mini maupun ayam hias dengan sedikit modifikasi. Bagian samping drum dapat dipotong untuk membuat pintu dan ventilasi, sementara bagian bawah dapat dilengkapi tempat penampungan kotoran.
Model kandang ini cocok untuk memelihara beberapa ekor ayam di area yang terbatas. Selain menghasilkan telur atau anakan, kotoran ayam juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
12. Budidaya Ikan Gurame
Ikan gurame dapat dibudidayakan dalam drum plastik sebagai tempat pembesaran awal sebelum dipindahkan ke kolam yang lebih besar.
Meski membutuhkan waktu tumbuh lebih lama dibanding lele atau nila, gurame memiliki harga jual yang cukup tinggi di pasaran. Dengan menjaga kebersihan air, memberikan pakan berkualitas, dan mengatur kepadatan tebar, budidaya gurame dalam drum dapat menjadi pilihan usaha yang menarik bagi pemilik lahan terbatas.
Pertanyaan Seputar Ide Ternak Mini di Drum Plastik Bekas 100 Liter
Hewan apa saja yang bisa diternakkan di drum plastik bekas 100 liter?
Berbagai jenis hewan dapat diternakkan, termasuk ikan lele, ikan nila, belut, maggot BSF, cacing tanah, bekicot, keong mas, udang air tawar, lobster air tawar, jangkrik, ayam mini, dan ikan gurame untuk pembesaran awal.
Mengapa drum plastik bekas cocok untuk ternak mini?
Drum plastik bekas menawarkan solusi hemat tempat dan biaya, cocok untuk pemula atau mereka yang memiliki lahan terbatas. Bahannya tahan air, tidak mudah lapuk, mudah dibersihkan, dan dapat dimodifikasi dengan sederhana.
Apa persiapan utama sebelum menggunakan drum plastik untuk budidaya?
Penting untuk membersihkan drum secara menyeluruh dari residu bahan kimia berbahaya. Selain itu, pastikan drum memiliki sirkulasi udara atau air yang memadai sesuai kebutuhan hewan yang akan dibudidayakan.
Berapa lama waktu panen untuk budidaya lele di drum?
Ikan lele umumnya dapat dipanen setelah 2,5 hingga 4 bulan pemeliharaan, ketika mencapai ukuran 9-12 ekor per kilogram.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304320/original/074308900_1784712554-cek_fakta_lowongan_SKK_Migas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304429/original/014311000_1784714561-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7975077/original/070181500_1780811868-HL_ternak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260217/original/087124100_1781582228-kebun_dan_ternak5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257520/original/070984000_1781245981-Ternak_Jangkrik_di_Box_Plastik.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814202/original/064502900_1780631718-kombinasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257633/original/074509200_1781250095-hewan_di_dapur5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257408/original/047716300_1781238930-8240840908828760433.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257241/original/008243300_1781232857-ternak2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256508/original/097863800_1781160528-HL_nila.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256829/original/021042800_1781171538-Gemini_Generated_Image_58o27h58o27h58o2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256173/original/002118700_1781149649-5204013893371944220.jpeg)