Paskah Adalah Momentum Iman, Ketahui Warna Liturgi dan Tradisi Bagi Umat Kristiani

Paskah adalah perayaan paling sakral dalam kalender liturgi Kristen, yang secara khusus memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian.

Diterbitkan 04 April 2026, 02:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Paskah adalah momen suci dalam tradisi Kristiani yang menghadirkan makna mendalam tentang kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi iman atas kemenangan hidup atas maut. Umat memaknainya sebagai titik terang dalam perjalanan spiritual, menghadirkan harapan baru bagi kehidupan manusia.

Paskah adalah simbol perubahan hidup menuju arah lebih baik melalui iman, pengharapan, serta kasih. Dalam perayaan ini, setiap individu diajak untuk merenungkan perjalanan batin, memperbarui komitmen spiritual, lalu memperkuat hubungan pribadi bersama Tuhan. Nilai-nilai pengorbanan terlihat jelas melalui kisah sengsara hingga kebangkitan Kristus.

Paskah adalah peristiwa penting dalam kalender gereja yang memiliki akar sejarah panjang sejak masa awal Kekristenan. Tradisi ini berkembang dari kisah pembebasan umat Israel dalam Perjanjian Lama, hingga penggenapan makna keselamatan melalui kebangkitan Kristus. Perjalanan sejarah tersebut membentuk pemahaman teologis mendalam bagi umat di berbagai belahan dunia.

Perayaan Paskah 2026 sendiri akan jatuh pada hari Minggu, 5 April 2026. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (1/4/2026).

Sejarah Paskah dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

Istilah Paskah berakar dari bahasa Ibrani yang tercatat dalam kitab Keluaran di Alkitab. Dalam bahasa Inggris, istilah ini diterjemahkan sebagai “Passover,” yang berarti “melewati” atau “melampaui.” Makna tersebut merujuk pada peristiwa penting ketika Tuhan melewatkan rumah-rumah bangsa Israel saat tulah menimpa Mesir, sehingga mereka terbebas dari penderitaan. Secara historis, istilah Paskah juga diyakini berkaitan dengan tradisi bangsa Yahudi, kemudian dipahami kembali dalam konteks iman Israel sebagai simbol pembebasan dari perbudakan di Mesir.

Perjalanan sejarah Paskah dalam iman Kristen tidak dapat dilepaskan dari dua bagian utama Alkitab, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Keduanya saling terhubung dan memberikan pemahaman yang utuh mengenai makna Paskah, baik sebagai peristiwa historis maupun sebagai simbol keselamatan rohani.

Dalam Perjanjian Lama, Paskah dikenal dengan sebutan “Pesakh” atau “Passover,” yang berasal dari bahasa Ibrani. Istilah ini kemudian berkembang menjadi “Pascha” dalam tradisi selanjutnya. Pada masa itu, umat Israel diperintahkan untuk memperingati Paskah melalui ritual pengorbanan domba dan perjamuan khusus sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan. Perintah ini diberikan kepada Musa dan bangsa Israel agar peristiwa pembebasan tersebut terus dikenang dari generasi ke generasi, sebagaimana tercatat dalam Keluaran 12:14–17.

Sementara itu, dalam Perjanjian Baru, makna Paskah mengalami pendalaman yang lebih luas dan bersifat spiritual. Paskah tidak lagi hanya dipahami sebagai pembebasan dari penindasan fisik, tetapi juga sebagai pembebasan dari dosa. Melalui pengorbanan dan kebangkitan Yesus Kristus, umat percaya memperoleh kasih karunia serta jaminan kehidupan kekal. Peristiwa penyaliban Yesus di kayu salib menjadi titik penting yang menunjukkan pengorbanan terbesar demi keselamatan manusia.

Kebangkitan Yesus setelah mengalami penderitaan tersebut menjadi bukti utama dalam iman Kristiani bahwa kehidupan tidak berakhir pada kematian. Peristiwa ini menegaskan bahwa kuasa Tuhan melampaui maut dan memberikan harapan akan kehidupan yang abadi bagi setiap orang yang percaya. Dengan demikian, Paskah dalam Perjanjian Baru menjadi simbol kemenangan rohani yang membawa makna mendalam bagi kehidupan umat beriman.

Tradisi dan Simbol yang Identik dengan Paskah

Paskah tidak hanya dirayakan melalui ibadah di gereja, tetapi juga melalui beragam tradisi dan kegiatan khas yang berbeda di setiap negara. Perayaan ini memadukan unsur religius dengan simbol-simbol budaya yang menghibur dan bermakna, sehingga Paskah menjadi momen yang penuh sukacita bagi umat Kristen maupun masyarakat umum.

Telur Paskah

Telur Paskah menjadi salah satu simbol paling terkenal dari perayaan Paskah. Biasanya telur ini dihias dengan warna-warna cerah, kadang disertai gambar kelinci, bunga, atau simbol-simbol Kristen lainnya. Makna di balik telur Paskah berkaitan erat dengan kebangkitan Yesus Kristus, yang muncul dari makam layaknya seekor anak ayam menetas dari telur. Tradisi ini juga memiliki akar dari festival musim semi pada budaya Pagan, di mana telur melambangkan kehidupan baru.

Kelinci Paskah

Kelinci Paskah menjadi simbol kesuburan dan kelahiran kehidupan baru. Dalam tradisi, kelinci digambarkan membawa keranjang berisi telur dan permen untuk anak-anak. Tradisi ini berasal dari Jerman dan kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Amerika Serikat dan Australia. Kehadiran kelinci Paskah menjadi salah satu elemen yang membangkitkan keceriaan anak-anak saat merayakan Paskah.

Permen dan Makanan Paskah

Permen Paskah juga menjadi bagian penting dari perayaan ini. Berbagai permen biasanya dihias dengan warna cerah dan dibentuk menyerupai telur, kelinci, atau bunga, bahkan menawarkan ragam rasa unik di tiap negara. Selain itu, hidangan khas Paskah turut melengkapi perayaan, seperti roti manis, kue Paskah, ham panggang, dan sajian berbahan telur. Di beberapa negara, hidangan tradisional seperti babka di Polandia dan paska di Ukraina turut menjadi simbol kekayaan budaya dalam perayaan Paskah.

Khotbah dan Ibadah Minggu Paskah

Khotbah Paskah menjadi inti dari perayaan keagamaan, di mana pendeta atau imam menyampaikan pesan tentang kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Khotbah ini tidak hanya mengingatkan umat akan makna sejati Paskah, tetapi juga menginspirasi mereka untuk meneladani ajaran Yesus dalam kehidupan sehari-hari. Ibadah Minggu Paskah biasanya dilaksanakan pada hari Minggu, diisi dengan nyanyian pujian, bacaan Alkitab, dan khotbah, menjadi momen berkumpulnya umat untuk merayakan kebangkitan Tuhan.

Dekorasi dan Parade Paskah

Dekorasi Paskah turut menjadi tradisi yang penting, berupa lilin, bunga, dan ornamen khas yang menghias ruang ibadah maupun rumah. Di beberapa negara Barat, selain kegiatan berburu telur (Easter Egg Hunt), terdapat juga parade Paskah. Parade ini menampilkan peserta mengenakan kostum warna-warni, diiringi musik dan tarian, menciptakan suasana meriah yang menonjolkan semangat kegembiraan perayaan Paskah.

 

Warna Liturgi Hari Paskah

Dalam perayaan Paskah, tidak hanya ibadah dan tradisi yang menjadi bagian penting, tetapi juga penggunaan warna liturgi yang memiliki makna simbolis mendalam. Warna dalam liturgi gereja digunakan sebagai sarana untuk mengekspresikan suasana rohani dari suatu perayaan, sehingga umat dapat lebih memahami makna spiritual yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, tidak sedikit umat Kristiani yang menyesuaikan pilihan pakaian mereka dengan warna liturgi saat merayakan Paskah.

Pertanyaan seperti “sebaiknya mengenakan warna apa saat Paskah?” sering kali muncul, terutama di kalangan umat yang ingin turut menghayati makna perayaan secara lebih mendalam. Dalam tradisi gereja, warna bukan sekadar unsur estetika, melainkan memiliki nilai teologis yang mencerminkan pesan iman yang sedang dirayakan.

Pada Hari Paskah, warna liturgi yang digunakan adalah putih. Warna ini melambangkan kemurnian, kekudusan, serta kemenangan dan sukacita atas kebangkitan Yesus Kristus. Putih juga menggambarkan terang dan kehidupan baru yang menjadi inti dari perayaan Paskah itu sendiri. Melalui penggunaan warna ini, umat diingatkan akan anugerah keselamatan dan harapan akan kehidupan kekal yang diberikan oleh Kristus kepada manusia.

Dengan demikian, mengenakan pakaian berwarna putih saat Paskah bukan hanya menjadi pilihan yang sesuai secara tradisi, tetapi juga menjadi bentuk partisipasi simbolis dalam merayakan kemenangan iman. Warna ini merepresentasikan kebaruan hidup dan sukacita rohani yang dirasakan oleh umat dalam memperingati kebangkitan Kristus sebagai Juru Selamat.

Ibadah dalam Peringatan Paskah

Minggu Palma

Minggu Palma merupakan hari suci dalam kalender liturgi Kristen, khususnya bagi Gereja Katolik Roma, untuk mengenang peristiwa saat Yesus Kristus memasuki Kota Yerusalem sebelum menjalani sengsara. Catatan empat Injil menceritakan bagaimana Yesus disambut oleh banyak orang dengan sorak sorai dan daun palem. Daun palem menjadi simbol utama hari ini, melambangkan kemenangan, terutama kemenangan atas kematian dan dosa. Tradisi ini mengingatkan umat bahwa kemuliaan Yesus tidak hanya terdapat pada penerimaan-Nya di Yerusalem, tetapi juga pada pengorbanan-Nya di kayu salib. Ibadah Minggu Palma biasanya melibatkan prosesi sambil mengusung daun palem, diikuti pembacaan kisah sengsara Yesus dari Injil agar umat merenungkan makna penderitaan-Nya.

Jalan Salib

Jalan Salib, dikenal pula sebagai Via Dolorosa, menggambarkan perjalanan terakhir Yesus hingga penyaliban. Devosi ini diperkenalkan oleh Santo Fransiskus Assisi dan berkembang ke seluruh Gereja Katolik pada abad pertengahan. Tradisi ini bisa dilakukan kapan saja, tetapi biasanya dilakukan menjelang Paskah, terutama pada Jumat Agung dan malam Jumat. Jalan Salib terdiri dari 14 stasi yang merepresentasikan peristiwa penderitaan Yesus, mulai dari dijatuhi hukuman hingga dimakamkan. Beberapa komunitas menambahkan stasi ke-15 sebagai simbol kebangkitan, menekankan harapan dan kehidupan baru melalui kebangkitan-Nya.

Kamis Putih

Kamis Putih, juga disebut Kamis Suci, merupakan awal dari Pekan Suci, berlangsung pada Kamis sebelum Paskah. Pada hari ini, umat mengenang Perjamuan Malam Terakhir yang dipimpin Yesus sebelum penyaliban. Ritual utama dalam ibadah Kamis Putih termasuk perayaan Ekaristi atau Perjamuan Kudus, dan beberapa gereja menambahkan tradisi mencuci kaki sebagai simbol pelayanan dan kerendahan hati, meniru tindakan Yesus kepada murid-murid-Nya. Momen ini mengingatkan umat akan nilai pelayanan dan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Jumat Agung

Jumat Agung adalah hari peringatan penyaliban dan kematian Yesus di Golgota, berlangsung Jumat sebelum Minggu Paskah. Meski Alkitab tidak mencatat secara eksplisit hari kematian-Nya, tradisi menyebut hari Jumat sebagai momen penyaliban. Beberapa analisis sejarah menempatkan peristiwa ini pada tahun 33 Masehi. Ibadah Jumat Agung biasanya diisi dengan doa, renungan, dan pembacaan kisah sengsara Yesus, menekankan pengorbanan-Nya demi keselamatan umat.

Hari Pentakosta

Hari Pentakosta, atau Minggu Putih, terjadi 50 hari setelah kebangkitan Yesus. Hari ini memperingati turunnya Roh Kudus kepada para rasul di Yerusalem, sesuai janji Yesus sebelum kenaikan-Nya ke surga. Peristiwa Pentakosta menandai awal pertobatan banyak jiwa dan terbentuknya gereja mula-mula. Momen ini menjadi titik penting dalam kalender liturgi Kristen, menegaskan kelahiran gereja dan peran Roh Kudus dalam membimbing umat percaya.

 

FAQ Seputar Topik

Apa itu Paskah?

Paskah adalah perayaan terpenting dalam tahun liturgi gerejawi Kristen yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, tiga hari setelah penyaliban-Nya.

Kapan Paskah dirayakan setiap tahunnya?

Paskah dirayakan pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama yang terjadi pada atau setelah ekuinoks musim semi (21 Maret), sehingga tanggalnya bervariasi antara 22 Maret hingga 25 April.

Apa saja simbol Paskah yang umum?

Simbol Paskah yang umum meliputi telur Paskah yang melambangkan kehidupan baru, kelinci Paskah sebagai simbol kesuburan, roti dan anggur sebagai pengorbanan Yesus, serta lilin Paskah sebagai terang.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6