Liputan6.com, Jakarta - Puasa Nyepi menjadi salah satu tradisi spiritual yang unik dan penuh makna bagi umat Hindu. Perlu diketahui, Hari Raya Nyepi, sebuah perayaan besar keagamaan bagi umat Hindu di Indonesia, selalu menjadi momen yang dinanti dengan kekhusyukan dan keunikan tersendiri. Diperingati setiap Tahun Baru Saka yang jatuh pada penanggalan Apisan Sasi Kedasa, Nyepi secara etimologi berarti sunyi.
Pada tahun 2026 ini, Hari Raya Nyepi jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Perayaan nyepi dilakukan dengan serangkaian ritual, salah satunya berpuasa selama 24 jam, yang bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan sebuah perjalanan spiritual mendalam.Â
Pesan untuk menyucikan diri yang begitu kuat ada dalam rangkaian upacara puasa. Berikut selengkapnya tentang fakta-fakta puasa nyepi 24 jam bagi umat Hindu, sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (19/3/2026).
Advertisement
Mengenal Puasa Nyepi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534846/original/084445400_1773896328-krisna-yuda-14epUPfSse4-unsplash.jpg)
Puasa Nyepi adalah praktik menahan diri dari makan dan minum selama 24 jam penuh, yang dimulai dari pukul 06.00 pagi pada Hari Raya Nyepi hingga pukul 06.00 pagi keesokan harinya. Namun, esensi puasa ini tidak hanya sebatas aspek fisik, melainkan juga sebagai latihan pengendalian diri untuk menyucikan tubuh, pikiran, dan jiwa. Selama periode ini, umat Hindu dianjurkan untuk bermeditasi dan berdoa guna mempererat hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta. Mereka menghindari segala bentuk aktivitas duniawi yang dapat mengganggu ketenangan batin dan refleksi diri.
Istilah "Nyepi" sendiri berasal dari kata "sepi", yang berarti sunyi atau hening. Hari ini dijadikan momen untuk merenung, membersihkan diri, dan menghindari segala bentuk gangguan duniawi. Umat Hindu percaya bahwa dengan menjalankan Nyepi, mereka dapat mengusir energi negatif dan memulai tahun yang baru dengan pikiran yang lebih jernih dan hati yang bersih.Â
Puasa dalam ajaran Hindu, atau yang dikenal sebagai Upawasa (dari kata Sansekerta upa yang berarti dekat dan wasa yang berarti Tuhan Yang Maha Kuasa), memiliki tujuan utama untuk mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ini dilakukan dengan tidak makan dan tidak minum, serta mengendalikan Panca Indera, hawa nafsu, pikiran, dan keinginan.
Advertisement
Tata Cara Puasa Nyepi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534847/original/086879900_1773896328-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___3_.jpg)
Tata Cara Puasa Nyepi:
- Puasa dilakukan selama 24 jam, mulai pukul 06.00 pagi hingga 06.00 pagi keesokan harinya.Â
- Selama perayaan Nyepi, umat Hindu diwajibkan untuk berpuasa selama 24 jam penuh. Ini berarti mereka tidak boleh makan dan minum selama hari tersebut.
- Setelah berakhirnya puasa nyepi, Ngembak Geni. Pada hari ini, masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa. Selain itu, saudara hingga kerabat saling berkunjung dan meminta maaf.
Puasa Nyepi berlandaskan pada empat pantangan utama yang dikenal sebagai Catur Brata Penyepian. Keempat pantangan ini wajib ditaati selama 24 jam penuh, dimulai dari pukul 06.00 pagi hingga 06.00 pagi keesokan harinya.
- Amati Geni (Tidak Menyalakan Api): Ini berarti tidak menyalakan api atau cahaya, termasuk penggunaan listrik dan alat elektronik. Api dalam filosofi Hindu melambangkan emosi negatif seperti amarah dan keserakahan. Dengan menahan diri dari penggunaan api, umat diajak untuk meredam hawa nafsu dan pikiran buruk, serta membersihkan diri dari hawa nafsu.
- Amati Karya (Tidak Bekerja): Umat Hindu dilarang melakukan pekerjaan atau aktivitas fisik yang bersifat duniawi. Tujuannya adalah agar umat dapat fokus pada perenungan diri tanpa terganggu oleh urusan material. Ini adalah waktu untuk introspeksi diri atas segala tindakan yang telah dilakukan.
- Amati Lelungan (Tidak Bepergian): Pantangan ini mewajibkan umat Hindu untuk tetap berada di rumah dan tidak bepergian ke luar. Hal ini bertujuan agar umat dapat fokus beribadah, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan menenangkan pikiran untuk mencapai introspeksi yang lebih dalam.
- Amati Lelanguan (Tidak Menikmati Hiburan atau Kesenangan Duniawi): Ini mencakup larangan untuk bersenang-senang, termasuk tidak makan dan minum, menonton televisi, mendengarkan musik, atau melakukan kegiatan hiburan lainnya. Tujuan dari pantangan ini adalah untuk menjaga kesederhanaan dan kekhusyukan dalam beribadah, serta melatih batin untuk mencapai produktivitas rohani yang tinggi
Â
Tujuan Puasa Nyepi Bagi Umat Hindu
![[Fimela] Nyepi](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/sBUleRk--vDiqM2guWhZcMWpFA8=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2745299/original/015795100_1551878048-christine-wehrmeier-1253264-unsplash.jpg)
Tujuan utama dari Puasa Nyepi bagi Umat Hindu adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/mikrokosmos) dan Bhuana Agung (alam semesta/makrokosmos). Ini adalah momen untuk introspeksi diri, pemurnian, serta penghormatan terhadap alam semesta.
Secara lebih rinci, beberapa tujuan penting dari Puasa Nyepi meliputi:
- Penyucian Diri dan Alam: Nyepi dimaknai sebagai waktu untuk membersihkan diri dari sifat-sifat negatif serta membangun kembali keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Ini adalah upaya nyata untuk mengendalikan diri, menahan diri dari hura-hura, foya-foya, dan perilaku angkuh.
- Introspeksi dan Refleksi Diri: Selama 24 jam hening, umat Hindu diberikan kesempatan untuk merenungkan kembali segala perilaku yang telah diperbuat selama setahun, mengevaluasi diri, dan memperbaiki kesalahan. Ini adalah hari yang sangat baik untuk menegakkan diri yang sejati dan mengingat hakikat kebenaran.
- Pengendalian Diri dan Hawa Nafsu: Melalui Catur Brata Penyepian, umat Hindu melatih diri untuk mengendalikan hawa nafsu, emosi negatif, dan keinginan duniawi. Puasa ini mengajarkan kesederhanaan dan tidak berlebihan dalam hidup.
- Harmonisasi dengan Alam Semesta: Dengan menghentikan aktivitas fisik dan menciptakan keheningan total, masyarakat memberikan waktu bagi alam untuk beristirahat dan memulihkan diri. Ini mencerminkan filosofi Tri Hita Karana, yaitu menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam.
- Mencapai Ketenangan Batin dan Spiritual: Suasana sunyi dan hening yang tercipta selama Nyepi memungkinkan setiap individu untuk mencari keselarasan dan ketenangan dalam diri mereka sendiri. Ini adalah ritual yang dapat membawa kedamaian dan pencerahan dalam diri.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa itu Puasa Nyepi?
Puasa Nyepi adalah praktik menahan diri dari makan dan minum selama 24 jam penuh, dari pukul 06.00 pagi hingga pukul 06.00 pagi keesokan harinya, sebagai bagian dari perayaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu.
2. Kapan Hari Raya Nyepi 2026 dirayakan?
Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada tahun 2026 jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026.
3. Apa saja empat pantangan utama dalam Puasa Nyepi (Catur Brata Penyepian)?
Empat pantangan utama adalah Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak menikmati hiburan atau kesenangan duniawi).
4. Apa tujuan utama umat Hindu menjalankan Puasa Nyepi?
Tujuan utamanya adalah untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta), melakukan introspeksi diri, mengendalikan hawa nafsu, serta mencapai ketenangan batin dan spiritual.
3. Apa tujuan utama Nyepi?
Untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan melakukan refleksi diri.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534839/original/010262400_1773895544-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3950393/original/057595700_1646208169-082678100_1426958148-nyepi_bali2__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534837/original/098432000_1773895500-9a43a4a2-6bc0-44eb-8d24-9b5dfb0cdd63.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534824/original/030165700_1773894649-Ogoh-Ogoh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534818/original/000966300_1773894528-cfd6c43a-bae8-40dd-b1ac-689d06d7341b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532000/original/039167700_1773639265-Wagub_Maluku.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534573/original/011948100_1773839971-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4363433/original/047827100_1679158154-6604581.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534515/original/017302700_1773829930-1000265414.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532704/original/009221600_1773668422-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534491/original/063993300_1773827595-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_16.18.09.jpeg)