Liputan6.com, Jakarta - Sampah plastik merupakan salah satu masalah lingkungan paling serius yang dihadapi oleh hampir seluruh negara, termasuk Indonesia. Setiap tahunnya, produksi sampah plastik bisa mencapai jutaan ton dan sebagian besar berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), atau bahkan mencemari sungai dan lautan.
Di tengah krisis lingkungan ini, sekelompok pemuda yang tergabung dalam Komunitas Sampah Modern dan Terorganisir (Samosir) melakukan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi paving blok yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis tinggi.
Komunitas ini berhasil mengatasi masalah sampah di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dan mengubahnya menjadi barang yang lebih bermanfaat. Lalu, bagaimana cara pengolahan sampah itu sendiri? Simak ulasannya, Selasa (24/2/2026).
Advertisement
1. Pengumpulan dan Pemilahan Sampah Plastik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493152/original/054843800_1770196112-Penempatan_Tempat_Sampah_di_Rumah.jpg)
Seorang penggiat Samosir, Mohamad Yusuf Vira alias Ucup, menuturkan bahwa awalnya ia dan rekannya secara langsung turun ke lapangan mendatangi rumah-rumah warga untuk memberi edukasi sekaligus membagikan kantong khusus untuk memisahkan sampah organik dan anorganik.
“Kami mulai dari hal kecil. Kalau dari rumah sudah dipilah, pengelolaannya jadi jauh lebih mudah. Untuk saat ini fokus kami ke (pembuatan) paving block dan asbak karena pasarnya sudah terbentuk,” kata Ucup.
Kualitas paving blok yang dihasilkan sendiri sangat bergantung pada kualitas bahan baku. Tahap pengumpulan dan pemilahan adalah fondasi dari seluruh proses produksi. Maka dari itu, proses memilah limbah plastik sebelum diolah menjadi hal yang sangat krusial.
- Sortir Sampah Berdasarkan Jenis
Pisahkan plastik berdasarkan kode daur ulangnya. Gunakan wadah atau karung berbeda untuk masing-masing jenis. Letakkan label pada setiap wadah agar proses penyortiran lebih teratur dan mudah dilakukan oleh berbagai orang.
- Pemisahan Berdasarkan Warna
Warna plastik akan mempengaruhi tampilan akhir paving blok. Plastik berwarna gelap (hitam, abu-abu) menghasilkan paving blok berwarna gelap, sedangkan campuran warna menghasilkan efek marmer yang unik. Jika menginginkan produk dengan warna tertentu, pisahkan plastik berwarna terang dari yang gelap.
- Membuang Kontaminan
Pisahkan dan buang plastik yang sudah bercampur dengan bahan lain seperti logam, karet, atau kertas yang tidak bisa dipisahkan. Kontaminan ini dapat merusak mesin dan menurunkan kualitas produk akhir.
"Bahan plastik itu bisa peralatan dapur bekas bahan plastik, wadah sabun, ember rusak dan lainnya. Untuk sampah organiknya diolah untuk jadi pupuk kompos," kata Ucup.
Advertisement
2. Proses Pencucian dan Pencacahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511920/original/071409100_1771920819-Pengolahan_Limbah.jpeg)
Sampah plastik yang kotor akan mengganggu proses peleburan dan menurunkan kualitas paving blok. Pencucian yang baik adalah kunci untuk mendapatkan hasil optimal.
- Masukkan plastik ke dalam bak berisi air sabun atau larutan detergen selama 15–30 menit. Untuk skala kecil, gunakan sikat keras untuk menggosok permukaan plastik yang masih kotor. Untuk skala yang lebih besar, dapat menggunakan mesin cuci plastik berupa drum berputar yang dilengkapi air dan detergen.
- Bilas plastik minimal dua kali dengan air bersih untuk memastikan tidak ada sisa detergen yang tertinggal.
- Setelah dicuci, plastik harus dikeringkan secara menyeluruh sebelum masuk ke proses selanjutnya dengan dijemur di bawah matahari atau menggunakan mesin pengering.
Plastik yang sudah bersih dan kering perlu diperkecil ukurannya agar proses peleburan berlangsung lebih cepat, merata, dan efisien. Proses dilakukan dengan menggunakan mesin pencacah. Serpihan plastik dengan ukuran 1–3 cm persegi adalah yang paling ideal.
3. Proses Peleburan Plastik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511921/original/042080500_1771920820-Screenshot__3486_.jpg)
Peleburan plastik harus dilakukan dengan kontrol suhu yang ketat untuk menghasilkan lelehan yang homogen tanpa menghasilkan asap beracun. Panaskan wadah pelebur secara perlahan hingga mencapai suhu sekitar 80–100°C.
Masukkan serpihan plastik secara bertahap, sedikit demi sedikit. Memasukkan terlalu banyak sekaligus dapat menyebabkan suhu turun drastis dan proses peleburan menjadi tidak merata. Isi wadah sekitar 70–80% kapasitasnya untuk mencegah tumpahan saat diaduk.
Aduk lelehan setiap 3–5 menit untuk memastikan panas terdistribusi merata ke seluruh bagian. Adukan yang baik menghasilkan lelehan yang halus, mengkilap, dan bebas gumpalan.
4. Pencetakan Paving Blok
Setelah plastik meleleh sempurna dan homogen, saatnya proses pencetakan dilakukan dengan cepat dan presisi sebelum lelehan mengeras. Cetakan (mold) paving blok dapat dibuat dari baja, besi cor, atau aluminium.
Ketebalan dinding cetakan minimal 5 mm agar tidak mudah penyok atau berubah bentuk akibat tekanan dan panas lelehan plastik. Bentuk cetakan bisa berupa persegi panjang standar, heksagonal, atau bentuk dekoratif lainnya sesuai kebutuhan.
Setelah cetakan dibuka usai menunggu 15 menit, paving blok yang masih panas (sekitar 80–100°C) harus diletakkan di atas permukaan rata yang tidak menyerap panas, seperti pelat baja atau meja beton, agar bagian bawahnya mendingin merata. Setelah itu baru dilakukan finishing dan uji kelayakan.
Advertisement
Kekuatan dan ketahanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511922/original/005483400_1771920821-Screenshot__3485_.jpg)
Ucup menuturkan, paving block berbahan plastik ini memiliki keunggulan dari sisi kekuatan dan ketahanan. Daya tekannya telah diuji dan hasilnya tidak mudah pecah. “Paving block kami pernah dipakai untuk garasi kendaraan militer, termasuk kendaraan besar,” ungkapnya.
Selain berhasil mengubah limbah jadi barang bernilai ekonomis, langkah yang dilakukan Ucup bersama rekan-rekan Samosir juga memberikan dampak lingkungan di sekitar desa.
“Sampah itu bukan akhir. Kalau dikelola, justru bisa jadi awal,” tutup Ucup.
Perubahan nyata perlahan mulai terlihat di Desa Balun. Warga semakin jarang membuang sampah sembarangan, saluran air yang dulu kerap tersumbat kini lebih lancar, dan genangan air saat hujan deras berangsur berkurang.
FAQ
- Apa itu paving blok dari sampah plastik? Paving blok dari sampah plastik adalah produk konstruksi yang dibuat dengan mencairkan dan mencetak limbah plastik menjadi bahan bangunan yang kuat.
- Jenis plastik apa yang bisa digunakan untuk membuat paving blok? Plastik jenis PET, HDPE, dan LDPE paling umum digunakan karena mudah dilelehkan dan dibentuk.
- Bagaimana cara mengolah sampah plastik jadi paving blok? Sampah plastik dibersihkan, dicacah, dilelehkan, lalu dicetak menggunakan cetakan paving sebelum didinginkan.
- Apakah paving blok dari plastik kuat dan tahan lama? Ya, paving blok plastik cukup kuat, tahan air, dan lebih tahan terhadap retak dibanding paving konvensional.
- Apakah perlu campuran bahan lain selain plastik? Beberapa metode menambahkan pasir atau bahan penguat agar hasilnya lebih kokoh dan stabil.
- Apakah proses pembuatannya ramah lingkungan? Proses ini membantu mengurangi limbah plastik, tetapi tetap perlu pengolahan suhu yang tepat agar tidak menghasilkan asap berbahaya.
- Apakah paving blok dari plastik aman digunakan untuk jalan? Paving blok plastik aman digunakan untuk area pejalan kaki dan halaman jika diproduksi sesuai standar kekuatan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380981/original/046199200_1760441878-klaim_link_magang_kemnaker.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299864/original/085658400_1784277079-pupuk_subsidi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511905/original/073934900_1771920097-Pengolahan_Limba.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295935/original/031909000_1783995386-063_2285696199.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4256899/original/040579900_1670717208-Inggris_vs_Prancis_di_Laga_Perempat_Final_Piala_Dunia_2022-AP__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4205869/original/033832800_1666872124-000_32G277K.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4682019/original/069510400_1702289989-20231211-Javier_Milei-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298217/original/010036300_1784154923-Argentina_s_Lautaro_Martinez_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297036/original/087342800_1784067028-fran2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299157/original/011157800_1784196356-prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299934/original/041038100_1784279853-cincin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299908/original/050735200_1784278434-000_B8U93QE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5103911/original/019441200_1737500040-WhatsApp_Image_2025-01-22_at_05.31.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261248/original/013047800_1781692075-es_krim_HL.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260977/original/072951100_1781670942-hl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486478/original/094414700_1769588326-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557116/original/062571400_1776318735-Gemini_Generated_Image_5fzy8t5fzy8t5fzy.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259881/original/054877500_1781517542-HL_es.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271648/original/098569700_1603099779-cute-3284412_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6494760/original/020749400_1779352007-unnamed__19_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5213826/original/029001200_1746699397-WhatsApp_Image_2025-05-08_at_10.47.37.jpeg)