Liputan6.com, Jakarta - Pakaian yang terasa lengket akibat sisa deterjen tidak hanya menimbulkan rasa risih di kulit, tetapi juga berisiko memicu iritasi dan rasa gatal saat dikenakan sepanjang hari. Cara mengatasi baju lengket akibat sisa deterjen yang mengering bisa dilakukan dengan memahami penyebab utamanya agar kenyamanan pakaian kembali terjaga. Sisa deterjen yang menempel pada serat kain seringkali membuat pakaian terasa lengket dan kaku, sehingga memerlukan penanganan khusus untuk membersihkannya secara efektif.
Selain itu, penumpukan sisa deterjen sering kali terjadi akibat takaran yang berlebihan atau proses pembilasan yang kurang maksimal. Berbagai metode sederhana berikut dapat diterapkan untuk mengembalikan kelembutan pakaian yang bisa ditemukan dalam artikel Liputan6.com di bawah ini.
1. Bilas dengan Air Hangat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490147/original/078149400_1770000288-unnamed__2_.jpg)
Langkah pertama dalam mengatasi baju lengket karena sisa deterjen adalah dengan memanfaatkan air hangat. Air hangat memiliki kemampuan yang jauh lebih baik dalam melarutkan gumpalan deterjen yang sudah mengeras di serat kain. Suhu panas yang moderat akan membuka pori-pori kain sehingga sisa sabun yang terjebak di dalamnya bisa lepas dengan lebih mudah.
Pastikan untuk memeriksa label perawatan pakaian terlebih dahulu agar suhu air tidak merusak elastisitas bahan. Proses pembilasan dengan air hangat ini akan membuat serat kain kembali lemas dan terbebas dari sisa kimia yang tertinggal.
Â
2. Gunakan Rendaman Cuka Putih
Cuka putih dikenal sebagai bahan alami yang sangat ampuh untuk menetralkan sifat basa pada deterjen yang menyebabkan rasa lengket. Cairan ini bekerja dengan cara memecah ikatan mineral dan residu sabun yang menempel kuat pada permukaan baju.
Caranya cukup mudah yaitu campurkan setengah cangkir cuka ke dalam wadah berisi air, lalu rendam pakaian selama sekitar tiga puluh menit. Setelah itu, bilas kembali pakaian dengan air bersih hingga aroma asam cuka hilang sepenuhnya dan pakaian terasa jauh lebih lembut.
Â
3. Cuci Ulang Tanpa Deterjen
Seringkali pakaian terasa lengket hanya karena proses pembilasan sebelumnya kurang maksimal atau mesin cuci terlalu penuh. Menjalankan siklus pencucian ulang tanpa tambahan sabun sama sekali adalah cara efektif untuk membuang sisa buih yang masih tertinggal.
Biarkan mesin bekerja dengan volume air yang cukup agar sisa deterjen benar-benar larut dan terbawa keluar bersama air pembuangan. Langkah ini sangat disarankan untuk memastikan tidak ada penumpukan zat kimia yang berisiko merusak warna pakaian.
Advertisement
4. Tambahkan Baking Soda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475615/original/015213000_1768633017-lap_dapur_dicuci.jpg)
Langkah selanjutnya yaitu menggunakan baking soda. Baking soda atau soda kue berfungsi sebagai agen pembersih tambahan yang mampu mengangkat sisa deterjen hingga ke tingkat molekuler. Bahan ini sangat aman digunakan untuk berbagai jenis kain dan efektif mengembalikan kesegaran baju yang kaku.
Cara menggunakannya simpel yaitu taburkan sedikit baking soda pada air rendaman saat melakukan cuci ulang untuk membantu proses detoksifikasi serat kain. Selain menghilangkan tekstur lengket, penggunaan bahan ini juga bisa membantu menghilangkan bau apek pakaian akibat deterjen yang tidak terbilas sempurna.
Â
5. Hindari Penggunaan Mesin Pengering
Memasukkan baju yang masih lengket ke dalam mesin pengering bersuhu tinggi dapat memperburuk keadaan karena suhu panas akan mengunci residu sabun secara permanen. Hal ini justru akan membuat pakaian terasa semakin kasar dan sulit untuk dibersihkan pada pencucian berikutnya.
Pilihan terbaik adalah menjemur pakaian secara manual di bawah sinar matahari atau di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Jika tekstur lengket masih terasa saat baju basah, sebaiknya ulangi proses pembilasan sebelum menjemurnya hingga benar-benar kering.
Pertanyaan Umum tentang Topik
1. Mengapa baju tetap terasa lengket padahal sudah dibilas berkali-kali?
Penyebab utamanya adalah penggunaan deterjen yang melebihi takaran atau kapasitas mesin cuci yang terlalu penuh. Ketika pakaian terlalu banyak, air tidak dapat mengalir bebas di antara serat kain sehingga busa deterjen terjebak di dalam dan gagal terbuang saat proses pembilasan. Cara mengatasinya yaitu dengan memberikan ruang gerak yang cukup di dalam tabung mesin cuci.
2. Apakah cuka putih aman digunakan untuk semua jenis bahan pakaian?
Secara umum, cuka putih aman untuk sebagian besar kain seperti katun dan sintetis karena tingkat keasamannya yang ringan. Namun, untuk bahan yang sangat sensitif seperti sutra atau wol, sebaiknya lakukan uji coba pada bagian kecil yang tersembunyi terlebih dahulu. Penggunaan cuka sangat efektif untuk melarutkan sisa kimia tanpa merusak serat jika dicampur dengan air dalam perbandingan yang tepat.
3. Berapa lama waktu ideal merendam baju untuk menghilangkan residu deterjen?
Waktu perendaman yang disarankan adalah sekitar 30 - 60 menit menggunakan larutan air hangat atau campuran cuka. Durasi ini sudah cukup untuk memecah residu sabun yang membandel tanpa risiko merusak warna pakaian. Jangan merendam terlalu lama hingga berjam-jam karena air yang mulai dingin dan kotor justru dapat menimbulkan bau apek pada cucian.
4. Dapatkah baking soda digunakan bersamaan dengan deterjen saat mencuci?
Ya, baking soda bisa ditambahkan sejak awal pencucian untuk membantu kinerja deterjen sekaligus mencegah penumpukan residu. Baking soda berfungsi mengatur kadar keasaman air sehingga sabun lebih mudah dibilas dan tidak meninggalkan kesan licin atau lengket.Â
5. Bagaimana cara mengetahui kalau sisa deterjen sudah benar-benar hilang?
Cara termudah adalah dengan meraba tekstur kain saat masih basah. Apabila pakaian tidak terasa licin atau berlendir artinya residu sudah berkurang. Selain itu, pastikan tidak ada lagi gelembung atau buih kecil yang muncul ke permukaan air saat baju diperas di dalam air bersih.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3923461/original/ACg8ocLAePyHM4ktNNjVGCkbzP1ayB9wVyJVCu6KhlRUjokBaJirQBUF%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499726/original/080967900_1770793168-Gemini_Generated_Image_7ozwtn7ozwtn7ozw.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860527/original/082452700_1734048766-pexels-david-kanigan-239927285-29558894.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7604878/original/030875700_1780389181-515984220213883969.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490145/original/051203500_1770000288-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537090/original/083293900_1774409540-Membilas_air.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537100/original/006519000_1774409719-Membersihkan_noda_minyak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486852/original/038973400_1769615421-f98e829e-7aab-46c1-b6a5-8bfa23ace91d.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5529991/original/047862000_1773388791-Noda_saus_di_taplak_meja.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530138/original/063173800_1773392708-Cara_Membersihkan_Panci_Bekas_Opor_Ayam_Setelah_Lebaran_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3927932/original/063222800_1644369164-jullliia--klXLE03szU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5492461/original/078972600_1770175497-membersihkan_mesin_cuci.jpg)