Cara Fermentasi Media Budidaya Belut dari Persiapan Bahan sampai Penggunaan di Kolam

Anda sebaiknya sudah memahami cara fermentasi media budidaya belut sebelum mulai ternak ikan satu ini. Pasalnya fermentasi berpotensi meningkatkan hasil panen

Diterbitkan 04 Februari 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya belut di kolam terpal atau kolam tanah membutuhkan persiapan media yang matang agar belut bisa tumbuh optimal. Salah satu tahapan penting yang sering diabaikan pemula adalah cara fermentasi media budidaya belut sebelum benih ditebar.

Fermentasi media sendiri adalah proses penguraian bahan organik menggunakan bantuan mikroba baik. Tujuannya untuk melunakkan bahan, menekan bakteri patogen, serta menciptakan lumpur hidup yang menjadi habitat alami belut.

Dengan fermentasi yang tepat seperti yang telah dirangkum Liputan6.com, Rabu (4/2/2026) berikut, media kolam menjadi lebih aman, tidak panas, dan mendukung pertumbuhan belut sejak awal pemeliharaan.

Komposisi Media Budidaya Belut untuk Difermentasi

Agar fermentasi berjalan optimal, Anda perlu menyiapkan komposisi media yang seimbang. Media ini akan menjadi dasar kolam sekaligus tempat belut bersembunyi dan mencari pakan alami.

Jerami padi kering

Jerami berfungsi sebagai sumber karbon organik utama dalam media budidaya belut. Kandungan selulosa dan lignin pada jerami akan terurai secara bertahap selama proses fermentasi, menghasilkan substrat yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme pengurai. Secara teknis, jerami digunakan sebanyak ±30–40 persen dari total volume media dan harus dalam kondisi kering serta bebas jamur.

Lumpur sawah

Lumpur digunakan sekitar 40–50 persen dari total media. Pilih lumpur yang tidak tercemar bahan kimia. Tekstur lumpur membantu belut bergerak dengan nyaman serta menjaga kelembapan kolam. Journals Urbino University menjelaskan bahwa belut harus menggunakan lumpur sawah, bukan tanah berpasir, karena pasir tidak mampu menyimpan nutrisi dan cepat memadat.

Air bersih

Air berperan sebagai medium reaksi biologis selama fermentasi. Kadar air ideal adalah kondisi lembap, bukan tergenang. Air yang berlebihan akan menghambat proses fermentasi anaerob, sedangkan media yang terlalu kering menyebabkan mikroorganisme tidak aktif.

Bahan tambahan organik

Dedak halus atau pupuk NPK dosis rendah dapat ditambahkan sebagai sumber nutrisi tambahan bagi mikroba. Dedak halus atau kotoran ternak yang sudah matang bisa ditambahkan sekitar 5–10 persen untuk memperkaya nutrisi dan mempercepat aktivitas mikroba.. 

Langkah-Langkah Fermentasi Media Ternak Belut

Setelah semua bahan tersedia, proses fermentasi perlu dilakukan secara bertahap agar hasilnya maksimal dan aman bagi belut.

1. Pembuatan larutan mikroorganisme

Starter fermentasi dibuat dari EM4 perikanan yang dicampur air dan sumber energi mikroba. Dosis teknis yang digunakan adalah sekitar 250 ml larutan mikroorganisme untuk satu kolam kecil atau media ±1 meter persegi.

2. Penyusunan dan pencampuran media

Jerami disusun terlebih dahulu sebagai lapisan dasar, kemudian ditutup lumpur sawah secara merata. Setiap lapisan disiram larutan mikroorganisme agar fermentasi terjadi menyeluruh, bukan hanya di permukaan. Proses pencampuran tidak boleh terlalu padat.

3. Proses pemeraman

Media yang telah disusun kemudian ditutup rapat menggunakan terpal untuk menciptakan kondisi minim oksigen. Fermentasi berlangsung selama 14–30 hari, tergantung suhu lingkungan. Selama periode ini, terjadi peningkatan suhu akibat aktivitas mikroba, kemudian suhu akan turun kembali sebagai tanda media mulai matang.

4. Indikator kematangan media

Media hasil fermentasi yang siap digunakan memiliki ciri tekstur lunak saat diremas, berwarna cokelat gelap kehitaman, dan berbau tanah segar.

5. Pengkondisian kolam sebelum tebar benih

Setelah media dimasukkan ke kolam, air ditambahkan setinggi 5–10 cm dan dibiarkan selama 2–3 hari. Beberapa pembudidaya menanam padi di kolam untuk menstimulasi pertumbuhan plankton alami, menyerupai kondisi sawah atau rawa. Praktik ini dinilai efektif karena plankton menjadi pakan alami awal bagi belut dan membantu menjaga keseimbangan ekosistem kolam.

Penggunaan Media Tanam Hasil Fermentasi

Media yang telah difermentasi tidak boleh langsung digunakan tanpa pengecekan. Tahap ini penting agar belut tidak stres saat ditebar.

Media hasil fermentasi sebaiknya diratakan di dasar kolam dengan ketebalan 20–30 cm. Tambahkan air perlahan hingga ketinggian air sekitar 5–10 cm di atas permukaan media. Biarkan kolam selama 2–3 hari agar gas sisa fermentasi benar-benar hilang sebelum benih belut dimasukkan.

Selama masa pemeliharaan, media tidak perlu sering diganti. Anda cukup menambahkan air bila menyusut dan menjaga agar tidak ada sisa pakan menumpuk berlebihan. Bila bau mulai tercium tajam, sebagian media bisa diangkat dan diganti dengan media fermentasi baru agar kualitas kolam tetap stabil.

Pertanyaan Seputar Media Ternak Belut

Berapa pH air yang bagus untuk belut?

pH air yang ideal untuk budidaya belut berada di kisaran 6,5–7,5. Rentang ini mendukung aktivitas metabolisme belut serta menjaga mikroorganisme baik tetap aktif. 

Apa makanan belut agar cepat besar?

Belut tumbuh optimal dengan pakan berprotein tinggi seperti cacing tanah, keong, bekicot cincang, ikan rucah, dan pelet khusus belut.

Berapa lama budidaya belut sampai panen?

Budidaya belut umumnya membutuhkan waktu 3–6 bulan hingga panen, tergantung ukuran awal benih, kualitas pakan, dan kondisi media pemeliharaan.

Apa fungsi EM4 untuk belut?

EM4 berfungsi menguraikan sisa pakan dan kotoran, menekan amonia, serta menjaga kualitas media agar tetap stabil dan tidak berbau.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6