8 Tanaman Air Alternatif Pakan Ternak, Hemat Biaya untuk Pemula

Panduan lengkap tanaman air sebagai alternatif pakan ternak yang murah, bergizi, mudah dibudidayakan, dan ramah biaya.

Diterbitkan 28 Januari 2026, 15:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanaman air alternatif pakan ternak menjadi topik yang semakin banyak dicari oleh peternak modern karena kebutuhan pakan terus meningkat sementara harga konsentrat dan hijauan darat cenderung naik dari waktu ke waktu, sehingga diperlukan solusi yang lebih hemat, mudah didapat, serta tetap mampu memenuhi kebutuhan nutrisi hewan ternak agar pertumbuhan dan produktivitasnya tetap terjaga secara optimal.

Pemanfaatan tanaman air sebagai pakan tambahan bukan hanya membantu menekan biaya produksi, tetapi juga memanfaatkan sumber daya alam yang sering dianggap gulma, padahal memiliki kandungan protein, serat, vitamin, dan mineral yang cukup baik jika diolah dan diberikan dengan cara yang tepat kepada ternak seperti sapi, kambing, ayam, bebek, maupun ikan.

1. Azolla

Azolla merupakan tanaman paku air yang mengapung di permukaan kolam atau sawah dan dikenal luas sebagai salah satu tanaman air dengan kandungan protein tinggi, bahkan bisa mencapai 20–30 persen, sehingga sangat potensial dijadikan sebagai alternatif pakan ternak untuk menunjang pertumbuhan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pakan pabrikan yang relatif mahal.

Selain kaya protein, azolla juga mengandung asam amino, mineral, serta vitamin yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh ternak, sehingga ketika diberikan secara rutin dalam porsi yang seimbang, ternak seperti ayam, bebek, ikan, hingga sapi dapat menunjukkan performa yang lebih baik baik dari segi bobot, kesehatan, maupun produktivitasnya.

Keunggulan lain dari azolla adalah kemudahan budidayanya karena cukup menggunakan kolam dangkal dengan air bersih dan sedikit pupuk organik, sehingga peternak rumahan pun dapat memproduksi pakan tambahan sendiri, memanen setiap beberapa hari, lalu mencampurkannya dengan pakan utama agar kebutuhan nutrisi ternak tetap terpenuhi secara konsisten.

2. Eceng Gondok

Eceng gondok sering dianggap sebagai gulma perairan yang mengganggu, padahal tanaman ini sebenarnya memiliki potensi besar sebagai pakan alternatif ternak karena kandungan serat dan mineralnya cukup baik untuk mendukung sistem pencernaan hewan besar seperti sapi, kambing, dan kerbau.

Agar eceng gondok aman dikonsumsi ternak, bagian batang dan daunnya perlu dicacah halus lalu difermentasi terlebih dahulu supaya teksturnya lebih lunak dan mudah dicerna, sekaligus mengurangi kadar air berlebih yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan bila diberikan dalam kondisi segar tanpa pengolahan.

Dengan pemanfaatan yang tepat, eceng gondok dapat menjadi solusi pakan murah karena tumbuh sangat cepat di perairan, mudah diperoleh, dan jika dipadukan dengan hijauan lain serta konsentrat, mampu membantu peternak menjaga ketersediaan pakan sepanjang tahun tanpa biaya besar.

3. Duckweed (Lemna)

Duckweed atau lemna merupakan tanaman air kecil yang mengapung dan berkembang sangat cepat di kolam, parit, maupun sawah, sehingga sangat potensial dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk unggas dan ikan karena kandungan proteinnya cukup tinggi dibandingkan tanaman air lainnya.

Tanaman ini mudah dikonsumsi karena ukurannya kecil dan teksturnya lembut, sehingga cocok diberikan langsung pada ikan, bebek, dan ayam sebagai pakan tambahan yang membantu mempercepat pertumbuhan sekaligus menjaga kesehatan ternak secara alami.

Selain praktis, duckweed juga mudah dibudidayakan hanya dengan kolam dangkal dan air yang tidak tercemar, sehingga peternak dapat menghasilkan pakan sendiri dengan biaya minimal, sekaligus memanfaatkan lahan sempit agar tetap produktif dan mendukung keberlanjutan usaha ternak.

4. Kangkung Air

Kangkung air merupakan tanaman yang sangat familiar dan mudah tumbuh di lingkungan lembap seperti parit, rawa, atau kolam dangkal, sehingga sering dimanfaatkan sebagai hijauan segar alternatif pakan ternak karena mengandung vitamin, mineral, dan serat yang cukup baik.

Bagi ternak seperti kambing, kelinci, dan bebek, kangkung air bisa membantu memenuhi kebutuhan serat sekaligus menjaga nafsu makan, terutama ketika hijauan darat sulit diperoleh akibat musim kemarau atau keterbatasan lahan.

Pemberian kangkung air sebaiknya dicuci bersih lalu dicacah agar mudah dimakan ternak, kemudian dikombinasikan dengan pakan utama sehingga asupan nutrisi tetap seimbang dan tidak menimbulkan masalah pencernaan akibat konsumsi berlebihan.

5. Genjer

Genjer merupakan tanaman air yang banyak tumbuh di sawah dan rawa, serta memiliki kandungan serat, vitamin, dan mineral yang cukup baik untuk dijadikan sebagai pakan tambahan ternak agar kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi.

Tanaman ini sering dimanfaatkan untuk pakan itik, kambing, dan sapi karena mudah dikunyah serta membantu memperlancar sistem pencernaan, terutama jika diberikan dalam kondisi segar dan bersih dari lumpur maupun bahan kimia.

Dengan memanfaatkan genjer yang tumbuh alami, peternak dapat mengurangi ketergantungan pada pakan komersial, sekaligus memanfaatkan sumber daya sekitar yang murah dan mudah diperoleh untuk mendukung keberlanjutan usaha ternak.

6. Kiambang

Kiambang atau salvinia merupakan tanaman air mengapung yang mirip eceng gondok dalam versi kecil, dan memiliki potensi sebagai pakan alternatif karena kandungan serat serta mineralnya cukup baik bagi beberapa jenis ternak.

Kiambang dapat diberikan pada ikan, bebek, maupun kambing setelah dicuci bersih dan dicacah agar mudah dikonsumsi, sehingga pakan menjadi lebih variatif dan tidak hanya bergantung pada satu jenis hijauan saja.

Selain mudah diperoleh, kiambang juga tumbuh cepat di air tenang, sehingga peternak dapat memanfaatkannya sebagai cadangan pakan tambahan yang praktis, murah, dan mendukung efisiensi biaya produksi ternak.

7. Hydrilla

Hydrilla merupakan tanaman air tenggelam yang sering ditemukan di kolam, danau, atau saluran irigasi, serta mengandung mineral dan serat yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami terutama untuk ikan dan unggas air.

Tanaman ini membantu menciptakan pakan alami di kolam karena ikan dapat langsung memakannya, sehingga mengurangi kebutuhan pakan buatan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan tempat ternak dibudidayakan.

Dengan pengelolaan yang baik, hydrilla dapat menjadi bagian dari sistem pakan berkelanjutan yang memanfaatkan sumber daya alam sekitar secara optimal, sehingga peternak dapat menekan biaya tanpa mengorbankan kualitas nutrisi ternak.

Cara Aman Memberikan Tanaman Air kepada Hewan Ternak

Memberikan tanaman air sebagai pakan ternak memang menguntungkan, tetapi tetap harus dilakukan dengan cara yang aman supaya tidak menimbulkan gangguan pencernaan, keracunan, atau penurunan performa ternak. Prinsipnya, tanaman air berfungsi sebagai pakan tambahan, bukan pengganti total pakan utama.

Berikut panduan cara aman memberikan tanaman air kepada hewan ternak secara praktis dan bertahap:

1. Pilih Tanaman dari Sumber Air Bersih

Tanaman air sebaiknya diambil dari kolam, sawah, atau parit yang tidak tercemar pestisida, limbah rumah tangga, oli, atau bahan kimia lainnya, karena zat berbahaya dapat terserap ke jaringan tanaman dan berisiko menyebabkan gangguan kesehatan ternak jika dikonsumsi dalam jangka panjang, sehingga memastikan kualitas air menjadi langkah awal paling penting sebelum tanaman air dijadikan pakan.

2. Cuci dan Bersihkan Sebelum Digunakan

Tanaman air yang baru dipanen biasanya membawa lumpur, pasir, telur parasit, atau mikroba, sehingga perlu dicuci bersih dengan air mengalir agar lebih higienis, mengurangi bau, serta membuat ternak lebih mau mengonsumsinya tanpa risiko gangguan pencernaan akibat kotoran yang ikut termakan.

3. Cacah Sesuai Jenis Ternak

Untuk ternak besar seperti sapi dan kambing, tanaman air sebaiknya dicacah kecil agar mudah dikunyah dan dicerna, sedangkan untuk unggas atau ikan ukurannya perlu disesuaikan supaya tidak menyulitkan saat dimakan, sekaligus memudahkan pencampuran dengan pakan utama agar nutrisi tetap merata.

4. Lakukan Fermentasi Jika Diperlukan

Beberapa tanaman air seperti eceng gondok dan kiambang lebih aman jika difermentasi terlebih dahulu karena proses ini membantu melunakkan serat, menurunkan kadar air, mengurangi bau, serta meningkatkan kecernaan sehingga pakan menjadi lebih disukai ternak dan tidak mudah menimbulkan masalah pencernaan.

5. Berikan Secara Bertahap

Saat pertama kali digunakan, tanaman air jangan langsung diberikan dalam jumlah banyak, tetapi mulai dari porsi kecil lalu dinaikkan perlahan agar sistem pencernaan ternak bisa beradaptasi dan tidak mengalami kembung, diare, atau penurunan nafsu makan akibat perubahan pakan yang terlalu mendadak.

6. Campur dengan Pakan Utama

Tanaman air sebaiknya diberikan sebagai pakan tambahan yang dicampur dengan hijauan darat, dedak, atau konsentrat agar komposisi nutrisi tetap seimbang, sehingga ternak tetap memperoleh energi, protein, dan serat yang cukup untuk mendukung pertumbuhan maupun produksi.

7. Perhatikan Respons Ternak

Setelah pemberian, kondisi ternak perlu diamati, mulai dari nafsu makan, bentuk kotoran, hingga aktivitas harian, karena jika muncul tanda seperti mencret, lemas, atau enggan makan, dosis tanaman air sebaiknya dikurangi dan pakan dikembalikan ke komposisi semula sampai ternak kembali normal.

8. Jangan Menyimpan Terlalu Lama

Tanaman air memiliki kadar air tinggi sehingga mudah busuk, oleh karena itu sebaiknya diberikan dalam kondisi segar atau hasil fermentasi yang baik, dan pakan yang sudah berbau tajam, berlendir, atau berjamur harus dibuang agar tidak menyebabkan keracunan atau gangguan kesehatan pada ternak.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apakah tanaman air bisa menggantikan pakan utama ternak?

Tidak sepenuhnya, tanaman air sebaiknya digunakan sebagai pakan tambahan agar nutrisi tetap seimbang.

 

2. Tanaman air apa yang paling tinggi proteinnya?

Azolla dan duckweed termasuk yang memiliki kandungan protein paling tinggi.

 

3. Apakah tanaman air harus diolah dulu?

Sebagian perlu dicuci, dicacah, atau difermentasi agar lebih aman dan mudah dicerna.

 

4. Ternak apa saja yang cocok diberi tanaman air?

Sapi, kambing, ayam, bebek, kelinci, dan ikan bisa memanfaatkannya sebagai pakan tambahan.

 

5. Apakah tanaman air aman untuk jangka panjang?

Aman jika diberikan seimbang dan tidak menggantikan seluruh pakan utama.

 

6. Bisakah tanaman air dibudidayakan di rumah?

Bisa, cukup dengan kolam dangkal dan air bersih.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6