Liputan6.com, Jakarta - Kubis, atau yang akrab disebut kol, merupakan salah satu sayuran serbaguna yang kaya nutrisi dan banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Tanaman ini dikenal dapat diolah menjadi berbagai hidangan lezat, bahkan aman untuk disantap mentah sebagai lalapan.
Bagi para pemula yang tertarik untuk bercocok tanam, kubis menawarkan peluang menarik dengan dua metode budidaya utama: konvensional di tanah dan modern secara hidroponik.
Memilih metode tanam yang tepat menjadi kunci keberhasilan, mengingat masing-masing memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri.
Advertisement
Artikel Liputan6.com ini akan mengulas cara menanam kubis baik menggunakan metode tanah maupun hidroponik, lengkap dengan perbandingan mendalam untuk membantu pemula menentukan pilihan terbaik, Kamis (22/1/2026).
Cara Menanam Kubis Metode Tanah untuk Pemula
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480306/original/054893700_1769053553-unnamed__2_.jpg)
Menanam kubis di tanah adalah pendekatan tradisional yang mengandalkan media tanah sebagai fondasi utama pertumbuhan tanaman. Metode ini telah dipraktikkan secara turun-temurun dan terbukti efektif dalam menghasilkan panen kubis yang berkualitas.
Syarat Tumbuh Ideal
Kubis merupakan sayuran semusim yang umumnya tumbuh optimal di dataran tinggi, dengan ketinggian ideal antara 1000 hingga 3000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Meskipun demikian, beberapa varietas hibrida dapat beradaptasi di dataran rendah hingga 200 mdpl, asalkan ada perbedaan suhu signifikan antara siang dan malam. Tanaman ini tumbuh baik pada suhu 15–20 derajat Celcius.
Kubis membutuhkan tanah yang kaya nutrisi dan memiliki drainase yang baik untuk pertumbuhannya. Tanah subur dengan pH ideal berkisar antara 6 hingga 6,8 sangat disukai oleh tanaman kubis. Untuk penanaman di dataran rendah, pH tanah optimal sedikit berbeda, yaitu antara 5,5 hingga 6,5. Jenis tanah lempung berpasir atau tanah liat berpasir yang gembur dan mengandung bahan organik tinggi sangat direkomendasikan.
Persiapan Lahan
Langkah awal dalam persiapan lahan adalah membersihkan area tanam dari sisa akar, batu, dan sampah yang dapat mengganggu pertumbuhan. Pembersihan gulma juga krusial untuk mencegah persaingan nutrisi dan penyebaran penyakit yang mungkin terbawa tanah. Setelah bersih, tanah perlu digemburkan hingga kedalaman 30-40 cm, kemudian diangin-anginkan selama 5-7 hari untuk aerasi.
Apabila pH tanah kurang dari 5,5, disarankan untuk melakukan pengapuran dengan dolomit sebanyak 1,5 ton per hektar untuk menyeimbangkan keasaman. Selanjutnya, buat bedengan dengan lebar sekitar 1 meter dan tinggi 20-30 cm, serta jarak antar bedengan 25-30 cm untuk memastikan drainase yang baik. Pemupukan dasar dengan pupuk organik terfermentasi sempurna juga diperlukan untuk meningkatkan kesuburan lahan.
Persiapan Benih dan Penyemaian
Pemilihan benih adalah langkah penting; pastikan benih berasal dari varietas unggul dan telah bersertifikat untuk menjamin kualitas. Sebelum disemai, benih dapat direndam dalam air hangat selama 30 menit hingga 1 jam, lalu ditiriskan semalaman. Media persemaian dapat dibuat dari campuran tanah dan pupuk kandang halus dengan perbandingan 1:1.
Benih kemudian disemai di atas media tanam dan ditutup tipis hingga berkecambah, yang biasanya terjadi dalam 4-5 hari. Setelah semaian berumur 7-8 hari, bibit dapat dipindahkan ke polybag kecil atau bumbunan dari daun pisang untuk pertumbuhan awal yang lebih terarah.
Penanaman (Pindah Tanam)
Bibit kubis siap dipindahkan ke lahan setelah berusia sekitar satu bulan dari waktu sebar, atau ketika sudah memiliki 4-5 daun. Waktu pindah tanam yang ideal adalah sore hari atau saat cuaca berawan untuk mengurangi stres pada bibit akibat paparan sinar matahari langsung. Jarak tanam perlu diatur secara cermat, umumnya 70x50 cm atau 60x50 cm, untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil panen.
Saat menanam, letakkan bibit di dalam lubang tanam dan tutup kembali dengan tanah sembari dipadatkan agar bibit tidak rebah. Sirami dengan air secukupnya untuk menjaga kelembaban awal tanaman.
Perawatan
Penyiraman rutin sangat penting, setidaknya setiap hari atau minimal dua hari sekali, sebaiknya pada pagi atau sore hari. Pastikan tanah tetap lembab namun tidak tergenang air. Pemupukan susulan pertama dapat diberikan saat tanaman berumur dua minggu di kebun menggunakan pupuk buatan. Pemupukan selanjutnya dapat dilakukan setiap 10-15 hari sekali menggunakan pupuk KL, ZA, dan Urea dengan perbandingan 2:1:1.
Penyiangan gulma secara teratur juga krusial untuk menghindari persaingan nutrisi dengan tanaman kubis. Selain itu, pengendalian hama dan penyakit seperti busuk hitam (Xanthomonas campestris) dan ulat bulu bihar perlu dilakukan melalui pemusnahan tanaman terinfeksi, menjaga kebersihan lahan, rotasi tanaman, dan aplikasi bakterisida jika diperlukan.
Panen
Sebagian besar varietas kubis umumnya siap panen dalam rentang waktu 75 hingga 88 hari setelah tanam. Namun, ada juga varietas yang bisa dipanen lebih cepat, sekitar 60-90 hari, atau bahkan lebih lama hingga 105 hari tergantung varietas dan kondisi. Pemanenan dilakukan saat kepala kubis sudah padat dan ukurannya optimal, biasanya dengan memotong bagian pangkal batang.
Advertisement
Cara Menanam Kubis Metode Hidroponik untuk Pemula
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480307/original/006876700_1769053554-unnamed__3_.jpg)
Hidroponik menawarkan alternatif modern dalam budidaya kubis, di mana air menjadi media utama pengganti tanah, dengan nutrisi terlarut di dalamnya. Metode ini semakin populer karena berbagai keunggulan yang ditawarkannya, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan lahan.
Keuntungan Hidroponik untuk Kubis
Hidroponik menawarkan solusi bagi keterbatasan lahan, memungkinkan penanaman di area sempit seperti balkon atau secara vertikal. Metode ini juga dikenal dapat mempercepat pertumbuhan tanaman karena nutrisi disalurkan langsung ke akar. Selain itu, hidroponik dapat menghemat penggunaan air secara signifikan karena sistemnya yang mendaur ulang. Lingkungan tanam yang terkontrol dalam hidroponik juga mengurangi risiko serangan hama dan penyakit yang berasal dari tanah, sehingga meminimalkan kebutuhan pestisida.
Kekurangan Hidroponik
Meskipun demikian, ada beberapa kekurangan. Biaya awal untuk peralatan hidroponik seperti pompa, pipa, dan larutan nutrisi cenderung lebih tinggi. Metode ini juga memerlukan pengetahuan khusus dan kontrol ketat terhadap parameter seperti pH dan konsentrasi nutrisi. Ketergantungan pada listrik untuk pompa dan aerator juga menjadi pertimbangan.
Langkah-langkah Menanam Kubis Hidroponik
Langkah pertama adalah memilih varietas kubis yang memang cocok untuk budidaya hidroponik. Penyemaian benih dapat dilakukan pada media rockwool yang sedikit basah, dengan 1-2 benih per potongan rockwool. Setelah bibit cukup kuat, pindahkan ke sistem hidroponik, pastikan akar tanaman menyentuh larutan nutrisi. Jaga jarak antar bibit untuk mencegah penumpukan dan risiko penyakit.
Pengaturan pH larutan nutrisi sangat penting, dengan kisaran optimal 6,2-6,6 untuk penyerapan nutrisi terbaik, serta konsentrasi nutrisi (EC) sekitar 2,3-3,0. Kubis membutuhkan banyak nutrisi, sehingga larutan nutrisi dapat habis lebih cepat dan perlu pemantauan rutin. Suhu lingkungan ideal sekitar 18-24 derajat Celcius. Kebersihan sistem hidroponik harus selalu dijaga untuk mencegah pertumbuhan jamur atau penyakit.
Jenis Sistem Hidroponik yang Umum
Berbagai sistem hidroponik dapat digunakan untuk menanam kubis, masing-masing dengan karakteristiknya sendiri. Sistem Budidaya Perairan Dalam (Deep Water Culture/DWC) menempatkan tanaman mengapung di atas larutan nutrisi dengan akar terendam. Teknik Film Nutrisi (NFT) mengalirkan lapisan tipis larutan nutrisi di atas akar tanaman.
Sistem Irigasi Tetes menyalurkan nutrisi langsung ke akar secara tetes demi tetes. Aeroponik menyemprotkan nutrisi dalam bentuk kabut ke akar yang menggantung di udara. Sementara itu, Sistem Sumbu (Wick System) adalah metode paling sederhana yang mengalirkan nutrisi ke akar melalui sumbu, cocok untuk pemula.
Perbandingan Metode Tanah vs. Hidroponik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480308/original/065842500_1769053554-unnamed__4_.jpg)
Memilih antara metode tanah dan hidroponik untuk menanam kubis memerlukan pemahaman mendalam tentang perbedaan keduanya. Perbandingan ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kecepatan pertumbuhan hingga biaya awal, yang akan membantu pemula dalam membuat keputusan yang tepat sesuai dengan kondisi dan tujuan mereka.
Kecepatan Pertumbuhan
Metode hidroponik umumnya menghasilkan laju pertumbuhan yang lebih cepat karena nutrisi langsung disalurkan ke akar, menghemat energi tanaman untuk mencari hara.
Kebutuhan Lahan
Hidroponik sangat unggul dalam efisiensi penggunaan lahan, memungkinkan penanaman vertikal dan sangat cocok untuk area terbatas seperti perkotaan. Sebaliknya, pertanian di tanah membutuhkan lahan yang lebih luas untuk budidaya, menjadikannya kurang ideal bagi mereka yang memiliki keterbatasan ruang.
Penggunaan Air
Sistem hidroponik dapat menghemat air secara signifikan karena air didaur ulang. Penanaman di tanah cenderung membutuhkan lebih banyak air.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Hidroponik mengurangi risiko hama dan penyakit tanah karena lingkungan tanam yang terkontrol. Penanaman di tanah lebih rentan.
Biaya Awal
Biaya awal untuk memulai sistem hidroponik cenderung lebih tinggi karena investasi pada peralatan khusus seperti pompa, pipa, dan larutan nutrisi. Di sisi lain, menanam di tanah memiliki biaya awal yang relatif lebih rendah, karena hanya memerlukan alat-alat pertanian dasar dan media tanah.
Kualitas Nutrisi
Dalam hidroponik, nutrisi dapat dikontrol secara presisi untuk memastikan keseimbangan optimal elemen-elemen penting yang dibutuhkan tanaman. Namun, beberapa berpendapat bahwa tanah menyediakan unsur yang lebih lengkap dan alami dibandingkan dengan sistem hidroponik.
Advertisement
FAQ
Apa saja syarat tumbuh ideal untuk kubis di tanah?
Kubis idealnya tumbuh di dataran tinggi (1000-3000 mdpl) dengan suhu 15-20°C, serta membutuhkan tanah kaya nutrisi, berdrainase baik, dan pH 6-6,8 (atau 5,5-6,5 di dataran rendah).
Apa keuntungan utama menanam kubis dengan metode hidroponik?
Keuntungan utama hidroponik meliputi efisiensi lahan, pertumbuhan tanaman yang lebih cepat, penghematan air, serta minimnya risiko hama dan penyakit tanah karena lingkungan tanam yang terkontrol.
Apa saja kekurangan dari metode hidroponik untuk budidaya kubis?
Kekurangan hidroponik meliputi biaya awal yang cenderung tinggi untuk peralatan, kebutuhan pengetahuan khusus dan kontrol ketat terhadap nutrisi serta pH, serta ketergantungan pada pasokan listrik.
Berapa pH optimal dan konsentrasi nutrisi (EC) yang dibutuhkan kubis hidroponik?
Kubis hidroponik membutuhkan pH larutan nutrisi sekitar 6,2-6,6 untuk penyerapan optimal, dengan konsentrasi nutrisi (EC) sekitar 2,3-3,0.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316854/original/006178900_1785992062-Screenshot_2026-08-06_113022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480305/original/007374000_1769053553-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480306/original/054893700_1769053553-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5166898/original/057189800_1742289760-Kubis.jpg)