5 Cara Cepat Hilangkan Ulat di Kubis dalam 2 Menit, Dijamin Bersih

Cara cepat hilangkan ulat di kubis dalam 2 menit dengan metode sederhana seperti air garam, cuka, dan pemisahan daun agar kubis lebih bersih dan aman dimasak.

Diterbitkan 23 Maret 2026, 18:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kubis merupakan salah satu sayuran yang paling sering ditemukan di dapur rumah tangga. Namun, di balik tampilannya yang terlihat bersih, kubis sering menyimpan kotoran, ulat kecil, hingga serangga yang tersembunyi di sela-sela lapisannya. Karena itu, penting mengetahui cara cepat hilangkan ulat di kubis dalam 2 menit agar sayuran ini benar-benar bersih sebelum dimasak.

Ulat atau serangga tersebut tidak selalu terlihat dari luar karena biasanya bersembunyi di bagian dalam daun. Oleh karena itu, membersihkan kubis dengan benar menjadi langkah penting sebelum dimasak agar sayuran ini aman dikonsumsi.

Untungnya, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di dapur untuk membersihkan kubis dari kotoran dan serangga. Dengan langkah yang tepat, proses pembersihan ini bahkan bisa dilakukan dalam waktu kurang dari 2 menit.

Berikut ini Liputan6.com lansir dari India Times, cara cepat hilangkan ulat di kubis dalam 2 menit, Senin (23/3/2026).

1. Cara Membuang Daun Luar dan Memisahkannya

Ada beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan untuk membersihkan kubis secara menyeluruh. Cara-cara ini membantu menghilangkan kotoran, ulat, dan serangga kecil yang sering tersembunyi di dalam lapisan daun kubis.

Buang daun bagian luar: Mulailah dengan melepaskan lapisan daun terluar yang rusak. Sebaiknya buang dua hingga tiga daun terluar karena bagian ini paling sering terkena tanah, serangga, dan bahan kimia. Langkah sederhana ini membantu membersihkan kubis tanpa merusak daun bagian dalam.

Cara Melakukannya:

  • Potong kubis menjadi empat bagian dan buang bagian batang tengah yang keras.
  • Pisahkan daun satu per satu sebelum dicuci. Langkah ini penting karena serangga dan kotoran sering tersembunyi di sela-sela daun.
  • Cuci kembali hingga bersih sebelum kubis siap dimasak.

2. Cara Merendam dengan Air Garam

Merendam kubis dalam air garam merupakan cara yang paling umum digunakan di banyak rumah tangga. Cara ini efektif karena ulat dan serangga tidak dapat bertahan hidup dalam air yang mengandung garam.

Cara melakukannya:

  • Tambahkan garam ke dalam semangkuk air.
  • Rendam daun kubis selama 10–15 menit.
  • Setelah direndam, kotoran, ulat, dan serangga biasanya akan keluar sendiri dan mengapung di permukaan air.

3. Cara Menggunakan Cuka

Cuka juga bisa digunakan untuk membantu membersihkan kubis karena dapat membunuh bakteri dan membuat ulat mudah terlepas dari daun.

Cara melakukannya:

  • Tambahkan 1–2 sendok makan cuka ke dalam semangkuk air bersih.
  • Rendam kubis selama 5–7 menit.
  • Setelah itu, bilas kembali dengan air bersih hingga tidak ada sisa cuka.
  • Pastikan kubis tidak langsung dimasak setelah direndam dalam cuka tanpa dibilas terlebih dahulu.

4. Cara Mencuci dengan Air Hangat

Air hangat dapat membantu menghilangkan kotoran serta partikel kecil yang menempel pada daun kubis.

Cara melakukannya:

  • Cuci kubis dengan air hangat untuk membantu mengeluarkan ulat dan serangga.
  • Gosok daun secara perlahan menggunakan jari agar kotoran mudah terlepas.

5. Cara Memotong Kubis untuk Memudahkan Pembersihan

Hindari mencuci kubis dalam keadaan utuh atau melewatkan proses perendaman. Memotong kubis terlebih dahulu akan memudahkan proses pembersihan.

Cara Memotong Kubis:

  • Kupas 2–3 daun terluar yang kotor atau rusak.
  • Letakkan bagian batang di bawah agar kubis tidak mudah berguling.
  • Gunakan pisau tajam untuk membelah kubis dari atas hingga ke batang.
  • Potong kembali setiap bagian menjadi dua.
  • Miringkan pisau untuk memotong bagian batang putih yang keras dari setiap potongan.

Tips Penting Saat Membersihkan Kubis

Saat membersihkan kubis, sebenarnya tidak perlu menggunakan sabun atau pembersih kimia untuk menghilangkan ulat dan kotoran. Penggunaan bahan tersebut justru tidak dianjurkan karena bisa meninggalkan residu pada sayuran. Setelah proses perendaman, bilas kubis 2–3 kali dengan air mengalir agar sisa kotoran benar-benar hilang.

Sebelum dimasak, periksa kembali setiap daun untuk memastikan tidak ada serangga yang masih menempel. Bahkan jika Anda membeli kubis yang sudah dipotong dari toko, sayuran tersebut tetap perlu dicuci, dikeringkan, lalu disimpan dalam wadah kedap udara.

Kubis yang sudah dipotong belum tentu sudah dibersihkan dengan benar. Meluangkan beberapa menit tambahan untuk mencucinya bisa membuat makanan lebih higienis dan memberi rasa tenang saat mengonsumsinya.

Mengapa Kubis Perlu Dibersihkan dengan Benar

Kubis merupakan sayuran yang kaya vitamin C yang bermanfaat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu fungsi sel darah putih, dan mengurangi peradangan. Karena manfaat kesehatannya besar, kubis tetap baik untuk dikonsumsi selama dibersihkan dengan benar.

Struktur kubis yang terdiri dari lapisan daun rapat membuat ulat, serangga kecil, tanah, hingga sisa pestisida mudah tersembunyi di dalamnya. Selain itu, kubis tumbuh sangat dekat dengan tanah sehingga risiko kontaminasi lebih tinggi. Mencuci kubis dalam keadaan utuh sering kali tidak cukup efektif karena kotoran bisa tetap terjebak di sela-sela daun.

Oleh karena itu, kubis sebaiknya dipotong dan dipisahkan daunnya sebelum dicuci agar pembersihannya lebih menyeluruh. Dengan cara ini, serangga, kotoran, bakteri, dan residu pestisida dapat dihilangkan sehingga manfaat gizi kubis bisa diperoleh tanpa risiko kontaminasi.

FAQ

Mengapa kubis harus dibersihkan dengan benar sebelum dimasak?

Karena ulat, serangga, tanah, dan residu pestisida sering tersembunyi di sela-sela daun kubis.

Apa cara paling mudah menghilangkan ulat dari kubis?

Merendam daun kubis dalam air garam selama 10–15 menit agar ulat dan serangga keluar.

Apakah kubis yang sudah dipotong dari toko masih perlu dicuci?

Ya, karena kubis yang sudah dipotong belum tentu sudah benar-benar bersih.

Bolehkah mencuci kubis dengan sabun atau bahan kimia?

Tidak disarankan karena dapat meninggalkan residu pada sayuran.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6