Liputan6.com, Jakarta Kehadiran ular di dalam rumah tentu menjadi mimpi buruk bagi siapa saja. Meski terdengar menyeramkan, kenyataannya ular bisa masuk ke rumah bukan tanpa alasan. Banyak faktor yang tanpa kita sadari justru mengundang kehadirannya—mulai dari kondisi lingkungan, struktur bangunan, hingga kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele. Mengetahui penyebabnya bisa menjadi langkah awal untuk mencegah ancaman ini sejak dini.Â
Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa alasan umum mengapa ular bisa masuk ke rumah serta solusi praktis untuk mencegahnya. Tak hanya berlaku untuk rumah yang dekat area hutan atau sawah, tips ini juga relevan untuk hunian di perkotaan. Yuk, simak penjelasan lengkapnya agar rumah tetap aman dan bebas dari tamu tak diundang.Â
Penyebab Ular Masuk ke Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5282067/original/049550000_1752461773-ChatGPT_Image_14_Jul_2025__09.55.17.jpg)
1. Lingkungan Lembap dan Rimbun di Sekitar Rumah
Ular adalah hewan berdarah dingin yang sangat menyukai tempat yang lembap, sejuk, dan gelap sebagai tempat persembunyian atau berburu mangsa. Rumah yang dikelilingi oleh semak-semak tinggi, rumput liar, tumpukan kayu, atau sampah organik menjadi lokasi ideal bagi ular untuk bersembunyi atau berkembang biak. Bahkan taman yang tidak terawat dengan baik bisa menjadi jalur masuk ular tanpa disadari.Â
2. Celah atau Lubang Kecil pada Dinding dan Pintu
Meskipun tubuh ular tampak besar, mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk masuk melalui celah kecil seperti retakan di dinding, lubang ventilasi, atau bagian bawah pintu. Rumah-rumah dengan struktur yang tidak rapat atau kurang terawat sering kali menjadi tempat favorit bagi ular untuk menyusup masuk tanpa disadari.Â
3. Keberadaan Tikus atau Hewan Kecil Lainnya
Salah satu alasan utama ular masuk ke rumah adalah karena mengejar mangsanya, terutama tikus. Jika di rumah terdapat banyak hewan pengerat, maka secara alami ular akan tertarik datang karena mereka adalah predator alami tikus. Ini menjadi siklus yang sering tidak disadari oleh pemilik rumah.Â
4. Perubahan Musim dan Cuaca Ekstrem
Saat musim hujan tiba atau terjadi perubahan cuaca ekstrem seperti panas berlebihan, ular cenderung mencari tempat yang kering, hangat, dan aman. Rumah sering kali menjadi lokasi yang ideal karena menyediakan lingkungan stabil dan terlindungi. Perilaku ular yang berpindah tempat karena cuaca ini sering terjadi di wilayah pinggiran kota atau desa.Â
5. Taman, Kolam, dan Tanaman Hias yang Tidak Terawat
Taman atau kolam hias yang indah bisa menjadi tempat favorit ular jika tidak dirawat dengan baik. Tanaman perdu yang terlalu rimbun, kolam dengan air tergenang, atau batu-batu besar di taman bisa menjadi tempat persembunyian yang nyaman bagi ular. Kehadiran serangga dan katak di sekitar kolam juga dapat menarik ular untuk datang.
6. Kebiasaan Membiarkan Pintu atau Jendela Terbuka
Membiarkan pintu belakang atau jendela terbuka terlalu lama tanpa pengawasan adalah salah satu kebiasaan yang bisa berakibat serius. Ular bisa masuk dengan mudah saat rumah dalam kondisi terbuka, apalagi jika aksesnya dekat dengan taman atau kebun. Terlebih lagi, ular aktif di waktu senja hingga malam hari, saat banyak orang lengah.
7. Aroma Makanan dan Sampah yang Mengundang Mangsa
Ular tidak tertarik langsung pada makanan manusia, tetapi bau makanan bisa mengundang tikus dan kecoa—yang kemudian menarik ular sebagai predator. Sampah rumah tangga, sisa makanan, dan kebersihan dapur yang buruk bisa jadi pemicu rantai makanan ini terbentuk di lingkungan rumah.
Advertisement
Solusi Mencegah Ular Masuk ke Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5283839/original/070148500_1752566379-hl3.jpg)
 Adapun beberapa solusi untuk mencegah ular masuk ke rumah sebagai berikut:
1. Bersihkan dan Rapikan Lingkungan Sekitar Rumah
 Lingkungan yang rimbun, lembap, dan tidak terawat menjadi tempat favorit ular untuk bersembunyi. Membersihkan pekarangan secara rutin adalah langkah pertama yang efektif.Â
Langkah yang bisa dilakukan:Â
- Pangkas rumput dan semak-semak secara berkala.
- Singkirkan tumpukan kayu, batu, atau barang bekas.
- Hindari menumpuk pot tanaman dan ember di tanah terlalu lama.
2. Tutup Celah dan Lubang Akses Masuk
 Ular bisa masuk lewat lubang sekecil 1–2 cm. Maka penting untuk memeriksa dan menutup semua celah akses ke dalam rumah.Â
Tips pencegahan:Â
- Tutup retakan di dinding, lantai, dan langit-langit dengan semen atau sealant.
- Pasang kasa kawat pada ventilasi, lubang saluran, dan jalur pembuangan.
- Tambahkan karet penutup di bawah pintu (door seal).
3. Kendalikan Populasi Tikus dan Hewan Pengerat
 Tikus adalah mangsa utama ular. Jika banyak tikus di rumah, ular akan tertarik masuk untuk berburu.Â
Apa yang bisa dilakukan:Â
- Bersihkan dapur dan area penyimpanan makanan secara rutin.
- Hindari menaruh makanan terbuka, termasuk makanan hewan peliharaan.
- Gunakan perangkap tikus atau jasa pengendali hama jika diperlukan.
4. Jaga Kebersihan Kolam dan Taman
 Taman dan kolam yang tidak dirawat bisa menjadi tempat persembunyian ular. Air tenang dan tanaman rimbun menciptakan suasana lembap yang disukai ular.Â
Solusinya:Â
- Bersihkan kolam dan pastikan air mengalir atau rutin diganti.
- Potong tanaman hias dan jangan biarkan semak terlalu rapat.
- Hindari menaruh pot besar atau dekorasi batu secara sembarangan.
5. Biasakan Menutup Pintu dan Jendela
 Pintu atau jendela yang terbuka di malam hari menjadi jalan masuk mudah bagi ular. Kebiasaan ini sering terjadi tanpa disadari.Â
Langkah pencegahan:Â
- Tutup semua akses masuk saat sore dan malam hari.
- Gunakan tirai magnetik atau kasa nyamuk yang aman.
- Pasang penghalang tambahan seperti karpet tebal di ambang pintu.
6. Gunakan Aroma yang Tidak Disukai Ular
 Beberapa bahan alami memiliki aroma yang dianggap tidak disukai ular. Ini bisa jadi cara tambahan untuk menghalau mereka.Â
Contoh aroma pengusir ular:Â
- Kapur barus (camphor)
- Minyak sereh wangi
- Belerang (sulfur) tabur
- Cuka putih di sekitar ventilasi dan saluran air
Dengan kombinasi kebersihan, penutupan akses, dan pengendalian ekosistem rumah, kamu bisa meminimalkan risiko ular masuk. Jika kamu tinggal di daerah rawan, pertimbangkan juga untuk menyimpan kontak petugas evakuasi satwa liar. Tetap waspada, tapi jangan panik—pencegahan adalah kunci utama.Â
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Apa penyebab utama ular masuk ke dalam rumah?
Ular biasanya masuk karena mencari tempat yang lembap, gelap, atau mengejar mangsa seperti tikus. Lingkungan yang tidak terawat juga sangat mengundang kehadiran mereka.
2. Apakah rumah di kota juga bisa dimasuki ular?
Bisa, terutama jika ada taman rimbun, saluran air terbuka, atau banyak celah di bangunan. Meski lebih sering terjadi di daerah pinggiran, rumah di kota pun tetap berisiko.
3. Apakah kapur barus dan cuka bisa mengusir ular?
Beberapa orang percaya bahwa bau menyengat dari kapur barus, cuka, atau minyak sereh dapat mengganggu indera penciuman ular. Meski tidak selalu efektif, cara ini bisa dijadikan upaya pencegahan tambahan.
4. Bagaimana cara menutup akses masuk ular ke dalam rumah?
Tutup celah di bawah pintu, retakan tembok, dan lubang ventilasi dengan bahan padat atau kawat kasa. Pastikan juga pintu dan jendela tidak dibiarkan terbuka saat malam.
5. Apa yang harus dilakukan jika sudah ada ular di dalam rumah?
Tetap tenang dan jangan mencoba menangkap sendiri jika tidak berpengalaman. Segera hubungi petugas pemadam kebakaran atau tim penyelamat hewan liar untuk evakuasi yang aman.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3030294/original/015512500_1769082557-beautiful-cloudy-summer-dawn-rimini-italy_652240-308.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5283242/original/075259600_1752549285-hl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860538/original/012031000_1557478700-IMG_20190307_174224_257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393442/original/070756800_1782273896-IMG-20260624-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8391143/original/089751400_1782271521-AP26174796770030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8377926/original/005752900_1782255969-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5392284/original/067976400_1761439097-ab2671f9-69fa-469f-aa34-dea37e0bbfbc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5419842/original/099179700_1763711389-unnamed__2_.jpg)