Niat Subuh Sendiri hingga Imam, Ketahui Bacaannya yang Benar

Pelajari niat Subuh yang benar, lafadz Arab, terjemahan. Jangan sampai terlewat!

Diterbitkan 11 Juli 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sholat Subuh menjadi salah satu ibadah harian yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Waktu pelaksanaannya yang berada di antara malam dan pagi membuat sholat ini menjadi ujian keikhlasan dan keteguhan hati dalam menjaga kewajiban. Sebelum memasuki gerakan sholat, seorang Muslim diwajibkan untuk melafalkan niat Subuh sebagai tata cara pertama yang menentukan sah tidaknya ibadah tersebut. Tanpa niat, maka sholat tidak akan dinilai sebagai ibadah oleh syariat. 

Pentingnya memahami bentuk niat Subuh untuk berbagai kondisi, baik ketika sholat sendiri, menjadi imam, maupun makmum yang merupakan bagian dari ketelitian dalam menjalankan ibadah. Dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu karya Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili, dijelaskan bahwa niat adalah kehendak dalam hati untuk melaksanakan suatu ibadah tertentu dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Hal ini menunjukkan bahwa niat bukan sekadar formalitas, melainkan penegasan batin yang harus disadari sebelum memulai sholat. 

Selain sebagai syarat sah, niat juga menunjukkan kedalaman spiritual dalam ibadah. Buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq, menyebutkan bahwa amal ibadah dalam Islam dimulai dengan niat, sebab niat menjadi pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa. Oleh karena itu, memahami niat Subuh dengan benar dan menyesuaikan dengan posisi dalam jamaah menjadi bagian penting dari kesempurnaan sholat itu sendiri. 

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Jum’at (11/7/2025). 

Niat Subuh dalam Bahasa Arab dan Artinya 

Berikut ini terdapat beberapa bacaan niat Subuh yang bisa anda sesuaikan dengan kondisi, baik sendiri, imam maupun makmum: 

1. Niat Subuh Sendiri 

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى 

Arab Latin: Usholli fardhos shubhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta'aala 

Artinya: "Aku niat melakukan sholat fardhu Subuh dua rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah ta'ala." 

2. Niat Subuh untuk Imam 

Sementara itu, niat subuh untuk imam ada perbedaan sedikit, yaitu ditambahkan kata 'Imaaman'. 

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لله تَعَالَى 

Arab latin: Usholli fardhos Subhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta'aala. 

Artinya: "Aku niat melakukan sholat fardu Subuh dua rakaat, menghadap kiblat sebagai imam karena Allah ta'ala." 

3. Niat Subuh untuk Makmum 

Sedangkan bacaan untuk makmum pun sama, yaitu ditambahkan lafal 'ma'muuman'. 

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لله تَعَالَى

Arab latin: Usholli fardhos Subhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma'muman lillaahi ta'aala. 

Artinya: "Aku niat melakukan sholat fardu Subuh dua rakaat, menghadap kiblat sebagai makmum, karena Allah ta'ala." 

4. Niat Subuh Saat Bangun Kesiangan 

Berikut ini bacaan niat Subuh saat bangun kesiangan yang perlu dihafalkan umat muslim:

أصلي فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة قضاء لله تعالى 

Arab Latin: Ushalli fardhus subhi rak'ataini mustaqbilal qiblati qadha'an lillahi ta'ala. 

Artinya: "Saya niat sholat fardu Subuh dua rakaat menghadap kiblat qadha karena Allah ta'ala." 

Tata Cara Sholat Subuh 

1. Niat 

tata cara sholat Subuh yang pertama adalah membaca niat sholat Subuh. Bacaan niat Subuh bisa anda sesuaikan dengan kondisi seperti yang telah dijelaskan pada paragraph sebelumnya. 

2. Takbiratul Ihram 

Setelah niat, lanjutkan dengan takbiratul ihram, yaitu mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga sambil mengucapkan: 

اللَّهُ أَكْبَرُ 

Latin: Allahu akbar 

Artinya: “Allah Maha Besar” 

Setelah takbiratul ihram, letakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan bersedekaplah di dada. Pandangan mata diarahkan ke tempat sujud. Bersedekap adalah posisi yang menunjukkan kekhusyukan dan kerendahan hati di hadapan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, 

"Apabila seorang hamba berdiri untuk sholat, maka hendaklah ia bersedekap." (HR. Abu Dawud). 

Bersedekap juga membantu kita untuk lebih fokus dan tidak mudah terganggu oleh hal-hal di sekitar. 

3. Membaca Doa Iftitah 

Setelah bersedekap, bacalah doa iftitah berikut ini: 

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالحَمدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا . إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ . إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ 

Latin: Allaahu akbar kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa'ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariika lahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin. 

Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan dengan yang demikian itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri.” 

4. Membaca Surat Al-Fatihah 

Setelah doa iftitah, lanjutkan tata cara sholat Subuh dengan membaca surat Al-Fatihah. 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ . 

Latin: Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Arrahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. Ihdinashirathal mustaqiim. Shirathal ladziina an'amta 'alaihim. Ghairil maghduubi 'alaihim waladhdhaalliin. 

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” 

5. Membaca Surat Pendek 

Setelah Al-Fatihah, disunnahkan untuk membaca surat pendek dari Al-Qur’an. Pada rakaat pertama, kita bisa membaca surat yang lebih panjang dibandingkan rakaat kedua. Contohnya membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Membaca surat setelah Al-Fatihah menambah pahala dan kekhusyukan dalam sholat. Rasulullah SAW bersabda, 

"Sholat yang tidak dibacakan di dalamnya Ummul Quran (Al-Fatihah) adalah sholat yang kurang, yang kurang, yang kurang, tidak sempurna." (HR. Muslim) 

6. Rukuk 

Setelah membaca surat pendek, lakukan rukuk dengan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan takbir "Allahu Akbar." Letakkan kedua tangan di atas lutut dan ratakan punggung. Pandangan mata diarahkan ke tempat sujud. Bacaan rukuk adalah: 

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ 

Latin: Subhaana rabbiyal 'adziim 

Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung” 

Ulangi bacaan tersebut sebanyak 3 kali atau lebih. 

7. I'tidal 

Setelah rukuk, tata cara sholat Subuh adalah I’tidal, bangkitlah untuk berdiri tegak (i'tidal) sambil mengucapkan: 

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ 

Latin: Sami'allahu liman hamidah 

Artinya: “Allah mendengar orang yang memuji-Nya” 

Kemudian dilanjutkan dengan membaca: 

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ 

Latin: Rabbanaa wa lakal hamdu mil-us samaawaati wa mil-ul ardhi wa mil-u maa syi'ta min syai-in ba'du 

Artinya: “Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudah itu.” 

8. Sujud 

Setelah i'tidal, lakukan sujud dengan meletakkan kedua tangan, dahi, hidung, kedua lutut, dan kedua kaki di atas lantai. Saat sujud, ucapkan takbir "Allahu Akbar". Bacaan sujud adalah: 

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى 

Latin: Subhaana rabbiyal a'laa 

Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.” 

Ulangi bacaan tersebut sebanyak 3 kali atau lebih. 

9. Duduk di Antara Dua Sujud 

Setelah sujud pertama, tata cara sholat Subuh duduklah dengan tenang untuk duduk di antara dua sujud. Bacaan yang dibaca saat duduk di antara dua sujud adalah: 

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي 

Latin: Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii 

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah aku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan maafkanlah aku.” 

10. Sujud Kedua 

Lakukan sujud kedua seperti sujud pertama. Bacaan dan tata caranya sama dengan sujud sebelumnya. 

11. Berdiri untuk Rakaat Kedua 

Setelah sujud kedua pada rakaat pertama, tata cara sholat Subuh selanjutnya adalah bangkitlah untuk berdiri melaksanakan rakaat kedua. Lakukan hal yang sama seperti pada rakaat pertama, dimulai dengan membaca Al-Fatihah, surat pendek, rukuk, i'tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud. 

12. Qunut (Khusus untuk Sholat Subuh) 

Pada rakaat kedua sholat subuh, setelah rukuk, disunnahkan untuk membaca qunut. Bacaan qunut adalah sebagai berikut: 

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ 

Latin: Allaahummahdini fii man hadait, wa 'aafinii fii man 'aafait, wa tawallaniii fii man tawallait, wa baarik lii fii maa a'thait, wa qinii syarrama qadhait, fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa 'alaik, wa innahuu laa yadzillu man waalait, wa laa ya'izzu man 'aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta'aalait, falakal hamdu 'alaa maa qadhait, wa astaghfiruka wa atuubu ilaik, wa shallallahu 'alaa sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallam. 

Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk, berilah aku kesehatan sebagaimana mereka yang telah Engkau beri kesehatan, pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin, berkahilah apa yang telah Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari keburukan yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang memberi keputusan dan tidak ada yang dapat memberi keputusan atas Engkau. Sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau pimpin. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Bagi-Mu segala pujian atas apa yang telah Engkau putuskan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu. Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya.” 

13. Tasyahud Akhir 

Setelah sujud kedua pada rakaat terakhir, duduklah untuk tasyahud akhir dengan posisi iftirasy, yaitu telapak kaki kiri diduduki dan telapak kaki kanan berdiri dengan jari-jari menghadap kiblat. Bacaan tasyahud akhir adalah: 

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ 

وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍمُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَسَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ 

كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ. وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كََمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. 

Arab Latin: Attahiyyaatul mubaarakaatush sholawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. 

Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad. Kamaa shallaita 'alaa sayyidina Ibraahima wa 'alaa aali sayiidinaa Ibraahim. 

Wabaarik 'alaa sayyidina Muhammad wa'alaa aali sayyidina muhammad. Kamaa baarakta 'alaa sayyidinaa Ibraahim fil'aala miina innaka hamiidun majiid. 

Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh-saleh. 

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahilah rahmat kapada Nabi Muhammad. Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. 

Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji dan Maha mulia". 

14. Salam 

Terakhir, tata cara sholat Subuh tutup sholat dengan mengucapkan salam sambil menoleh ke kanan dan ke kiri. Berikut bacaannya: 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ 

Latin: Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaah 

Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.” 

Dengan mengucapkan salam, kita mendoakan keselamatan dan rahmat Allah SWT bagi sesama muslim. Salam juga menjadi tanda bahwa sholat telah selesai dilaksanakan. 

QnA Seputar Niat Subuh 

Q: Apa itu niat Subuh? 

A: Niat Subuh adalah pernyataan dalam hati seorang Muslim bahwa ia akan melaksanakan sholat Subuh dua rakaat sebagai ibadah kepada Allah. Niat ini dilakukan sebelum takbiratul ihram dan merupakan salah satu rukun sah sholat. 

Q: Haruskah niat Subuh diucapkan secara lisan? 

A: Menurut mayoritas ulama, niat adalah pekerjaan hati, sehingga cukup diniatkan dalam hati saja. Namun, dalam madzhab Syafi’i, mengucapkan niat secara lisan dianjurkan untuk membantu hati lebih fokus, meskipun bukan keharusan. 

Q: Kapan waktu terbaik mengucapkan niat Subuh? 

A: Niat diucapkan atau dihadirkan dalam hati tepat sebelum takbiratul ihram. Jika niat terlambat atau ragu-ragu setelah takbir, maka sholat dianggap tidak sah dan harus diulangi. 

Q: Bagaimana jika lupa niat saat sholat Subuh? 

A: Jika niat benar-benar tidak hadir di dalam hati sebelum takbiratul ihram, maka sholat tersebut tidak sah. Namun jika seseorang ragu setelah sholat selesai, maka sholatnya tetap sah jika sebelumnya ia yakin telah berniat. 

Q: Apakah niat Subuh boleh dalam bahasa Indonesia? 

A: Untuk niat yang merupakan pekerjaan hati, bahasa apa pun dibolehkan selama maksudnya jelas. Namun jika ingin mengucapkan secara lisan, sebaiknya mengikuti lafaz Arab karena lebih sesuai dengan tuntunan para ulama. 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6