Liputan6.com, Jakarta Menjaga kebersihan diri secara spiritual dan fisik merupakan bagian penting dalam ajaran Islam. Salah satu bentuk penyucian diri yang diwajibkan adalah mandi besar setelah hadas. Memahami tata cara mandi wajib setelah keluar air mani menjadi kewajiban setiap Muslim agar ibadah yang dilakukan selanjutnya, seperti salat, sah secara syar’i.
Pemahaman tentang doa mandi wajib setelah keluar air mani perempuan merupakan hal yang sangat penting dalam syariat Islam. Banyak orang yang masih ragu dalam menerapkan tata cara mandi wajib setelah keluar air mani secara benar dan sempurna. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari langkah-langkah yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Dalam pelaksanaannya, doa mandi wajib setelah perempuan memiliki tata cara khusus yang perlu diperhatikan. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri Ra yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda "Air itu karena air", yang mengindikasikan kewajiban mandi setelah keluarnya air mani. Pemahaman tentang bacaan dan tata cara yang benar dalam melaksanakan doa mandi wajib setelah keluar air mani perempuan menjadi kunci kesempurnaan ibadah ini.
Advertisement
Mengingat pentingnya kesucian dalam Islam, pengetahuan tentang doa mandi wajib setelah keluar air mani perempuan perlu dipahami secara menyeluruh. Hal ini juga ditegaskan dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 43 yang melarang orang yang sedang dalam keadaan junub untuk mendekati tempat sholat sebelum mandi, kecuali sekedar berlalu saja.
Lebih lengkapnya, berikut ini telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber bacaan niat dan doa mandi wajib setelah keluar air mani pada perempuan.
Pengertian dan Dasar Hukum Mandi Wajib
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3997260/original/020674400_1650164361-shower-gac3290527_1920.jpg)
Tata cara mandi wajib setelah keluar air mani. Menurut Gupta S (2017) sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di Al Iqra Medical Journal: Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol. 07 No. 2, August 2024, air mani manusia adalah cairan tubuh kaya protein yang diproduksi oleh organ reproduksi pria.
Suspensi sel kompleks dalam cairan yang mengandung berbagai zat heterogen yang diproduksi oleh berbagai kelenjar reproduksi pria seperti testis, epididimis, vesikula seminalis, prostat, kelenjar Cowper (bulbourethral) dan kelenjar Littre (kelenjar periurethral). Fungsi utamanya adalah untuk bertindak sebagai penyangga, media kaya nutrisi yang mengangkut sperma melalui saluran reproduksi pria ke saluran reproduksi wanita.
Mandi wajib atau mandi junub merupakan proses pembersihan diri dari hadas besar dengan cara membasuh air ke seluruh permukaan badan. Kewajiban ini berlaku bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, ketika mengalami kondisi tertentu yang menyebabkan junub.
Mengutip kajian yang dipublikasikan di Jurnal Tafsere Volume 7 Nomor 2 Tahun 2019 terkait masalah pelaksanaan mandi adapun yang dilakukan pada saat junub bukan hanya sekedar mandi biasa seperti pada umumnya, akan tetapi memiliki tata cara serta amalan yang harus dilakukan.
Dalam konteks keluarnya air mani, kondisi ini mencakup semua hal, baik dalam keadaan terjaga atau tertidur, disengaja atau tidak, ada sebab atau tidak, hingga disertai syahwat atau tidak.
Dasar hukum mandi wajib ini bersumber dari Al-Quran, Hadits, dan Ijma para ulama. Allah SWT secara jelas memerintahkan untuk bersuci ketika dalam keadaan junub. Perintah ini menunjukkan bahwa mandi wajib merupakan syarat mutlak untuk dapat melaksanakan ibadah tertentu seperti sholat.
Bacaan Niat Mandi Wajib
Niat menjadi komponen penting dalam pelaksanaan mandi wajib. Untuk perempuan yang hendak melakukan mandi wajib setelah keluar air mani, berikut adalah bacaan niatnya:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
"Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal janaabati fardhollillahi ta'ala"
Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardu karena Allah Ta'ala"
Advertisement
Tata Cara Mandi Wajib yang Sempurna
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3997261/original/055045100_1650164361-water-g38003dc9e_1920.jpg)
Mengutip buku berjudul Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, dan Zikir (2020) oleh Zakaria R. Rachman dijelaskan hakikat mandi adalah mengguyur seluruh badan dengan air, yaitu mengenai rambut dan kulit. Dalam taharah yang dimaksud mandi adalah mandi wajib atau mandi janabat, yaitu aktivitas mengalirkan atau meratakan air ke seluruh permukaan kulit tubuh dengan niat dan tujuan menghilangkan hadas besar.
Dalam pelaksanaan mandi wajib, terdapat serangkaian tahapan yang perlu dilakukan secara berurutan untuk mencapai kesempurnaan bersuci. Berikut adalah tata cara mandi wajib setelah keluar air mani:
- Pertama, memulai dengan membaca basmalah dan niat dalam hati. Niat ini sebaiknya diucapkan bersamaan dengan air pertama kali menyentuh tubuh, sesuai dengan mazhab Syafi'i.
- Kedua, membersihkan kedua tangan sebanyak tiga kali untuk menghilangkan segala kotoran yang mungkin menempel. Pastikan pembersihan dilakukan secara menyeluruh hingga sela-sela jari.
- Ketiga, membersihkan area kemaluan dan sekitarnya dengan menggunakan tangan kiri. Tahap ini penting untuk memastikan tidak ada najis yang tersisa di area tersebut.
- Keempat, melakukan wudhu secara sempurna sebagaimana hendak melaksanakan sholat. Seluruh rukun wudhu harus dipenuhi dengan sempurna, termasuk membasuh seluruh anggota wudhu dengan tertib.
Penyempurnaan Mandi Wajib
Setelah melakukan wudhu, lanjutkan dengan tahapan berikutnya untuk menyempurnakan mandi wajib:
- Kelima, membasuh kepala dan rambut sebanyak tiga kali, memastikan air meresap hingga ke kulit kepala. Untuk wanita yang memiliki rambut tebal, diperbolehkan untuk tidak mengurai rambut, namun harus memastikan air mencapai pangkal rambut.
- Keenam, mengguyur seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan kemudian sisi kiri. Pastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewat, termasuk lipatan-lipatan kulit dan bagian yang tersembunyi.
- Ketujuh, membersihkan kedua kaki hingga mata kaki, dimulai dari kaki kanan kemudian kaki kiri jika belum terbasuh saat wudhu.
Doa Setelah Mandi Wajib
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5284473/original/079873800_1752637095-pexels-karolina-grabowska-5241044.jpg)
Setelah menyelesaikan rangkaian mandi wajib, dianjurkan untuk membaca doa berikut:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
"Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu. Wa asyhadu anna Muhammadan Abduhu wa rasuluhu. Allahumma-j alnii minat tawabinna waj alnii minal mutathohiirina waj alni min ibadati shalihin"
Artinya: "Aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang menyekutukan bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah jadikanlah aku orang yang ahli tobat, dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh."
Sumber:
- Kajian berjudul Perbandingan Gambaran Makroskopik dan Mikroskopik Bercak Sperma Berdasarkan Karakteristik Objek Kain Sesuai dengan Waktu Pengambilan dipublikasikan di Al Iqra Medical Journal: Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol. 07 No. 2, August 2024
- Kajian berjudul Mandi Junub dalam Tinjauan Al-Qur’an dan Sains (Kajian Tahlili terhadap QS. Al-Nisa/4: 43) dipublikasikan di Jurnal Tafsere Volume 7 Nomor 2 Tahun 2019
- Buku berjudul Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, dan Zikir (2020) oleh Zakaria R. Rachman
Advertisement
Q & A Seputar Topik
Kapan seseorang diwajibkan mandi wajib setelah keluar air mani?
Seseorang diwajibkan mandi wajib ketika mengalami keluarnya air mani dengan syahwat, baik dalam keadaan sadar maupun saat mimpi basah. Hal ini berlaku untuk laki-laki maupun perempuan, sesuai dengan ketentuan dalam syariat Islam.
Apa niat yang harus dibaca saat mandi wajib karena keluar air mani?
Niat cukup dilakukan dalam hati tanpa harus dilafalkan, contohnya: “Saya niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar karena keluar mani, karena Allah Ta’ala.” Dalam bahasa Arab: نَوَيْتُ غُسْلَ الجَنَابَةِ لِرَفْعِ الحَدَثِ الأَكْبَرِ لِلَّهِ تَعَالَى
Bagaimana tata cara mandi wajib setelah keluar mani menurut mazhab Syafi'i?
Tata caranya adalah:
- Niat dalam hati ketika air pertama kali mengenai tubuh,
- Membersihkan najis bila ada,
- Membasuh kedua tangan, kemaluan, dan bagian tubuh yang terkena najis,
- Berwudhu seperti wudhu sebelum salat,
- Menyiram kepala sebanyak tiga kali hingga ke akar rambut,
- Meratakan air ke seluruh tubuh, termasuk lipatan kulit.
Apakah sah mandi wajib jika tidak membasuh bagian tertentu seperti ketiak atau sela-sela jari?
Tidak sah. Air harus merata ke seluruh tubuh termasuk bagian tersembunyi seperti ketiak, pusar, lipatan kulit, dan sela-sela jari. Jika ada bagian yang tidak terkena air secara sengaja atau karena kelalaian, maka mandi wajib tersebut tidak memenuhi syarat keabsahan.
Apakah diperbolehkan menggunakan sabun saat mandi wajib?
Boleh. Penggunaan sabun tidak membatalkan mandi wajib, asalkan air suci tetap merata ke seluruh tubuh setelah najis dan kotoran dibersihkan. Inti dari mandi wajib adalah meratakan air suci ke seluruh badan dengan niat yang benar.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164799/original/043621100_1742183216-dbe96acd3b3529457b7c0146890290a1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1918996/original/079782400_1776676911-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_19.58.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3981875/original/078687700_1648799071-pexels-pixabay-161502.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051584/original/034158100_1776315691-3972.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258200/original/037838200_1781326433-000_B6XQ9ZM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258839/original/015610100_1781416618-IMG-20260614-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513884/original/037538000_1782437861-AP26176736605560.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513056/original/032314400_1782436532-jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8512971/original/012018800_1782436430-000_B8CY2VE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260100/original/015804900_1781568479-000_B7869A8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263848/original/006023700_1782021745-000_B7RA6WF.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263734/original/051420000_1781976439-063_2282511619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)