ANBK Adalah Pengganti Ujian Nasional, Ketahui Jenis dan Bentuk Ujiannya

ANBK adalah singkatan dari Asesmen Nasional Berbasis Komputer, yang sudah resmi dijadikan sebagai pengganti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Diperbarui 05 Juni 2025, 15:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Perubahan signifikan dalam sistem evaluasi pendidikan nasional Indonesia mulai terlihat dengan diperkenalkannya Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Tahun ini, siswa kelas 5, 8, dan 11 menjadi pionir dalam mengikuti ANBK, menandai era baru dalam penilaian kemampuan pelajar di tingkat nasional. Langkah ini dipandang sebagai terobosan penting dalam upaya modernisasi dan peningkatan efektivitas sistem evaluasi pendidikan di Indonesia.

ANBK hadir sebagai solusi inovatif yang diproyeksikan untuk menggantikan sistem evaluasi sebelumnya, yaitu Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Pergeseran ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mengadopsi metode penilaian yang lebih komprehensif dan sesuai dengan tuntutan era digital. Dengan berbasis komputer, ANBK tidak hanya menawarkan efisiensi dalam pelaksanaan dan penilaian, tetapi juga membuka peluang untuk evaluasi yang lebih dinamis dan adaptif terhadap kebutuhan individu siswa.

Berikut ini Liputan6.com ulas mengenai pengertian ANBK beserta jenis dan bentuk ujiannya yang telah dirangkum dari laman kemdikbud.go.id, Kamis (05/06/2024).

ANBK Adalah Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) merupakan inovasi terbaru dalam sistem evaluasi pendidikan di Indonesia. Sebagai pengganti resmi dari Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), ANBK hadir sebagai solusi yang lebih praktis dan efisien dalam memetakan mutu sistem pendidikan. Cakupannya luas, meliputi sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dengan pendekatan berbasis komputer, ANBK menawarkan proses penilaian yang lebih terstruktur dan dapat diandalkan.

Lebih lanjut, menurut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menjelaskan bahwa ANBK adalah penilaian yang fokus melakukan tindakan  evaluasi input, proses, dan output pembelajaran melalui serangkaian tahapan tertentu.

ANBK bukan sekadar pergantian nama dari sistem sebelumnya, melainkan sebuah transformasi mendasar dalam metode evaluasi pendidikan. Proses penilaian dalam ANBK dirancang dengan seksama, mempertimbangkan berbagai aspek untuk memastikan akurasi dan relevansi hasil yang diperoleh. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan standar penilaian pendidikan nasional, sekaligus mengadaptasi sistem evaluasi dengan perkembangan teknologi terkini.

Partisipasi dalam ANBK ditujukan bagi siswa pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah. Ini berarti bahwa evaluasi mencakup spektrum yang luas dari pelajar Indonesia, memberikan gambaran komprehensif tentang kualitas pendidikan di berbagai jenjang. Dengan target peserta yang luas ini, ANBK berpotensi untuk menjadi instrumen penting dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sistem pendidikan secara nasional.

Fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan ANBK, dengan opsi pelaksanaan baik secara online maupun semi-online. Pendekatan ini memungkinkan adaptasi terhadap berbagai kondisi infrastruktur di seluruh Indonesia. Untuk pelaksanaan online, dipersyaratkan adanya akses internet yang stabil serta ketersediaan komputer proctor untuk membuka token.

Sementara itu, opsi pelaksanaan semi-online disediakan untuk mengakomodasi daerah-daerah dengan keterbatasan akses internet langsung. Dalam mode ini, komputer client tidak perlu memiliki koneksi internet secara langsung, namun tetap dapat melaksanakan asesmen dengan bantuan perangkat tambahan.

Jenis Instrumen ANBK

Ada tiga instrumen penilaian dari ANBK adalah sebagai bagian dari evalusi pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menjelaskan tiga instrumen penilaian ANBK adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Berikut ini penjelasannya:

1. Asesmen Kompetensi Minimum

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) murid. Literasi membaca sendiri diartikan sebagai kemampuan murid untuk memahami dan menguasai berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah. Sementara literasi matematika adalah kemampuan berpikir murid dengan menggunakan perhitungan dalam menyelesaikan suatu soal masalah. 

2. Survey Karakter

Survei Karakter yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid.

3. Survey Lingkungan Belajar

Survei Lingkungan Belajar yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan.

Bentuk Ujian ANBK

Ada beberapa bentuk soal yang muncul dalam ANBK bagi jenjang menengah adalah sebagai berikut ini:

1. Bentuk Soal Objektif

a. Pilihan Ganda

Dalam model soal ANBK ini, peserta didik akan diberi pertanyaan dengan pilihan jawaban berganda. Dari beberapa pilihan jawaban tersebut, peserta akan memilih satu jawaban yang diyakini benar.

b. Pilihan Ganda Kompleks Benar atau Salah

Pada bentuk ini akan ada soal dengan beberapa pernyataan. Kemudian peserta didik akan memilih pernyataan yang sesuai atau tidak dengan stimulus yang diberikan.

c. Pilihan Ganda Kompleks Lebih dari Satu Jawaban Benar

Pada bentuk soal pilihan ganda ini, peserta bisa memilih lebih dari satu jawaban yang dianggapnya benar.

d. Isian Singkat

Peserta didik perlu memasukkan jawaban yang berupa angka pada bentuk soal isian singkat.

e. Menjodohkan Jawaban

Akan ada sejumlah soal pertanyaan di kotak sebelah kiri, dan peserta didik perlu menghubungkannya dengan jawaban tepat yang terletak di kotak kanan. Cara menghubungkannya dengan membentuk garis antara kedua kotak.

2. Bentuk Soal Non Objektif

Sedangkan pada bentuk soal non objektif, peserta didik akan diberi tipe pertanyaan uraian. Jawaban dari soal uraian harus dijelaskan dalam kolom yang tersedia dengan memasukkan huruf, angka, karakter, dan spasi.

Tips Persiapan ANBK

Agar tidak panik saat mengerjakan soal ANBK, siswa dapat mempersiapkan diri dengan cara:

1. Pastikan telah mengetahui komposisi susunan soal dan durasi ujian

Langkah pertama untuk persiapan ANBK, pastikan kamu telah mencari tahu tentang susunan komposisi soal dan durasi waktu ujian. Dengan mengetahui kedua hal ini, kamu dapat membuat time table management untuk eksekusi secara maksimal.

2. Berlatih soal sejak jauh hari

Untuk mempersiapkan diri menjelang ANBK, kamu juga bisa berlatih soal sebanyak-banyaknya. Hal ini dapat memudahkan kamu dalam mengerjakan soal ANBK.

3. Jawab soal dengan benar sebanyak-banyaknya

Jika kamu sudah menjalankan “simulasi” dengan berlatih soal, maka besar kemungkinan kamu lebih familiar dengan soal-soal yang disajikan saat ujian. Fokus kerjakan soal-soal yang terasa lebih mudah bagimu dan gunakan waktu yang tersisa untuk menjawab soal-soal yang lebih sulit.

4. Istirahat yang cukup dan percaya pada kemampuanmu

Agar konsentrasi dan daya fokusmu dapat terjaga selama ujian, pastikan kamu beristirahat dengan cukup. Jangan terlalu memaksakan kondisimu saat persiapan, karena justru dengan memiliki jam istirahat yang cukup, kondisi fisik dan daya fokusmu dapat terjaga maksimal di hari ujian.

FAQ tentang Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

1. Apa itu ANBK?

ANBK adalah singkatan dari Asesmen Nasional Berbasis Komputer, yaitu program evaluasi yang dirancang untuk mengukur mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menggunakan sistem berbasis komputer.

2. Apa tujuan dari pelaksanaan ANBK?

Tujuannya adalah untuk memperoleh potret mutu pendidikan yang dapat dipantau secara berkala dan digunakan sebagai dasar dalam memperbaiki sistem pembelajaran di satuan pendidikan.

3. Apa dasar hukum pelaksanaan ANBK?

Pelaksanaan ANBK didasarkan pada:

  • Undang-Undang Sisdiknas Tahun 2003 Pasal 57 dan 59
  • Permendikbudristek Nomor 17 Tahun 2021 tentang Asesmen Nasional

4. Apakah ANBK menggantikan Ujian Nasional (UN)?

Tidak secara langsung menggantikan peran UN dalam mengevaluasi prestasi individu siswa. Namun, ANBK menggantikan UN sebagai alat untuk mengevaluasi mutu sistem pendidikan, bukan untuk menilai capaian akademik siswa secara individu.

5. Siapa saja yang menjadi peserta ANBK?

Peserta ANBK adalah siswa kelas 5 SD/MI, 8 SMP/MTs, dan 11 SMA/MA/SMK. Pemilihan jenjang ini bertujuan agar siswa dapat merasakan perbaikan pembelajaran saat mereka masih bersekolah.

6. Kenapa yang ikut ANBK hanya kelas 5, 8, dan 11?

Karena siswa di jenjang tersebut sudah mengalami proses belajar yang cukup lama di satuan pendidikan masing-masing, sehingga hasil asesmen dianggap mencerminkan kontribusi sekolah terhadap capaian belajar mereka.

7. Bagaimana moda pelaksanaan ANBK?

Terdapat dua moda pelaksanaan ANBK, yaitu:

  • Moda Online: menggunakan koneksi internet langsung
  • Moda Semi Online: menggunakan server lokal yang disinkronkan dengan pusat

8. Apa saja pilihan status pelaksanaan ANBK di sekolah?

Sekolah dapat memilih antara:

  • Mandiri: dilaksanakan di sekolah masing-masing
  • Menumpang: dilaksanakan di sekolah lain terdekat yang memenuhi sarana dan prasarana

9. Apa saja instrumen dalam ANBK?

Tiga instrumen utama dalam ANBK adalah:

  • Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) – mengukur literasi membaca dan numerasi (matematika dasar)
  • Survei Karakter – mengukur nilai, sikap, dan kebiasaan peserta didik
  • Survei Lingkungan Belajar – mengukur kualitas input dan proses belajar di sekolah

10. Bagaimana bentuk soal dalam ANBK?

Bentuk soal ANBK terdiri dari:

  • Objektif
  • Pilihan Ganda
  • Pilihan Ganda Kompleks Benar/Salah
  • Pilihan Ganda Kompleks Lebih dari Satu Jawaban Benar
  • Isian Singkat
  • Menjodohkan Jawaban
  • Non Objektif
  • Uraian: peserta diminta memberikan jawaban berbentuk teks, angka, atau karakter dalam kolom yang tersedia.

11. Apa perbedaan utama antara ANBK dan UN?

UN menilai hasil belajar individu siswa, sedangkan ANBK menilai mutu dan proses pendidikan di satuan pendidikan. ANBK tidak digunakan sebagai syarat kelulusan.

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6