Sukses

6 Tips Olah Daging Kurban agar Tak Sebabkan Darah Tinggi, Hindari Penggunaan Bumbu-Bumbu Ini

Perlu dipahami bahwa tidak semua daging sama dan cara pengolahan daging juga memainkan peran penting dalam dampaknya terhadap kesehatan.

Liputan6.com, Jakarta Idul Adha merupakan salah satu hari raya yang diperingati oleh umat Muslim di seluruh dunia. Hari raya ini identik dengan penyembelihan hewan kurban seperti sapi dan kambing, yang dagingnya kemudian dibagikan kepada yang berhak, termasuk keluarga yang berkurban. Di Indonesia, tradisi ini membawa kebahagiaan tersendiri karena masyarakat dapat menikmati daging dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa.

Namun, ada kekhawatiran yang berkembang di masyarakat terkait dengan konsumsi daging kurban. Banyak yang percaya bahwa makan daging, terutama daging kambing dan sapi, dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi. Hal ini sering menjadi bahan diskusi karena konsumsi daging berlebih memang bisa berpengaruh terhadap kesehatan.

Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi merupakan kondisi kesehatan yang bisa memicu berbagai penyakit serius seperti penyakit jantung dan stroke. Daging, terutama daging merah, mengandung lemak jenuh yang dikenal dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Ketika dikonsumsi dalam jumlah besar tanpa kontrol, lemak jenuh ini dapat menumpuk dalam arteri dan menyebabkan penyempitan atau pengerasan arteri, yang akhirnya meningkatkan tekanan darah.

Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua daging sama dan cara pengolahan daging juga memainkan peran penting dalam dampaknya terhadap kesehatan. Misalnya, daging yang diproses dengan cara digoreng atau dimasak dengan banyak lemak tambahan tentu lebih berisiko dibandingkan daging yang diolah dengan cara dipanggang atau direbus tanpa tambahan lemak. Selain itu, porsi dan frekuensi konsumsi juga perlu diperhatikan untuk menjaga keseimbangan nutrisi dan kesehatan tubuh.

Berikut adalah sejumlah tips mengolah daging kurban agar tidak menyebabkan hipertensi dan peningkatan kolesterol, seperti yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (17/6/2024).

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Apakah Daging Sapi dan Kambing Menyebabkan Hipertensi?

Daging sapi dan kambing tidak langsung menyebabkan hipertensi, tetapi pengolahan yang salah dapat meningkatkan risiko darah tinggi. Daging sapi berlemak dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam darah, tetapi daging sapi yang tidak berlemak tidak memiliki efek signifikan pada kolesterol. Jadi, penting untuk memilih daging sapi yang rendah lemak untuk mengurangi risiko hipertensi.

Daging kambing juga tidak langsung menyebabkan peningkatan kolesterol, tetapi proses pengolahan yang salah dapat meningkatkan risiko darah tinggi. Nutrisi dalam daging kambing meliputi protein yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh, zat besi sebagai bahan pembentuk sel darah merah, dan kalsium yang mampu menjaga kesehatan gigi dan tulang.

Namun, penggunaan minyak yang berlebihan saat menggoreng daging kambing dapat meningkatkan resiko hipertensi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih cara pengolahan yang sehat, seperti mengukus, merebus, atau memanggang daging sapi atau kambing. Dengan demikian, kita dapat menikmati daging kurban yang lezat tanpa meningkatkan risiko darah tinggi.

3 dari 4 halaman

Tips Olah Daging Kurban agar Aman

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa daging sapi dan kambing tidak menyebabkan hipertensi atau peningkatan kadar kolesterol secara langsung. Hanya saja, proses mengolah daging kurban yang keliru dapat menjadi penyebab hipertensi dan peningkatan kadar kolesterol. Lalu bagaimana cara mengolah daging kurban agar tidak menyebabkan darah tinggi dan peningkatan kadar kolesterol? Berikut tips mengolah daging kurban agar tetap aman dikonsumsi:

1. Direbus atau Dikukus

Dalam mengolah daging kurban, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindarkan kita dari risiko peningkatan kadar kolesterol dan hipertensi. Salah satunya adalah dengan merebus atau mengukus daging kurban.

Mengukus atau merebus daging kurban merupakan cara memasak yang paling baik dan dapat membantu mengurangi kadar lemak yang terkandung dalam daging. Proses perebusan atau pengukusan dapat menghilangkan lemak jenuh yang ditemukan dalam daging kambing, sehingga dapat mencegah penyumbatan pembuluh darah dan peningkatan risiko penyakit jantung.

Selain metode pengolahan daging, kita juga perlu memperhatikan bahan-bahan yang digunakan saat mengolah daging kurban. Sebaiknya hindari menggunakan bahan-bahan seperti santan kelapa atau minyak banyak dalam proses pengolahan. Hindari juga penggunaan bumbu-bumbu yang terlalu asin atau mengandung banyak garam, karena dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Dengan mengolah daging kurban dengan cara direbus atau dikukus serta memperhatikan bahan-bahan yang digunakan, kita dapat mencegah peningkatan kadar kolesterol dan risiko hipertensi. Selain itu, pengolahan daging kurban dengan cara ini juga dapat menjaga kualitas daging yang tetap segar dan lezat. Jadi, pastikan untuk mengikuti tips ini saat mengolah daging kurban agar tetap sehat dan terhindar dari masalah kesehatan seperti darah tinggi.

2. Hindari Memasak dengan Minyak

Bagi banyak orang, daging kurban adalah hidangan yang sangat dinantikan setiap tahunnya. Namun, tahukah Anda bahwa mengolah daging kurban tanpa menggunakan minyak dapat menghindarkan kita dari risiko peningkatan kadar kolesterol dan hipertensi?

Penggunaan minyak ketika menggoreng daging dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam darah. Hal ini dikarenakan minyak mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Kolesterol jahat dapat menyebabkan penumpukan plak di dalam arteri, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan hipertensi.

Mengolah daging tanpa minyak dapat menjadi alternatif yang baik untuk mengurangi risiko peningkatan kolesterol. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode memanggang atau merebus daging. Metode ini tidak memerlukan penggunaan minyak, sehingga dapat mengurangi konsumsi lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat.

Selain itu, menghindari penggunaan minyak saat mengolah daging kurban juga dapat membantu kita menghindarkan diri dari berbagai penyakit tidak menular yang berbahaya bagi tubuh. Penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes sering kali dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol dan hipertensi. Dengan mengurangi risiko peningkatan kolesterol, kita juga dapat mengurangi risiko terkena penyakit-penyakit tersebut.

Oleh karena itu, agar dapat menikmati daging kurban dengan sehat, hindarilah memasak dengan minyak. Pilihlah metode memasak seperti memanggang atau merebus yang tidak memerlukan penggunaan minyak. Dengan cara ini, kita dapat mengurangi risiko peningkatan kadar kolesterol dan hipertensi yang dapat membahayakan kesehatan tubuh kita.

3. Pilih Bagian yang Tepat

Dalam mengolah daging kurban, memilih bagian yang tepat sangat penting untuk menghindarkan kita dari risiko peningkatan kadar kolesterol dan hipertensi. Salah satu alasan utamanya adalah karena bagian daging yang banyak mengandung lemak jenuh dapat memicu hipertensi.

Lemak dalam daging kurban terdiri dari dua jenis, yaitu lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Lemak jenuh ditemukan terutama dalam bagian daging yang berwarna putih atau pucat, sedangkan lemak tak jenuh ditemukan terutama dalam bagian daging yang berwarna merah atau pink. Lemak jenuh diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh, yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi.

Oleh karena itu, dalam mengolah daging kurban, sebaiknya pilihlah bagian yang tidak banyak mengandung lemak jenuh. Bagian daging yang termasuk dalam kategori rendah lemak jenuh adalah bagian daging tanpa lemak yang berwarna merah atau pink. Bagian ini cenderung lebih rendah kandungan lemak jenuhnya, sehingga lebih aman dikonsumsi bagi penderita hipertensi atau orang-orang yang ingin mempertahankan kadar kolesterol mereka tetap normal.

Dengan memilih bagian yang tepat saat mengolah daging kurban, kita dapat menghindarkan diri dari risiko peningkatan kadar kolesterol dan hipertensi. Selain itu, tentunya juga penting untuk memperhatikan cara pengolahan dan penyajian daging kurban yang sehat, seperti dengan membuang lemak yang terlihat, memilih metode masak yang sehat, dan mengurangi penggunaan garam dalam masakan. Semoga tips ini bermanfaat bagi kita semua dalam mengonsumsi daging kurban yang sehat dan berkualitas.

4. Batasi Penggunaan Garam

Dalam mengolah daging kurban, kita perlu membatasi penggunaan garam agar dapat menghindarkan kita dari risiko peningkatan kadar kolesterol dan hipertensi. Garam merupakan faktor utama dalam meningkatkan risiko hipertensi. Penderita tekanan darah tinggi juga dianjurkan untuk mengurangi asupan garam. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan penambahan garam ketika memasak daging kambing.

Asupan garam yang dianjurkan untuk pengidap hipertensi adalah sebanyak 2,3 gram atau kurang dari seperempat sendok makan per hari. Dalam garam dan kecap terkandung natrium yang bisa meningkatkan tekanan darah. Selain itu, saat membumbui atau memasak daging kambing seperti satai, seringkali bumbu dioleskan secara berkali-kali, yang berarti kandungan natriumnya menjadi tinggi.

Ketika seseorang mengonsumsi daging kambing yang dimasak dengan cara tersebut, kondisi inilah yang dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah. Oleh karena itu, untuk menghindari risiko darah tinggi, disarankan untuk membatasi penggunaan garam saat mengolah daging kurban. Dengan memperhatikan hal ini, kita dapat menikmati daging kurban dengan lebih aman dan sehat.

5. Batasi Penggunaan Kecap

Dalam proses mengolah daging kurban, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan kecap. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan oleh kandungan natrium yang terdapat dalam kecap tersebut.

Saat kita memanggang daging kurban seperti sate, bumbu kecap biasanya dioleskan berkali-kali pada daging agar bumbunya meresap dengan baik. Akibatnya, kandungan natrium dalam daging tersebut menjadi tinggi. Saat seseorang mengonsumsi daging kambing yang dimasak dengan cara ini, kandungan natrium yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah atau hipertensi.

Oleh karena itu, ada baiknya kita membatasi penggunaan kecap dalam mengolah daging kurban agar dapat menghindari risiko peningkatan kadar kolesterol dan hipertensi. Alternatif lain yang dapat digunakan adalah penggunaan rempah-rempah seperti bawang putih, jahe, dan kunyit yang dapat memberikan cita rasa yang lezat pada daging kurban tanpa menambahkan kandungan natrium yang berlebih.

Dalam menjaga kesehatan kita, mengontrol kandungan natrium dalam makanan yang dikonsumsi sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Dengan membatasi penggunaan kecap dalam mengolah daging kurban, kita dapat menikmati hidangan yang lezat tanpa perlu khawatir akan efek negatifnya pada kesehatan tubuh kita.

6. Hindari Penggunaan Santan

Dalam mengolah daging kurban, sebaiknya kita menghindari penggunaan santan agar dapat mengurangi risiko peningkatan kadar kolesterol dan hipertensi. Penggunaan santan dalam memasak daging dapat meningkatkan kandungan lemak jenuh yang berlebihan. Lemak jenuh tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan hipertensi yang sering kali diakibatkan oleh darah tinggi.

Dalam santan juga terdapat kolesterol jahat yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Menghindari penggunaan santan dalam olah daging kurban dapat mengurangi risiko peningkatan kolesterol yang dapat menyebabkan berbagai penyakit tidak menular berbahaya bagi tubuh.

Dengan menghindari penggunaan santan dalam olah daging kurban, kita dapat mengurangi konsumsi lemak jenuh yang berlebihan, menurunkan risiko peningkatan kadar kolesterol, dan menjaga kesehatan jantung serta mengurangi risiko hipertensi. Hindarilah penggunaan santan dalam olah daging kurban agar dapat menjaga kesehatan tubuh dan menghindari terjadinya penyakit tidak menular yang berbahaya.

 

4 dari 4 halaman

Tips Konsumsi Daging Kurban yang Aman

Daging kurban merupakan bagian yang tak bisa dihindari pada perayaan Idul Adha. Namun, terlalu banyak mengonsumsi daging kurban dapat memiliki dampak buruk bagi kesehatan, seperti meningkatkan risiko darah tinggi. Oleh karena itu, perlu adanya tips konsumsi daging kurban yang aman untuk menjaga kesehatan tubuh. Berikut adalah sejumlah tips mengonsumsi daging kurban agar tidak menyebabkan hipertensi dan peningkatan kadar kolesterol:

1. Makan dalam Porsi Secukupnya

Usahakan untuk mengonsumsi daging dalam porsi secukupnya untuk menghindari perut yang nyeri akibat esophageal sphincter terasa penuh. Kondisi tersebut akan membuat makanan terasa kembali ke perut bagian atas.

2. Pilih Bagian Daging yang Rendah Lemak

Pilih bagian daging yang rendah lemak dan kolesterol, seperti bagian sirloin atau tenderloin. Kedua bagian tersebut menurut ahli gizi merupakan bagian yang paling rendah lemaknya.

3. Batasi Konsumsi Lemak Jenuh dan Garam

Batasi penggunaan lemak jenuh dan garam dalam memasak daging. Penggunaan lemak jenuh dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan hipertensi, sedangkan penggunaan garam yang berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi.

4. Hindari Konsumsi Daging Sebelum Tidur

Mengkonsumsi makanan yang terbuat dari daging sebelum tidur dapat berdampak buruk bagi kesehatan karena dapat mengakibatkan makanan tersebut tedorong lagi ke esophageal sphincter. Selain itu, kualitas tidur pun akan terganggu.

5. Kombinasikan Masakan Daging dengan Sayur

Kombinasikan masakan daging dengan sayur untuk menjaga keseimbangan gizi dan mengurangi risiko penyakit tidak menular.

6. Perbanyak Minum Air Putih

Perbanyak minum air putih untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mengurangi risiko penyakit tidak menular.

7. Penyimpanan yang Aman

Penyimpanan daging harus dilakukan dengan aman untuk menghindari kontaminasi penyakit. Buang lemak berlebih dan simpan daging dalam wadah yang bersih dan tertutup.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.