Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, umat Islam ada baiknya mempersiapkan diri baik secara spiritual maupun praktis. Salah satu bentuk kesiapan tersebut adalah dengan melaksanakan puasa sunah di bulan Dzulhijjah. Sebelum itu, umat Islam juga perlu mengetahui bacaan niat puasa Idul Adha. Puasa sunnah sebelum Idul Adha merupakan amalan yang sarat keutamaan, sebagaimana disebutkan dalam sejumlah hadis.
Berdasarkan laman resmi Nahdlatul Ulama (NU), puasa sunnah menjelang Idul Adha dilaksanakan pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah. Di antara hari-hari tersebut, yang paling dianjurkan adalah puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Puasa ini dikenal secara umum sebagai puasa Dzulhijjah, dengan masing-masing hari memiliki keutamaan tersendiri.
Advertisement
Puasa Dzulhijjah dari tanggal 1 hingga 7 menjadi momentum meningkatkan ibadah di awal bulan suci ini. Sementara itu, puasa Tarwiyah dan Arafah dianggap memiliki ganjaran yang lebih besar, terutama puasa Arafah yang disebut dalam hadis mampu menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.
Membaca niat puasa Idul Adha sangat penting untuk menegaskan kesungguhan dan niat ikhlas dalam beribadah. Niat puasa Idul Adha dianjurkan dibaca pada malam sebelum tidur atau ketika sahur menjelang fajar.
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Selasa (6/5/2025).
Niat Puasa Idul Adha dan Artinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3144545/original/075172000_1591330736-muslim-woman-pray-hijab_73740-639.jpg)
Dikutip dari laman Baznas, berikut ini bacaan niat puasa Idul Adha dalam Bahasa Latin dan artinya.
1. Puasa Dzulhijjah
Semua umat Islam akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda bagi yang menjalankan ibadah sunah pada 1-7 hari pertama bulan Dzulhijjah. Seperti puasa pada umumnya, waktu niat puasa ini yakni dilakukan pada malam hari atau setelah terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar. Berikut adalah lafal niatnya,
a. Niat Puasa yang dibaca Saat Malam Hari
Arab Latin: Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi taala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah taala.”
b. Niat Puasa yang dibaca Sesudah Subuh
Arab Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi an adai syahri dzil hijjah sunnatan lillahi taala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah taala”
2. Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan di hari kedelapan Dzulhijjah yang bermakna berpikir atau merenung. Hal ini dikarenakan hari Tarwiyah identik dengan keadaan berpikir dan merenung tentang segala peristiwa atau kejadian yang penuh dengan keraguan. Berikut adalah niat untuk dibacakan sebelum melakukan puasa Tarwiyah,
a. Niat Puasa yang Dibaca Saat Malam Hari
Arab Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi taala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah taala”
b. Niat Puasa yang Dibaca Setelah Subuh
Arab Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi an adai tarwiyata sunnatan lillahi taala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah taala.”
3. Puasa Arafah
Puasa terakhir yang wajib dilakukan adalah Puasa Arafah yang dilakukan pada hari ke 9 bulan Dzulhijjah atau tepat sehari sebelum menjelang Hari Raya Idul Adha. Selain itu, puasa ini juga dianjurkan untuk orang yang tak sedang menjalankan ibadah haji. Adapun niat bacaan yang wajib diucapakan sebelum melaksanakan puasa Arafah adalah seperti berikut,
a. Niat Puasa yang Dibaca Malam Hari
Arab Latin: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi taala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah taala.”
b. Niat Puasa yang Dibaca Sesudah Subuh
Arab Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi an adai arafata sunnatan lillahi taala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah taala.”
Advertisement
Tata Cara Puasa Idul Adha
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5013574/original/073075600_1732075149-tips-sahur-agar-tidak-lapar-saat-puasa.jpg)
Berikut ini penjelasan melansir dari laman baznas.go.id:
1. Membaca Niat Puasa
Membaca niat puasa Idul Adha adalah langkah pertama dalam menjalankan puasa Idul Adha. Seperti puasa lainnya, niat harus dibaca dengan kesadaran dan keyakinan penuh. Membaca niat ini adalah salah satu tata cara puasa sehari sebelum lebaran Idul Adha yang sangat penting, karena menegaskan tujuan dan keikhlasan dalam berpuasa.
2. Melaksanakan Sahur
Sahur adalah sunnah dalam berpuasa, termasuk puasa Idul Adha. Sangat dianjurkan untuk melaksanakan sahur, meskipun hanya dengan segelas air putih atau sebutir kurma. Sahur tidak hanya memberikan pahala, tetapi juga menyediakan tambahan energi untuk menjalani puasa sepanjang hari.
Tata cara puasa sehari sebelum lebaran Idul Adha ini mempermudah umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa dengan lebih lancar. Namun, jika tidak sempat melaksanakan sahur, puasa tetap sah dan dapat dilanjutkan.
3. Menahan Diri dari Hal-Hal yang Membatalkan Puasa
Setelah masuk fajar, umat Islam mulai menjalankan puasa Idul Adha. Selama puasa hingga terbenamnya matahari, penting untuk menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan hawa nafsu. Menahan diri dari hal-hal tersebut merupakan bagian inti dari tata cara puasa sehari sebelum lebaran Idul Adha, karena menunjukkan kesungguhan dalam menjalankan ibadah puasa sesuai tuntunan syariat.
4. Menyegerakan Berbuka
Setelah terbenamnya matahari atau saat waktu salat Maghrib tiba, umat Islam yang berpuasa Idul Adha dapat segera berbuka. Menyegerakan berbuka adalah sunnah yang dianjurkan dalam Islam. Niat berbuka yang dibaca untuk puasa Idul Adha sama seperti niat berbuka puasa lainnya.
Waktu Pelaksanaan Puasa Idul Adha
Dikutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama (NU), puasa sunnah menjelang Idul Adha 2025 dianjurkan untuk dimulai sejak 1 Dzulhijjah, yang diperkirakan jatuh pada 28 Mei 2025. Umat Islam dapat memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak ibadah, khususnya dengan menjalankan puasa sunnah yang memiliki keutamaan besar.
Berikut jadwal lengkap puasa sunnah menjelang Idul Adha 2025:
1. Puasa Dzulhijjah
Dilaksanakan mulai 1 hingga 7 Dzulhijjah, atau bertepatan dengan 28 Mei hingga 3 Juni 2025. Puasa ini sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang ingin memaksimalkan amalan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
2. Puasa Tarwiyah dan Arafah
Jatuh pada 8 dan 9 Dzulhijjah, yakni tanggal 4 dan 5 Juni 2025. Dua hari ini memiliki keutamaan yang lebih utama, terutama puasa Arafah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Puasa Arafah disebutkan dalam sejumlah hadis memiliki pahala besar, yaitu menghapus dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.
Oleh karena itu, umat Islam disarankan untuk memanfaatkan waktu dari tanggal 28 Mei hingga 5 Juni 2025 untuk melaksanakan puasa sunnah dengan penuh kesungguhan dalam menyambut Idul Adha yang jatuh pada 6 Juni 2025.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316854/original/006178900_1785992062-Screenshot_2026-08-06_113022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3502307/original/029273200_1625554411-pexels-photo-837274.jpeg)