Liputan6.com, Jakarta - Kata konotasi adalah makna tambahan atau asosiasi emosional yang terkait dengan sebuah kata, sementara denotasi adalah makna literal atau definisi yang ditemukan dalam kamus.
Contoh kata konotasi seperti "rumah" bisa memiliki makna tambahan seperti "kehangatan" atau "keamanan" yang secara emosional terkait dengan kata tersebut.
Advertisement
Kata konotasi adalah makna tambahan bermuatan emosional atau asosiasi subjektif selain makna dasar kata, yang muncul dari pengalaman, budaya, atau konteks pembicara.
Djajasudarma (2012) dalam Semantik 1 menyatakan makna konotasi muncul dari makna kognitif yang ditambah unsur perasaan atau nilai tertentu, sehingga makna asli (denotatif) berkembang menjadi makna tambahan yang memengaruhi interpretasi pendengar.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya Rabu (18/06/2025).
Pengertian Kata Konotasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4237948/original/087876200_1669270839-short-haired-girl-white-t-shirt-with-smile-reading-book-while-sitting-soft-bean-bag.jpg)
Kata konotasi merujuk pada makna tambahan atau asosiasi emosional yang melekat pada suatu kata, di luar makna literalnya. Konotasi merupakan makna tersirat yang bisa berbeda-beda tergantung pada pengalaman, budaya, dan konteks individu. Contoh dari kata konotasi adalah "rumah" yang dapat memiliki konotasi positif seperti tempat perlindungan dan kehangatan, namun juga dapat memiliki konotasi negatif seperti keterbatasan dan kekakuan.
Konotasi adalah makna secara implisit atau tersirat yang tidak tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tetapi muncul dalam konteks komunikasi berdasarkan nilai rasa, emosi, atau asosiasi budaya. Menurut penelitian Feast dalam album Beberapa Orang Memaafkan, diksi bermakna konotasi bermuatan kiasan, seperti “bunglon” yang berarti individu yang tidak punya pendirian tetap, atau “alergi peradaban” sebagai penolakan terhadap kemajuan.
Ciri dari kata konotasi adalah dapat mempengaruhi perasaan atau emosi seseorang, serta memiliki makna yang subjektif. Fungsi dari konotasi adalah untuk menambah kedalaman dan kompleksitas dalam komunikasi, memberikan warna emosional pada suatu kata atau frase.
Perbedaan utama antara konotasi dan denotasi adalah bahwa denotasi merujuk pada makna literal atau konkrit suatu kata, sedangkan konotasi merujuk pada makna emosional atau asosiasi tambahan yang melekat pada suatu kata. Hal ini membuat konotasi lebih subjektif, karena bisa bervariasi tergantung pada persepsi individu, sementara denotasi mewakili makna yang lebih umum atau universal.
Ciri-ciri konotasi
Dari perspektif semantik, konotasi merujuk pada dimensi leksikal yang membawa nilai emosional dan kultural. Sebagaimana ditegaskan dalam penelitian cerpen "Teman Kencan" karya Eka Kurniawan, makna konotatif merupakan pelambangan perasaan atau pikiran yang muncul dalam interaksi komunikasi dan berkembang dalam konteks penggunaan kata.
Konotasi merupakan makna tambahan atau asosiatif dari suatu kata, yang seringkali bersifat emosional atau subjektif. Beberapa ciri konotasi antara lain adalah:
1. Berkaitan dengan perasaan atau emosi: Konotasi seringkali berhubungan dengan perasaan atau emosi seseorang. Misalnya, kata "rumah" memiliki konotasi yang hangat dan nyaman.
2. Bersifat non-literal: Konotasi tidak memiliki makna literal atau harfiah yang secara jelas terdefinisi. Sebaliknya, konotasi lebih bersifat abstrak dan tergantung pada konteks penggunaannya.
3. Subjektif: Konotasi dapat bervariasi antara individu karena bersifat subjektif. Artinya, konotasi suatu kata bisa berbeda-beda tergantung pada pengalaman dan latar belakang seseorang.
Perbedaan utama antara konotasi dan denotasi adalah bahwa denotasi adalah makna literal atau harfiah dari suatu kata, sementara konotasi adalah makna tambahan yang bersifat emosional atau asosiatif. Contoh dari konotasi adalah kata "anjing", yang memiliki konotasi negatif dalam percakapan sehari-hari, sedangkan denotasinya adalah hewan mamalia berkaki empat.
Advertisement
Fungsi Kata Konotasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4677065/original/077914800_1701915959-pexels-cottonbro-studio-4009025.jpg)
Kata konotasi adalah jenis kata yang memiliki makna tambahan atau asosiasi emosional, selain dari makna denotatifnya. Fungsi dari kata konotasi adalah untuk menambahkan nuansa atau perasaan tertentu dalam komunikasi.
Dengan kata konotasi, pembicara dapat mengkomunikasikan lebih dari sekadar makna harfiah, tetapi juga menyertakan perasaan atau asosiasi tertentu yang ingin disampaikan kepada pendengar atau pembaca.
Pahami juga bahwa konotasi juga digunakan untuk menunjukkan rasa tidak setuju atau kritikan halus terhadap orang atau situasi tanpa menyinggung secara langsung. Di sisi lain, dalam penelitian semantik lirik lagu Feast, diksi berkonotatif berfungsi menambah nilai rasa, memperjelas konteks, menyampaikan argumen, menyindir, dan menambah estetika teks, melansir dari ejournal.unesa.ac.id.
Sebagai contoh, kata "rumah" memiliki makna denotatif sebagai tempat tinggal, tetapi kata ini juga dapat memiliki konotasi yang berbeda-beda, seperti kehangatan, keamanan, atau kenangan manis. Dengan menggunakan kata konotasi, pembicara dapat menciptakan gambaran atau pengalaman yang lebih kaya dalam komunikasi.
Perbedaan utama antara kata konotasi dan denotasi adalah bahwa kata denotasi merujuk pada makna harfiah atau literal sebuah kata, sementara kata konotasi merujuk pada makna asosiatif atau tambahan yang melekat pada kata tersebut. Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat menggunakan kata-kata dengan lebih tepat dan efektif dalam berkomunikasi.
Contoh Kata Konotasi dalam Kalimat
Pengertian konotasi adalah makna tambahan atau asosiasi yang melekat pada suatu kata, di luar makna literal atau denotasinya. Ciri-ciri konotasi meliputi adanya unsur emosional, personal, atau kultural yang mungkin berbeda-beda bagi individu atau kelompok. Fungsi konotasi adalah untuk menambahkan nuansa atau makna yang lebih dalam dalam berkomunikasi. Berikut adalah 25 contoh kata konotasi beserta kalimatnya:
1. Merah (konotasi: berani, marah) - "Dia melihat matahari terbenam yang merah jambu, memberikan warna yang cantik pada langit."
2. Hitam (konotasi: suram, gelap) - "Malam ini sangat hitam dan terasa menyeramkan di sini."
3. Angin (konotasi: segar) - "Angin sejuk bertiup di pantai, membuat suasana jadi lebih nyaman."
4. Hujan (konotasi: menyenangkan) - "Saat hujan turun, saya suka menikmati minuman hangat di dalam rumah."
5. Bulat (konotasi: sempurna) - "Dia memiliki wajah bulat yang selalu membuat orang terkesan."
6. Tua (konotasi: bijaksana) - "Nenek saya sangat tua, tapi dia memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman."
7. Kecil (konotasi: manis) - "Anak kecil itu membawa tas kecil yang lucu sekali."
8. Besar (konotasi: kuat, penting) - "Dia memiliki mimpi besar untuk masa depannya."
9. Muda (konotasi: enerjik) - "Generasi muda harus berani menghadapi perubahan."
10. Lemas (konotasi: lemah) - "Setelah berolahraga, dia merasa lemas dan butuh istirahat."
11. Dingin (konotasi: tak acuh) - "Sikapnya terasa begitu dingin dan membuatku merasa jauh darinya."
12. Panas (konotasi: marah) - "Wajahnya memanas ketika mendengar berita itu."
13. Asam (konotasi: menyakitkan) - "Rautnya terlihat asam ketika mendengar kritikan."
14. Manis (konotasi: menyenangkan, baik) - "Senyumnya begitu manis, membuat hatimu hangat."
15. Kotor (konotasi: buruk) - "Dia memiliki reputasi kotor di kantor tersebut."
16. Bersih (konotasi: jujur, tulus) - "Dia memiliki hati yang bersih dan tidak pernah berniat jahat kepada siapapun."
17. Tua (konotasi: usang) - "Mobil tua itu masih berfungsi dengan baik meski terlihat usang."
18. Baru (konotasi: segar, modern) - "Dengan hadirnya teknologi baru, segalanya menjadi lebih efisien."
19. Gelap (konotasi: menakutkan) - "Di dalam hutan gelap itu, terdengar suara aneh yang membuatku merinding."
20. Terang (konotasi: cerah, banyak harapan) - "Wajahnya memancarkan senyum terang, menunjukkan optimisme yang tinggi."
21. Sejuk (konotasi: nyaman, damai) - "Di perkampungan itu, udara begitu sejuk dan menjadi tempat yang nyaman untuk tinggal."
22. Masuk (konotasi: menyelundup) - "Mereka berencana untuk masuk ke pesta tanpa diundang."
23. Keluar (konotasi: meninggalkan, menolak) - "Dia keluar dari pertemuan karena merasa tidak nyaman dengan situasi itu."
24. Tidak (konotasi: menolak) - "Dia tidak setuju dengan keputusan tersebut dan mengutarakan pendapatnya dengan keras."
25. Cantik (konotasi: menarik, memesona) - "Dia tampil begitu cantik dan semua mata tertuju padanya."
Advertisement
Pengertian Kata Denotasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4614551/original/047520500_1697593613-medium-shot-smiley-woman-reading-book.jpg)
Denotasi merupakan makna literal atau arti sebenarnya dari suatu kata. Ketika kita menggunakan kata dengan denotasi, maka kita mengacu pada arti yang sebenarnya menurut kamus atau definisi yang umum diterima. Dengan kata lain, denotasi adalah makna harfiah dari suatu kata tanpa bermakna ganda atau tersembunyi. Sebagai contoh, kata "merah" memiliki denotasi sebagai warna merah yang dapat dikenali secara langsung.
Ciri dari kata denotasi adalah bahwa maknanya bersifat konkret dan dapat diartikan dengan jelas tanpa perlu penafsiran tambahan. Fungsi utama dari kata denotasi adalah untuk memberikan pemahaman yang jelas dan spesifik terhadap suatu objek atau fenomena. Dalam penggunaan sehari-hari, kita sering kali menggunakan kata denotasi untuk mengkomunikasikan informasi secara langsung dan tanpa ambigu.
Perbedaan utama antara denotasi dan konotasi terletak pada tingkat kedalaman maknanya. Denotasi memiliki makna yang lebih literal dan konsisten, sementara konotasi cenderung memiliki makna yang lebih kompleks dan terkait dengan asosiasi emosional atau kontekstual. Dengan demikian, pemahaman yang jelas tentang denotasi dan konotasi dapat membantu kita dalam mengkomunikasikan pesan dengan lebih efektif.
Ciri-ciri denotasi
Denotasi adalah makna harfiah dari suatu kata, yang berbeda dari konotasi yang merujuk pada makna yang lebih terkait dengan perasaan atau nilai subjektif. Ciri-ciri denotasi adalah:
1. Makna yang jelas dan konkret: Denotasi mengacu pada makna yang spesifik dan jelas, tanpa adanya interpretasi atau penafsiran tambahan.
2. Bersifat objektif: Denotasi bersifat obyektif karena maknanya dapat diukur atau diidentifikasi secara konkret tanpa mengandalkan perasaan atau pendapat subjektif.
3. Digunakan secara universal: Makna denotasi dapat dimengerti dan diterima oleh semua orang karena bersifat universal dan tidak tergantung pada konteks atau pengalaman individu.
Contoh kata dengan denotasi adalah "kucing" yang secara harfiah merujuk kepada hewan mamalia berkaki empat dengan bulu halus. Perbedaan utama antara denotasi dan konotasi adalah bahwa denotasi berkaitan dengan makna harfiah suatu kata, sementara konotasi berkaitan dengan makna yang lebih terkait dengan asosiasi atau interpretasi emosional.
Fungsi Kata Denotasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4462380/original/076321700_1686546447-20230612093615__fpdl.in__lovely-asian-young-lady-portriat-happy-woman-lifestyle-concept_1150-9024_normal.jpg)
Kata denotasi merujuk pada makna yang sesungguhnya atau literal dari suatu kata, berbeda dari konotasi yang mencakup makna tersembunyi atau analogi. Fungsi utama dari kata denotasi adalah untuk menggambarkan atau menyampaikan makna yang jelas dan spesifik.
Ketika menggunakan kata denotasi, kita mengarahkan pendengar atau pembaca pada makna yang sebenarnya dari kata tersebut, tanpa ada tambahan interpretasi atau asosiasi. Contoh kata denotasi antara lain "meja" yang secara literal merujuk pada sebuah mebel untuk duduk atau meletakkan barang, atau "bunga" yang secara jelas merujuk pada tanaman berbunga.
Perbedaan utama antara konotasi dan denotasi adalah bahwa denotasi menunjukkan makna yang sesungguhnya dan spesifik dari suatu kata, sementara konotasi lebih bersifat subjektif dan tergantung pada pengalaman atau asosiasi personal seseorang. Dengan demikian, fungsi kata denotasi sangat penting dalam memberikan kejelasan dan ketepatan dalam komunikasi, tanpa menyisipkan interpretasi atau asumsi pribadi.
Advertisement
Contoh Kata Denotasi dalam Kalimat
Kata denotasi merupakan kata-kata yang memiliki arti literal atau konkrit, yang dapat ditemukan dalam kamus. Contohnya adalah kata "rumah" yang secara denotatif merujuk pada bangunan tempat tinggal. Berikut ini adalah 25 contoh kata denotasi beserta kalimatnya:
1. Rumah: Saya tinggal di rumah kontrakan.
2. Pohon: Andi suka duduk di bawah pohon mangga.
3. Meja: Di ruang tamu, terdapat sebuah meja bundar.
4. Kucing: Kucing hitam itu suka bermain di halaman belakang.
5. Mobil: Bapak akan pergi ke kantor dengan mobil sedan.
6. Bunga: Ada bunga mawar merah di taman belakang rumah.
7. Laut: Kami bermain di pinggir laut selama liburan.
8. Buku: Di raknya, terdapat banyak buku tentang sejarah.
9. Sekolah: Anak-anak berangkat ke sekolah setiap pagi.
10. Kunci: Saya kehilangan kunci mobil di pusat perbelanjaan.
11. Tas: Ibuku membeli tas cantik di toko dekat rumah.
12. Buah: Di dapur, terdapat banyak buah-buahan segar.
13. Gunung: Kami melakukan pendakian ke puncak gunung itu.
14. Jendela: Ada jendela besar di ruang tengah rumah.
15. Air: Saya meminum segelas air putih setelah berolahraga.
16. Seruling: Suaranya seperti seruling yang menenangkan.
17. Matahari: Teriknya matahari membuat cuaca semakin panas.
18. Anjing: Tetangga memiliki anjing peliharaan yang lucu.
19. Kuda: Ayah sedang memotong rumput untuk kuda peliharaan.
20. Sepatu: Ibu membeli sepasang sepatu baru untuk adik.
21. Lampu: Di ruang tidur, terdapat lampu tidur warna kuning.
22. Kursi: Di ruang makan, terdapat kursi kayu yang kokoh.
23. Hujan: Anak-anak bermain di halaman saat hujan turun.
24. Bendera: Di rumah, terdapat bendera merah putih di halaman.
25. Tembok: Ayah sedang mengecat tembok garasi menjadi putih.
Itu dia 25 contoh kata denotasi dalam kalimat yang dapat membantu untuk memahami penggunaan kata-kata denotatif dalam bahasa Indonesia. Jika digunakan dengan tepat, kata-kata denotasi dapat memberikan gambaran yang jelas dan spesifik dalam komunikasi.
Perbedaan Denotasi dan Konotasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4677056/original/028011100_1701915683-pexels-thirdman-8012259.jpg)
Denotasi dan konotasi adalah dua jenis makna kata yang sering kali membingungkan banyak orang. Denotasi merujuk pada makna literal atau makna yang ditemukan dalam kamus, sementara konotasi merujuk pada makna emosional atau tertentu yang terkait dengan kata tersebut.
Perbedaan antara konotasi dan denotasi tegas terlihat dalam struktur dua tingkatan makna. Denotasi adalah makna primer—kayata arti literal atau referensial kata yang sesuai entri pada kamus, dan cenderung objektif serta konkret.
Parera (2004) menjelaskan bahwa denotasi merujuk pada makna yang dapat diobservasi melalui indera, misalnya kata "bunga" merujuk tepat pada objek biologis yang dikenal umum dan bersifat tunggal serta stabil, dilansir dari jurnal.univpgri-palembang.ac.id.
Di sisi lain, konotasi adalah makna sekunder yang dibentuk oleh nilai rasa, emosi, pengalaman budaya, atau interpretasi subjektif pengguna bahasa. Konotasi bersifat variatif dan bisa berubah antar individu atau kelompok menurut Barthes (dalam studi semiotika), makna konotatif muncul di level kedua setelah konotatif dan cenderung dipicu oleh reaksi personal terhadap penanda semula, dilansir dari journal.unj.ac.id.
Perbedaan utama antara denotasi dan konotasi adalah bahwa denotasi adalah makna literal dari suatu kata, sedangkan konotasi adalah makna tambahan atau emosional yang terkait dengan kata tersebut. Misalnya, denotasi dari kata "rumah" adalah tempat tinggal, sementara konotasi dari kata tersebut mungkin dapat berkaitan dengan kenyamanan, kehangatan, atau kebahagiaan.
Fungsi denotasi adalah untuk memberikan makna literal dari kata, sementara fungsi konotasi adalah untuk menambahkan dimensi emosional atau nilai tambah pada kata tersebut.
Contoh kata dengan denotasi dan konotasi yang berbeda adalah "anjing". Denotasi dari kata tersebut adalah hewan peliharaan, sedangkan konotasi dari kata tersebut mungkin dapat berkaitan dengan kesetiaan atau pengkhianatan.
Advertisement
FAQ
Apa saja jenis-jenis konotasi?
Menurut Tarigan (1985), konotasi terbagi menjadi positif (tinggi/ramah) dan negatif (kasar, berbahaya, dll).
Dapatkah semua kata memiliki konotasi?
Ya—sepanjang kata itu digunakan dalam konteks emosional atau budaya, maka bisa memiliki makna konotatif, meskipun awalnya netral secara denotatif.
Mengapa konotasi penting dalam teks sastra?
Karena memberikan kedalaman emosional, karakterisasi tokoh, dan nuansa tambahan yang membuat teks lebih hidup, seperti pada cerpen dan lirik lagu.
Apakah konotasi selalu bersifat subjektif?
Iya, karena tergantung pengalaman, budaya, dan persepsi individu sehingga makna bisa berbeda antarpembaca atau pendengar.
Apa perbedaan konotasi kiasan dan asosiasi?
Konotasi kiasan melibatkan makna meminjam dari konsep lain untuk menciptakan efek, sedangkan asosiasi adalah hubungan pribadi atau budaya yang melekat pada kata itu.
Bagaimana cara mengenali konotasi dalam sebuah teks?
Lewat analisis kontekstual dan memperhatikan nilai emosional atau implikasi budaya yang muncul saat kata digunakan, seperti “si jago merah” untuk kebakaran.
Apakah konotasi bisa berubah seiring waktu?
Ya—makna konotatif bisa bergeser karena perubahan sosial atau budaya, sehingga sebuah istilah bisa memunculkan rasa berbeda di era berbeda .
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3433136/original/071854200_1618815900-pexels-photo-2663851__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051584/original/034158100_1776315691-3972.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)