Liputan6.com, Jakarta Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun. Setiap umat Islam tentunya sudah mengetahui hal ini. Al-Quran tidak diturunkan secara langsung, apalagi dalam bentuk kitab. Tetapi diturunkan secara berangsur-angsur yang membutuhkan waktu sekitar 20 tahun.
Saat ini umat Islam membaca Al-Quran sudah dalam bentuk kitab. Di mana setiap surat dan ayat-ayatnya sudah diatur secara berurutan dan rapi. Sehingga umat Islam lebih mudah dan nyaman untuk membacanya.
Advertisement
Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun dalam beberapa periode. Terkait dengan berapa lama turunnya Al-Quran sebenarnya masih terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Kamu perlu memahami penjelasannya di bawah ini.
Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (18/6/2025) tentang Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun.
Al-Qur'an Diturunkan Secara Berangsur-angsur Selama 22 Tahun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3108148/original/088309000_1587459079-2642016.jpg)
Kitab suci umat Islam tidak diturunkan secara langsung, namun Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun. Dalam buku yang berjudul Sejarah Al-Quran oleh Ahmad Sarwat, Lc., MA., dijelaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun dalam beberapa periode. Periode pertama, Al-Quran diturunkan secara sekaligus dari Lauhul Mahfuzh di langit ketujuh ke Baitul Izzah di langit dunia pada malam Qadar. Itulah malam yang disebut dengan Lailatul Qadar. Periode kedua, Al-Quran diturunkan dari langit dunia ke permukaan bumi secara berangsur-angsur.
Terkait dengan lamanya Al-Quran turun terdapat perbedaan. Ada yang mengatakan kurang lebih 23 tahun. Kemudian ada juga yang mengatakan 22 tahun, 2 bulan, 22 hari. Di mana Al-Quran tersebut turun saat Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira yang ada di Bukit Jabal Nur.
Bukti Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun salah satunya adalah kondisi masyarakat Arab di masa itu. Di mana mereka tidak mengenal baca dan tulis. Bahkan Nabi Muhammad SAW juga tidak bisa membaca dan menulis. Jadi, karena tidak bisa membaca dan menulis, mereka pun mengandalkan hafalan. Itulah kenapa Al-Quran tidak diturunkan sekaligus, karena Nabi tidak bisa membaca dan menulis. Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun, hal tersebut agar lebih memudahkan Nabi untuk menghafalnya.
Selain itu, Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun juga dijelaskan dalam sebuah ayat Al-Qur’an, yaitu surat Al-Isra ayat 106, yang artinya:
"Dan Al-Qur'an (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap." (QS. Al-Isra: 106)
Advertisement
Al-Qur’an adalah Kitab Suci Umat Islam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3114271/original/028783800_1588060319-383585-PBYIZ7-451.jpg)
Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun, yang mana Al-Quran menjadi salah satu mukjizat terbesar yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Qur'an diturunkan menggunakan bahasa arab. Sampai saat ini keaslian Al-Qur'an tetap terjaga dan terus dibukukan dengan menggunakan bahasa arab.
Saat ini Al-Qur'an juga sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa asing, termasuk bahasa Indonesia. Hal ini bertujuan agar Al-Qur'an lebih mudah dipelajari dan dipahami oleh umat Islam. Namun bahasa asli Al-Qur'an yaitu bahasa Arab tetap dipertahankan untuk menjaga keasliannya.
Membaca Al-Qur'an adalah ibadah bagi seluruh umat muslim, dan memiliki berbagai keutamaan yang sangat baik. Al-Qur'an dimulai dengan surah Al-Fatihah dan ditutup dengan surah An-Nas. Al-Qur'an adalah kitab yang digunakan bersama dengan hadis untuk menentukan hukum syari'ah.
Seseorang yang menghafal isi Al-Qur'an disebut Al Hafidz. Beberapa umat Muslim membacakan Al-Qur’an dengan bernada, dan mengikuti peraturan yang disebut tajwid. Untuk memahami makna dari Al-Qur'an, umat Muslim menggunakan rujukan yang disebut tafsir.
Mayoritas ahli tafsir sepakat bahwa wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW adalah surah Al-'Alaq ayat 1-5. Dikutip dari situs Kementerian Agama, Al-Qur'an adalah kitab umat Islam yang terdiri dari 30 Juz, 114 Surah, dan lebih dari 6200 ayat (dalam hal ini, ada berbagai mazhab yang memiliki pendapat berbeda-beda).
Fungsi Al-Quran Bagi Kehidupan Manusia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3120075/original/020725700_1588669685-3506556.jpg)
Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun lebih, dan memiliki fungsi yang sangat mendalam bagi umat manusia, tidak hanya sebagai bacaan ibadah, tetapi juga sebagai petunjuk hidup, sumber ilmu pengetahuan, dan penyejuk jiwa. Berikut adalah beberapa fungsi Al-Qur’an yang utama.
1. Sebagai Petunjuk Jalan yang Lurus (Hidayah)
Al-Qur’an memberikan petunjuk agar manusia senantiasa berada di jalan yang lurus (shiratal mustaqim), yaitu hidup dengan cara yang baik, benar, dan sesuai dengan ajaran Allah. Petunjuk ini meliputi tuntunan dalam akidah, ibadah, muamalah, hingga akhlak. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah: 2:
"Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa."
Dr. HM. Zainuddin, MA dalam uraiannya di laman uin-malang.ac.id menekankan bahwa Al-Qur’an menjadi hidayah bagi manusia dengan tiga syarat penting: dibaca, dikaji dan direnungi maknanya, serta diamalkan dalam kehidupan. Tanpa tiga hal ini, hidayah tidak akan turun, sebagaimana rambu lalu lintas yang tidak berguna bagi pengendara yang tidak memperhatikannya.
2. Mukjizat Terbesar Nabi Muhammad SAW
Berbeda dengan para nabi terdahulu yang dikaruniai mukjizat bersifat fisik, Nabi Muhammad SAW diberikan mukjizat yang kekal dan universal, yaitu Al-Qur’an. Mukjizat ini bersifat intelektual dan spiritual, mampu menyentuh akal dan hati manusia lintas zaman. Al-Qur’an bukan hanya menantang sastra Arab saat itu, tapi juga mengandung ilmu pengetahuan yang terus relevan. Sebagaimana ditegaskan oleh Dr. Zainuddin, banyak ilmuwan Barat yang mengakui keajaiban ilmiah Al-Qur’an, bahkan beberapa di antaranya masuk Islam setelah meneliti kebenarannya.
3. Menjelaskan Kepribadian Manusia
Al-Qur’an membimbing manusia untuk memahami jati dirinya sebagai makhluk ciptaan Allah yang diberi akal dan tanggung jawab. Manusia berbeda dari makhluk lainnya karena kemampuan intelektual dan spiritualnya. Al-Qur’an mengajarkan tentang potensi, tanggung jawab moral, serta posisi manusia sebagai khalifah di bumi.
4. Penyempurna Kitab-Kitab Sebelumnya
Al-Qur’an menegaskan bahwa ia adalah penyempurna dari kitab-kitab samawi sebelumnya seperti Taurat, Zabur, dan Injil. Jika kitab-kitab sebelumnya hanya berlaku untuk kaum tertentu dan waktu terbatas, maka Al-Qur’an berlaku untuk seluruh umat manusia hingga akhir zaman. Hal ini memperkuat fungsinya sebagai pedoman hidup universal.
5. Menjelaskan Permasalahan Umat Terdahulu
Al-Qur’an banyak mengangkat kisah umat terdahulu, seperti kisah kaum Nabi Nuh, Luth, Musa, dan lainnya. Cerita-cerita ini bukan sekadar dongeng, tetapi pelajaran berharga agar umat sekarang tidak mengulangi kesalahan yang sama. Hal ini juga menjadi bentuk peringatan (tadzkirah) bagi manusia, sebagaimana dalam QS. Al-Furqan: 1 dan QS. Shad: 87.
6. Memantapkan Iman dan Akidah
Dengan memahami kandungan Al-Qur’an, hati menjadi tenang dan iman semakin kuat. Al-Qur’an menyajikan dalil-dalil logis dan emosional yang menyentuh hati pembacanya. Dr. Zainuddin menambahkan bahwa Al-Qur’an bahkan bisa menjadi obat jiwa (syifa’) bagi mereka yang mengalami kegelisahan batin. QS. Al-Isra’: 82 menyebutkan:
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman…”
7. Tuntunan Hidup dan Hukum
Al-Qur’an adalah pedoman hukum yang lengkap. Di dalamnya terdapat aturan tentang ibadah, sosial, ekonomi, keluarga, hukum waris, hingga tata cara bermuamalah. Fungsi ini menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan utama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
8. Sumber Ilmu Pengetahuan
Dr. Zainuddin menyoroti bahwa banyak informasi ilmiah yang terdapat dalam Al-Qur’an yang baru terbukti kebenarannya di zaman modern. Misalnya, pernyataan bahwa segala yang hidup berasal dari air (QS. Al-Anbiya’: 30) dan bahwa matahari berputar pada porosnya (QS. Yasin: 38). Sayangnya, justru banyak umat Islam yang terlambat menyadari potensi besar Al-Qur’an ini, bahkan lebih mengenal temuan ilmiah dari tokoh Barat ketimbang dari kitab sucinya sendiri.
Advertisement
FAQ tentang Al-Qur'an
1. Mengapa Al-Qur'an penting bagi umat Islam?
Al-Qur'an merupakan kitab suci dalam Islam yang diyakini sebagai firman Allah SWT yang diturunkan langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menjadi sumber utama petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia, bukan hanya bagi umat Islam. Al-Qur’an menegaskan dirinya sebagai pedoman yang tidak diragukan kebenarannya, sebagaimana dalam QS. Al-Baqarah: 2, yang menyebutkan bahwa ia adalah “petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.”
2. Mengapa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab?
Bahasa Arab dipilih karena merupakan bahasa ibu Nabi Muhammad SAW dan masyarakat Makkah saat itu. Dengan begitu, pesan Al-Qur’an dapat diterima dan dipahami langsung oleh masyarakat pertama penerima wahyu. Selain itu, bahasa Arab dikenal memiliki keindahan, kekayaan makna, dan struktur yang mendalam serta puitis, menjadikannya bahasa yang sangat tepat untuk menyampaikan pesan ilahi.
3. Apakah Al-Qur’an dinyanyikan?
Al-Qur’an tidak dinyanyikan, tetapi dilantunkan (dibaca dengan tartil). Cara membaca ini mengikuti ilmu tajwid yang mengatur panjang pendek, tekanan, dan pelafalan huruf-huruf Al-Qur’an. Bacaan Al-Qur’an yang indah bisa menyentuh hati dan memberi pengaruh spiritual yang dalam, sebagaimana terjadi pada sahabat Umar bin Khattab yang hatinya tersentuh ketika mendengar lantunan ayat Al-Qur’an.
4. Apa arti kata “Al-Qur’an”?
Secara bahasa, “Al-Qur’an” berasal dari akar kata Arab qara’a yang berarti “membaca” atau “melafalkan.” Nama “Al-Qur’an” bermakna “bacaan yang paling banyak dibaca,” yang merupakan salah satu mukjizat karena ternyata kitab ini benar-benar menjadi kitab yang paling sering dibaca dan dihafal di seluruh dunia. Al-Qur’an juga memiliki nama-nama lain, seperti Al-Kitab (Kitab), Al-Furqan (Pembeda), dan Lauh Mahfuz (Lembaran yang Terpelihara).
5. Apakah Al-Qur’an sama dengan Injil atau Alkitab?
Al-Qur’an dan Injil (dalam bentuk aslinya) sama-sama diyakini berasal dari Allah. Keduanya mengandung nilai-nilai ketauhidan, kisah para nabi, serta ajaran moral dan etika. Namun, Al-Qur’an diyakini sebagai wahyu terakhir yang diturunkan Allah untuk menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya dan mengoreksi penyimpangan yang terjadi. Al-Qur’an adalah penutup dari semua kitab suci dan dijamin keasliannya oleh Allah SWT hingga akhir zaman (QS. Al-Hijr: 9).
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352929/original/069891300_1611033575-anis-coquelet-LanJEVFzxPw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264183/original/033782000_1782097869-063_2282689980-Timnas_Mesir_vs_Selandia_Baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571890/original/029692900_1782526551-000_B8H338Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571665/original/074668100_1782526250-063_2283504461.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260726/original/045162900_1781650279-Mohammad_Mohebi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260101/original/022902800_1781568480-063_2281783911.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)