Liputan6.com, Jakarta - Cara memainkan kecapi memerlukan teknik petikan jari yang tepat untuk menghasilkan nada jernih dan melodi yang indah. Latihan konsentrasi pada ketepatan posisi jari akan membantu pemula segera mengenali pola melodi dasar.
Teknik dasar seperti dijambret (menggunakan tiga jari tangan kanan), sintreuk-toel (menggunakan kedua telunjuk), dan slide menjadi fondasi penting dalam permainan kecapi. Dengan menguasai kombinasi teknik tersebut, pemain dapat mengontrol dinamika suara serta ekspresi melodi khas alat musik tradisional ini.
Advertisement
Menurut Jhonathan dan Sihombing dalam Permainan Alat Musik Tradisional Kecapi di Kalimantan Tengah (2023), “teknik permainan kecapi meliputi posisi tubuh, teknik picking, hammer‑on, pull‑off, dan slide” yang dipelajari melalui metode observasional dan documenter.
Penguasaan teknik dasar inilah yang membedakan kualitas suara dan karakter musikal kecapi.
Berikut ini cara memainkan kecapi yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (21/6/2025).
Cara Memainkan Kecapi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4340796/original/015689800_1677572229-Kacapi-bridges.jpg)
Kecapi adalah alat musik petik tradisional dari Sunda dan Kalimantan, sebuah chordophone yang menghasilkan suara melalui dawai yang dipetik atau digesek, dilansir dari jurnal.isi-dps.ac.id. Bentuk fisiknya berupa resonator kayu berbentuk perahu (parahu) atau trapezoidal; jenis utamanya adalah kecapi indung (besar) dan kecapi rincik (kecil), umumnya dimainkan secara duduk bersila dengan posisi di tanah.
Secara umum, kecapi dimainkan dengan berbagai macam teknik. Setiap teknik dalam memainkan kecapi akan menghasilkan suara yang berbeda-beda pula. Adapun teknik permainannya sebagai berikut:
Teknik Dijambret
Kecapi dimainkan dengan cara dijambret. yang dimaksud dijambret adalah memainkan senar kecapi dengan cara menggerakkan jari tangan kanan yaitu jempol, jari tengah, dan telunjuk. Ketiga jari tersebut digunakan untuk memetik tiga dawai yang berbeda secara bersamaan. Cara itu akan menghasilkan harmoni dari tiga nada yang berbeda. Nama teknik dijambret merujuk pada posisi badan dan tangan pemain kecapi, yang nampak seperti akan melakukan aksi jambret. Oleh karena itu, teknik ini disebut sebagai teknik dijambret.
Teknik Sinetreuk Toel
Kecapi dimainkan dengan cara teknik sinetreuk toel. Teknik sinetreuk toel dilakukan dengan cara menjentikan senar kecapi menggunakan ujung jari telunjuk tangan kanan dan kiri. Posisi jari telunjuk di masing-masing tangan melengkung dan berada di bawah senar kecapi, pemain musik membunyikan senar dengan cara menjentik atau menarik jari telunjuknya atau menoel hingga senar menghasilkan nada.
Teknik Dijeungkalan
Kecapi dimainkan dengan cara teknik dijeungkalan. Teknik ini dilakukan dengan posisi badan pemain alat musik lebih condong ke depan dan posisi jarinya hampir mirip dengan Teknik dijambret. Jari jemari tangan kanan memainkan tiga senar nada secara bersamaan, sedangkan yang kiri memetik senar dan memainkan nada dengan bebas.
Advertisement
Mengenal Kecapi
Kecapi adalah jenis alat musik dawai, yang kerap digunakan dalam musik-musik tradisi Sunda dan Bugis. Selain dikenal di tanah Sunda, alat musik kecapi juga dikenal di tanah Betawi. Kecapi dimainkan dengan cara dipetik.
Meski dikenal sebagai alat musik tradisional dari Sunda, Betawi, dan Bugis, sebenarnya kecapi bukan alat musik yang berasal dari ketiga daerah tersebut. Kecapi sebenarnya berasal dari Tiongkok.
Menurut penelitian Jhonathan & Sihombing (2023), kecapi dibuat dari kayu pilihan seperti perupuk, gerunggang, dan jelutung, serta menggunakan teknik picking, hammer-on, pull-off, dan slide, yang menjadikan melodi kecapi unik dan kaya karakterr. Selain seni suara, kecapi juga menyimpan nilai budaya yang tinggi sebagai alat musik pengiring tembang Sunda, cerita pantun, dan terapi musik lokal.
Alat musik dawai ini telah ada di china berabad-abad lalu, dan disebut dengan nama Ghuzeng. kecapi ini dibawa oleh pendatang dari China dan kemudian diperkenalkan ke penduduk pribumi dan Nusantara. Nama kecapi sendiri merujuk pada suatu nama tanaman, yang kemudian diyakini sebagai bahan baku untuk membuat alat musik kecapi. Namun secara umum, kecapi bisa dibuat dengan berbagai jenis kayu, terutama kayu yang keras.
Setiap kayu yang akan dibuat menjadi kecapi, akan direndam terlebih dahulu selama 3 bulan untuk memperkuat struktur kayu. Kemudian kayu yang sudah direndam akan dijemur hingga kering, kemudian dipahat untuk dibentuk menjadi kecapi.
Kecapi adalah simbol penting dari kekayaan budaya Indonesia. Dengan mempelajari dan memainkan kecapi, kita dapat memahami sejarah dan keindahan musik tradisional, serta menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya yang berharga ini untuk generasi mendatang.
Skala dan Melodi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3364764/original/023820500_1612152993-20210201-Pembuatan_Alat_Musik_Tradisional_Iran-AP_4.jpg)
Skala kecapi tradisional menggunakan tangga nada seperti saléndro, degung, dan madenda, serta pentatonik minor pada varian Kalimantan Tengah, dilansir dari journal.isi.ac.id.
Tuning ini disesuaikan dengan tinggi nada suling (±60 cm), menciptakan harmoni khas yang lembut dan menenangkan, sesuai fungsi kecapi dalam musik pengantar cerita dan ritual Sunda.
Melodi kecapi dibangun dari pola improviasi sederhana dan repetitif, yang kekuatannya terletak pada modulasi tempo, dinamika, dan ornamentasi seperti slide atau pull-off, dilansir dari jurnal.kalimasadagroup.com.
Gaya musikalitas ini menciptakan suasana meditasi yang mendalam, memungkinkan kecapi digunakan dari panggung seni hingga terapi musik kesehatan mental.
Memahami Skala
- Mulailah dengan mempelajari struktur dan pola tangga nada dari skala mayor. Skala mayor adalah skala dasar dalam musik Barat dan terdiri dari tujuh nada.
- Pelajari pola tangga nada, dan urutan fret yang digunakan untuk setiap skala mayor.
- Selain skala mayor, Anda juga dapat mempelajari skala minor, skala pentatonik, atau skala lain yang sesuai dengan genre musik yang Anda minati.
- Pahami pola tangga nada dan posisi jari yang diperlukan, untuk setiap skala yang Anda pelajari.
Praktek Posisi Tangan
- Setelah memahami pola tangga nada, latih kemampuan Anda dalam memindahkan posisi tangan di atas leher kecapi, untuk memainkan skala dalam berbagai kunci.
- Fokus pada penempatan jari yang tepat untuk menghasilkan suara yang jelas dan bersih.
- Mulailah dengan satu kunci dan pindahkan posisi tangan Anda secara bertahap, ke atas leher kecapi untuk memainkan skala dalam kunci yang berbeda.
- Latih keseimbangan antara jari tangan kanan dan kiri, dalam menghasilkan bunyi yang konsisten dan terkoordinasi.
Latihan Teknik Pemetikan
- Setelah Anda mempelajari skala dan posisi tangan, praktekkan teknik-teknik pemetikan yang telah dijelaskan sebelumnya dalam konteks memainkan skala.
- Misalnya, Anda dapat memetik satu senar pada satu waktu saat memainkan skala, atau mencoba teknik melodi ganda atau melodi bergantian dalam memainkan skala.
- Fokus pada kejelasan dan kekonsistenan suara saat memetik setiap senar.
- Latih keseimbangan dan koordinasi antara jari tangan kanan dan jari tangan kiri dalam menghasilkan melodi yang harmonis.
Menciptakan Melodi Sendiri
- Selain mempelajari skala, eksplorasilah dalam menciptakan melodi sendiri pada kecapi.
- Gunakan pola-pola skala yang telah Anda pelajari untuk membuat rangkaian nada yang menarik.
- Cobalah bermain dengan ritme, kecepatan, dan variasi nada untuk menciptakan melodi yang unik.
- Jangan takut untuk bereksperimen dengan pola melodi yang berbeda, dan bermain dengan perasaan dan ekspresi.
- Melalui eksplorasi ini, Anda dapat mengembangkan gaya bermain yang unik dan menemukan identitas musikal Anda sendiri.
Advertisement
9 Tips Memainkan Kecapi untuk Pemula
Mulailah belajar kecapi dengan memahami struktur alat dan organologi sederhana—pahami bagian seperti pinding, senter depan, resonator, gandar, dan dawai, dilansir dari e-journal.upr.ac.id. Pengetahuan ini berguna untuk tuning, perawatan, dan pemilihan teknik petikan yang tepat.
Menurut Jhonathan & Sihombing (2023), memahami organologi juga membantu teknik picking, hammer-on, pull-off, dan slide yang menjadi fondasi permainan kecapi khas Kalimantan Tengah —menjadikannya tidak hanya alat musik, tetapi juga warisan budaya yang patut dijaga.
Tips:
- Pahami tuning awal: Pastikan dawai disetel sesuai saléndro, degung, atau pentatonik—kunci untuk menciptakan harmoni ketika mulai belajar melodi.
- Posisi tangan ergonomis: Duduk bersila dan posisikan kecapi setinggi 25 cm dari tanah agar tangan bebas bergerak tanpa tegang.
- Mulai dengan picking dasar: Latih petikan jari kanan secara perlahan, fokus pada ketukan dan dinamika sederhana agar teknik stabil.
- Pelajari hammer-on dan pull-off: Teknik ini memperkaya permainan dengan ornamental natural—latihan di satu dawai, lalu kombinasikan dengan progress menuju lagu sederhana.
- Latih slide di dawai: Geser jari pada fretboard untuk melodi naik turun yang halus—penting untuk ekspresi kecapi tradisional.
- Kembangkan ritme sederhana: Gunakan kecapi indung sebagai tempo dasar, lalu tambahkan kecapi rincik untuk melodi pengisi.
- Catat progres melodi: Gunakan tablature gitar untuk merekam skema nada yang sering dipakai—efektif untuk belajar improvisasi.
- Berlatih dengan suling: Kolaborasi dengan suling membantu pembelajaran harmoni dan kontrol tempo.
- Rekam dan evaluasi: Dengarkan rekaman latihan sendiri untuk evaluasi artikulasi dan transisi nada, lalu perbaiki secara sistematis.
FAQ
Apa posisi duduk ideal saat bermain kecapi?
Duduk bersila atau di atas kursi, dengan kecapi setinggi ±25 cm agar tangan dapat menjangkau dawai tanpa tegang.
Bagaimana cara tuning kecapi awal?
Gunakan tuner atau referensi suara suling sekitar 60 cm – lalu setel dawai sesuai skala Saléndro, Degung, Madenda, atau pentatonik minor.
Apa fungsi teknik hammer-on dan pull-off?
Teknik tersebut digunakan untuk ornamentasi dan transisi halus antara nada tanpa petikan ulang—menambah ekspresi.
Mengapa belajar slide penting?
Slide memberikan rasa melodi yang “mengalir” dan menjadi identitas khas musik kecapi tradisional.
Apakah tablature gitar bisa dipakai?
Ya, tablature gitar sederhana bisa membantu pencatatan pola melodi dan improvisasi kecapi.
Bagaimana belajar ritme?
Gunakan kecapi indung untuk dasar ritme, lalu tambahkan kecapi rincik untuk mengisi ruang nada.
Butuh berapa lama untuk kuasai dasar?
Dengan latihan rutin 30–60 menit per hari, teknik dasar dan melodi sederhana dapat dikuasai dalam 1–2 bulan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261577/original/041528400_1781746737-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_07.45.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164799/original/043621100_1742183216-dbe96acd3b3529457b7c0146890290a1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4340795/original/003618800_1677572229-Kacapi-tuners.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051581/original/016118100_1677134088-161278196_728489364509279_1743616452774133653_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264064/original/002049400_1782077143-kevin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259465/original/002024800_1781501908-Manuel_Neuer.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8516358/original/046339900_1782441794-pepe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264182/original/093339000_1782097612-063_2282690884.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258200/original/037838200_1781326433-000_B6XQ9ZM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258839/original/015610100_1781416618-IMG-20260614-WA0022.jpg)