Liputan6.com, Jakarta Dalam Islam, doa Nabi Daud menjadi salah satu dzikir yang banyak diamalkan karena mengandung makna mendalam tentang pengampunan, hikmah, dan ketulusan hati. Nabi Daud dikenal sebagai penguasa yang bijak, penyair Zabur, dan sosok yang dekat dengan Allah melalui doa-doanya. Salah satu doa beliau diabadikan dalam Al-Qur’an, tepatnya di Surah Ṣād, di mana ia memohon ampunan atas dosanya dan memohon kerajaan serta kekuasaan dari Allah SWT.
Menurut Musthafa Murad dalam bukunya yang berjudul Doa Andalan Para Nabi (2008), menjelaskan bahwa doa Nabi Daud adalah contoh keteguhan hati dan pengakuan akan kekuasaan Allah SWT, saat beliau meminta ampun dan anugerah kerajaan yang agung.
Advertisement
Sementara itu, menurut Prof. Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir al‑Mishbah (2001), dijelaskan bahwa doa Nabi Daud mengandung nilai universal, artinya permohonan agar diberi kekuasaan yang mulia dan berkah, beserta rasa tawadhu saat meminta ampun kepada Tuhan Pencipta. Dengan memahami teks Arab, Latin, serta makna doa Nabi Daud tersebut, umat Muslim diajak untuk meneladani sifat Daud a.s. yang senantiasa rendah hati, bertobat, dan percaya penuh pada kemurahan Allah SWT, meskipun berada di puncak kekuasaan.
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Rabu (11/6/2025).
Mengenal Nabi Daud As.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285092/original/084624700_1673192655-nabi-daud-source-shutterstock-1.jpeg)
Dikutip dari journal.walisongo.ac.id, Nabi Daud a.s adalah seorang Nabi yang berasal dari Bani Isra’il keturunan dari Yahuza bin qub bin Ishaq bin Ibrahim, ia juga merupakan rasul yang diturunkan kitab samawi setelah Nabi Musa yakni Kitab Zabur. Perjalanan hidup Nabi Daud banyak diabadikan dalam berbagai sumber keislaman dan juga diakui dalam tradisi agama Yahudi dan Kristen, menandakan bahwa sosoknya dihormati lintas umat.
Nabi Daud a.s. lahir di kota Betlehem, kawasan yang kini berada di wilayah Palestina. Ia merupakan keturunan langsung dari Nabi Ibrahim melalui jalur Nabi Ishaq dan Ya'qub. Sebelum mendapatkan tugas kenabian dan kekuasaan sebagai raja, Nabi Daud menjalani kehidupan sederhana sebagai seorang penggembala. Kesehariannya yang penuh kesabaran dan ketekunan sejak muda membentuk karakter kepemimpinan yang kuat. Salah satu kisah masyhur yang melekat pada dirinya adalah ketika ia berhasil mengalahkan Jalut (Goliath), seorang prajurit raksasa yang ditakuti, hanya dengan menggunakan ketapel dan batu kecil atas izin Allah.
Keberaniannya dalam menumbangkan Jalut menjadikan Nabi Daud dikenal luas di tengah masyarakat Bani Isra’il. Kejadian itu menjadi awal dari pengangkatannya ke posisi penting dalam masyarakat, hingga pada akhirnya, setelah wafatnya Raja Talut, Nabi Daud diangkat sebagai pemimpin tertinggi Bani Isra’il. Kepemimpinannya dikenal luas karena menegakkan keadilan, menjunjung tinggi hukum Allah, dan menjaga kesejahteraan rakyat. Ia berhasil menyatukan suku-suku yang sebelumnya terpecah belah dan membawa era kejayaan bagi kerajaannya.
Sebagai nabi sekaligus raja, Nabi Daud memiliki kedekatan spiritual yang luar biasa dengan Allah. Selain kepiawaiannya dalam memimpin dan menegakkan keadilan, beliau juga dikenal sebagai pribadi yang lembut, penyayang, dan penuh rasa syukur. Allah menganugerahinya Kitab Zabur, yang berisi syair-syair pujian, doa-doa, dan pelajaran rohani yang menyentuh hati. Nabi Daud sering menghabiskan waktu untuk beribadah, bertasbih dengan suara merdunya yang membuat gunung dan burung-burung turut bertasbih bersama. Ini menunjukkan betapa tinggi derajat ibadah dan spiritualitas yang dimiliki oleh beliau.
Meski kehidupannya penuh berkah, Nabi Daud juga diuji dengan berbagai cobaan. Salah satu ujian terberatnya adalah pemberontakan yang dilakukan oleh putranya sendiri, Absalom. Meskipun mengalami konflik keluarga, Nabi Daud tetap memegang teguh nilai kasih sayang dan keteguhan dalam menjalankan amanah kenabian. Beliau sempat merancang pembangunan Baitul Maqdis (Bait Suci), yang nantinya diselesaikan oleh putranya, Nabi Sulaiman a.s. Nabi Daud wafat setelah memerintah selama empat dekade, meninggalkan warisan berupa kerajaan yang kuat, serta nilai-nilai keimanan dan kebijaksanaan yang terus dikenang dan dijadikan teladan oleh umat hingga kini.
Advertisement
Doa Nabi Daud dalam Bahasa Arab, Latin dan Artinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3110450/original/059507500_1587634731-Praying_Hands_With_Faith_In_Religion_And_Belief_In_God__Power_Of_Hope_And_Devotion___1_.jpg)
Adapun bacaan doa nabi Daud meluluhkan hari seseorang yaitu sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ لَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ لَيِّنْتَ لِدَاوُدَالْحَدِيْد
Arab Latin: Allahumma laiyinli qalbahu, laiyinta li Daudal hadid.
Artinya: "Ya Allah, lembutkanlah hatinya sebagaimana Engkau melembutkan Daud (akan) besi."
Sedangkan doa nabi Daud untuk meluluhkan hati seseorang yang dicintai adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Arab Latin: Allaahumma innaka antal azizul kabir. Wa anaa abduka adhdhoiifudzdzaliil. Alladzii laa haula wa laa quwwata illaa bika. Allaahumma sakhkhir lii (sebut nama orang dimaksud) kama sakhkhorta firauna li musa. Wa layyin li qolbahuu kama layyantalhadiida li dawuda. Fa innahu la yantiqu illa bi idznika. Nashiyatuhuu fii qobdhatika. Wa qolbuhuu fi yadikka. Jalla tsanau wajhik. ya arkhamar rakhimiin.
Artinya: "Ya Allah, sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sementara aku hamba-Mu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Engkau. Ya Allah, tundukkanlah (sebut nama orang yang dimaksud) padaku, sebagaimana Engkau telah menundukkan Fir'aun pada Musa a.s. Dan luluhkan hatinya untukku, sebagaimana Engkau telah meluluhkan besi untuk Daud a.s. karena sungguh dia tak akan berbicara kecuali dengan izin-Mu. Ubun-ubunnya dalam genggaman-Mu, dan hatinya di tangan-Mu. Pujian wajah-Mu telah Agung, wahai yang lebih sayang para penyayang."
Selain doa di atas, kamu juga bisa melafalkan doa nabi Daud saat meminta cinta dari Allah SWT. Nabi Daud memohon cinta dari Allah lewat sebuah doa. Membaca Doa Nabi Daud ini juga diyakini dapat mendekatkan diri seorang muslim dengan jodoh. Adapun bacaan Doa Nabi Daud agar didekatkan dengan jodoh adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِي وَأَهْلِي وَمِنْ الْمَاءِ الْبَارِدِ
Arab Latin: Allahumma inni as-aluka hubbaka wa Hubba man yuhibbuka, wa ‘amalalladzii yuballighunii hubbaka. Allahummaj’al hubbaka ahabba ilayya min nafsii wa ahlii wa minal maa’il baarid.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu cinta-Mu, dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan aku memohon kepada-Mu, perbuatan yang dapat mengantarkan aku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih aku cintai daripada diriku, keluargaku, serta air dingin”.
Doa nabi Daud selanjutnya adalah mengajarkan umat Islam untuk selalu bersyukur. Nabi Daud selalu mengucap syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT dan memuji nama-Nya. Hal ini disebutkan dalam Al-Quran surah An-Naml ayat 15, yang berbunyi:
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ وَسُلَيْمَٰنَ عِلْمًا ۖ وَقَالَا ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّنْ عِبَادِهِ ٱلْمُؤْمِنِينَ
Arab Latin: Wa laqad ataina dawuda wa sulaimana 'ilma, wa qalal-hamdu lillahillazi faddalana 'ala kasirim min 'ibadihil-mu'minin.
Artinya: "Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan, 'Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman.'"
Jadi, seorang umat Islam bisa juga melafakan doa nabi Daud ini dalam kehidupan sehari-hari.
Keutamaan Membaca Doa Nabi Daud
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4262146/original/085381500_1671090332-pexels-alena-darmel-8164382.jpg)
1. Melembutkan Hati dan Ucapan
Doa Nabi Daud dikenal membawa kelembutan dalam hati dan tutur kata. Dalam sejarahnya, Nabi Daud adalah sosok yang memiliki suara merdu, lisan yang bijak, dan penuh kasih. Membaca doa beliau secara rutin diyakini dapat membantu seseorang menjadi pribadi yang tenang, tidak mudah marah, dan mampu menyampaikan pendapat dengan santun.
2. Mendekatkan Diri kepada Allah
Doa Nabi Daud banyak berisi permohonan untuk meraih cinta Allah dan amal saleh yang dapat mendekatkan diri kepada-Nya. Ini menjadikan doa tersebut sebagai sarana muhasabah (introspeksi diri) dan peningkatan spiritual, karena mengajarkan pentingnya hidup dalam cinta dan keridhaan Ilahi.
3. Membuka Pintu Rezeki dan Kemudahan Hidup
Beberapa doa Nabi Daud diamalkan oleh umat Islam untuk memohon kelapangan rezeki dan jalan keluar dari kesulitan. Dengan niat yang benar dan keyakinan yang kuat, doa ini menjadi bentuk tawakal dan ikhtiar spiritual yang membawa ketenangan dalam menghadapi urusan duniawi.
4. Menumbuhkan Rasa Syukur dan Rendah Hati
Nabi Daud dikenal sebagai nabi dan raja yang tetap rendah hati meskipun memiliki kekuasaan besar. Doa-doanya menunjukkan sikap berserah diri dan rasa syukur yang dalam. Dengan membacanya, kita diajak meneladani sifat beliau: tidak sombong, selalu mengingat Allah dalam keadaan lapang maupun sempit.
5. Memberikan Ketenangan Jiwa dan Keistiqamahan
Iman Keutamaan lain dari membaca doa Nabi Daud adalah terciptanya ketenangan batin dan keteguhan iman. Doa-doanya sarat dengan nilai kesabaran, pengakuan atas kelemahan diri, dan harapan akan kasih sayang Allah. Ini membuat doa tersebut sangat relevan untuk diamalkan oleh siapa saja yang ingin menjaga ketenangan spiritual dalam keseharian.
Advertisement
Hikmah dan Pesan Moral dari Doa Nabi Daud
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3141428/original/095424300_1591070604-muslim-woman-pray-with-beads-read-quran_73740-667.jpg)
1. Kerendahan Hati Seorang Pemimpin
Salah satu hikmah utama dari doa Nabi Daud adalah teladan tentang kerendahan hati, meskipun beliau adalah seorang raja dan nabi. Dalam doanya, Nabi Daud tidak pernah menunjukkan kesombongan atas kedudukannya, melainkan justru banyak memohon ampun dan petunjuk dari Allah. Ini menjadi pesan moral penting bahwa sebesar apa pun jabatan atau pengaruh yang dimiliki seseorang, ia tetap membutuhkan bimbingan dan rahmat dari Tuhannya.
2. Keinginan untuk Dicintai Allah
Doa-doa Nabi Daud sering kali berisi permohonan agar diberikan cinta Allah, cinta orang-orang yang mencintai-Nya, serta amal yang mendekatkan kepada cinta tersebut. Ini mengandung pesan bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada kekuasaan, tetapi pada kedekatan dengan Allah. Hikmahnya, seorang Muslim dianjurkan untuk selalu mengejar kecintaan Allah dalam segala amal perbuatannya.
3. Tawakal dan Keteguhan dalam Berdoa
Doa Nabi Daud mencerminkan keteguhan hati dalam memohon, tanpa tergesa-gesa dan dengan penuh keyakinan. Ia berdoa dengan penuh kesungguhan, menyerahkan hasilnya hanya kepada Allah. Dari sini kita belajar tentang pentingnya berserah diri (tawakal), berdoa dengan sabar, serta menyadari bahwa tidak ada kekuatan yang lebih besar dari kehendak Allah.
4. Kelembutan dan Kasih Sayang sebagai Kekuatan
Nabi Daud diberi keistimewaan berupa suara yang merdu dan hati yang lembut. Doa-doanya menunjukkan bagaimana kelembutan bukan kelemahan, melainkan kekuatan batin yang mampu menenangkan jiwa dan mempengaruhi kebaikan di sekelilingnya. Pesan moralnya: kekuatan sejati tidak selalu ditunjukkan dengan kekuasaan atau kekerasan, tetapi bisa melalui kelembutan dan kasih sayang.
5. Pentingnya Memohon Ampunan dan Bimbingan
Nabi Daud banyak memohon ampun kepada Allah dalam doanya, bahkan ketika beliau tidak melakukan dosa besar. Ini menunjukkan betapa pentingnya istighfar dan kesadaran bahwa manusia tetaplah makhluk yang lemah dan tak lepas dari kesalahan. Hikmahnya adalah membangun sikap rendah hati dan selalu introspektif terhadap diri sendiri, serta tidak menunda-nunda untuk kembali kepada Allah dalam segala keadaan.
QnA yang Sering Dipertanyakan tentang Doa Nabi Daud
Q: Apa itu doa Nabi Daud?
A: Doa Nabi Daud adalah sekumpulan doa yang berasal dari Nabi Daud a.s., yang tercatat dalam Al-Qur’an maupun riwayat-riwayat, berisi permohonan ampunan, kekuatan hati, rezeki, cinta kepada Allah, dan kelembutan dalam ucapan serta sikap. Doa ini banyak diamalkan oleh umat Islam karena kandungan maknanya yang dalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Q: Apa keistimewaan dari doa Nabi Daud?
A: Doa Nabi Daud terkenal karena kelembutan, kerendahan hati, dan harapan penuh kepada Allah. Di antaranya, doa yang memohon cinta Allah, dan doa agar diberikan kekuasaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahnya (Surah Shad ayat 35). Doa-doa ini mencerminkan kedalaman spiritual beliau sebagai nabi sekaligus raja yang saleh.
Q: Untuk apa biasanya doa Nabi Daud diamalkan?
A: Banyak orang mengamalkan doa Nabi Daud untuk tujuan melembutkan hati, memohon rezeki yang berkah, mempererat hubungan, dan meningkatkan ketenangan batin. Selain itu, doa ini juga dianggap mampu menguatkan jiwa dalam menghadapi ujian hidup dengan sabar dan tawakal.
Q: Apakah doa Nabi Daud ada di dalam Al-Qur’an?
A: Ya, salah satu doa Nabi Daud terdapat dalam Surah Shad ayat 35, di mana beliau memohon ampun dan meminta kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahnya. Selain itu, spirit dan ajaran moral dari doa-doa Nabi Daud juga tercermin dalam banyak kisah di dalam Al-Qur’an.
Q: Kapan waktu terbaik membaca doa Nabi Daud?
A: Waktu terbaik adalah setelah shalat, saat tahajud, atau di waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir. Namun, doa ini juga bisa dibaca kapan saja, terutama saat hati sedang gelisah, butuh ketenangan, atau ingin memohon kelembutan dalam hubungan dan keputusan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891677/original/000043600_1721008752-10_AP24196756280349.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)