Tujuan Teks Eksplanasi adalah Menerangkan, Pahami Struktur, Ciri, dan Fungsinya

Setiap jenis teks memiliki tujuan, termasuk teks eksplanasi.

Diperbarui 16 Juni 2025, 19:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tujuan teks eksplanasi memiliki fungsi tersendiri dalam penggunaanya. Teks eksplanasi merupakan jenis teks yang sering ditemukan. Teks ini bisa membantu mempermudah kegiatan sehari-hari.

Setiap jenis teks memiliki tujuan, tak terkecuali teks eksplanasi. Tujuan teks eksplanasi adalah membantu pembaca memahami informasi tertentu atau bagaimana sebuah peristiwa bisa terjadi. Tujuan teks eksplanasi juga menentukan struktur dan fungsi dari teks ini.

Dalam buku berjudul Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan oleh Taufiqur Rahman, struktur teks eksplanasi adalah terdiri atas pernyataan umum, urutan sebab-akibat, dan interpretasi.

Tujuan teks eksplanasi sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan teks eksplanasi dibutuhkan untuk menjelaskan kejadian, objek, dan fakta. Mengetahui tujuan teks eksplanasi bisa membantu membedakan teks ini dengan jenis teks lainnya.

Berikut tujuan teks eksplanasi, tujuan, struktur, dan ciri-cirinya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (16/6/2025).

Pengertian teks eksplanasi

Dalam modul berjudul Bahasa Indonesa Kelas XI yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pengertian teks ekplanasi adalah teks yang berisi tentang suatu proses “Mengapa” dan “Bagaimana.” Teks eksplanasi adalah bisa berupa kejadian-kejadian alam, sosial, budaya, ilmu pengetahuan, dan lainnya.

Teks Eksplanasi adalah sebuah teks yang berisi tentang proses-proses yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya. Teks eksplanasi memberi tahu pembaca bagaimana sesuatu bekerja atau mengapa sesuatu terjadi. Teks ini berisi penjelasan rinci dan secara logis menggambarkan tahapan dalam suatu proses.

Eksplanasi berarti tindakan menerangkan atau menjelaskan dan keterangan, pernyataan atau fakta yang menjelaskan. Teks eksplanasi adalah teks yang menceritakan bagaimana atau mengapa sesuatu terjadi.

 

Struktur teks eksplanasi

Ada tiga struktur utama dalam teks eksplanasi. Ini meliputi pernyataan umum, deretan penjelasan, dan kesimpulan.

Pernyataan umum

Pernyataan umum berisi gagasan yang berupa kalimat-kalimat yang menjelaskan tentang suatu fakta yang bersifat umum. Pernyataan umum merupakan penjelasan tentang topik utama.

Bagian ini menyampaikan topik atau permasalahan yang akan di bahas pada teks eksplanasi yang berupa gambaran umum mengenai apa dan mengapa suatu fenomena tersebut bisa terjadi. General statement ini harus ditulis semenarik mungkin agar para pembaca bisa tertarik untuk membaca isi teks secara keseluruhan.

Penjelasan

Deretan penjelasan merupakan inti dari teks eksplanasi. Bagian ini berisi kalimat-kalimat yang menjelaskan pernyataan umum. Deretan penjelasan dijelaskan fakta tentang proses terjadinya sesuatu dan sebab akibat sesuatu itu terjadi.

Bagian ini mengandung penjelasan–penjelasan mengenai sebuah topik yang akan dibahas secara lebih mendalam. Bagian ini ditulis untuk menjawab pertanyaan bagaimana dan urutan sebab–akibat dari sebuah fenomena yang terjadi.

Kesimpulan

Kesimpulan atau interpretasi berisi ringkasan penjelasan dari penulis. Bagian ini juga berisi gagasan yang dapat berupa tanggapan, kesan, pendapat, atau pandangan teoretis terhadap sesuatu. Di dalam bagian ini juga bisa ditambahkan saran atau juga tanggapan penulis mengenai fenomena tersebut.

 

Tujuan teks eksplanasi secara umum

Tujuan teks eksplanasi adalah yang paling utama adalah menjelaskan atau menerangkan tentang sebuah proses atau peristiwa secara informatif dan faktual. Teks eksplanasi menggunakan banyak fakta dan pertanyaan-pertanyaan yang memiliki hubungan sebab dan akibat atau bersifat kausalitas.

Penelitian berjudul Peningkatan Kemampuan Menganalisis Informasi Dalam Teks Eksplanasi Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning Siswa Kelas XI SMK Negeri 2 Kota Sorong(2023) disebutkan bahwa tujuannya adalah menggambarkan peristiwa kausal logis agar pembaca dapat mengambil informasi penting.

Secara ringkas, teks eksplanasi berfungsi untuk mengomunikasikan urutan dan alasan kejadian sehingga pembaca memahami fenomena tidak hanya apa yang terjadi, tapi mengapa dan bagaimana hal itu berlangsung.

Teks eksplanasi sering kali dimasukkan ke dalam teks lain, digunakan untuk memberikan informasi yang menjawab pertanyaan yang menarik tentang topik tertentu. Teks penjelasan memberi tahu audiens bagaimana sesuatu bekerja atau mengapa sesuatu terjadi.

Dari teks eksplanasi diharapkan para pembaca dapat memahami proses berlansungnya suatu peristiwa yang bersifat kausalitas dengan sejelas-jelasnya. Dalam menjelaskan teks eksplanasi penulis harus berfokus bukan pada subjek yang terlihat saja, tetapi juga pada suatu fenomena melainkan pada kejadian atau peristiwa yang terjadi tersebut.

Tujuan teks eksplanasi menurut para ahli

Sedangkan para ahli menjelaskan tujuan teks eksplanasi adalah antara lain:

1. Anderson

Teks eksplanasi merupakan jenis teks yang menguraikan rangkaian peristiwa. Tujuannya adalah memberikan penjelasan mengenai tahapan proses (bagaimana) serta alasan yang melatarbelakanginya (mengapa).

2. Priyatni

Menurut Priyatni, teks eksplanasi adalah teks yang mengupas proses terjadinya berbagai fenomena, baik itu fenomena alam, sosial, budaya, ilmu pengetahuan, maupun lainnya. Teks ini biasanya muncul dari pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana” suatu peristiwa terjadi.

3. Isnatun dan Farida

Teks eksplanasi, menurut Isnatun dan Farida, berfungsi untuk menjelaskan proses terbentuknya atau terjadinya fenomena alam maupun sosial.

4. Restuti (2013:85)

Restuti menjelaskan bahwa teks eksplanasi merupakan teks yang memaparkan proses terjadinya suatu fenomena, baik yang bersifat alamiah maupun sosial.

5. Mahsun (2013:189)

Mahsun menyebutkan bahwa teks eksplanasi disusun dengan struktur yang terdiri dari pernyataan umum sebagai pengantar, diikuti oleh deretan penjelasan sebagai isi, dan diakhiri dengan interpretasi atau penutup.

6. The Contemporary English-Indonesian Dictionary: 651

Kamus ini mendefinisikan teks eksplanasi sebagai teks yang membahas proses-proses yang berkaitan dengan berbagai fenomena seperti alam, sosial, budaya, serta ilmu pengetahuan.

7. Kosasih dan Restuti

Menurut Kosasih dan Restuti, teks eksplanasi adalah teks yang berfungsi untuk memberikan penjelasan tentang proses terjadinya fenomena, baik yang berasal dari alam maupun dari kehidupan sosial.

Ciri-ciri teks eksplanasi

Seperti teks lainnya, teks eksplanasi memiliki ciri-cirinya sendiri. Dalam buku berjudul Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan oleh Taufiqur Rahman, struktur teks eksplanasi pernyataan umum adalah memuat topik pembukaan yang bersifat ringkas, menarik, dan jelas. Pada sebab-akibat memuat jawaban pertanyaan yang menjelaskan proses.

Ciri-ciri inilah yang membedakan teks eksplanasi dengan teks lainnya. Berikut ciri-ciri teks eksplanasi:

- teks eksplanasi bertujuan memberikan informasi, pengertian, dan pengetahuan.

- teks eksplanasi bersifat menjawab pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana.

- teks eksplanasi disampaikan dengan gaya yang lugas danmenggunakan bahasa baku.

- teks eksplanasi umumnya disajikan dengan menggunakan susunan logis.

- teks eksplanasi biasanya memuat penunjuk keterangan waktu, penunjuk keterangan cara, konjungsi kronologis, dan kata tunjuk.

- teks eksplanasi termasuk jenis teks non-fiksi yang di dalamnya terdapat data, fakta, serta opini yang logis.

- teks eksplanasi bersifat faktual di mana ia memuat seluruh informasi yang bersifat fakta dan ilmiah.

- teks eksplanasi menggunakan konjungsi kausalitas maupunkronologis. Konjungsi kausalitas contohnya adalah: antara lain, sebab, karena, oleh sebab itu, oleh karena itu, atau sehingga. Sementara konjungsi kronologis contohnya adalah: kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya.

 

Fungsi teks eksplanasi

Berikut fungsi teks eksplanasi dalam kehidupan sehari-hari:

Menjelaskan pendekatan pemecahan masalah

Teks eksplanasi banyak ditemukan dalam sebuah penelitian, dimana penulisnya akan menggunakan berbagai informasi sebagai penjelas dalam sebuah masalah. Tidak hanya menjelaskan sebuah masalah, penulis juga akan menjelaskan pendekatan dari masalah yang diamati. Setiap peristiwa atau kejadian harus dilengkapi dengan fakta.

Menjelaskan alasan

Dari penjelasan diatas tentang tujuan teks ekplanasi masih berkesinambungan dengan fungsinya. Dalam kesempatan ini, teks ekplanasi digunakan pula sebagai penjelasan mengapa sesuatu terjadi atau menjelaskan hubungan sebab dan akibat.

Menjelaskan tindakan

Fungsi lain dari teks eksplanasi itu adalah teks ini dibuat untuk menjalaskan pula hasil dari tindakan yang dilakukan, yakni keberhasilan. Sehingga, teks eksplanasi dikenal sebagai teks yang menjelaskan peristiwa atau tindakan how to do.

Fungsi sosial

Menyampaikan pemahaman tentang proses dan interaksi dunia nyata kepada masyarakat (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Bandar Lampung)

Fungsi edukatif/scientific

Memfasilitasi pengetahuan ilmiah dengan menjelaskan sebab-akibat fenomena (Jurnal berjudul Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Menggunakan Media Video Pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMN Al-Washliyah)

Fungsi informatif

Menghadirkan penjelasan faktual—tanpa mengarahkan opini—sehingga pembaca memperoleh gambaran utuh tentang fenomena tersebut

 

 

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Banjir

Berikut contoht teks eksplanasi kejadian Banjir:

Banjir

Pernyataan umum

Mendengar kata banjir memang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). Banjir dapat terjadi karena alam dan tindakan manusia.

Penyebab alami banjir adalah erosi dan sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang. Penyebab banjir karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir.

Penjelasan

Sebagai akibat perubahan tata guna lahan, terjadi erosi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi berkurang. Hujan yang jatuh ke tanah airnya akan menjadi aliran permukaan (run-off) di atas tanah dan sebagian meresap ke dalam tanah, yang tentunya bergantung pada kondisi tanahnya.

Ketika suatu kawasan hutan diubah menjadi permukiman, hutan yang bisa menahan aliran permukaan cukup besar diganti menjadi permukiman dengan resistensi aliran permukaan kecil. Akibatnya ada aliran permukaan tanah menuju sungai dan hal ini berakibat adanya peningkatan debit aliran sungai yang besar.

Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan yang lainnya. Apabila suatu hutan yang berada dalam suatu aliran sungai diubah menjadi permukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 sampai 20 kali. Angka 6 dan angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis permukiman.

Demikian pula untuk perubahan yang lainnya akan terjadi peningkatan debit puncak yang signifikan. Deforestasi, degradasi lingkungan, dan pembangunan kota yang penuh dengan bangunan beton dan jalan-jalan aspal tanpa memperhitungkan drainase, daerah resapan, dan tanpa memperhatikan data intensitas hujan dapat menyebabkan bencana alam banjir.

Pembuangan sampah di DAS membuat sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air akan keluar dari sungai karena daya tampung saluran berkurang. Kawasan padat penduduk di sepanjang sungai/drainase dapat menjadi penghambat aliran dan daya tampung sungai. Masalah kawasan kumuh dikenal sangat penting sebagai faktor sosial terhadap masalah banjir daerah perkotaan.

Kesimpulan

Banjir memang telah menjadi salah satu bencana yang menyebabkan kerusakan besar bagi manusia. Kerusakan terbesar terjadi saat banjir tersebut terjadi di permukiman penduduk sehingga menyeret dan merusak apa saja yang dilaluinya. Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi bencana ini.

Contoh Teks Eksplanasi Demonstrasi Massa

Akhir-akhir ini demonstrasi kerap terjadi hampir setiap waktu dan terjadi di berbagai tempat. Bahkan, demonstrasi sudah menjadi fenomena yang lumrah di tengah-tengah masyarakat kita.

Menanggapi fenomena tersebut, seorang kepala daerah menyatakan bahwa penyebab demonstrasi dan anarkisme tidak lain adalah faktor laparnya masyarakat. Lantas ia mencontohkan rakyat Malaysia dan Brunei yang adem ayem, lantaran kesejahteraan mereka terpenuhi maka demonstrasi di negara-negara itu jarang terjadi.

Tentu saja komentar tersebut menyulut reaksi para mahasiswa. Mereka memprotes dan meminta sang bupati mencabut kembali pernyataannya. Para mahasiswa tidak terima dan tidak merasa memiliki motif serendah itu. Mereka berpendirian bahwa demonstrasi yang biasa mereka lakukan murni untuk memperjuangkan kebenaran dan melawan kemungkaran yang terjadi di hadapan mereka. 

Demonstrasi massa tidak selalu disebabkan oleh urusan perut, bahkan banyak peristiwa yang sama sekali tidak didasari oleh motif itu. Dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, Abraham Maslow membaginya ke dalam beberapa tingkatan. Kebutuhan yang paling mendasar adalah makan dan minum. Sementara itu, yang paling puncak adalah kebutuhan akan aktualisasi diri.

Namun demikian, pada umumnya demonstrasi massa justru lebih didasari oleh kebutuhan tingkatan akhir itu. Masyarakat berdemonstrasi karena membutuhkan pengakuan dari pemerintah ataupun pihak-pihak lain agar hak-hak dan eksistensi mereka diakui. Karena merasa dibiarkan, hak-haknya diingkari, bahkan dinistakan, kemudian mereka berusaha untuk menunjukkan jati dirinya dengan cara berdemonstrasi.

Banyak fakta dapat membuktikannya. Demonstrasi massa pada awal reformasi di negeri ini pada tahun 1997–1998, bukan dilakukan oleh rakyat miskin ataupun orang-orang lapar. Justru hal itu dilakukan oleh warga dari kalangan menengah ke atas, dalam hal ini adalah mahasiswa dan golongan intelektual. Belum lagi jika  merujuk pada kasus-kasus yang terjadi di luar negeri.

Dalam beragam skala (besar atau kecil), demonstrasi bukan hal aneh lagi bagi negara-negara Eropa. Demonstrasi yang mereka lakukan sudah tentu tidak didorong oleh kondisi perut yang lapar karena mereka pada umumnya dalam kondisi yang sangat makmur.

Dengan fakta semacam itu, nyatalah bahwa kemiskinan bukanlah penyebab utama untuk terjadinya gelombang demonstrasi. Akan tetapi, fenomena tersebut lebih disebabkan oleh kemampuan berpikir kritis dari warga masyarakat. Mereka tahu akan hak-haknya, mengerti pula bahwa di sekitarnya telah terjadi pelanggaran dan kesewenang-wenangan. Mereka kemudian melakukan protes dan menyampaikan sejumlah tuntutan.

Apabila faktor-faktor itu tidak ada di dalam diri mereka, apapun yang terjadi di sekitarnya, mereka akan seperti kerbau dicocok hidung: manggut-manggut dan berkata “ya” pada apapun tindakan dari pimpinannya meskipun menyimpang dan bahkan menzalimi mereka sendiri. 

FAQ - Pertanyaan Umum Seputar Teks Eksplanasi

1. Apa itu teks eksplanasi?

Teks yang menjelaskan proses sebab-akibat suatu fenomena alam, sosial, atau budaya.

2. Apa tujuan utama teks eksplanasi?

Menjelaskan urutan dan alasan di balik suatu peristiwa agar pembaca memahami mekanismenya.

3. Apa struktur lengkap teks eksplanasi?

Biasanya terdiri dari: (1) pernyataan umum, (2) rangkaian penjelasan kronologis, (3) interpretasi atau kesimpulan.

4. Apa ciri khas bahasa dalam teks eksplanasi?

Mengandung konjungsi kausal (“karena”, “sehingga”), kronologis (“kemudian”, “selanjutnya”), serta keterangan waktu dan tempat.

5. Apa bedanya teks eksplanasi dengan teks eksposisi?

Teks eksplanasi fokus pada proses alasan & urutan kejadian; eksposisi lebih pada argumentasi atau opini tentang suatu isu.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6