Liputan6.com, Jakarta Memahami kepanjangan GCS adalah Glasgow Coma Scale. Metode GCS adalah pertama kali dikembangkan oleh ahli bedah saraf Graham Teasdale dan Bryan Jennett pada tahun 1974 yang diterbitkan The Lancet.
GCS adalah metode memahami fungsi otak manusia, dengan tiga aspek penilaian yang ditentukan. Melansir dari Biology Dictionary, pada Kamis (10/2/2022) tiga aspek penting itu berupa mata atau E, suara atau verbal atau V, dan gerakan tubuh pasiennya atau motorik atau M.
Advertisement
Memahami GCS adalah membantu mengukur kerusakan otak akut dan kronis pada pasien yang mengalami trauma atau selama melakukan rawat inap. Total nilai GCS adalah 3 dan 15, nilai 3 menjadi yang terburuk serta nilai 15 yang tertinggi.
Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam tentang GCS dan penilaiannya, Kamis (10/2/2022).
Memahami GCS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3201692/original/056876200_1596775160-young-beautiful-brunette-businesswoman-holding-fingers-temples-frowning-from-pain-headache_176420-9947.jpg)
GCS adalah metode tercepat yang digunakan untuk memahami fungsi otak manusia. Biology Dictionary menjelaskan metode GCS adalah digunakan untuk memahami kondisi awal pasien yang mengalami cedera kepada atau cedera di otak yang akut. Sekaligus GCS adalah berguna memprediksi masa hidup pasiennya (prediksi mortalitas).
“GCS adalah skala pengukuran untuk menilai gangguan kesadaran dan keadaan koma. GCS adalah membantu mengukur kerusakan otak akut dan kronis pada pasien yang mengalami trauma atau selama melakukan rawat inap,” dijelaskan.
Tingkat kesadaran seorang pasien atau GCS adalah dinilai berdasarkan tiga aspek penting. Mulai dari mata atau E (kemampuan membuka mata pasien), suara atau V (kemampuan berbicara pasien), dan gerakan tubuh pasiennya atau M.
GCS adalah bernilai 1 apabila tidak ada respons, hingga nilai normal 4 (ada respon membuka mata) 5 (ada respon verbal atau suara), dan 6 (ada respon motorik atau gerakan tubuh). Total nilai GCS adalah 3 dan 15, nilai 3 menjadi yang terburuk serta nilai 15 yang tertinggi.
“Misalnya, skor 10 dapat dinyatakan sebagai GCS10 = E3V4M3,” dijelaskan.
Advertisement
Panduan Pemeriksaan GCS Umum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3896106/original/032588200_1641445313-pexels-photo-3769151__3_.jpeg)
Pada proses pemeriksaan GCS umum adalah didasarkan pada tiga aspek penting, seperti mata, suara, dan gerakan tubuh pasiennya. Centers for Disease Control (CDC) dalam keterangan tertulisnya menjelaskan tiga aspek pemeriksaan GCS meliputi:
1. Respon Membuka Mata
- Respon membuka mata GCS adalah spontan - terbuka dengan kedipan pada baseline diberi nilai 4 poin.
- Respon membuka mata GCS adalah untuk rangsangan verbal, perintah, ucapan diberi nilai 3 poin.
- Respon membuka mata GCS adalah untuk rasa sakit saja (tidak diterapkan pada wajah) diberi nilai 2 poin.
- Respon membuka mata GCS adalah tidak ada respon diberi nilai 1 poin.
2. Respon Verbal atau Suara
- Respon verbal GCS adalah berorientasi 5 poin.
- Respon verbal GCS adalah bisa melakukan percakapan yang membingungkan, tetapi mampu menjawab pertanyaan diberi nilai 4 poin.
- Respon verbal GCS adalah bisa mengucapkan kata-kata yang tidak pantas atau kacau diberi nilai 3 poin.
- Respon verbal GCS adalah bisa melakukan pidato atau percapakan panjang yang tidak dapat dipahami diberi nilai 2 poin.
- Respon verbal GCS adalah tidak ada respon diberi nilai 1 poin.
3. Respon Motorik
- Respon motorik GCS adalah apabila bisa mematuhi perintah untuk gerakan diberi nilai 6 poin.
- Respon motorik GCS adalah mampu melakukan gerakan bertujuan untuk stimulus yang menyakitkan diberi nilai 5 poin.
- Respon motorik GCS adalah bisa menarik diri sebagai respon terhadap rasa sakit diberi nilai 4 poin.
- Respon motorik GCS adalah bisa melakukan fleksi sebagai respons terhadap rasa sakit (postur dekortikasi) diberi nilai 3 poin.
- Respon motorik GCS adalah bisa melakukan respon ekstensi sebagai respon terhadap nyeri (postur deserebrasi) diberi nilai 2 poin.
- Respon motorik GCS adalah tidak ada respon diberi nilai 1 poin.
Panduan Pemeriksaan GCS Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3623782/original/013196200_1636090814-pexels-allan-mas-5623062.jpg)
Pada proses pemeriksaan GCS anak sama dengan pemeriksaan GCS secara umum. Pemeriksaan GCS anak bisa dilakukan untuk anak usia di atas 5 tahun.
Ini panduan pemeriksaan GCS anak versi James and the Pediatric Emergency Care Applied Research Network yang dipublikasikan The National Center for Biotechnology Information:
1. Respon Membuka Mata
- Respon membuka mata GCS adalah spontan - terbuka dengan kedipan pada baseline diberi nilai 4 poin.
- Respon membuka mata GCS adalah untuk rangsangan verbal, perintah, ucapan diberi nilai 3 poin.
- Respon membuka mata GCS adalah untuk rasa sakit saja (tidak diterapkan pada wajah) diberi nilai 2 poin.
- Respon membuka mata GCS adalah tidak ada respon diberi nilai 1 poin.
2. Respon Verbal
- Respon verbal GCS adalah berorientasi seperti berbisik dan mengoceh diberi nilai 5 poin.
- Respon verbal GCS adalah mudah tersinggung, menangis, dan bingung diberi nilai 4 poin.
- Respon verbal GCS adalah menangis terhadap rasa sakit diberi nilai 3 poin.
- Respon verbal GCS adalah erangan sebagai respon rasa sakit diberi nilai 2 poin.
- Respon verbal GCS adalah tidak ada respon diberi nilai 1 poin.
3. Respon Motorik
- Respon motorik GCS adalah apabila bisa mematuhi perintah untuk gerakan diberi nilai 6 poin.
- Respon motorik GCS adalah mampu melakukan gerakan bertujuan untuk stimulus yang menyakitkan atau menarik untuk disentuh diberi nilai 5 poin.
- Respon motorik GCS adalah bisa menarik diri sebagai respon terhadap rasa sakit diberi nilai 4 poin.
- Respon motorik GCS adalah bisa melakukan fleksi sebagai respons terhadap rasa sakit (postur dekortikasi) diberi nilai 3 poin.
- Respon motorik GCS adalah bisa melakukan respon ekstensi sebagai respon terhadap nyeri (postur deserebrasi) diberi nilai 2 poin.
- Respon motorik GCS adalah tidak ada respon diberi nilai 1 poin.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3583607/original/069503700_1632636888-Ilustrasi_Otak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)