Arti Tarhib Ramadhan dalam Islam, Lengkap dengan Asal Usul dan Contoh Amalannya

Arti tarhib Ramadhan adalah menyambut bulan suci Ramadhan.

Diperbarui 17 Juni 2025, 13:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tarhib Ramadhan adalah istilah yang asing bagi sebagian umat Muslim. Namun, ada juga umat Muslim yang mengetahui arti dari tarhib Ramadhan. Tarhid Ramadhan berakar dari bahasa Arab.

Secara bahasa, tarhib Ramadhan adalah menyambut bulan suci Ramadhan. Sejatinya, Ramadhan adalah bulan istimewa yang hanya datang satu tahun sekali. Dengan begitu, tarhid Ramadhan dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Muslim.

Secara umum, tarhid Ramadhan adalah menyambut bulan suci Ramadhan dengan segala kesiapan, keluasan, serta kelapangan jiwa dan raga. Sebab pada bulan Ramadhan akan melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan lamanya yang membutuhkan persiapan kesehatan fisik dan mental.

Mengutip jurnal dipublikasikan di Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. 8 (2) September 2024, menariknya kegiatan tarhib ini, menjelang masuknya bulan suci ramadhan umat Islam pada umumnya mentradisikan amaliah tarhib. Beberapa Komunitas muslim dan Ormas Islam telah melakukannya.

Berikut Liputan6.com ulas mengenai arti tarhib Ramadhan beserta asal usul penamaan dan contoh amalannya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (17/6/2025).

1. Arti Tarhib Ramadhan dan Asal Usulnya

Secara etimologi, kata tarhib berasal dari bahasa Arab ra-hi-ba, yarhabu, rahbun yang artinya luas, lapang, dan lebar. Kata tersebut lalu berubah menjadi fi’il rahhaba, yurahhibu, tarhiban yang berarti menyambut, menerima dengan penuh kelapangan, kelebaran dan keterbukaan hati. Dengan begitu, tarhib Ramadhan adalah upaya memantaskan diri menyambut bulan suci Ramadhan.

Sedangkan menurut Kementerian Agama RI, kata tarhib dalam bahasa Arab digunakan untuk sambutan, sambutan apa saja. Bukan diperuntukkan untuk Ramadhan saja. Seperti kalamat al-Tarhib (kata sambutan), menyambut mudir, presiden, dan lainnya.

Atau mudahnya, kata tarhib adalah ungkapan selamat datang atas kedatangan seseorang, atau kehadiran sesuatu yang indah. Sama dengan ungkapan "Marhaban". Yaitu "Aku sambut engkau dengan penuh kelapangan hati dan pikiran, juga aku sambut engkau dengan seluruh jiwa dan ragaku".

Jadi, dapat disimpulkan bahwa tarhib Ramadhan adalah menyambut bulan Ramadhan dengan senang hati, dengan tangan terbuka, dengan penuh kebahagiaan baik jiwa dan raga.

Hal yang sama disampaikan pada buku Informasi Kapuas (2021) karya Jum’atil Fajar, menjelaskan bahwa tarhib Ramadhan adalah sebagai menyambut bulan Ramadhan dengan upaya meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Ramadhan.

Mengutip buku berjudul Berpuasa Bukan Bersandiwara (2014) karya Owen Putra kedatangan bulan Ramadan dapat dianalogikan sebagai seorang tamu yang sangat istimewa, yang di sana ada senang dan sukacita. Kedatangan tentu dielu-elukan oleh para perindunya, karena mereka ingin khusyuk beribadah di dalamnya.

2. Istilah Tarhib Ramadhan di Indonesia

Dikutip dari laman Kemenag Kanwil Malang, di Indonesia sendiri tarhib Ramadhan lebih kepada kajian-kajian fiqih puasa, halaqah-halaqah seputar bulan Ramadhan, dan lain sebagainya. Meski kata tarhib Ramadhan terbilang baru di Indonesia, namun tradisi adat setempat yang masih berkaitan dengan menyambut bulan Ramadhan ada banyak. Seperti, meggengan dari tradisi Jawa yang dimulai dari ziarah kubur kemudian mengundang makan bersama dengan makanan tertentu yang dipenuhi dengan filosofis. Sedangkan dalam masyarakat Sunda juga dikenal dengan istilah munggahan. Munggahan dapat diartikan naik ke bulan suci atau tinggi derajat. Secara filosofi, Munggahan dapat diartikan sebagai prosesi penyambutan bulan puasa yang penuh kemuliaan, sehingga umat Muslim akan merasa bahagia dan dinaikkan derajatnya.

Menurut Syam (2017) dikutip dari jurnal yang dipublikasikan di Jurnal Psikologi Islam dan Budaya Edisi Oktober 2019, Vol.2, No.2 Hal. : 127-138, tradisi-tradisi yang telah dikemukakan memperlihatkan betapa pentingnya kehadiran bulan Ramadan bagi seorang muslim Indonesia. Selain persoalan ritual ibadah, bulan Ramadan juga bertaut dengan tradisi, sehingga pengaruh-nya semakin kuat dan mengakar serta memengaruhi kehidupan sehari-hari seorang muslim.

3. Contoh Amalan Tarhib Ramadhan

Adapun terdapat beberapa contoh amalan yang bisa dilakukan pada saat tarhib Ramadhan adalah sebagai berikut:

a. Membaca doa-doa untuk menyambut kedatangan Ramadhan

Salah satu bacaan doa yang bisa dilantunkan untuk menyambut bulan suci Ramadhan adalah:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلغنَا رَمَضَانَ

Artinya, "Ya Allah, Ya Allah berkahilah kami di dalam bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadan." (HR Ahmad).

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِيْ إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـيْ رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِيْ مُتَقَبَّلاً

Artinya: "Ya Allah, selamatkan aku hingga sampai Ramadan, dan selamatkan Ramadan untukku, dan terimalah Ramadan dariku dengan benar-benar diterima." (Doa Yahya bin Abi Katsir dalam Hilyah).

b. Membaca doa ketika melihat hilal Ramadhan

Berikut bacaan doa ketika melihat hilal Ramadhan, yakni:

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ، وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ هِلَالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ

Artinya, "Ya Allah, jadikanlah bulan Ramadhan ini ‘membawa’ keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman bagi kami. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, wahai bulan petunjuk dan kebaikan." (HR Ahmad dan At-Tirmidzi).

c. Meneguhkan niat-niat utama sebelum masuk Ramadhan

Berikut ini ada beberapa niat-niat yang bisa diamalkan sebelum masuk bulan suci Ramadhan, yakni:

- Niat tadarus Al-Qur'an dengan merenungi maknanya.

- Niat tobat sebenar-benarnya dari dosa yang telah lewat.

- Niat menjadikan Ramadhan sebagai permulaan untuk melakukan amal saleh dan kebaikan selamanya seizin Allah ta'ala, dan niat-niat terbaik lainnya.

d. Mempersiapkan kesehatan fisik dan psikis agar dapat menjalankan ibadah di sepanjang Ramadhan secara optimal

Penting untuk mempersiapkan kesehatan fisik dan psikis sebelum berpuasa. Jika menjaga kesehatan sebelum berpuasa tentunya dapat merasakan manfaat kesehatan lainnya selama menjalani puasa. 

Mengutip jurnal yang dipublikasikan di Serambi Tarbawi: Jurnal Studi Pemikiran, Riset dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 3, No. 1, Januari 2015 dijelaskan dari berbagai penelitian, berpuasa terbukti memberikesempatan beristirahat bagi organ pencernaan, termasuk systemenzim maupun hormon.

Dalam keadaan tidak berpuasa, systempencernaan dalam perut terus aktif mencerna makanan, hingga taksempat beristirahat. Dan, ampas yang tersisa menumpuk dan bisamenjadi racun bagi tubuh. Selama berpuasa, system pencernaanakan beristirahat dan memberi kesempatan bagi sel-sel tubuhkhususnya bagian pencernaan untuk memperbaiki diri.

e. Membaca kitab, buku dan artikel ilmiah tentang Ramadhan

Hal ini dapat dilakukan sebagai bekal keilmuan sebelum masuk Ramadhan. Di antaranya membaca Kitab Ihya Ulumiddin tentang rahasia-rahasia puasa, Kitab Lathaiful Ma'arif, dan artikel di Kemenag tentang hal-hal seputar puasa Ramadhan.

f. Memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban

Contoh amalan tarhib Ramadhan yang berikutnya adalah dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban yaitu bagi mereka yang sebelum datangnya bulan itu telah membiasakan puasa sunnah.

Namun demikian satu atau dua hari menjelang masuknya bulan Ramadhan dilarang melakukan puasa sunnah, kecuali bagi mereka yang sudah membiasakannya.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَا نَ

Dari Aisyah r.a. ia menuturkan, “Rasulullah SAW biasa mengerjakan puasa, sehingga kami berpendapat bahwa beliau tidak pernah tidak berpuasa, dan beliau biasa tidak berpuasa, sehingga kami berpendapat bahwa beliau tidak pernah berpuasa. Akan tetapi aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa sebulan penuh, kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa daripada puasa di bulan Sya’ban”. (Hadits Shahih, riwayat Bukhari: 1833 dan Muslim: 1956. teks hadits riwayat al-Bukhari).

Q & A Tentang Tarhib Ramadhan

Apa arti dari Tarhib Ramadhan dalam Islam? 

Tarhib Ramadhan berasal dari bahasa Arab “tarhib” yang berarti menyambut dengan rasa suka cita dan semangat. Dalam konteks Islam, Tarhib Ramadhan merujuk pada kegiatan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan kesiapan spiritual.

Apa tujuan diadakannya Tarhib Ramadhan? 

Tujuannya adalah untuk membangkitkan semangat beribadah, mempersiapkan hati dan jiwa, serta mempererat ukhuwah Islamiyah menjelang Ramadhan. Ini juga menjadi momen muhasabah (introspeksi diri) sebelum memasuki bulan yang penuh rahmat.

Apa asal usul praktik Tarhib Ramadhan? 

Meskipun istilah “Tarhib Ramadhan” tidak disebut secara langsung dalam Al-Qur’an atau hadis, praktik menyambut Ramadhan dengan penuh kebahagiaan berasal dari sunnah Nabi Muhammad SAW, yang kerap menyampaikan kabar gembira kepada para sahabat menjelang datangnya bulan Ramadhan.

Apa saja bentuk atau contoh amalan dalam Tarhib Ramadhan?

Beberapa contoh amalan Tarhib Ramadhan antara lain:

– Mengikuti kajian atau ceramah khusus tentang Ramadhan

– Bersedekah atau memberi sembako menjelang Ramadhan

– Membersihkan masjid dan lingkungan

– Membuat spanduk atau pesan dakwah menyambut Ramadhan

– Berdoa agar dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan

– Menyampaikan tausiah di sekolah atau komunitas tentang keutamaan puasa

Apakah Tarhib Ramadhan merupakan kewajiban? 

Tidak, Tarhib Ramadhan bukan kewajiban, tetapi amalan yang dianjurkan karena dapat membangkitkan semangat ibadah dan menjadi bagian dari syiar Islam. Asalkan dilakukan dengan niat yang baik dan sesuai tuntunan agama, maka termasuk perbuatan yang berpahala.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6