Sukses

Pengertian Qodo dan Qodar Beserta Hikmah Mengimaninya dalam Islam

Liputan6.com, Jakarta Qodo dan qodar perlu dipahami dan bahkan wajib diimani oleh setiap muslim. Seperti yang diketahui, Iman kepada qodo dan qodar merupakan rukun iman keenam. Umat Islam tentu wajib menerapakan rukun iman keenam ini dalam kehidupan sehari-hari.

Qodo dan qodar kerap kali diartikan sebagai takdir. Kedua istilah tersebut juga sering kali dianggap sama, padahal ada sejumlah perbedaan pada qodo dan qodar ini. Mengenali perbedaannya tentu penting bagi seorang muslim untuk meningkatkan Iman pada takdir yang diberikan Allah.

Pengertian qodo dan qodar memang sedikit berbeda, tetapi keduanya tidak dapat dipisahkan. Salah satu dalil dalam Al-Quran terkait qodo dan qodar terdapat dalam surah al-Qamar, yang artinya:

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (Q.S. al-Qamar/ 54: 49)

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (23/3/2023) tentang qodo dan qodar.

2 dari 4 halaman

Pengertian Qodo dan Qodar

Pengertian qodo dan qodar tentunya perlu dipahami oleh seluruh umat Islam. Qodo dan qodar kerap juga disebut sebagai ketetapan atau takdir dari Allah SWT untuk manusia. Pertama-tama kamu perlu memahami pengertian masing-masing istilah ini.

Qodo atau qadha secara bahasa berarti ketetapan, ketentuan, ukuran, takaran, atau sifat. Qodo secara istilah artinya ketetapan Allah yang tercatat di Lauh al-Mahfuz (papan yang terpelihara) sejak zaman azali. Ketetapan ini sesuai dengan kehendak-Nya dan berlaku untuk seluruh makhluk atau alam semesta.

Sementara itu, qodar atau qodar adalah ketetapan yang telah terjadi atau keputusan yang diwujudkan. Qodar juga sering disebut dengan takdir. Secara istilah, qodar adalah ketetapan atau keputusan Allah yang memiliki sifat Maha Kuasa (Qadir) atas segala ciptaan-Nya, baik berupa takdir yang baik maupun takdir yang buruk.

Hubungan antara qodo dan qodar sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. Qodar merupakan perwujudan atau realisasi dari qodo. Qodo adalah ketetapan yang masih bersifat rencana. Ketika rencana itu sudah menjadi kenyataan, maka kejadian nyata itu bernama qodar atau takdir.

Berikut dalil tentang qodo dan qodar:

Q.S. at-Taubah ayat 51

Katakanlah, sekali-sekali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami dan hanya kepada Allah orang beriman harus bertawakal. (Q.S. at-Taubah/ 9: 51)

Q.S. an-Nah 6: 61

Maka apabila telah tiba waktu (yang telah ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mendahulukannya. (Q.S. an-Nahl/6: 61)

3 dari 4 halaman

Iman Kepada Qodo dan Qodar

Iman kepada qodo dan qodar yaitu percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menentukan segala sesuatu yang akan terjadi pada mahluknya. Setiap manusia, telah diciptakan dengan ketentuan-ketentuan dan telah di atur nasibnya sejak zaman azali (zaman sebelum diciptakan alam semesta).

Meski ada takdir Allah SWT, bukan berarti seorang manusia bisa bermalas-malasan menunggu nasib tanpa berusaha atau berikhtiar. Sebuah keberhasilan tidak akan tercapai tanpa adanya usaha. Jadi, usaha tetap harus dilakukan. Tetapi, bagaimanapun hasilnya, harus dapat diterima dengan lapang dada, karena itu merupakan takdir Allah SWT.

Mengutip dari Jurnal Mudarissuna Intitut Agama Islam Negeri Metro, dengan beriman kepada qodo dan qodar atau takdir dengan benar, seseorang akan giat berusaha dan berjuang dalam menjalani kehidupannya. Apalagi pada takdir muallaq kamu diharuskan untuk selalu berusaha atau ikhtiar. Seperti yang diketahui, ada dua jenis takdir, yaitu takdir mubram dan takdir muallaq.

Takdir mubram adalah ketentuan mutlak dari Allah SWT yang pasti berlaku dan manusia tidak diberi peran untuk mewujudkannya. Contoh takdir ini adalah tentang kelahiran dan kematian manusia. Sementara takdir muallaq adalah ketentuan Allah SWT yang mengikut sertakan peran manusia melalui usaha atau ikhtiarnya. Contoh takdir ini adalah keberhasilan murid di sekolah dalam meraih prestasi.

Tidak hanya itu, manusia juga harus berpijak pada Sunnatullah. Dengan memahami takdir dalam bentuk yang tepat, manusia akan terhindar dari bencana ataupun kesengsaraan. Maka dari itu, seseorang harus beribadah, berusaha, serta berjuang dengan bertumpu pada sunah yang telah ditetapkan oleh Allah. Upaya tersebut agar cita-cita yang sedang diperjuangkannya dapat tercapai sesuai dengan rencana tanpa keluar dari ajaran agama Islam.

4 dari 4 halaman

Hikmah Beriman Kepada Qodo dan Qodar

Melansir Sumber Belajar Kemdikbud, berikut hikmah beriman kepada qodo dan qodar:

- Melatih diri untuk lebih bersyukur dan bersabar kepada Allah SWT. Misalnya: ketika tertimpa musibah, sikap orang akan berbeda. Ada yang tabah, ada yang sedih dan tidak terima. Orang yang beriman dengan takdir, ia akan bersabar dan tetap bersyukur karena ia memahami bahwa semua ini tidak lepas dari ketentuan Allah SWT.

- Mendekatkan diri kepada Allah SWT. Orang yang percaya pada takdir Allah SWT, pasti dia merasa bahwa semua yang menimpanya adalah bagian dari karunia Allah SWT. Oleh karena itu, semua kejadian yang dialaminya kian mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.

- Melatih seseorang menjadi orang yang giat berusaha, optimis, dan tidak cepat putus asa.

- Menghindarkan dari sifat sombong. Orang yang percaya takdir Allah SWT pasti tidak akan sombong, karena ia memahami bahwa semua yang dimiliki adalah bersumber dari Allah SWT.

- Dapat menenangkan jiwa.

- Mendorong anak pada sikap yang seimbang antara optimisme dan tawakkal. Dua hal ini akan berjalan dengan baik dan seimbang jika kamu percaya dengan adanya qodo dan qodar Allah SWT.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.