Orang yang Berkata Dusta Merupakan Salah Satu Tanda Kemunafikan, Ini Dalilnya

Orang yang berkata dusta merupakan salah satu tanda kemunafikan dan ini kebalikan dari kejujuran.

Diperbarui 18 Juni 2025, 14:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Orang yang berkata dusta merupakan salah satu tanda kemunafikan. Dampak yang paling utama dari perilaku munafik adalah merugikan diri sendiri, meski orang lain juga berisiko terkena imbasnya.Ā 

Tidak hanya merusak hubungan dengan sesama manusia, tetapi merusak hubungan dengan Allah SWT juga. Melansir dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, secara bahasa munafik artinya ketidaksamaan antara lahir dan batin. Ketidaksamaan tersebut dalam hal keyakinan, yakni hatinya kafir tetapi mulutnya beriman.

Orang yang berkata dusta merupakan salah satu tanda kemunafikan dan ini kebalikan dari kejujuran. Dalam Al-Quran, Allah berfirman dalam Surah Al-Maidah ayat 8:

"Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi saksi dengan adil karena Allah. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa."

Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam tentang orang berkata dusta merupakan salah satu tanda kemunafikan, Rabu (18/6/2025).

Pengertian Orang Munafik

1. Pengertian Munafiq dari Perilaku Dusta

Orang yang berkata dusta merupakan salah satu tanda kemunafikan. Kemunafikan adalah perilaku atau sikap yang menunjukkan ketidakjujuran dalam bertindak atau berbicara.

Orang yang melakukan kemunafikan atau orang munafik, akan berusaha menunjukkan dirinya sebagai orang yang baik di depan orang lain, namun sebenarnya ia tidak sepenuhnya jujur dengan diri sendiri dan Allah.

Salah satu dalil yang menunjukkan orang yang berkata dusta merupakan salah satu tanda kemunafikan adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Hadis tersebut menyatakan bahwa Rasulullah bersabda:

"Tanda orang munafik ada tiga: ketika ia berbicara ia berdusta, ketika ia berjanji ia tidak memenuhinya, dan ketika ia dipercayai ia berkhianat."diriwayatkan oleh al‑BukhārÄ« (Kitāb al‑Imān no. 33 & 3178) dan Muslim (Kitāb al‑Īmān no. 58–59), Hadis ini menegaskan bahwa kebohongan dalam berbicara merupakan salah satu tanda utama kemunafikan.

Ā 

2.Ā Pengertian Munafiq dari PerilakuĀ Berpura-Pura

Kementerian Agama Banjarnegara atau Kemenag Banjarnegara menjelaskan bahwa munafik secara bahasa berarti pura-pura. Sedangkan menurut istilah munafik merupakan pura-pura dalam suatu hal. Orang munafik disebut juga orang yang perkataannya tidak sesuai dengan tindakan atau kenyataan.

Orang yang berkata dusta merupakan salah satu tanda kemunafikan, ini membuat seseorang cenderung bermuka dua, suka ingkar janji, suka bersumpah palsu, hingga tidak ragu untuk sekadar berkhianat. Orang-orang munafik akan hidup dalam kebohongan.

Ā 

3. Pengertian Munafiq dari Sikap Bermuka Dua

Pengertian ā€˜munafiq’ berdasarkan tafsir Al-Misbah Kemenag menyampaikan bahwa kata munafik bermakna ā€œbermuka duaā€, dari akar nafaq (terowongan dua arah): tampak satu hal, hakikatnya berbeda.

Orang yang berkata dusta merupakan salah satu tanda kemunafikan dan mereka suka ingkar janji, dijelaskan dalam firman Allah Surat Al-Baqarah ayat 14 yang artinya:

ā€œDan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman mereka berkata: ā€œKami telah beriman.ā€ Tetapi apabila mereka berjumpa kembali dengan setan-setan mereka berkata: ā€œSesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.ā€

Ancaman Allah SWT terhadap Orang Munafik & Dalilnya

1. Menempati Neraka Paling Rendah (Hawiyah):

QS An-Nisā’ 4:145 menetapkan: ā€œOrang-orang munafik itu berada di derk paling bawah dari nerakaā€¦ā€ Ā 

Tafsir Al‑Misbah menunjukkan munafik ditempatkan di tingkatan paling bawah dan tidak akan mendapatkan penolong

2. Kekal di Dalam Neraka:

QS At-Taubah 9:68 memperingatkan: ā€œAllah mengancam orang-orang munafik… dengan neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya.ā€

3. Ditipu dan Dibiarkan dalam Kesesatan:

QS Al-Baqarah 2:14–15 menjelaskan bahwa munafik akan ditipu oleh Allah dan dibiarkan dalam kesesatan tanpa hidayah.

4. Digambarkan Neraka dengan Siksaan Berat:

Publikasi dari jurnal.uinbanten.ac.idĀ menyebutkan bahwa siksaan neraka paling berat berada di lapisan dasar, khusus bagi orang munafik, kafir, dan musyrikĀ 

Ā 

Dampak Kemunafikan

Kebohongan dalam berbicara tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga merugikan diri sendiri. Orang yang berkata dusta merupakan salah satu tanda kemunafikan, mereka pasti akan kehilangan kepercayaan dari orang lain. Ini akan membuatnya sulit membangun hubungan yang baik dan harmonis dengan orang lain.

1. Asbabun Nuzul dari surat Al Maun

Asbabun Nuzul dari surat Al Maun artinya gambaran orang-orang yang sebenarnya memiliki sifat munafik karena mereka selalu melakukan dusta. Dalam buku berjudul Tafsir Al-Asas, Darwis Abu Ubaidah (2012) dijelaskan beberapa riwayat menyebutkan latar belakang turunnya surat Al Maun artinya berkaitan dengan orang yang berkata dusta merupakan salah satu tanda kemunafikan.

Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Abdullah bin Abbas mengatakan:

ā€œSurat ini Allah SWT turunkan berkaitan dengan orang-orang munafik yang mempertontonkan sholatnya kepada kaum muslimin (riya) dan meninggalkannya apabila tidak ada orang lain yang melihatnya, serta mereka menolak memberikan bantuan atau pinjaman. Lalu Allah SWT turunkan ayat ini sebagai peringatan kepada orang-orang yang berbuat seperti itu."

Orang yang berkata dusta merupakan salah satu tanda kemunafikan dan mereka cenderung suka bersumpah palsu. Mereka adalah orang yang selalu dengan mudahnya mengucapkan "Demi Allah" tanpa memikirkan tanggung jawab dan kesungguhan.

2. Gambaran Orang Berkata Dusta

Gambaran orang yang berkata dusta merupakan salah satu tanda kemunafikan dijelaskan dalam Al-Qur’an surat al-Munafiqun ayat 2:

"Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan."

Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan setiap manusia untuk berbicara dengan jujur dan memenuhi janji-janji yang dibuat. Sebagai contoh, dalam Surah al-Maidah ayat 1, Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu."

3. Tidak Jujur Membawa ke Neraka

Hal yang sama dijelaskan Rasulullah SAW dalam suatu hadis. Di mana kejujuran akan mengantarkan seseorang pada kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat. Kejujuran akan mendatangkan kebajikan dan kebajikan akan mengantarkan ke surga Allah SWT.

"Bersikaplah jujur. Sesungguhnya, kejujuran mengantarkan pada kebajikan, sedangkan kebajikan mengantarkan ke surga. Tidaklah seorang lelaki senantiasa bersikap jujur dan berupaya jujur sampai ia ditulis di sisi Allah sebagai seorang yang jujur. Jauhilah bohong. Sesungguhnya, kebohongan menyeret pada kedurjanaan, sedangkan kedurjanaan menyeret ke neraka. Tidaklah seorang lelaki selalu berbohong dan berupaya bohong sampai ia ditulis di sisi Allah sebagai pembohong." (HR. Muslim)

Ā 

Ā 

QnA Singkat: Seputar Munafiq

1. Apa itu munafik?

Orang yang tampak beriman di depan orang lain, tetapi hatinya mengandung kekufuran atau niat buruk. Ā 

2. Apa ciri khas perilaku munafik?

Dusta, ingkar janji, khianat amanah, bahkan berlaku curang saat berdebat. Ā 

3. Apa perbedaan Nifaq Akbar dan Nifaq Ashghar?

Akbar berkaitan dengan akidah (kekufuran), Ashghar berkaitan perilaku seperti riya’ dan amanah.Ā 

4. Bagaimana hukuman bagi orang munafik?

Mereka akan ditempatkan di neraka tingkat terendah dan kekal bersama orang kafir. Ā 

5. Apakah riya’ termasuk perbuatan munafik?

Ya, riya’ (ibadah untuk dilihat orang) termasuk dalam Nifaq Ashghar—patut dihindari agar hati tetap ikhlas.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6