Sukses

Mengenal Hukum Permintaan dalam Ilmu Ekonomi, Simak Fungsi dan Faktor Pengaruhnya

Liputan6.com, Jakarta Hukum permintaan adalah salah satu materi yang terdapat pada ilmu ekonomi. Hukum permintaan ini sangat berkaitan dengan konsumen, tanpa adanya konsumen maka hukum permintaan ini tak pernah terjadi.

Secara umum, hukum permintaan adalah keinginan seseorang (konsumen) terhadap barang-barang tertentu yang diperlukan atau diinginkan. Hukum permintaan merupakan prinsip fundamental yang menyatakan bahwa ada hubungan terbalik antara harga dan kuantitas yang diminta.

Hukum permintaan ini berfungsi sebagai persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dan semua faktor-faktor yang memengaruhinya. Faktor yang mempengaruhinya terdiri dari pendapatan konsumen hingga banyaknya kebutuhan konsumen.

Berikut ini Liputan6.com ulas mengenai hukum permintaan beserta fungsi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (24/1/2023).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Apa Itu Hukum Permintaan

Dalam ekonomi mikro, hukum permintaan adalah prinsip fundamental yang menyatakan bahwa ada hubungan terbalik antara harga dan kuantitas yang diminta. Hukum permintaan sendiri berbunyi “makin tinggi harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang diminta. Sebaliknya makin rendah harga suatu barang makin banyak jumlah barang yang diminta.”

Hukum permintaan merupakan hubungan antara harga dengan jumlah barang yang diminta. Sesuai dengan hukum permintaan, jumlah barang atau jasa yang diminta akan berhubungan terbalik dengan harganya. Dinyatakan dalam hukum permintaan, apabila hal-hal lain konstan, kalau harga barang atau jasa turun (P), jumlah barang yang diminta (Qd ) akan meningkat dan sebaliknya.

Dalam hukum permintaan, harga menunjukkan pengorbanan pembeli untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan. Hukum permintaan ini berlaku bukan hanya konsumen berkeinginan untuk beli suatu barang, namun ketersediaan untuk membayar.

Hal ini karena adanya substansi sebagai pengganti barang yang harga relatipnya naik. Sebagai contoh, kalau harga minuman ringan merk “X” naik, konsumen akan mengganti dengan menambah pembelian minuman merk “Y”.

Akan tetapi, hukum permintaan hanya membuat pernyataan kualitatif dalam arti bahwa hukum itu menjelaskan arah perubahan jumlah kuantitas yang diminta, tetapi bukan besaran perubahannya. Hukum permintaan diwakili oleh grafik yang disebut kurva permintaan, dengan kuantitas yang diminta pada sumbu x dan harga pada sumbu y. Kurva permintaan miring ke bawah menurut definisi hukum permintaan.

Fungsi dari hukum permintaan adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dan semua faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dengan begitu, fungsi hukum permintaan adalah untuk menganalisis semua faktor-faktor secara simultan atau bersama-sama sekaligus. Tentu saja fungsi ini tidak dapat digambar dalam diagram dua dimensi.

3 dari 4 halaman

Faktor yang Memengaruhi Hukum Permintaan

Terdapat berapa faktor yang mempengaruhi hukum permintaan adalah sebagai berikut:

1. Harga barang-barang substitusi

Barang substitusi adalah barang yang dapat saling menggantikan fungsi barang lain. Sebagai contoh, kopi dan teh. Jika pada suatu waktu kopi tidak ada maka peminum kopi dapat menggantikannya dengan teh dan sebaliknya jika teh tidak ada peminum teh dapat menggantikannya dengan kopi. Harga barang substitusi dapat mempengaruhi permintaan barang yang disubstitusi. Jika harga kopi turun, maka permintaan teh menjadi turun dan sebaliknya.

2. Pendapatan para pembeli

Pendapatan merupakan faktor yang sangat penting di dalam menentukan hukum permintaan berbagai jenis barang. Perubahan pendapatan selalu menimbulkan perubahan permintaan berbagai jenis barang. Menurut sifat perubahan permintaan akibat perubahan pendapatan, berbagai jenis barang dapat dibedakan menjadi : barang inferior, barang esensial, barang normal, dan barang mewah. Berikut penjelasannya, yakni:

a. Barang inferior, adalah barang yang umumnya diminta oleh orang-orang berpendapatan rendah. Jika orang-orang tersebut bertambah pendapatannya, mereka akan mengurangi permintaannya terhadap barang inferior tersebut dan menggantikannya dengan barang lain yang mutunya lebih tinggi. Sebagai contoh, ubi kayu. Ketika pendapatannya rendah, orang-orang mengkonsumsi ubi kayu. Jika pendapatan mereka meningkat maka mereka akan mengurangi konsumsi ubi kayu dan menggantinya dengan beras.

b. Barang esensial, adalah barang yang sangat penting manfaatnya bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. Contohnya adalah makanan (beras, gula, kopi, teh) dan pakaian.

c. Barang normal, adalah barang yang akan mengalami kenaikan permintaannya apabila terjadi kenaikan pendapatan masyarakat. Sebagian besar barang yang ada, umumnya termasuk barang normal, seperti perabot rumah-tangga, pakaian, dan beberapa makanan.

d. Barang mewah, adalah barang-barang yang dibeli oleh orang-orang yang berpendapatan tinggi. Contohnya adalah mobil, emas, berlian, lukisan yang mahal, dan sebagainya.

4 dari 4 halaman

Faktor yang Mempengaruhi Hukum Permintaan

3. Selera masyarakat

Selera masyarakat mempengaruhi permintaan suatu barang. Sebagai contoh, pada tahun 1960-an relatif sedikit orang yang menggunakan mobil buatan Jepang. Namun, mulai tahun 1970-an masyarakat di berbagai negara telah banyak menggunakan mobil buatan Jepang, sehingga mobil-mobil buatan Amerika dan Eropa mengalami penurunan permintaan.

3. Jumlah penduduk

Pertambahan jumlah penduduk yang diikuti oleh perkembangan kesempatan kerja secara tidak langsung akan meningkatkan permintaan suatu barang.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS