Sukses

Disebut sebagai Penyebab Zombie, Ini Cara Jamur Cordyceps Mengambil Alih Inangnya

Liputan6.com, Jakarta Film dan serial bertema zombie tampaknya tidak akan kehilangan peminat, bahkan sampai hari ini. Maka tidak mengherankan jika serial The Last of Us berhasil menarik perhatian khalayak baru-baru ini, terutama dari penonton Indonesia.

Ini tidak lain karena serial HBO ini menampilkan Ibu Kota Indonesia, Jakarta, menjadi salah satu setting-nya. Serial The Last of Us mengisahkan tentang pandemi global yang disebabkan oleh satu jenis fungi atau jamur, Cordyceps. Dalam cerita, jamur itu jadi biang kerok perubahan manusia menjadi zombie ketika terinfeksi.

Infeksi virus maupun jamur, seperti yang digambarkan dalam serial Last of Us, menjadi hal umum yang menjadi penyebab seseorang menjadi zombie. Meski cerita zombie yang ditunjukkan dalam banyak film dan serial merupakan fiksi, tapi ada sebagian hal yang memang benar ada di dunia nyata.

Salah satu contoh hal yang ada di film zombie tapi juga ada di dunia nyata adalah jamur Cordyceps. Jamur Cordyceps merupakan jenis jamur yang benar-benar ada di dunia nyata. Sementara itu dalam serial Last of Us, jamur Cordyceps disebut sebagai jamur yang berbahaya karena jika seseorang terinfeksi, maka dia akan menjadi zombie.

Lalu bagaimana dengan Jamur Cordyceps yang ada di dunia nyata, apakah dapat menyebabkan seseorang menjadi zombie? Berikut ulasan selengkapnya seperti yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (24/1/2023).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Jamur Cordyceps

Dikutip dari WebMD, Cordyceps adalah jamur yang hidup pada suatu jenis ulat yang ditemukan di daerah pegunungan tinggi di China. Cordyceps adalah jenis jamur yang sering dimanfaatkan sebagai bahan untuk dibuat sebagai suplemen.

Sebagai suplemen, Cordyceps dipercaya dapat meningkatkan kekebalan dengan merangsang sel dan bahan kimia tertentu dalam sistem kekebalan tubuh. Cordyceps juga dipercaya dapat membantu melawan sel kanker dan mengecilkan ukuran tumor, terutama kanker paru-paru dan kanker kulit. Jamur Cordyceps merupakan jenis jamur yang cukup langka dan sulit untuk didapatkan, maka tidak mengherankan jika harganya sangat mahal.

Cordyceps paling sering digunakan untuk meningkatkan kinerja atletik, mengatasi gangguan ginjal, mengatasi masalah hati, dan mengatasi masalah seksual. Meski demikian, belum ada bukti ilmiah yang mendukung manfaat Jamur Cordyceps tersebut.

Meski dipercaya memiliki manfaat, namun jamur Cordyceps bisa menghadirkan sejumlah efek samping. Jika dikonsumsi dengan dosis 3-6 gram setiap hari dalam satu tahun, jamur Cordyceps relatif aman. Namun jamur Cordyceps dapat menyebabkan efek samping ringan berupa diare, sembelit, dan ketidaknyamanan perut.

3 dari 5 halaman

Jamur Cordyceps menyebabkan zombie?

Terlepas dari apakah jamur Cordyceps bisa membuat orang menjadi zombie atau tidak, namun kenyataannya ada banyak spesies jamur dalam genus Cordyceps dan Ophiocordyceps yang dapat menginfeksi serangga seperti semut dan invertebrata lainnya.

Hal itu membuat semut dan hewan yang terinfeksi, secara teknis berubah menjadi zombie. Dengan kata lain, jamur Cordyceps dapat mengambil alih pikiran dan tubuh hewan yang terinfeksi, yang menyebabkan mereka berperilaku sedemikian rupa untuk menyebarkan spora ke sesama jenisnya.

Dampak dari jamur tersebut pernah diungkap pada 2016 dalam acara Planet Earth. Dalam acara tersebut ditunjukkan bahwa parasit Ophiocordyceps yang menginfeksi semut peluru. Di sana juga ditunjukkan bagaimana jamur dari genus Cordyceps tersebut dapat mengambil alih kendali semut, yang membuat semut memanjat cabang sebelum akhirnya mati. Setelah semut mati, tumbuh jamur penghasil spora di kepala semut.

Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa jamur Cordyceps benar-benar ada dan dapat mengubah hewan yang terinfeksi menjadi zombie. Tapi apakah itu menimbulkan ancaman bagi kita?

Sampai saat ini, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa jamur Cordyceps dapat menginfeksi manusia. Uniknya, jamur jenis itu malah sering dikonsumsi sebagai obat tradisional Tiongkok, yang digunakan untuk mengobati penyakit ginjal dan penyakit lainnya.

4 dari 5 halaman

Bagaimana jamur dapat membuat serangga menjadi zombie?

Pada semut peluru, jamur mulai menginfeksi ketika semut mengambil spora dari jamur Cordyceps ketika mereka mencari makan. Spora tersebut kemudian menginfeksi sel semut dan jamur mulai tumbuh di dalam tubuhnya.

Pada awalnya, semut ini mungkin bertindak normal. Namun akhirnya, semput yang terinfeksi akan berhenti berpartisipasi dalam upaya mencari makan sebagai bagian dari koloni. Semut yang terinfeksi tidak dapat berkomunikasi dengan baik dengan semut-semut lainnya.

Kemudian semut yang terinfeksi mulai menjadi hiperaktif dan tidak lagi memiliki ritme harian yang sama dengan semut lainnya. Sebagian besar semut tukang kayu, misalnya, mencari makan pada malam hari, tetapi semut yang terinfeksi pada dasarnya aktif sepanjang waktu.

Pada satu titik, semut yang terinfeksi akan mengembara dan meninggalkan koloni untuk mencari tempat di hutan lalu memanjat dan menggigit ranting atau tanaman merambat. Di sinilah jamur akan dengan cepat mulai memakan semua yang ada di dalamnya, yang membunuh inangnya. Kemudian jamur penghasil spora akan tumbuh dan menyebarkan spora ke lebih banyak semut lainnya.

Dengan memanjat lebih tinggi di dalam hutan, semut pada dasarnya membantu jamur menyebarkan sporanya. Tempat spesifik yang dipilihnya untuk didaki sebenarnya dapat membantu perkembangan jamur.

Seluruh proses ini bisa memakan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan. Namun dalam film zombie, infeksi dan proses inkubasi sering berlangsung begitu cepat. Namun di alam, infeksi dan proses inkubasi membutuhkan proses yang cukup lama.

Dikutip dari Vox, jamur ini dapat mengambil alih pikiran dan tubuh inangnya dengan cara mengeluarkan bahan kimia tertentu yang dapat mengikat atau berinteraksi dengan reseptor atau jenis protein lain yang terkait dengan sistem saraf.

Bahan kimia tersebut akhirnya dapat mengubah perilaku inang atau serangga yang terinfeksi. Ada kemungkinan bahwa bahan kimia tersebut memengaruhi reseptor yang biasanya mengikat dopamin atau serotonin, yang kemudian dapat menimbulkan jenis perilaku tertentu.Sampai saat ini penelitian masih dilakukan untuk mengetahui secara pasti tentang bagaimana jamur Cordyceps dapat mengambil alih pikiran dan tubuh inangnya.

5 dari 5 halaman

Apakah jamur dapat menginfeksi manusia?

Dikutip dari National Geographic, agar jamur bisa menginfeksi hewan berdarah panas manapun, termasuk mamalia seperti manusia, diperlukan proses evolusi yang serius. Disebutkan bahwa agar jamur Cordyceps dapat menginfeksi mamalia, diperlukan jutaan tahun perubahan genetik.

Setiap spesies jamur pencipta zombie berevolusi untuk menyesuaikan dengan serangga tertentu, jadi galur unik memiliki sedikit efek pada organisme kecuali yang berevolusi untuk menginfeksi. Misalnya, cordyceps yang berevolusi untuk menginfeksi semut di Thailand, tidak dapat menginfeksi spesies semut yang berbeda di Florida.

Dengan kata lain, jika untuk menginfeksi semut di spesies yang berbeda saja sulit atau tidak memungkinkan, makan untuk menginfeksi spesies lain, termasuk manusia, tentu tidak mungkin. Meski demikian, bukan tidak ada jamur yang dapat menginfeksi manusia.

Pemimpin dalam bidang penelitian patogen jamur manusia, Profesor Elaine Bignell, seperti dikutip dari Sky menyebutkan bahwa ada banyak jamur yang dapat menghuni otak manusia. Dia melanjutkan, sejumlah spesies jamur merupakan patogen yang cukup menonjol dan membunuh ratusan ribu orang setiap tahun. Hanya saja, masyarakat tidak menyadarinya.

Di antara yang dianggap paling berisiko tinggi adalah Aspergillus fumigatus, jamur umum yang tersebar luas di lingkungan rumah dan luar ruangan, yang dapat menyebabkan "penyakit paru-paru kronis dan akut" dan mematikan.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa ada beberapa jenis jamur yang dapat menginfeksi manusia. Hanya saja, sampai sekarang belum ditemukan adanya jamur yang dapat menginfeksi manusia hingga membuat yang terinfeksi menjadi zombie.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS