Liputan6.com, Jakarta Arti kata dalam bahasa Indonesia tentunya perlu dipahami oleh setiap orang. Kebanyakan orang tentunya sudah memahami arti kata. Namun, mungkin masih belum semua orang yang memahami definisinya secara detail.
Kata adalah istilah yang sudah seharusnya dipahami semua orang. Apalagi kata merupakan komponen penting dalam berkomunikasi, baik dalam komunikasi secara tertulis ataupun secara lisan atau secara langsung.
Advertisement
Arti kata adalah unsur bahasa yang digunakan dalam berucap dan menulis. Kamu tentunya sudah mengenali jenis-jenis kata, seperti kata kerja, kata sifat, kata benda dan lain sebagainya. Kamu juga perlu memahami fungsinya.
Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (12/6/2025) tentang arti kata.
Arti Kata
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti "kata" adalah unsur bahasa yang diucapkan dan dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa. Sementara itu, dalam linguistik, arti kata adalah satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri, terjadi dari morfem tunggal (misalnya batu, rumah, datang) atau gabungan morfem (misalnya pejuang, pancasila, mahakuasa).
Menurut Pedoman Penulisan Tata Bahasa Indonesia (Kemdikbud, 2024), kata adalah unit morfologis terkecil yang bermakna dan dapat berdiri sendiri dalam susunan wacana. Sedangkan Chaer (1994) dalam Linguistik Umum menyatakan bahwa kata merupakan bentuk linguistik yang mewakili konsep tertentu dan bersifat abstrak, dipakai sebagai tanda untuk menyampaikan ide.
Arti dari bahasa yaitu morfem atau kombinasi morfem yang oleh bahasawan dianggap sebagai satuan terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas.
Arti kata adalah sebuah unsur bahasa yang susunannya terdiri dari kumpulan huruf atau unit yang memiliki sebuah arti, sehingga dapat berfungsi untuk membentuk kalimat, frasa, dan klausa. Arti kata bertujuan sebagai satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna serta arti, sehingga bisa disusun menjadi suatu bentuk kalimat, klausa, dan frasa. Arti kata sangat penting dalam bahasa karena mampu menunjukkan dan menerangkan tentang suatu benda, waktu, sifat, dan sebagainya.
Advertisement
Fungsi Kata
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1446338/original/001506600_1482747459-pjimage__25_.jpg)
Arti kata adalah bagian-bagian yang membentuk suatu kalimat. Fungsi dari kata dibagi menjadi 4, yaitu sebagai subjek, sebagai predikat, sebagai objek, sebagai keterangan, dan sebagai pelengkap. Seperti dijelaskan dalam jurnal Tindak Tutur dan Fungsi Kata Bi dan Ba dalam Proses Komunikasi Bahasa Dayak Universitas Airlangga, berikut fungsi kata:
- Fungsi Kata sebagai Subjek. Subjek adalah bagian dari kalimat yang menandakan hal yang sedang dibicarakan. Ciri-ciri kata yang berfungsi sebagai subjek adalah jawaban dari siapa yang melakukan kegiatan atau aktivitas, bagian dari kalimat yang dijelaskan oleh predikat, bagian yang diikuti oleh salah satu kata kerja sambung, dan diikuti dengan partikel -nya.
- Fungsi Kata sebagai Predikat. Predikat adalah bagian dari kalimat yang menandakan tentang apa yang sedang dibicarakan oleh subjek dan biasanya diharuskan mengandung unsur verba. Kemudian bisa diikuti dengan objek. Fungsi kata ini akan memberikan keterangan tentang apa yang sedang dilakukan oleh subjek.
- Fungsi Kata sebagai Objek. Objek adalah bagian dari kalimat yang mempunyai peran sebagai penderita atau yang mengalami suatu hal tertentu. Keberadaan objek ini adalah sebagai pemberi keterangan dari predikat.
- Fungsi Kata sebagai Keterangan. Keterangan adalah bagian dari kalimat yang fungsinya memberikan keterangan pada unsur yang lain. Meski begitu, keberadaan dari keterangan ini tidak selalu dianggap penting, tetapi mampu memberikan penjelasan secara lebih lengkap.
- Fungsi Kata sebagai Pelengkap. Fungsi kata ini bisa dikatakan cukup sulit untuk mengetahui di mana keberadaannya. Kata pelengkap bisa saja berfungsi sebagai keterangan dan bisa juga berfungsi sebagai objek.
Jenis-Jenis Kata
Selain arti kata, kamu juga perlu mengenali jenis-jenis kaya, yaitu sebagai berikut:
1. Kata Kerja (Verba)
Kata kerja atau verba merupakan jenis kata yang memiliki fungsi menerangkan sebuah tindakan, pengalaman, keberadaan, atau seluruh bentuk aktivitas dinamis lainnya. Pada kalimat, kata kerja mempunyai posisi sebagai predikat.
Misalnya suatu contoh jenis kata kerja yaitu makan, minum, lari dan lain sebagainya. Ciri-Ciri kata kerja antara lain mempunyai arti perbuatan, kegiatan atau tindakan, mempunyai arti proses, biasanya diikuti kata benda, biasanya diikuti kata sifat atau keterangan, biasanya dibentuk dengan imbuhan me-, di-, ber-, ter-, di-ka, ber-an, memper-an, dan memper-i, kata dapat diawali kata yang menyatakan waktu, seperti telah, akan, sedang, hampir, segera, bisa diperluas dengan cara menambahkan “dengan + kata sifat sesudahnya” misalnya seperti Rizal berjalan dengan cepat, dan lain-lain.
2. Kata Benda
Kata benda atau nomina merupakan jenis kata yang mengarah pada segala hal yang dapat dibendakan. Kata benda biasa dipakai untuk menyebutkan makhluk hidup, benda mati ataupun tempat. Contoh kata benda antara lain manusia, ilmu, makanan, dan lain-lain.
Ciri-ciri kata benda antara lain bisa diperluas dengan menambahkan “yang + kata sifat”, contohnya adalah motor yang bagus, dibatalkan dengan kata bukan, misalnya seperti bukan kaca, pada kalimat dapat berkedudukan sebagai Subjek (S) dan Objek (O). Contohnya seperti Rizal membeli mobil baru, dalam kalimat itu kata Rizal dan Mobil adalah kata benda.
3. Kata Sifat
Kata sifat atau adjektiva merupakan jenis kata yang dipakai untuk menerangkan sifat atau kondisi suatu hal, seperti makhluk hidup, benda mata, tempat, waktu ataupun yang lainnya. Dalam pemakaiannya di kalimat, kata sifat biasa digunakan untuk menerangkan keadaan subjek (S) atau Objek (O) kalimat tersebut.
Ciri-ciri kata sifat adalah bisa dibatalkan atau yang bersifat dengan kata “tidak” atau “bukan”. Contohnya tidak baik, tidak pandai dan lain sebagainya. Selain itu, kata sifat juga bisa diberikan keterangan penguat, kata penguat yang biasa dipakai antara lain seperti amat, sangat, paling, sekali, benar. Contohnya sangat luas, amat banyak dan lain-lain. Kata sifat juga bisa diberikan penjelasan pembanding. Kata pembanding yang biasa dipakai antara lain: lebih, kurang, paling.
4. Kata Keterangan
Kata keterangan atau Adverbia merupakan jenis kata yang menunjukkan keterangan (penjelasan) mengenai kata lain (kata bilangan, kata kerja, dan kata sifat) dalam suatu kalimat. Tetapi kata keterangan tidak dapat menerangkan kata benda atau kata ganti benda. Pada struktur kalimat, kata keterangan seringkali dilambangkan dengan K yang artinya keterangan.
Ciri-ciri kata keterangan antara lain memberikan penjelasan mengenai kata lain, tidak dapat dipakai untuk sebagai penjelas kata benda atau kata ganti benda, seringkali letaknya di awal atau akhir kalimat, dapat dipakai untuk seluruh jenis kalimat.
Advertisement
Jenis-Jenis Kata
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4056112/original/052474400_1655455586-joshua-hoehne-YPgTovTiUv4-unsplash.jpg)
5. Promina (Kata Ganti)
Pronomina terdiri dari 3 jenis kata, yaitu:
- Pronomina penunjuk seperti ini, itu, sanam situ, begitu, begini
- Pronomina persona kata ganti orang, misalkan saya, aku, dia, kamu, engkau, mereka
- Pronomina penanya seperti apa, dimana, mengapa, bagaimana, apa, dan kapan.
6. Numeralia (Kata Bilangan)
Kata bilangan atau numeralia adalah jenis kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya orang, binatang, benda, dan sebuah urutan proses atau peristiwa. Contoh: sejuta, pertama-tama, kedua, dan sepertiga.
7. Konjungsi (Kata Sambung)
Kata hubung atau konjungsi adalah jenis kata yang berfungsi menghubungkan dua kata atau dua kalimat. Macam-macam konjungsi:
- Konjungsi perluasan, misalnya: yang.
- Konjungsi pengantar objek, misalnya: bahwa.
- Konjungsi penegasan, misalnya: malahan dan bahkan.
- Konjungsi penambahan, misalnya: dan, dan lagi, tambahan lagi, lagi pula.
- Konjungsi urutan, misalnya: lalu, setelah itu.
- Konjungsi pilihan, misalnya: atau.
- Konjungsi menyatakan waktu, misalnya: saat, ketika, sejak.
- Konjungsi sebab-akibat, misalnya: sebab, karena, karena itu, akibatnya.
- Konjungsi persyaratan, misalnya: asalkan, jikalau, kalau.
- Konjungsi pengandaian, misalnya: andaikata, andaikan, seandainya, seumpamanya.
- Konjungsi harapan/tujuan, misalnya: agar, supaya, hingga.
- Konjungsi pengantar wacana, misalnya: adapun, maka, jadi.
- Konjungsi perlawanan, misalnya: tetapi, sedangkan, namun, sebaliknya, padahal.
8. Partikel (Kata Sandang)
Kata sandang adalah jenis kata yang bertugas memulai, mempertahankan, atau mengukuhkan sebuah kalimat dalam komunikasi. Unsur ini digunakan dalam kalimat tanya, perintah dan pernyataan.
Kata Dasar dan Kata Turunan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4061497/original/091142800_1655954121-pexels-ketut-subiyanto-4132326__1_.jpg)
Kata dasar adalah kata asli yang belum mengalami imbuhan; bisa kata dasar primer seperti air, kerja, tidur atau sekunder hasil afiksasi di masa lalu . Misalnya “tulis” adalah dasar murni. Kata dasar membentuk fondasi untuk derivasi. Ahli bahasa bernama H. G. Keraf dalam karyanya di (1991:121) menyatakan bahwa kata dasar adalah katayang merupakan dasar pembentukan kataturunan atau kata berimbuhan.
Kata turunan muncul dari kata dasar setelah diberi afiks seperti awalan (me-, di-, ber-), akhiran (-kan, -an), sisipan, dan apitan . Contohnya: me-nulis, penulis, tertulis. Proses ini memperluas makna, menjadikannya kata kerja, nomina, atau adjektiva baru.
Advertisement
Tujuan Penggunaan Kata
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4679459/original/056128400_1702045087-Ilustrasi_sahabat__teman__tertawa__ngobrol__lucu__main_tebak-tebakan_lucu.jpg)
Kata merupakan unit terkecil dalam sebuah bahasa yang memiliki makna dan dapat digunakan untuk berkomunikasi. Tujuan dari kata adalah untuk menyampaikan informasi, ekspresi, atau perasaan dari satu individu kepada individu lainnya. Kata juga digunakan untuk membentuk kalimat, puisi, atau tulisan sehingga dapat dipahami dan diinterpretasikan oleh penerima pesan.
Schmitt dan Celce-Murcia, 2002 dalam An Overview of Applied Linguistics, tujuan adanya kata adalah membentuk struktur kalimat. Kata memberikan gambaran akan adanya kepaduan struktur kalimat yang membentuk wacana sehingga mudah dibaca dan dipahami oleh masyarakat umum.
Tujuan dari penggunaan kata adalah untuk menyampaikan informasi, gagasan, atau perasaan secara jelas dan tepat. Dengan penggunaan kata yang tepat, komunikasi antar individu dapat terjalin dengan baik tanpa adanya kebingungan. Tujuan penggunaan kata juga dapat membantu dalam menyampaikan pesan secara efektif dan efisien kepada penerima pesan. Melalui pemahaman terhadap pengertian kata, tujuan komunikasi dapat tercapai dengan baik.
QnA-Pertanyaan Umum Seputar Kata dalam Bahasa Indonesia yang Sering Muncul
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4514636/original/047647100_1690347322-pexels-ketut-subiyanto-4132345.jpg)
1. Apa yang dimaksud dengan kata dalam bahasa Indonesia?
Kata adalah satuan bahasa terkecil yang memiliki makna dan dapat berdiri sendiri, seperti "makan", "buku", atau "cantik".
2. Apa perbedaan antara kata dasar dan kata turunan?
Kata dasar belum mengalami perubahan bentuk, seperti “lari”. Kata turunan sudah mengalami proses afiksasi, seperti “berlari” atau “pelari”.
3. Berapa jenis kata dalam bahasa Indonesia?
Secara umum, ada delapan jenis kata: nomina, verba, adjektiva, adverbia, pronomina, numeralia, konjungsi, dan preposisi.
4. Apa fungsi utama kata dalam kalimat?
Fungsi utama kata adalah menyusun kalimat dan menyampaikan makna sebagai subjek, predikat, objek, atau keterangan.
5. Mengapa penting mempelajari jenis dan fungsi kata?
Karena dengan memahaminya, seseorang dapat menulis dan berbicara secara tepat, jelas, dan sesuai kaidah bahasa Indonesia.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3212228/original/046497900_1597737630-pexels-pixabay-415071.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2608262/original/030108300_1666512422-pexels-ibrahim-hasan-3944317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)