Esa Artinya Satu, Ketahui Perbedaannya dengan Eka

Esa artinya satu. Satu yang dimaksud mengacu pada sifat Tuhan, di mana tidak ada hal lain yang menyerupai-Nya

Liputan6.com, Jakarta Menurut KAmus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), esa artinya adalah tunggal atau satu. Meski demikian, esa adalah kata atau istilah yang digunakan untuk menggambarkan sifat Tuhan, seperti yang ada dalam Pancasila sila pertama, "Ketuhanan Yang Maha Esa."

Esa adalah kata yang berasal dari bahasa Sanskerta. Dalam Sanskrit Loan Words in Indonesian (1997) karya JG de Casparis, esa artinya 'satu, hanya satu (one, only)'. Mengacu pada Sanskrit-English Dictionary yang dikutip de Casparis, esa juga mengacu pada ‘Tuhan' (lord). Di sumber lain, Kamus Umum Bahasa Indonesia karya Poerwadarminta juga memaknai esa sebagai ‘tunggal, satu’.

Selain esa, ada kata lain dalam bahasa Sanskerta yang juga memiliki arti satu, yaitu eka. Meski demikian, esa dan eka tidak bisa dikatakan memiliki arti yang benar-benar sama. Keduanya memiliki perbedaan, terutama dalam hal penggunaan.

Lalu apa perbedaan esa dan eka? Sebelum lebih jauh membahas mengenai perbedaan esa dan eka, berikut adalah arti dari masing-masing kata tersebut, seperti yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (5/12/2022).

Esa Artinya

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, esa artinya satu atau tunggal, demikian seperti dikutip dari KBBI. Namun satu atau tunggal yang dimaksud adalah mengacu pada sifat Tuhan, seperti yang ada dalam Pancasila sila pertama, "Ketuhanan Yang Maha Esa."

Sangat jarang sekali ditemukan penggunaan kata esa yang mengacu pada hal lain selain yang berhubungan dengan sifat Tuhan. Esa adalah kata dalam bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Sansekerta. Dalam bahasa Sansekerta sendiri, esa artinya adalah satu.

Namun dalam Sanskrit Loan Words in Indonesian (1997) karya JG de Casparis, "esa" bermakna 'satu, hanya satu (one, only)'. Mengacu pada Sanskrit-English Dictionary (yang dikutip de Casparis), “esa” juga mengacu pada ‘Tuhan' (lord). Di sumber lain, Kamus Umum Bahasa Indonesia karya Poerwadarminta juga memaknai esa sebagai ‘tunggal, satu’.

Dalam bahasa Indonesia, kata esa dapat mengalami proses afiksasi, sehingga dapat berubah bentuk menjadi keesaan (‘sifat yang satu’) dan mengesakan (‘menjadikan (menganggap) satu’).

Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa esa artinya adalah satu, tunggal, hanya satu, atau satu-satunya, yang mengacu pada sifat Tuhan, yang tidak ada hal lain yang menyerupai. “Esa” tidak hanya dapat dipahami sebagai sebuah angka atau bilangan, tapi sebuah sifat yang satu, utuh, tidak ada duanya.

Eka Artinya

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, esa artinya satu. Kata tersebut merupakan serapan dari bahasa Sansekerta. Namun ada kata lain dalam bahasa Sansekerta yang juga berarti satu, yaitu eka.

Dalam Sanskrit Loan Words in Indonesian (1997) karya JG de Casparis, "eka" bermakna ‘satu’. Dalam sumber yang lain, kamus klasik Sanskrit-English Disctionary (M Monier-Williams, 1909), “eka” bermakna ‘satu, sendiri, tersendiri, single, dan terjadi sekali'.

“Eka“ seperti yang kita tahu adalah bentuk terikat alias tidak dapat berdiri mandiri sebagai satu kata dan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Misalnya, ekabahasa (‘hanya memahami dan menggunakan satu bahasa; bersifat monolingual’) dan ekakarsa (‘satu kehendak; satu niat’).

Berbeda dengan esa yang hanya mengacu pada sifat Tuhan, esa dapat digunakan dalam berbagai konteks, misalnya seperti ekabahasa, ekawarna, ekafungsi, dan ekasuku. "Eka-" sebagai kata bilangan juga memiliki numeralia sejenis lain, seperti dwi-, tri-, dan sebagainya.

Perbedaan Esa dan Eka

Dari definisi kedua kata tersebut, sudah dapat diketahui bahwa meski sama-sama memiliki arti satu, namun secara konseptual, esa dan eka memiliki makna yang berbeda. Adapun perbedaan kata esa dan eka antara lain adalah sebagai berikut:

1. Definisi

Esa artinya adalah satu atau tunggal. Namun kata esa hanya mengacu pada segala hal yang berhubungan dengan Tuhan, seperti yang tertulis dalam sila pertama Pancasila: Ketuhanan yang Maha Esa. Sementara itu, eka artinya satu, tapi bisa digunakan untuk berbagai konteks, sehingga dalam penggunaannya dalam kalimat, eka harus diikuti kata lain yang menjadi referennya, seperti pada ekabahasa, ekawarna, ekafungsi, dan ekasuku.

2. Bentuk Jamak

Esa artinya adalah satu, tunggal, hanya satu, atau satu-satunya. Esa dapat berdiri sendiri sebagai suatu konsep dari sifat atau hal yang berhubungan dengan Tuhan. Esa tidak memiliki bentuk jamak. Eka artinya satu, dan dapat mengacu pada banyak hal. Selain itu, eka memiliki bentuk jamak, yakni dwi-, tri-, dan sebagainya.

Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa esa artinya adalah satu, tunggal, hanya satu, satu-satunya, dan tidak ada yang lain. Esa artinya adalah satu yang mengacu pada sifat Tuhan. Sedangkan eka artinya satu, namun bukan satu-satunya, sehingga eka memiliki bentuk jamaknya yakni, dwi-, tri-, catur-, dan sebagainya.

Dapat disimpulkan bahwa esa artinya satu. Satu yang dimaksud mengacu pada sifat Tuhan, di mana tidak ada hal lain yang menyerupai Tuhan. Dengan kata lain, Esa artinya dapat dipahami sebagai satu-satunya. 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6