Tetap Berpraktik Sambil Upgrade Kompetensi, Dermaesthetics Academy Tawarkan Jalan bagi Dokter Umum

Dermaesthetics Academy menawarkan program pendidikan estetika bagi dokter umum, langkah ini dibentuk untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan klinis.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 14:39 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bekasi - Dokter umum yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang estetika medis membutuhkan pendidikan yang membantu mereka memahami dasar keilmuan, menguasai keterampilan klinis, dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi perawatan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Dermaesthetics Academy menawarkan program pendidikan estetika terstruktur yang dirancang untuk memperdalam pemahaman dokter melalui pembelajaran teori dan praktik.

dr. Stiven Eli selaku Direktur Dermaesthetics Academy menjelaskan, kebutuhan pengembangan kompetensi menjadi semakin relevan seiring pertumbuhan industri estetika medis di Indonesia.

Bagi dokter umum yang mempertimbangkan pengembangan karier ke bidang ini, pendidikan estetika dapat menjadi salah satu langkah untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan klinis secara sistematis.

“Dokter umum yang ingin mendalami bidang estetika perlu memiliki fondasi keilmuan yang kuat sebelum mempelajari penerapan berbagai prosedur. Kami menghadirkan program yang membantu dokter memahami dasar biologis, pertimbangan klinis, dan teknik tindakan secara menyeluruh. Pemahaman itu menjadi bekal agar pengembangan kompetensi berlangsung terarah,” dr. Stiven.

Akademi yang resmi dibuka pada 21 September 2026 di kawasan Bekasi Central Business District (BCBD) ini menawarkan program intensif selama tiga bulan atau long course.

Program tersebut dirancang untuk membangun pemahaman biologis dan insting klinis peserta melalui rangkaian pembelajaran yang mencakup teori, demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi klinis.

Kurikulumnya terdiri atas 41 modul yang mencakup teori dasar, prosedur klinis, aspek hukum, hingga nutrisi. Materi tersebut membantu peserta memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan pelayanan estetika, mulai dari asesmen pasien dan perencanaan perawatan hingga pertimbangan karakteristik wajah individual.

Bagi dokter umum, pendekatan ini memberikan kesempatan untuk mempelajari bidang estetika melalui struktur pendidikan yang mencakup aspek ilmiah dan penerapan klinis.

Pemahaman tersebut menjadi penting karena setiap pasien memiliki kondisi biologis dan karakteristik yang berbeda, sehingga pemilihan prosedur memerlukan penilaian yang sesuai.

Menurut Asian Insiders, pasar estetika medis Indonesia diperkirakan tumbuh setidaknya 10 persen setiap tahun dalam beberapa tahun mendatang.

Perkembangan ini membuka peluang bagi dokter untuk memperluas kompetensi, sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap tenaga medis yang memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan memadai.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, penyelenggaraan pendidikan estetika perlu dirancang secara menyeluruh. Dermaesthetics Academy menggabungkan praktik langsung, demonstrasi, dan diskusi klinis untuk melengkapi pembelajaran teori. Pendekatan ini memungkinkan peserta menghubungkan pemahaman ilmiah dengan penerapan teknik dalam konteks praktik medis.

“Program pendidikan perlu membantu dokter memahami alasan di balik suatu tindakan, termasuk bagaimana kondisi pasien memengaruhi perencanaan perawatan. Karena itu, kami memadukan teori, demonstrasi, latihan praktik, dan diskusi klinis. Harapannya, peserta mengasah kemampuan analitis sekaligus keterampilan teknis,” kata dr. Stiven.

Akademi ini juga mengintegrasikan pengetahuan, keahlian, teknologi, dan pengalaman praktik dalam satu ekosistem pembelajaran. Filosofi tersebut menekankan pentingnya memahami prinsip ilmiah di balik perkembangan teknologi estetika, sehingga dokter dapat mempertimbangkan penerapannya berdasarkan kebutuhan klinis.

Melalui program intensif dan kurikulum terstruktur, Dermaesthetics Academy membuka pilihan bagi dokter umum yang ingin mendalami estetika medis sebagai bagian dari pengembangan profesional.

Bagi dokter yang mempertimbangkan jalur ini, pemilihan pendidikan dengan fondasi teori yang kuat dan latihan praktik terarah menjadi salah satu aspek penting dalam merencanakan peningkatan kompetensi.

 

(*)