Patrick Stewart Tak Cuma Profesor X, Ini Deretan Film Lain yang Menunjukkan Jangkauan Aktingnya

Film Patrick Stewart di luar superhero dan fiksi ilmiah ternyata beragam, dari drama kolosal, komedi parodi, sampai thriller kelam. Simak daftar pilihannya.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 15:12 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Patrick Stewart memiliki banyak peran beragam di luar Kapten Picard dan Profesor X.
  • Ia tampil dalam berbagai genre, dari drama sejarah hingga komedi dan thriller.
  • Perannya meliputi pemimpin neo-Nazi, penata interior, dan Kapten Ahab yang terobsesi.

Liputan6.com, Jakarta - Film Patrick Stewart ternyata tidak melulu berkutat pada kapal luar angkasa dan para mutan. Setelah kabar kepergiannya pada 28 Oktober 2026 di Los Angeles, banyak penggemar mulai menengok kembali karya-karya aktor Inggris itu yang jarang disorot.

Di luar peran ikonisnya sebagai Kapten Picard dan Profesor X, Stewart meninggalkan jejak di berbagai genre. Ia pernah menjadi ayah mertua dalam legenda Arthurian, raja dalam komedi parodi, hingga pemimpin kelompok neo-Nazi dalam thriller berdarah. Berikut sejumlah film yang layak ditonton ulang.

Era 1980-an

Excalibur (1981)

Dalam adaptasi kisah Raja Arthur garapan John Boorman ini, Stewart memerankan Sir Leondegrance, ayah calon Ratu Guinevere yang diperankan Cherie Lunghi. Perannya memang tidak besar, tetapi film ini menjadi salah satu penampilan layar lebar pertamanya yang kerap dikenang.

Lady Jane (1986)

Stewart tampil sebagai Henry Grey, Adipati Suffolk, dalam drama sejarah tentang Lady Jane Grey. Film ini juga mempertemukannya dengan Cary Elwes, yang belakangan mengenang pertemuan pertama mereka di lokasi syuting sebagai awal persahabatan yang hangat.

Era 90-an

L.A. Story (1991)

Dalam komedi romantis ini Stewart mengisi peran Mr. Perdue, seorang maitre d’ di restoran bernama L’Idiot. Kemunculannya singkat, tetapi menjadi bukti ia nyaman bermain di wilayah komedi.

Robin Hood: Men in Tights (1993)

Di bawah arahan Mel Brooks, Stewart menjadi Raja Richard dalam parodi legenda Robin Hood. Perannya sebagai raja yang muncul dengan wibawa berlebihan di tengah kekonyolan membuat film ini sering disebut sebagai salah satu penampilan komedinya yang paling disukai.

Jeffrey (1995)

Stewart berperan sebagai Sterling, seorang penata interior yang flamboyan dengan lidah tajam, dalam adaptasi lakon karya Paul Rudnick. Penampilannya di sini termasuk yang paling berbeda dari citranya sebagai sosok berwibawa.

Conspiracy Theory (1997)

Thriller yang disutradarai Richard Donner ini menempatkan Stewart sebagai Dr. Jonas, sosok misterius yang menjadi pusat teka-teki cerita. Film ini sering masuk daftar karya terbaik Stewart di luar dua waralaba besarnya.

Moby Dick (1998)

Lewat miniseri televisi ini, Stewart memerankan Kapten Ahab, pemburu paus yang terobsesi. Peran tersebut mempertemukan latar teater klasiknya dengan karakter sastra yang penuh amarah dan ambisi.

Era 2010-an

Green Room (2015)

Dalam thriller karya Jeremy Saulnier, Stewart bermain melawan citranya sendiri sebagai Darcy, pemimpin kelompok neo-Nazi yang menyekap sebuah band punk. Penampilan dinginnya di film ini dianggap sebagai salah satu kejutan terbesar di fase akhir kariernya.

The Kid Who Would Be King (2019)

Stewart memerankan Merlin versi dewasa dalam petualangan fantasi tentang anak-anak yang mewarisi pedang Excalibur. Peran ini seolah menutup lingkaran dengan Excalibur yang ia mainkan hampir empat dekade sebelumnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Patrick Stewart Meninggal, Menelusuri Langkah Awal Kariernya dan Foto Masa Mudanya