Kurva Pertumbuhan Bukan Sekadar Grafik, Bisa Deteksi Dini Bila Ada Gangguan

Dengan memplot hasil pengukuran tinggi dan berat badan ke dalam kurva pertumbuhan, tenaga kesehatan dapat menilai pola pertumbuhan anak dari waktu ke waktu.

Diterbitkan 15 April 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kurva pertumbuhan merupakan alat utama untuk memantau pertumbuh anak. Dengan plotting tinggi dan berat badan anak ke kurva pertumbuhan maka bisa membantu mendeteksi bila ada gangguan pertumbuhan.

Dokter spesialis dari Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI Prof. dr. Jose R.L. Batubara, Sp.A, Subsp.Endo(K), Ph.D mengatakan bahwa kurva pertumbuhan bukan sekadar grafik angka, melainkan gambaran pola pertumbuhan anak dari waktu ke waktu.

“Kalau sudah diukur tingginya, kita belum bisa interpretasi. Harus diplot dulu ke kurva pertumbuhan. Di sinilah pentingnya kurva pertumbuhan,” kata Jose.

Saat memantau pertumbuhan anak pastikan dilakukan secara akurat dan berkala dengan teknik pengukuran yang benar. Misalnya salah posisi tubuh saat mengukur tinggi badan, maka data yang dihasilkan jadi tidak akurat. 

"Kalau tekniknya salah, misalnya kaki anak ngangkang atau kaki melebar, ya itu hasilnya akan lebih pendek. Jadi, yang benar, kaki rapat, badan tegak lurus, punggung bersandar pada dinding dan menghadap ke depan," terang Jose dalam media briefing bersama IDAI pada Selasa, 14 April 2026.

 

 

Pemantauan Pertumbuhan Anak

Lebih lanjut Jose menyampaikan bahwa pemantauan tidak cukup dilakukan satu kali. Minimal diperlukan dua kali pengukuran dengan jarak tiga hingga enam bulan untuk melihat tren pertumbuhan anak.

“Kalau cuma sekali mengukur, kita hanya tahu posisi anak saat itu. Tapi tidak bisa melihat proses pertumbuhannya,” ujarnya mengutip Antara.

Ia juga menjelaskan bahwa pada usia di bawah dua hingga tiga tahun, anak masih dapat mengalami perubahan jalur pertumbuhan atau “kanalisasi”.

Namun setelah usia tiga tahun, pertumbuhan anak seharusnya mengikuti jalur yang stabil dan tidak lagi melintasi kurva secara drastis.

Jose juga mengatakan kurva pertumbuhan juga berperan dalam mendeteksi penyakit kronis atau gangguan hormonal yang memengaruhi pertumbuhan, seperti kekurangan hormon pertumbuhan atau penyakit kronis lain.

IDAI pun mengingatkan pentingnya penggunaan kurva pertumbuhan yang sesuai dengan populasi. Adapun penggunaan kurva internasional tanpa penyesuaian dapat menyebabkan salah interpretasi, termasuk overdiagnosis stunting.

“Kalau kita pakai kurva yang tidak sesuai, anak bisa terlihat pendek padahal sebenarnya normal,” kata Jose.